Claim Missing Document
Check
Articles

Culture of Chaetoceros calcitrans as Natural Feed for Mytilopsis adamsi Cultivation at National Research and Innovation Agency, North Lombok At'tamimi, Muhamad Ridho Ilham; Diniariwisan, Damai
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i4.8866

Abstract

This study was conducted to explore the culture technique of Chaetoceros calcitrans as a natural feed and its role in supporting the maintenance of the brown mussel (Mytilopsis adamsi). The microalga was chosen because it provides essential nutrients such as proteins, lipids, and carbohydrates that are important for the growth of aquatic organisms. The work took place over one month, from May 6 to June 4, 2025, at the National Research and Innovation Agency (BRIN), North Lombok. The culture followed a stepwise approach, starting with sterilization of equipment and media, the addition of KW21 fertilizer and silicate, inoculation with five-day-old seed cultures, daily maintenance, and cell density monitoring. The observations showed that C. calcitrans density rose steadily from the first day and peaked on day 5 at 4,020,000 cells/ml, before declining by day 7. This trend reflects the typical growth phases of microalgae, from lag and exponential to stationary and death phases. Feeding trials involved offering C. calcitrans to brown mussels twice daily at a dose of 500 ml each time. The results indicated consistent weight gain across all replicates, although growth levels varied among treatments. Overall, the study confirms that stepwise culture with appropriate nutrient supply and water quality management can produce C. calcitrans at optimal densities. Its application as a natural feed also provides measurable benefits for the growth of brown mussels in culture systems.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN TEKNIS KARANTINA BENIH LOBSTER PASIR Panulirus homarus DI KUB SEGARE LAUQ DUSUN UJUNG BETOK JEROWARU LOMBOK TIMUR Asri, Yuliana; Hizbulloh, Lalu; Diniariwisan, Damai; Sumsanto, Muhammad; Affandi, Rangga Idris; Dwiyanti, Septiana; Farizi, Muh. Rizawan
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8474

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan besar di pasar lokal maupun internasional. Peningkatan kebutuhan tersebut menjadikan budidaya lobster pasir sebagai peluang usaha yang potensial dan menguntungkan bagi masyarakat pesisir di Dusun Ujung Betok. Dusun Ujung Betok merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya laut dan wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan budidaya lobster pasir di NTB. Masyarakat nelayannya memiliki sebuah Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bernama Segare Lauq yang bergerak dibidang perikanan dan hasil budidaya laut terutama lobster. Kendala utama yang dihadapi oleh pembudidaya adalah kondisi benih tidak 100% sehat dan siap dibudidayakan. Hampir 50% benih yang didatangkan dari luar atau ditangkap dari alam, dalam satu hingga dua hari pemeliharaan akan mengalami kematian. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara penanganan (karantina) benih di dalam sebuah wadah yang disebut wadah karantina sebelum ditebar. Tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis dalam pembuatan wadah karantina dan pemanfaatannya. Wadah karantina didisain berbentuk tabung dengan ketinggian 1,5 m, diameter 1 m dan ukuran mata jaring 1 inch. Melalui penyediaan wadah karantina diharapkan mampu mendukung kegiatan budidaya lobster untuk menghasilkan benih yang lebih sehat, seragam dan siap dibudidayakan. Selain itu wadah karantina berfungsi untuk menampung lobster yang baru dipanen, sehingga dapat memudahkan pembudidaya dalam sortasi danĀ  mengurangi stress pada lobster yang siap kirim. Kegiatan program pengabdian melalui skema Pengabdian Karya Dosen yang Dimanfaatkan Masyarakat ini juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja yaitu pada IKU 5, hasil kerja dosen dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
PELATIHAN PENERAPAN SISTEM AERASI MICROBUBBLE VENTURY PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN NILA DI KECAMATAN LINGSAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT Awan Dermawan; Dermawan, Awan; Alim, Sahrul; Dwiyanti, Septiyana; Diniariwisan, Damai
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8584

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada penerapan teknologi aerasi microbubble venturi untuk mengatasi permasalahan utama budidaya ikan nila di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tunas Karya, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Permasalahan tersebut adalah rendahnya kadar oksigen terlarut (DO = 2-3 mg/L) dalam kolam yang menyebabkan tingkat kematian ikan tinggi (18%) dan efisiensi pakan rendah (FCR 1.8). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, instalasi alat, serta pendampingan dan evaluasi berkala. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan kadar DO menjadi 5-6 mg/L. Dampak lanjutannya adalah penurunan mortalitas di bawah 7%, peningkatan efisiensi pakan (FCR 1.4), dan pertumbuhan biomassa yang lebih baik. Selain aspek teknis, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kapasitas SDM kelompok melalui pelatihan dan pembentukan tim teknis internal untuk menjamin keberlanjutan. Disimpulkan bahwa teknologi aerasi microbubble venturi efektif meningkatkan produktivitas dan ekonomi budidaya ikan nila. Oleh karena itu, replikasi teknologi ini kepada kelompok pembudidaya lain sangat disarankan.