Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERAN KIMIA HIJAU DALAM PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Zuhrah Adminira Ruslan
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v8i1.18409

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menjadi isu penting yang membutuhkan solusi inovatif dan pendekatan multidisiplin. Kimia hijau merupakan pendekatan yang fokus pada desain proses dan produk kimia ramah lingkungan dan memiliki peran penting dalam mewujudkan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur tentang peran kimia hijau dalam pendidikan berkelanjutan. Tinjauan ini mencakup analisis terhadap berbagai sumber dalam 10 tahun terakhir mengenai kimia hijau dalam pendidikan, prinsip-prinsip kimia hijau dalam pendidikan, pembangunan berkelanjutan dalam pendidikan, manfaat dan tantangan implementasinya dalam pendidikan, serta efektivitas kimia hijau dalam meningkatkan pemahaman belajar siswa. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kimia hijau dapat menjadi landasan pendidikan yang transformatif karena dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk berkontribusi pada masyarakat berkelanjutan. Meski begitu, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan harus diatasi agar implementasi pendekatan kimia hijau dalam pembelajaran dapat berjalan efektif.
Building Professional Teachers: Analysis of the Ability of Prospective Chemistry Teachers in Designing Discovery Learning-Based Learning Tools Allo, Eda Lolo; Cahyani*, Vika Puji; Ruslan, Zuhrah Adminira; Jusniar, Jusniar; Nawi, Mohd Zulfakar Mohd
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 13, No 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v13i2.45014

Abstract

Several studies have emphasised the value of discovery learning in enhancing students' understanding of chemical concepts and improving their critical thinking skills. However, research on the skills or competencies of prospective chemistry teachers in developing discovery learning based instructional materials remains limited, particularly in the context of higher education in indonesia. This study aims to evaluate the relationship between the quality of student worksheets, the quality of teaching materials, and the quality of teaching modules with the ability to develop instructional tools. The research employed the structural equation modelling-partial least squares (SEM-PLS) method using smart PLS software to examine the correlation between the quality of instructional materials and the ability of prospective chemistry teachers to design learning tools. The collected instructional materials were evaluated using an assessment rubric. The results of hypothesis testing through bootstrapping showed that the quality of student worksheets had a positive and significant effect on the ability to develop instructional tools (p = 0.002). Similarly, the quality of teaching materials significantly influenced the ability to design instructional tools (p = 0.000). Furthermore, the quality of teaching modules also significantly affected the ability to construct instructional tools (p = 0.001). These findings indicate a complex and interconnected relationship between the quality of learning components such as student worksheets, teaching materials, and teaching modules and the competence to develop effective learning tools
Pendampingan dan Pembimbingan Melalui Praktikum Fisika Panel Surya Skala Laboratorium Bagi Siswa SMA Negeri 1 Pangkep Jasdar Agus; Prasepvianto Estu Broto; Adminira, Zuhrah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 03 Nomor 01 (April 2025)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v3i1.7304

Abstract

Di era modern ini, kebutuhan energi manusia terus meningkat. Ketergantungan kita pada energi fosil yang tidak ramah lingkungan mendorong perlunya mencari sumber energi alternatif. Energi surya muncul sebagai solusi yang menjanjikan, terutama bagi negara tropis seperti Indonesia yang kaya akan sinar matahari. Meskipun potensi energi surya di Indonesia sangat besar, pemahaman dan keterampilan siswa SMA di bidang ini masih perlu ditingkatkan. SMA Negeri 1 Pangkep, sebagai salah satu institusi pendidikan, memiliki potensi untuk mengembangkan pengetahuan siswa tentang energi terbarukan, namun terkendala oleh keterbatasan fasilitas dan pendampingan. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dirancang untuk memberikan pendampingan dan pembimbingan kepada siswa SMA Negeri 1 Pangkep melalui praktikum fisika panel surya skala laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep fisika panel surya, meningkatkan keterampilan praktikum, menumbuhkan minat dalam energi terbarukan, dan mengembangkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan energi surya. Pelaksanaan kegiatan PKM terdiri atas 2 tahap yakni persiapan dan pelaksanaan praktikum. Praktikum fisika panel surya skala laboratorium memberikan kesempatan bagi siswa SMA Negeri 1 Pangkep untuk belajar dan mengamati fenomena fisika energi surya secara langsung. Dengan merangkai peralatan, mengukur, dan menganalisis data, siswa memperdalam pemahaman tentang prinsip kerja dan aplikasi panel surya. Pendampingan dari tim PKM membantu siswa memahami konsep dasar dan menciptakan suasana belajar yang interaktif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan minat siswa terhadap energi terbarukan dan fisika.
Belajar Literasi dan Numerasi Melalui “Sate Buah Ceria” Bagi Anak Usia Dini Di TK Sipakalebbi Gowa Zuhrah Adminira Ruslan; Faika, Sitti; Herawati, Netti; Agus, Jasdar; Darma Andayani, Dyah
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual sangat penting dalam pengembangan kemampuan literasi dan numerasi anak usia dini. Penguatan literasi dan numerasi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak usia dini melalui pembelajaran kreatif dan menyenangkan, yaitu “Sate Buah Ceria” di TK Sipakalebbi, Gowa. Metode yang digunakan adalah metode demonstratif dan partisipatif, di mana tim PKM memperlihatkan secara langsung pembuatan sate buah dan melibatkan anak-anak serta guru dalam seluruh proses kegiatan. Melalui aktivitas ini, anak-anak terstimulasi untuk menyebutkan nama, rasa, warna, jumlah, jenis buah, memfasilitasi pemahaman visual dan konseptual. Sementara itu, metode partisipatif mendorong keterlibatan langsung anak dalam memilih, menghitung, dan menyusun buah, sehingga mereka secara langsung memahami konsep bilangan dan kuantitas. Anak-anak tidak hanya belajar tentang pentingnya konsumsi buah, tetapi juga berlatih keterampilan bahasa saat mendiskusikan berbagai buah dan rasa, serta keterampilan sosial saat bekerja sama dengan teman-teman. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap buah-buahan sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi.
Edukasi Bahaya Resistensi Antibiotik Pada Mahasiswa Jurusan Kimia UNM Adminira, Zuhrah; Sulfikar; Iwan Dini
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Mei 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v2i02.250

Abstract

Antibiotik berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri dengan membunuh atau menghambat pertumbuhannya. Penggunaan yang tidak tepat bisa menyebabkan bakteri menjadi resisten sehingga menjadi masalah kesehatan global yang serius. Resistensi ini dapat terjadi pada bakteri seperti Escherichia coli yang memengaruhi pengobatan infeksi di masa depan. Kegiatan PKM dilakukan melalui edukasi dan praktikum di Laboratorium Kimia UNM untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan praktik mahasiswa mengenai resistensi antibiotik dengan melibatkan 15 orang mahasiswa. Kegiatan dimulai dengan ceramah tentang bahaya resistensi antibiotik dan dilanjutkan dengan praktikum mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer untuk mengukur resistensi bakteri. Tim pengabdi memaparkan materi tentang jenis antibiotik, penyebab resistensi, dampak, dan cara pencegahannya. Pada kegiatan praktikum di Laboratorium Kimia UNM, teknik difusi cakram Kirby-Bauer digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri E. coli menggunakan ekstrak daun dan bunga Lantana Camara serta Lichen sebagai antibiotik alami. Hasil praktikum menunjukkan bahwa sampel daging ayam yang diuji terkontaminasi oleh E. coli. Ekstrak Lantana Camara dan Lichen terbukti efektif menghambat pertumbuhan E. coli. Hal ini menunjukkan potensi tanaman tersebut sebagai alternatif alami untuk mengatasi resistensi antibiotik.
Analisis Korelasi Kemampuan Berpikir Kritis dengan Tingkat Kepekaan Lingkungan Mahasiswa Melalui Pembelajaran Kimia Hijau pada Materi Asam Basa Jusniar, Jusniar; Ruslan, Zuhrah Adminira; Cahyani, Vika Puji; Agussalim, Hastuti
ChemEdu Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemedu.v6i2.76280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan tingkat kepekaan lingkungan mahasiswa melalui penerapan pembelajaran kimia hijau pada materi asam basa. Pendekatan kimia hijau dipilih karena relevansinya dalam mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif, khususnya dalam menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi serta karakter peduli lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 28 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Makassar yang dipilih secara purposive, dan telah mengikuti pembelajaran kimia hijau pada topik asam basa. Instrumen pengumpulan data meliputi tes kemampuan berpikir kritis serta angket kepekaan lingkungan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis mahasiswa adalah 83, sedangkan kepekaan lingkungan mencapai nilai rata-rata 74. Uji korelasi Pearson menghasilkan koefisien sebesar 0,117 yang termasuk dalam kategori hubungan sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis tidak secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kepekaan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguatan aspek kognitif, tetapi juga secara eksplisit mengembangkan dimensi afektif melalui pengalaman kontekstual dan reflektif dalam isu-isu lingkungan.
Analisis Kemampuan Mahasiswa Menyusun Materi Kuliah Menggunakan Peta Konsep Zuhrah Adminira Ruslan; Jasdar Agus
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1810

Abstract

Pembelajaran dasar-dasar pendidikan MIPA memerlukan pemahaman yang mendalam sehingga kemampuan membuat peta konsep sangat penting. Peta konsep efektif dalam mengorganisir pengetahuan, membantu mahasiswa mengingat dan menerapkan informasi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa dalam membuat peta konsep berdasarkan jenis dan kriteria yang telah ditentukan. Metode penelitian analisis kualitatif digunakan untuk melibatkan proses menginterpretasi data dari peta konsep yang dibuat oleh mahasiswa. Teknik analisis data bersumber dari tugas yang diberikan kepada mahasiswa berupa menyusun peta konsep dengan berbagai jenis sesuai topik dalam mata kuliah dasar-dasar pendidikan MIPA. Terdapat 26 sampel mahasiswa yang menyusun peta konsep sesuai tema yang diberikan. Berdasarkan penelitian, jenis peta konsep yang paling sering digunakan adalah pohon jaringan (46%) sebab dapat mengorganisasikan dan memvisualisasikan informasi secara efektif, diikuti oleh peta laba-laba (35%) dan rantai kejadian (19%). Mahasiswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyusun peta konsep, terutama dalam kriteria hierarki (69% sahih), proposisi (81% sahih), dan keterkaitan antar silang (65% sahih). Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa dapat menyusun proposisi konsep dan hierarki secara sahih, serta menghubungkan berbagai konsep dengan baik. Namun, hanya sedikit mahasiswa yang mencantumkan contoh dalam peta konsep yakni 1%.
The Effectiveness of the Case Method in Promoting Meaningful Learning and Enhancing Student Learning Outcomes Munawwarah, Munawwarah; Ruslan, Zuhrah Adminira
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i1.14567

Abstract

This study investigates the effectiveness of the case method in fostering meaningful learning and improving student learning outcomes. Using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design, 20 chemistry education students participated in a series of learning activities centered around the case method. Data were collected through pretest and posttest essay assessments and analyzed using descriptive statistics and paired t-tests. Results showed a significant increase in the average student scores from 72.68 (pretest) to 85.21 (posttest), with a reduction in score variability, as evidenced by a t-statistic of -4.28 and a p-value of 0.00045. These findings indicate that the case method effectively enhances student understanding and promotes meaningful learning by engaging students in contextual problem-solving activities. This method aligns with constructivist learning theory and supports the development of essential skills such as critical thinking, collaboration, and the application of theoretical knowledge in practical contexts. Furthermore, its universal applicability across various disciplines highlights its potential to enhance educational practices. Future research should explore long-term impacts, optimize case selection, and examine integration with educational technologies.
Analysis of Students' Abilities in Compiling Independent Curriculum Teaching Modules Based on Discovery Learning Allo, Eda Lolo; Ruslan, Zuhrah Adminira; Cahyani, Vika Puji
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i2.14982

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum requires an increase in the need for prospective teachers who are able to design open modules that are in accordance with student needs. The Discovery Learning model can be applied in the open module of the Independent Curriculum because it can improve problem-solving skills, creativity, and student independence and create an interesting and enjoyable learning experience. This study uses an effective qualitative descriptive method to gain in-depth insight into the development of the Independent Curriculum teaching module based on Discovery Learning by prospective chemistry teacher students. The purposive sampling technique ensures that the research subjects are relevant to the focus of the study, namely students taking microteaching courses with a sample size of 21 students. The identity module component obtained very good criteria, the core activity component obtained sufficient criteria, the learning activity component (discovery learning) obtained very good criteria, and the learning assessment component obtained sufficient criteria. The results of the analysis show that although prospective chemistry teacher students have an understanding of the syntactic psychology of Discovery Learning, its application in the Independent Curriculum requires additional expertise. Students need to plan activities that encourage student stimulation and motivation and practice making more holistic assessments, including diagnostic and summative assessments, to ensure that open modules are prepared in accordance with the Independent Curriculum standards.
Quality of Discovery Learning-Based Chemistry Learning Tools Developed by Chemistry Teacher Candidates Allo, Eda Lolo; Cahyani, Vika Puji; Ruslan, Zuhrah Adminira
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.8581

Abstract

Prospective chemistry teachers play an important role in implementing Discovery Learning through the learning tools they develop. It is important to evaluate the quality of discovery learning-based learning tools utilised by prospective chemistry teachers in order to provide constructive feedback and improve their competence. This study aims to describe the quality of learning tools in the form of teaching materials and Learner Worksheets that have been prepared by prospective chemistry teachers. This research is a quantitative descriptive research. The population of this study were all students majoring in chemistry class of 2021. This study used purposive sampling technique. The sample of this study was prospective teacher students from the 2021 class B chemistry education study programme, totalling 23 people. Data collection techniques in the form of portfolio/document evaluation in the form of learning devices made by prospective chemistry teacher students. The learning tools collected by prospective teacher students are in the form of teaching materials and student worksheets based on Discovery learning. The learning devices that have been collected are then assessed using validated instruments and assessment rubrics and then scored to determine the ability category of prospective teacher students. The results showed that the quality of discovery learning-based teaching materials prepared by Chemistry teacher candidates in the construction component is categorized as Good, content/material is categorized as Very Good, learning assessment is categorized as Quite Good and discovery learning orientation is categorized as Good. The quality of discovery learning-based student worksheets prepared by prospective chemistry teachers in terms of the construction component is categorized as Very Good, learning activities are categorized as Very Good, learning assessment is categorized as Good and discovery learning orientation is categorized as Very Good.