Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Rumah Tangga bagi Masyarakat di Desa Tritiro Kec. Bontotiro Kab. Bulukumba GH, Muliana; Arsal, Andi Farida; Lismayani, Angri; Sadriani, Andi; Ruslan, Zuhrah Adminira
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 01 Nomor 02 (Oktober 2023)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v1i2.302

Abstract

Household waste is daily waste generated by every household. Housel hold waste generated can be in the form of organic waste or inorganic waste. Which are difficult to decompose in the environment, such as plastic and cans. Oen way to utilize and process organic waste is through the manufacture of compost using a simple composter. This socialization activity and training on composting was carried out in Tritiro village, Bulukumba. The community service partners are housewives who live in Tritiro Village, Samboang District, Bulukuma Regency. This activity begins with counseling and outreach activities regarding compost, then training on the process of making compost from household waste. Key word : household waste, composter, compost manure
Edukasi Praktikum Pembuatan Filter Air Sederhana di Madrasah Arifah Gowa Adminira, Zuhrah; Jasdar Agus; GH, Muliana; Munawwarah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 01 Nomor 02 (Oktober 2023)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v1i2.545

Abstract

Air merupakan sumber bagi kehidupan bagi manusia sebab dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Meningkatnya populasi manusia akan membuat kebutuhan terhadap air bersih juga meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas air dan kuantitas air bersih, yaitu dengan melakukan proses penjernihan air melalui teknik filtrasi. Teknik filtrasi atau penyaringan adalah teknik pengolahan air yang diterapkan dengan bantuan media filter seperti pasir misalnya silika, antrasit, senyawa kimia atau mineral seperti kapur, zeolit, karbon aktif, resin, ion exchange, membran, biofilter atau teknik filtrasi lainnya. Tujuannya adalah untuk mendaur ulang air kotor atau limbah menjadi air bersih supaya dapat digunakan kembali untuk kegiatan sehari-hari. Pada kegiatan pengabdian ini, dilakukan edukasi praktikum menggunakan filter air sederhana pada peserta didik di Madrasah Arifah Gowa. Masing-masing media tersebut memiliki kegunaan pada proses penjernihan air. Pasir silika berfungsi untuk menghilangkan kekeruhan dan memerangkap kotoran pada sampel air. Arang aktif berfungsi untuk menghilangkan bau dan warna. Ijuk berfungsi untuk menyaring partikel yang lolos pada lapisan sebelumnya dan meratakan aliran air. Sementara kertas saring berfungsi untuk memaksimalkan proses penjernihan air dan mempercepat aliran air. Semakin tebal dan semakin banyak bahan yang digunakan maka air kotor yang disaring akan lebih bersih dari sebelumnya, karena kotoran yang terdapat dalam air telah tersaring pada bahan-bahan yang digunakan, hasil penyaringan ini dikarenakan ketebalan bahannya tebal, sehingga air yang tersaring lebih jernih.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN KELOR UNTUK KESEHATAN KELUARGA BAGI GURU MTS ARIFAH GOWA GH, Muliana; Patongai, Dian Dwi Putri Ulan Sari; Suryani, Andi Irma; Adminira, Zuhrah; Sadriani, Andi
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i2.3849

Abstract

The Moringa plant (Moringa oleifera) is known as the "miracle tree" due to its exceptional nutritional content and various health benefits. However, knowledge and utilization of this plant remain limited, especially among educators. This research aims to promote the use of Moringa as an alternative for improving family health to teachers at MTs Arifah, Gowa. The method used includes a socialization process consisting of lectures and interactive discussions. This activity is expected to enhance the teachers' knowledge and skills in using Moringa not only as a health supplement but also in everyday food preparation. The results of the activity showed a significant increase in teachers' knowledge and interest in the various uses of Moringa. This socialization effort has the potential not only to improve the nutritional and health status of teachers and their families but also to equip them with the tools to educate students about the importance of nutrition and the use of local resources for health. Keywords: Moringa plant, family health, socialization, MTs Arifah Gowa
Pembelajaran Sains Bagi Anak Usia Dini di TK Sipakalebbi Gowa Adminira, Zuhrah; Agus, Jasdar; GH, Muliana; Munawwarah, Munawwarah; Alqadri, Zulkifli
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Mei 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v1i02.64

Abstract

Pembelajaran sains untuk anak usia dini penting bagi dasar pemahaman mereka terhadap fenomena alam dan proses ilmiah. Anak-anak pada tahap ini sangat responsif terhadap lingkungan sekitar, sehingga pembelajaran melalui pengalaman langsung sangat efektif. Kegiatan sains yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kreativitas anak-anak.Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah melalui kegiatan percobaan sederhana. Kegiatan percobaan yang dilakukan yakni membuat air warna berjalan dan percobaan membuat lampu lava, anak-anak dapat belajar secara aktif tentang prinsip-prinsip dasar sains. Adapun pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat tanggal 9 Februari 2024 di Taman Kanak-Kanak Sipakalebbi Kabupaten Gowa.Pada kegiatan membuat air warna berjalan, air berwarna melewati tisu dan mengalir pada gelas kosong akan menghasilkan warna gabungan dari 2 warna primer atau disebut sebagai warna sekunder. Percobaan sederhana ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan kreativitas anak-anak. Hal Ini penting untuk perkembangan saraf otak dan kepekaan visual mereka. Kegiatan eksperimen selanjutnya adalah percobaan membuat lampu lava yang menarik perhatian anak TK sebab percobaan ini diberikan cahaya dari lampu senter yang membuat gelembung gas semakin tampak dan terlihat semakin banyak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir anak-anak dan memberikan edukasi tentang sains sederhana. Di akhir kegiatan, anak-anak diberi reward berupa susu dan snack agar setelah mencoba hal-hal baru, mereka diberikan kesan pembelajaran sains yang menyenangkan. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Pembelajaran Sains
Pelatihan Desain Pembelajaran Green Chemistry Berbasis Studi Kasus bagi MGMP Kimia SMA di Kabupaten Takalar Jusniar, Jusniar; Ruslan, Zuhrah Adminira; Almur, Faathir; Satriani, Satriani; Karimah, Cahaya
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v5i2.76384

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MGMP Kimia SMA Kabupaten Takalar dalam merancang pembelajaran green chemistry berbasis studi kasus dengan capaian perangkat pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dalam pengenalan konsep dan prinsip dasar green chemistry kemudian melakukan analisis studi kasus lokal dan workshop pengembangan desain pembelajaran green chemistry dari hasil analisis studi kasus lokal di Kabupaten Takalar. Kegiatan melibatkan 13 guru yang dibagi menjadi 6 kelompok. Hasil analisis menunjukkan penguasaan sintaks studi kasus menjadi kompetensi tertinggi (4.69) yang menunjukkan efektivitas pendekatan kontekstual, kesiapan implementasi yang kuat tercermin dari kemampuan integrasi green chemistry ke RPP (4.62) dan keterampilan merancang pembelajaran (4.54), serta komitmen keberlanjutan tinggi, ditandai minat pelatihan lanjutan (4.54) dan peningkatan kompetensi pedagogi (4.46). Desain pembelajaran green chemistry berbasis studi kasus lokal secara signifikan memperkuat kemampuan praktik guru meskipun pemahaman konseptual perlu pendalaman lebih lanjut. Manfaat yang dapat dirasakan dari desain pembelajaran green chemistry adalah dapat menumbuhkan kesadaran bahwa limbah dapat diubah menjadi bahan ajar yang murah. Selain itu, memudahkan dalam kegiatan pembelajaran juga membantu memelihara lingkungan dan yang lebih utama adalah membangun kesadaran peduli lingkungan bagi guru dan peserta didiknya di sekolah.
EDUKASI DESAIN PEMBELAJARAN GREEN CHEMISTRY BERBASIS MASALAH BAGI MGMP KIMIA SMA TAKALAR Ruslan, Zuhrah Adminira; Jurnai, Jusnair; Almur, Faathir
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2025)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v3i2.9667

Abstract

Kegiatan edukasi desain pembelajaran Green Chemistry berbasis masalah bagi MGMP Kimia SMA Takalar dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai penerapan prinsip kimia hijau sekaligus keterampilan menyusun perangkat pembelajaran inovatif. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu: workshop/pelatihan, pendampingan implementasi, serta refleksi dan evaluasi. Hasil angket menunjukkan bahwa mayoritas guru memberikan respon positif, dengan 64–68% menyatakan sangat setuju dan sisanya setuju terhadap relevansi materi, keterlibatan dalam kegiatan, dan manfaat pelatihan. Pendampingan membantu guru mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP, LKPD, dan praktikum sederhana yang berorientasi pada isu lingkungan lokal, sehingga mampu menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan literasi lingkungan siswa. Tahap refleksi memperlihatkan bahwa guru menilai kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme dan motivasi mereka dalam mengimplementasikan pembelajaran kimia hijau secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, program edukasi ini berkontribusi dalam menguatkan kapasitas guru MGMP dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep kimia, tetapi juga menumbuhkan kepedulian lingkungan sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Identification of Learning Theories in Learning Videos: A Case Study of Prospective Chemistry Teacher Students Ruslan, Zuhrah Adminira; Munawwarah
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i5.17500

Abstract

This study investigates the ability of prospective chemistry teachers to identify learning theories embedded in instructional videos. A descriptive qualitative case study was conducted involving 48 students enrolled in the Foundations of Science Education course at Universitas Negeri Makassar. Three chemistry instructional videos were deliberately designed to incorporate elements of behaviorist, cognitivist, constructivist, humanistic, and cybernetic theories. Students analyzed the videos using an identification sheet to document their observations. The findings reveal varying levels of recognition across the learning theories. Constructivist theory was most frequently identified in Video 1, while behaviorist principles dominated Videos 2 and 3, particularly in segments emphasizing drill, repetition, and stimulus–response reinforcement. Cognitivist theory appeared consistently, though less prominently, across all videos. In contrast, humanistic and cybernetic perspectives were recognized to a lesser extent, suggesting that affective, motivational, and systemic components were less explicitly represented. These results underscore the importance of integrating diverse learning theories in video-based instruction to promote not only conceptual understanding but also motivation, empathy, and systemic thinking. The novelty of this research lies in positioning instructional videos as pedagogical representations that reveal prospective teachers’ reasoning about learning theories, rather than merely treating them as delivery tools. This approach provides a new lens for evaluating theoretical literacy in teacher education and emphasizes the need for reflective engagement with instructional media during teacher preparation.