Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Increasing Students’ Ability in Identifying Information of Reading Text Through Collaboration Learning Malau, Julita; Simarmata, Rina Octavia; Lestari, Febrika Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10723

Abstract

Kemampuan Membaca adalah pemahaman terhadap kata-kata tertulis, pemahaman terhadap isi yang dibaca, dan konstruksi makna tekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman membaca siswa dapat ditingkatkan setelah diajar dengan strategi pembelajaran kolaboratif. Desain penelitian pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data diambil dari tes membaca siswa pada teks deskriptif, observasi, dokumentasi, dan lembar angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Swasta HKBP Sidorame Medan yang mempunyai dua kelas dengan jumlah siswa yang sama di setiap kelasnya. Pada kelas VII, siswa SMA Swasta HKBP Sidorame Medan berjumlah 30 orang. Penulis mengambil sampel kedua kelas yang berjumlah 30 siswa. Data menunjukkan bahwa, masih banyak siswa kelas dua belas yang mengalami kesulitan dalam kemampuan membaca. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari sumber kualitatif dan kuantitatif. Lembar observasi, dokumentasi, dan lembar angket digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif. Data kuantitatif berasal dari pre-test, siklus I, dan siklus II berupa tes pemahaman membaca. Total nilai siswa pada setiap tes adalah sebagai berikut: pada pre-test 64,53, pada post-test siklus I 83 ,41, dan pada post-test siklus II 96,6. Berdasarkan nilai siswa pada setiap tes, penulis menemukan bahwa rata-rata nilai siswa pada setiap siklus meningkat dari 59%, 68,8%, menjadi 80,4%. Setelah menggunakan pembelajaran kolaboratif dalam mengajar kemampuan membaca, penulis menemukan bahwa nilai rata-rata siswa pada post-test II berada di atas KKM. Artinya penerapan strategi pembelajaran kolaboratif memang dapat membantu mengatasi permasalahan dan meningkatkan skor kemampuan membaca siswa.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ PROBLEMS IN SPEAKING ENGLISH OF THE THIRD SEMESTER STUDENTS OF THE ENGLISH DEPARTMENT AT NOMMENSEN HKBP UNIVERSITY, MEDAN Marbun, Amanda Sela Nathania; Simarmata, Rina Octavia; Sinaga, Nenni Triana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan berbicara bahasa Inggris apa saja yang dialami oleh mahasiswa bahasa Inggris semester 3 Universitas HKBP Nommensen Medan dan mengetahui apa yang menyebabkan permasalahan berbicara bahasa Inggris tersebut terjadi. Peneliti melakukan penelitian ini pada mahasiswa semester tiga jurusan Bahasa Inggris Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah 20 mahasiswa semester tiga kelompok A dan kelompok B Jurusan Bahasa Inggris Universitas HKBP Nommensen Medan. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara dan juga mengirimkan kuesioner kepada partisipan. Setelah mengumpulkan data, tahap selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah menganalisis data. Yang mana dalam menganalisis data menggunakan teori Miles dan Huberman (2014). Setelah menganalisis data, peneliti menemukan bahwa siswa jurusan Bahasa Inggris memang memiliki masalah dalam berbicara Bahasa Inggris. Dari data yang ditemukan, terdapat sekitar 85% siswa yang mempunyai kendala dalam berbicara bahasa Inggris dan mengalami kendala. Dan ada juga sekitar 80% siswa yang mengalami keterbatasan kosa kata dan karena terbatasnya penguasaan kosa kata, 50% siswa mengalami ketidaklancaran ketika ingin membentuk kalimat yang dibahas. Hal ini disebabkan karena siswa mempunyai kendala, kurangnya pengetahuan, kurangnya latihan dengan peserta lain dan karena masih menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan dan aktivitasnya, selain itu juga merasa minder dan kurang latihan. Dari data yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa memang ada masalah dalam berbicara bahasa Inggris di kalangan mahasiswa semester tiga.
REALIZATION OF MOOD THROUGH "30 MINUTES IMPROVE ENGLISH EVERY DAY" VIDEO ON LEARN ENGLISH WITH JESSICA YOUTUBE CHANNEL Tampubolon, Sahlan; Revelita, Fitria; Simarmata, Rina Octavia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan makna yang terkandung dalam video percakapan YouTube. Di sini sistem gramatikal yang digunakan adalah mood. Penelitian ini menganalisis ucapan-ucapan dalam percakapan video di YouTube untuk mengetahui tipe mood. Interpretasi dan makna klausa, makna interpersonal sebagai pertukaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain penelitiannya adalah analisis observasional. Data penelitian ini adalah 2 topik video percakapan yang diambil dari Channel Youtube Learn English With Jessica. Analisis data interaktif model Miles Huberman dan Saladana 2014. Penelitian ini didasarkan pada teori Halliday dalam Mathiessen 2014. Peneliti menemukan ada empat jenis mood yang diwujudkan. Dari total 44 klausa dalam video percakapan, mood yang diwujudkan adalah exclamative (4.55%), deklaratif (81,81%), interrogative (4.55%), dan imperatif (9,09%). Hal ini menunjukkan bahwa tuturan dalam percakapan video cenderung menyampaikan informasi pernyataan dalam bentuk deklaratif.
Metaphorical Sense of the Gorga Toba Ornaments Sihite, Jubilezer; Elfrida, Rotua; Simarmata, Rina Octavia; Manihuruk, Leonita
Journal of English Culture, Language, Literature and Education Vol. 12 No. 1 (2024): E-CLUE: Journal of English Culture, Language, Literature, and Education
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/eclue.v12i1.9074

Abstract

Gorga is a carving art found on the exterior of Toba traditional houses with motifs consisting of three types of colors; red, black, and white. This article aims to reveal a very deep meaning in the carvings and colors of Gorga as the life principle of the Toba people. It is applied in public buildings, one of which is the art of building such as the Toba traditional house. The metaphorical approach has been applied to several building arts, but the clarity of the type of applied metaphor cannot be ascertained. The method uses qualitative, by describing the metaphorical elements of the results of the literature study and several references to design elements and the results on three study objects that have the same function as residential houses but different types. It was found that only two kinds of metaphor in the architecture are applied, they are tangible and intangible. Each element was compared in a matrix form so that it can be concluded that the elements contained in the metaphorical approach consist of meaning and form, and it is also concluded that the type of metaphor in each object of study has a different type of metaphor.
Improving Students' Proposal Writing Abilities Through Flowcharts Simarmata, Rina Octavia; Sitorus, Nurhayati; Napitupulu, Fenty Debora
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 7 No. 1 (2021): This issue focuses on Education and Religious
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v7i1.2672

Abstract

This study looks into how well flowcharts might help students write proposals. Students frequently struggle with structuring ideas, maintaining coherence, and adhering to methodical processes when drafting proposals. Flowcharts were used as a visual planning tool to help students navigate the stages of proposal development, including problem identification, objectives, technique, and anticipated results, in order to solve these problems. The study used a pre-test and post-test approach with students who were taught through activities based on flowcharts. Organization, clarity, and overall writing quality increases were measured by analyzing data gathered through writing exams. The results show that using flowcharts greatly improved students' capacity for idea generation, logical proposal structure, and cohesive information presentation. The study advises including flowcharts into writing training after concluding that they are an excellent teaching method for enhancing students' proposal writing abilities
Error Analysis On The Pronunciation Of Past Tense Endings (-ED) By Eleventh Grade Students At SMA N 14 Medan Hia, Orani Adel Valentina; Simarmata, Rina Octavia; Manurung, Lastri Wahyuni
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2293

Abstract

This study investigates the types and causal factors of pronunciation errors in the realization of the regular past tense suffix -ed among eleventh-grade students at SMA Negeri 14 Medan. Adopting a qualitative descriptive approach, this study employed Error Analysis as its primary analytical framework, guided by Corder (1981) and the Surface Strategy Taxonomy of Dulay, Burt, and Krashen (1982). Data were collected from ten purposively selected students of class XI.2 through an oral pronunciation test comprising 60 regular past tense verbs representing the three allophones of -ed (/t/, /d/, and /ɪd/), yielding a total corpus of 600 pronunciation tokens. Semi-structured interviews were subsequently conducted to triangulate the findings and identify the sources of error. The results reveal three types of pronunciation errors: misformation (50.50%), addition (21.17%), and omission (10.00%), with an overall error rate of 81.67%. A cross-categorical analysis demonstrated a clear hierarchy of difficulty: /t/ (100%) > /d/ (87%) > /ɪd/ (58%), reflecting an inverse relationship between allophonic difficulty and orthographic transparency. Two interacting causal factors were identified: interlingual interference from Indonesian, manifested through orthographic reading habits and the absence of word-final voicing distinctions in L1, and intralingual overgeneralization driven by the near-total absence of explicit phonological instruction. These findings underscore the urgent need for targeted phonological instruction that explicitly addresses the voiced-voiceless distinction and the allophonic conditioning rules governing -ed pronunciation.