Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik SMK jurusan agribisnis Muhammad Zinidin; Fatimah Zahro; Dwi Haryanta
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 2 (2026): Volume 7. No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no2.a19504

Abstract

Pendidikan kejuruan berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, termasuk di bidang Agribisnis Tanaman. Namun, proses pembelajaran di SMKN 1 Purwosari, khususnya pada mata pelajaran Dasar Agribisnis Tanaman, masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya hasil belajar, kurangnya partisipasi aktif, serta lemahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik. Berdasarkan hasil observasi pra-siklus, dari 35 peserta didik kelas X ATPH2, hanya 34% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Model ini menekankan pada proses penyelidikan aktif, berpikir kritis, serta pembelajaran mandiri oleh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar peserta didik dari pra-siklus ke siklus 1 (48%) dan dari siklus 1 ke siklus 2 (15%), dengan ketuntasan belajar meningkat dari 34% menjadi 97%. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan serta mendorong keterampilan berpikir kritis. Meskipun demikian, faktor internal individu tetap menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. The Implementation of Guided Inquiry Learning Model to Improve Student Learning Outcomes in Vocational High School Agribusiness Program Vocational education plays a vital role in preparing skilled human resources, particularly in the field of crop agribusiness. However, the learning process in the Basic Crop Agribusiness subject at SMKN 1 Purwosari still faces several challenges, including low student achievement, limited active participation, and a lack of critical thinking and problem-solving skills. Preliminary observations showed that only 34% of students in class X ATPH2 met the Minimum Mastery Criteria. This condition led the researcher to conduct a Classroom Action Research (CAR) by implementing the guided inquiry learning model as an alternative instructional approach. Guided inquiry emphasizes student-centered learning through structured investigation, critical analysis, and independent problem-solving. The findings revealed a significant improvement in learning outcomes, with student mastery increased from 34% in the pre-cycle to 82% in cycle 1, and reaching 97% in cycle 2. The overall gain in student achievement from pre-cycle to cycle 2 was 26%. This study concludes that the application of the guided inquiry model has a positive impact on improving students' learning outcomes and critical thinking skills. Nevertheless, individual internal factors remain influential and should be considered in optimizing the learning process.  
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI MELALUI PEMBUATAN HERBARIUM DIGITAL DI SANGGAR BIMBINGAN WIRA DAMAI, BATU CAVES, SELANGOR, MALAYSIA Dina Chamidah; Sunaryo; Dwi Haryanta; Marmi; Pramita Laksitarahmi Isrianto
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.23903

Abstract

Abstract. Biodiversity conservation requires educational approaches that integrate field-based learning with digital technology to enable learners to develop a contextual understanding of the importance of conserving biological resources. This community service program aimed to enhance participants' knowledge and skills in biodiversity conservation through the development of a web-based digital herbarium at Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. The program employed a participatory approach consisting of conservation awareness sessions, flora exploration, species identification, digital documentation, digital herbarium development, website publication, and program evaluation. The participants included 20 individuals, comprising 16 students and 4 teachers. Program effectiveness was evaluated using pretest–posttest assessments, observation sheets, and participant response questionnaires. The results showed that the participants' mean score increased from 57.9 in the pretest to 82.4 in the posttest, with an N-Gain score of 0.58, indicating a moderate level of improvement. Observation results revealed that participants demonstrated good performance in specimen photography, plant identification, digital data processing, digital herbarium preparation, and presentation skills, with achievement scores ranging from 80% to 85%. The program also produced the Digital Herbarium Lovable.dev, a web-based digital herbarium that documents plant species together with their local names, scientific names, taxonomic classification, morphological characteristics, habitats, uses, and photographic records, providing a sustainable conservation-based learning resource. Overall, the program demonstrates that integrating digital technology into biodiversity conservation education can improve participants' understanding, enhance their digital literacy skills, and produce an innovative learning medium that supports the documentation and conservation of local biodiversity.   Abstrak. Konservasi keanekaragaman hayati memerlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aktivitas lapangan dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga peserta didik dapat memahami pentingnya pelestarian sumber daya hayati secara kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai konservasi keanekaragaman hayati melalui pengembangan herbarium digital berbasis website di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi konservasi, eksplorasi flora, identifikasi spesies, dokumentasi digital, penyusunan herbarium digital, publikasi website, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas 20 peserta, yaitu 16 siswa dan 4 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, lembar observasi keterampilan, dan angket respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 57,9 pada pretest menjadi 82,4 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam pengambilan gambar spesimen, identifikasi tumbuhan, pengolahan data digital, penyusunan herbarium digital, dan presentasi berada pada kategori baik dengan capaian antara 80%–85%. Selain itu, kegiatan menghasilkan prototipe Digital Herbarium Lovable.dev, yaitu website herbarium digital yang memuat dokumentasi spesies tumbuhan beserta informasi nama lokal, nama ilmiah, klasifikasi taksonomi, karakter morfologi, habitat, manfaat, dan dokumentasi visual sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis konservasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam konservasi keanekaragaman hayati mampu meningkatkan pemahaman peserta, mengembangkan keterampilan literasi digital, serta menghasilkan media pembelajaran yang mendukung dokumentasi biodiversitas lokal.
Tracer Study Sebagai Instrumen Evaluasi Kualitas Layanan Institusi Pendidikan Tinggi Dwi Haryanta; Djojo Dihardjo
Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Januari : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Faculty of Tarbiyah, Sunan Drajat Islamic Boarding School Institute, Lamongan, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v8i1.1723

Abstract

Institusi Pendidikan tinggi berharap lulusannya dapat terserap di dunia kerja dan berperan dalam pengembangan bidang pekerjaan. Kesuksesan para-alumni di masyarakat akan menjadi indikator kualitas layanan pendidikan dan akan menentukan keberlanjutan eksistensi institusi Pendidikan tinggi tersebut. Penelitian bertujuan untuk melacak kinerja alumni dalam bekerja di dunia industri dan dunia usaha, yang hasilnya akan digunakan sebagai evaluasi kinerja institusi Pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif untuk memperoleh informasi tentang kinerja lulusan/alumni Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Variabel penelitian meliputi: (a) respon rate, (b) masa tunggu mendapatkan pekerjaan setelah lulus, (c) Besaran gaji/pendapatan yang diterima pada awal bekerja, (d) jenis kegiatan akademik yang dianggap memberikan aspek pembelajaran dan (e) tanggapan pengguna terhadap kompetensi lulusan pada awal bekerjaHasil penelitian menyimpulkan (1) Respon rate tracer study di Universitas Wijaya Kusuma relative tinggi di atas 50%, (2) masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus relative singkat, (3) pendapatan para alumni dari pekerjaan pertamanya relatif tinggi, yaitu lebih besar dari UMR kota Surabaya, (4) Keserasan horizontal yaitu keeratan antara kompetensi bidang studi dengan bidang pekerjaan relatif tinggi, dan (5) kegiata akademik yang dianggap mempunyai aspek pembelajaran adalah kuliah, praktikum dan diskusi. Masing-masing fakultas dan program studi memanfaatkan hasil tracer studi sebagai bahan evaluasi terhadap layanan Pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Evaluasi kurikulum dirumuskan dalam rangka menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia kerja sehingga para lulusan cepat berkeja pada bidang yang sesuai dengan kompetensinya, dan mendapatkan penghasilan yang memadai.
Peningkatan hasil belajar siswa SMK pertanian dengan penerapan model pembelajaran project-based learning. Moh. Dwi Zainol Akbar; Fatimah Zahro; Dwi Haryanta
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 2 (2026): Volume 7. No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no2.a19517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X ATPH-2 SMK Negeri 1 Purwosari pada materi pembiakan tanaman melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siklus I membahas teknik cangkok, sedangkan siklus II membahas teknik stek. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase ketuntasan belajar dari 54,28% (prasiklus) menjadi 80% (siklus I), dan meningkat menjadi 91,42% (siklus II). Dengan demikian, penerapan PJBL terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktik, serta motivasi belajar siswa.   Improving the Learning Outcomes of Agricultural Vocational Vocational Students with the Application of the Project Based Learning (PJBL) Learning Model This study aims to improve the learning outcomes of class X ATPH-2 students at SMK Negeri 1 Purwosari on plant cultivation material through the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model. This research is a classroom action research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Cycle I discusses the grafting technique, while Cycle II discusses the cutting technique. Data collection techniques include observation, questionnaires, learning outcome tests, and documentation. The results of the study show an increase in the percentage of learning completeness from 54.28% (pre-cycle) to 80% (Cycle I), and further increased to 91.42% (Cycle II). Thus, the implementation of PJBL is proven effective in improving students' conceptual understanding, practical skills, and learning motivation.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Ketawang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Dwi Haryanta; Marmi Marmi; Pramita Laksitarahmi Isrianto; Sunaryo Sunaryo; Dina Chamidah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2282

Abstract

Rat pest (Rattus argentiventer) is one of the main constraints in rice cultivation, potentially causing crop failure of up to 60–70% if not properly controlled. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of farmers in Ketawang Village, Gondang District, Nganjuk Regency, East Java, in implementing Integrated Rat Pest Control (PHT). The methods used were Participatory Rapid Rural Appraisal (PRRA) and Rapid Rural Appraisal (RRA), actively involving village officials and farmer groups. Activities included initial discussions, extension services, and field evaluations. The results of the activity showed that farmers gained a better understanding of the concept of integrated pest management (IPM) for rice field rat pests. The implementation of the IPM concept prioritizes technical cultural control techniques and biological control, namely environmental sanitation, simultaneous planting, utilization of natural enemies (Tyto alba owls), mass grouping, fumigation, and the use of poison bait. This program is expected to disrupt the rat breeding cycle, reduce farmers' economic losses, and support local food security in Ketawang Village.
Co-Authors Achmadi Susilo Adi Candra, Adi Albukhori, Azizah Alvin Juniawan Aminullah Aminullah, Aminullah Aritonang, Erfan Andrianto Bafiqi, Medita Johana Pakula Bambang Gunawan Bambang Gunawan Chamidah, Dina Cindy Sulistyawati Desiandura, Kurnia Djojo Dihardjo Elika Joeniarti Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Endang Retno Wedowati Erna Haryanti Fatchur Rozci Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fatimah Zahro Fatimah Zahro Fatimah Zahro Fatimah Zahro Fauzi, Muhammad Iqbal Firmansyah, Lucky Dwi Fungki Sri Rejeki Fungki Sri Rejeki Fungki Sri Rejeki Hamdi Sari Maryoni, Hamdi Sari Hidayati, Diyah Putri Anjar Indarwati Indarwati Indarwati Jajuk Herawati Kaswadi Khumairo', Kukuh Marina Revitriani Marmi Marmi Marmi Marmi Marmi, Marmi Moch. Thohiron Mochamad Thohiron Moh. Dwi Zainol Akbar Muhammad Zinidin Nuriatus Sholikhah Permatasari, Dian Fitri Pradana, Vredy Pramhesti, Ken Sari Nimas Pramita Laksitarahmi Isrianto Pratiwi, Geby Sebrina Dian Prayogo, Bagas Tri REZA SYEHMA BAHTIAR Ristani Widya Inti Rohma, Siti Ainuna Rosalina Edy Swandayani Rudianto Rudianto Sa'adah, Tatuk Tojibatus Saadah, Tatuk Tojibatus Saadah, Tatuk Tojibatus Sadarestuwati, Sadarestuwati Sadarman , Santos, Elton Laurin Sa’adah, Tatuk Tojibatus Siti Ainuna Rohma Soebagio Soebagio Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryaningsih, Dwi Retna Suryaningsih, Dwie Retna Tatuk Tojibatus Sa’adah Tatuk Tojibatus Sa’adah Thohiron, Moch. Thohiron, Mochammad Venia, Venia Wahestri, Risnindya Rachma Wanadiatri, Halia Weni, Novita Dwi Wibowo Amiruddin Hadi Widya, Surya Ari Winarto, Fahmi Romadani YUDHA POPIYANTO Zakaria Ian Bahroni Zhafirah, Larissa Zerlinda