Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

A Gift to Return: The Tradition of Wedding Gifts Wrapped in Debt Among the People of Kerinci An Islamic Perspective Suar, Abi; Maulana, Syahrial; Zain, Zandy Pratama; Yunara, Lutia; Rozalinda, Rozalinda
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/mediasas.v7i1.105

Abstract

Tradition is a habit carried out by the community that has existed since the ancestors. This research purpose to analyze the Tradition of Wedding Gifts Wrapped in Debt Among the Kerinci Community in an Islamic Perspective. This is considered important because there are many problems that occur in the community in the application of this culture. This research is a field study and library study to disseminate the tradition of gift giving in marriage among the people of Kerinci. The data collection method used is through interviews and library studies. The interview method was carried out on several people who carried out the tradition of giving gifts wrapped in debt and the library study method was carried out to add studies related to the application of the tradition of giving gifts wrapped in debt. In this case, the informants are related parties who understand and have knowledge, experience, and information related to the tradition of giving gifts in marriage among the Kerinci community. The tradition of giving wedding gifts in Kerinci is a tradition carried out in a wedding party in which there are gifts of both money and so on from the family, relatives, family and neighbors with the intention and purpose of strengthening the relationship, strengthening ukhuwah islamiyah and can help the person. In the process of practicing the tradition of giving wedding gifts, it will be found that there is a gift to the party holding the celebration, then if one of the givers one day holds a walimatul urs then, the recipient of this gift will later return the gift that was given. Tradisi merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat yang sudah ada sejak nenek moyang. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tradisi Hadiah Pernikahan Berbalut Hutang Di Kalangan Masyarakat Kerinci dalam Perspektif Islam. Hal ini dianggap penting karena terdapat banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat dalam pengaplikasian budaya ini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study) dan penelitian pustaka (library study) untuk menyebarkan tradisi pemberian hadiah dalam pernikahan di kalangan masyarakat Kerinci. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara dan studi pustaka. Metode wawancara dilakukan pada beberapa orang masyarakat yang melakukan tradisi pemberian hadiah berbalut hutang dan metode studi pustakan dilakukan untuk menambah kajian terkait dengan penerapan tradisi pemberian hadiah berbalut hutang. Dalam hal ini, informan merupakan pihak-pihak terkait yang mengerti dan memiliki pengetahuan, pengalaman, serta informasi terkait tradisi pemberian hadiah dalam pernikahan di kalangan masyarakat Kerinci. Tradisi Pemberian hadiah pernikahan di Kerinci adalah suatu tradisi yang dilakukan dalam pesta pernikahan yang didalamnya terdapat pemberian hadiah baik itu uang dan lain sebagainya dari pihak keluarga, kerabat, family dan tetangga dengan maksud dan tujuan untuk memperkuat tali silaturahmi, mempererat ukhuwah islamiyah serta dapat membantu orang tersebut. Di dalam proses praktek tradisi pemberian hadiah pernikahan ini akan ditemukan adanya pemberian hadiah kepada pihak yang melaksanakan hajatan, kemudian apabila salah seorang pemberi suatu saat mengadakan walimatul urs maka, si penerima hadiah ini nantinya akan mengembalikan hadiah yang pernah diberikan dahulu kepadanya.
Sosialisasi dan Pendampingan Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Bagi Siswa-Siswi Tidak Mampu di Kepulauan Sula Maluku Utara Aji Saputra; Mirda Prisma Wijayanto; Andy Hermawan; Ismi Musdalifah Darsan; Roni Kurniawan; Hutri Handayani Isra; Krishna Aji; Zandy Pratama Zain; Sheila Kusumaningrum; Rusandry Rusandry; Sartika Putri Sailuddin; Firmansyah Firmansyah; Agatha Christy Situru; Syahrial Maulana; Iwan Abdy
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): September : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v1i3.694

Abstract

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) is a scholarship given by the government to high school graduates and equivalent who excel but have economic limitations to continue their studies at university level, both at state and private universities. The Indonesian government has issued the KIP-K since 2020 as a form of educational assistance. In North Maluku Province, especially on Sula Island, there is still minimal information regarding KIP-K. This service activity aims to share information regarding the benefits of higher education and how to obtain a KIP-K scholarship for students who have financial limitations. This community service is carried out at SMAN 1 Kepulauan Sula, MAN 1 Kepulauan Sula, SMAN 7 Kepulauan Sula, SMAN 9 Kepulauan Sula and SMAN 11 Kepulauan Sula. This activity was carried out in two stages, namely socialization and mentoring. The implementation of this activity went well, smoothly and was full of enthusiasm from the participants, especially students who wanted to continue their studies at university level. The final result of this socialization and mentoring is that the participants have succeeded in creating their own accounts, filling in data and registering for KIP-K.
Sharia Monetary Policy Instruments in Indonesia Abi Suar; Zandy Pratama Zain; Hijrasil
JOVISHE : Journal of Visionary Sharia Economy Vol. 1 No. 1 (2022): Edition June 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/jovishe.v1i1.63

Abstract

In Islamic monetary policy, there is no known interest system. The instruments used in Islamic monetary policy are also different from monetary policy in general because they are not familiar with the interest system. Precisely with the unknown interest system, making Islamic monetary policy more resistant to economic turmoil so that in the end the ultimate goal of monetary policy can be achieved and will be able to become a new tool in maintaining economic stability. The approach used in this study is Literature review using the Systemic Literature Review (SLR) method. The purpose of this study is to find out how the Islamic Monetary Policy Instrument is defined, mazhab and its implementation in Indonesia.Indonesia as a country that implements a dual monetary system, Indonesia also conducts monetary policy through OMS or Sharia Monetary Operations. Sharia Monetary Operation is the implementation of monetary policy by Bank Indonesia in the context of monetary control through open market operations and the provision of standing facilities based on sharia principles. The objectives of CSOs areachieve the operational target of sharia monetary control in order to support the achievement of the final target of Bank Indonesia's monetary policy. Abstrak Dalam kebijakan moneter Islam, tidak dikenal sistem bunga. Instrumen yang digunakan dalam kebijakan moneter syariah juga berbeda dengan kebijakan moneter pada umumnya karena belum mengenal sistem bunga. Justru dengan tidak dikenalnya sistem bunga membuat kebijakan moneter syariah lebih tahan terhadap gejolak ekonomi sehingga pada akhirnya tujuan akhir kebijakan moneter dapat tercapai dan mampu menjadi alat baru dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature review dengan menggunakan metode Systemic Literature Review (SLR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana definisi Instrumen Kebijakan Moneter Syariah, mazhab dan implementasinya di Indonesia. Indonesia sebagai negara yang menerapkan sistem moneter ganda, Indonesia juga melakukan kebijakan moneter melalui OMS atau Operasi Moneter Syariah. Operasi Moneter Syariah adalah pelaksanaan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia dalam rangka pengendalian moneter melalui operasi pasar terbuka dan pemberian standing facilities berdasarkan prinsip syariah. Tujuan CSO adalah untuk mencapai sasaran operasional pengendalian moneter syariah dalam rangka mendukung pencapaian sasaran akhir kebijakan moneter Bank Indonesia.
PKM PENINGKATAN PRODUKSI DAN PEMASARAN HOME INDUSTRI KUE TRADISIONAL LAPIS TIDORE DI PULAU TIDORE Zain, Zandy Pratama; Syahroni, Syahroni; Mahmud, Haris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5415

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aims to increase the production and marketing of Lapis Tidore as a strategic step towards achieving economic independence and cultural preservation on Tidore Island. The problem-solving method used consists of five main stages, namely socialisation, training/mentoring, technology application, programme mentoring/evaluation, and programme sustainability. The product produced by this MSME is the traditional Lapis Tidore cake. The addition of an oven and automatic dough mixer is expected to increase production capacity and expand marketing reach, thereby improving the welfare of MSMEsKeywords: SMEs; Automatic mixing machine; Oven; Production and Layer cakesABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk peningkatan produksi dan pemasaran Lapis Tidore menjadi langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan pelestarian budaya di Pulau Tidore. Metode pemecahan masalah yang digunakan terdiri dari lima tahap utama yaitu sosialisasi, pelatihan/pendampingan, penerapan teknologi, pendampingan/evaluasi program, dan keberlanjutan program. Produk yang dihasilkan oleh UMKM ini adalah kue tradisional Lapis Tidore. Penambahan mesin oven dan pengaduk adonan otomatis diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran sehingga kesejahteraan UMKM meningkat.Kata Kunci: UMKM; Mesin pengaduk otomatis; Oven; Produksi dan Kue lapis
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI BEBERAPA USAHA RUMAHAN Nursamsi, Nursamsi; Annisa, Khairun; Zain, Zandy Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5410

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aims to develop and apply appropriate technology to increase the bread production capacity of Primadona Bakery MSMEs. The problem solving method used consists of five main stages, namely survey and problem identification, training, application of technology, mentoring and evaluation as well as program desires. The products produced by this MSME consist of sweet bread and also chocolate filled bread. The addition of an oven machine and automatic dough mixer is expected to increase production capacity and expand marketing reach so that the welfare of MSMEs increases. Keywords: MSMEs; Automatic kneading machine; Oven; Production and Bread ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas produksi roti pada UMKM Primadona Bakery. Metode pemecahan masalah yang digunakan terdiri dari lima tahap utama yaitu survei dan identifikasi masalah, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Produk yang dihasilkan oleh UMKM ini terdiri dari roti manis dan juga roti isi cokela. Penambahan mesin oven dan pengaduk adonan otomatis diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran sehingga kesejahteraan UMKM meningkat.Kata Kunci: UMKM; Mesin pengaduk otomatis; Oven; Produksi dan Roti