Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Antioxidant Activity and Chemical Characteristics of Shark Fish Meatball With Various Adding Green Mustard Pure and Tapioca Flour Anna Mardiana Handayani; Yani Subaktilah; Aulia Brilliantina; Artika Mayasari
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 3 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i3.3495

Abstract

Bakso adalah kuliner yang paling populer dan kebanyakan orang suka terhadapnya. Salah satu jenis bakso yang saat ini berkembang adalah bakso ikan. Dalam penelitian ini, pembuatan bakso menggunakan bahan dasar surimi ikan hiu yang telah diozonasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sawi hijau dan tepung tapioka dengan berbagai konsentrasi terhadap aktivitas antioksidan dan karakteristik kimia bakso ikan dari surimi ikan hiu yang diberi ozonasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu penambahan sawi (10%,20%, dan 30%) dan penambahan tepung tapioka (40% dan 50%). Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 22 dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf nyata 5%. Bakso ikan hiu diuji kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sawi hijau dan tepung tapioka berpengaruh nyata (P<0,05) hanya terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan aktivitas antioksidan bakso ikan hiu. Penambahan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar serat kasar dimana kadar serat pada bakso ikan hiu berkisar antara 0,03% sampai 0,88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kadar protein, dan kadar abu memenuhi baku mutu dengan nilai masing-masing (57,47% sampai 64,61%), (16,67% sampai 18,6%), dan (1,22 – 1,61%). Namun kandungan lemak dari bakso ikan hiu belum memenuhi baku mutu dengan nilai 1,43%-1,69%
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BOLU KUKUS UBI JALAR UNGU DENGAN VARIASI SUBSTITUSI UBI JALAR UNGU DAN LAMA FERMENTASI Handayani, Anna Mardiana; Suhartatik, Nanik; Rahayu, Kapti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.595 KB)

Abstract

Pemanfaatan ubi jalar ungu masih terbatas untuk bahan pangan. Kandungan antosianin pada ubi jalar ungu memiliki sifat fungsional. Salah satu penganekaragaman produk olahan ubi jalar ungu adalah pembuatan bolu kukus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar ungu terhadap karakteristik dan sifat antioksidatif bolu kukus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu variasi substitusi ubi jalar ungu (25% b/b, 50% b/b, dan 75% b/b) dan faktor kedua yaitu variasi lama fermentasi (1,5 jam, 2 jam, dan 2,5 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dengan pertimbangan berdasarkan aktivitas antioksidan dan karakteristik bolu kukus yaitu variasi substitusi ubi jalar ungu 50 % dan lama fermentasi 1,5 jam memiliki kadar air 39,02 %, kadar lemak 1,78 %, kadar protein 12,74 %, kadar senyawa antioksidan 49,10 %, total antosianin 41,96 mg/kg, total fenol 150,15 mg asam galat/100g, nilai FRAP 0,960 %. Uji organoleptik terhadap bolu kukus ubi jalar ungu diperoleh sesuai dengan standart bolu yaitu warna bolu kukus ungu, rasa bolu terasa ubi jalar ungu, tekstur bolu lembut, kesukaan keseluruhan panelis menilai suka terhadap bolu kukus. Kata Kunci: Ubi jalar Ungu, Bolu Kukus, Antosianin, Antioksidan
Analisis Kelayakan Finansial Susu Ready To Drink Kandidat Prebiotik: Financial Feasibility Analysis of Ready to Drink Prebiotic Candidate Milk Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Saiful Anwar; Yossi Wibisono; Agung Wahyono; Anna Maria Handayani; Anissa`u Choirun; Resti Pranata Putri; Findi Citra Kusumasari
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i2.3729

Abstract

Susu RTD (Ready to drink) merupakan salah satu produk pangan bernutrisi yang dewasa ini semakin banyak diminati konsumen untuk pemenuhan gizi harian. kepraktisan penyajian merupakan salah satu alasan meningkatnya minat masyarakat akan produk tersebut. Disamping hal tersebut, susu RTD lebih mudah dipadukan dengan bahan lain untuk menghasilkan produk pangan olahan baru, terutama sektor UMKM yang dewasa ini semakin berkembang pesat. Politeknik Negeri Jember (Polije) melihat pelung bisnis tersebut dan mendirikan teaching factory (Tefa) Pengolahan susu. Produk yang dihasilkan Tefa Pengolahan susu adalah Susu RTD yang dikemas dalam kemasan botol dengan berat bersih 200mL per kemasan. Peningkatan nilai tambah produk dilakukan melalui penambahan kandidat prebiotik xilosa ke dalam produk sehingga menjadi susu RTD kandidat prebiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial perencanaan produksi susu RTD kandidat prebiotik yang akan dilakukan oleh Teaching factory Pengolahan Susu di Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan metode analisis biaya investasi dan produksi, harga pokok penjualan, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), tingkat Pengembalian Tambahan dan Rasio R/C. Hasil kelayakan finansial adalah BEP dengan menjual 2.320 botol susu atau Rp 185.620.915 per produksi. NPV senilai Rp 16.420.603.868 Payback Period di Tahun ke 0,22 IRR senilai 51,4% dan B/C rasio 1,34.
Sensory Evaluation of Gluten-Free Wet Noodles Made from Potato (Solanum tuberosum L.) Flour with the Addition of Kersen (Muntingia calabura L.) Leaves Powder Findi Citra Kusumasari; Anna Mardiana Handayani; Lisus Setyowati; Malinda Capri Nurul Satya
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 4, No 2 (2023): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v4i2.78427

Abstract

Gluten-free noodles are a processed food that has become an alternative food for gluten-intolerant patients. This study investigated the effect of gluten-free wet noodles made from potato flour and tapioca starch (T1 = 40:60%, T2 = 50:50% and T3 = 60:40%) and its addition of kersen leaves powder (K1 = 5%, K2 = 10% and K3 = 15%) on consumer acceptability using hedonic and descriptive tests with color, aroma, taste and texture attributes involved 25 semi-trained panelists. The results showed that there was a significant difference (p < 0.05) in the level of consumer preference for color and texture and no significant difference (p > 0.05) in aroma and taste. The preferred formulations in terms of color were T1K3, which contained 40% potato flour and 60% tapioca starch with 15% kersen leaves powder, and T2K3, which included 50% potato flour and 50% tapioca starch with 15% kersen leaves powder. T2K3 was also preferred for aroma attributes, while T1K1, for taste attributes, contained 40% potato flour and 60% tapioca starch with 5% kersen leaves powder. T1K2 was preferred for texture attributes, which included 40% potato flour and 60% tapioca starch with 10% kersen leaves powder. Hedonic descriptive testing results showed significant differences for all formulations for each attribute. The current study’s findings indicated that the T1K2 formulation consisting of 40% potato flour and about 60% tapioca starch with 10% kersen leaves powder got the highest score on hedonic tests based on the results from all attributes.
The Karakteristik Fisik Mie Basah Bebas Gluten dengan Penambahan Bubuk Daun Kersen: Physical Characteristics of Gluten-Free Wet Noodles with the Addition of Kersen Leaves Powder Lisus Setyowati; Anna Mardiana Handayani; Findi Citra Kusumasari; Malinda Capri Nurul Satya
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i3.4226

Abstract

Makanan sumber karbohidrat yang akhir-akhir ini cukup populer di kalangan semua kelompok umur di Indonesia adalah mie. Mie dari tepung kentang sudah banyak dibuat, dan untuk memberikan manfaat lebih maka perlu ditambahkan bahan seperti bubuk daun kersen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi fisik mie basah bebas gluten berbahan dasar tepung kentang dan tapioka dengan penambahan antioksidan dari bubuk daun kersen. Tepung kentang dan bubuk daun kersen merupakan bahan utama yang juga diperoleh dari Kabupaten Jember. Mie Basah Bebas Gluten diuji fisiknya dengan menentukan parameter fisik meliputi daya serap air, indeks regangan dan indeks warna menggunakan metode statistik uji ANOVA. Langkah selanjutnya bila hasilnya berbeda antar perlakuan maka dianalisis dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan daya serap air berkisar antara 70 – 190%, dimana daya serap air tertinggi terdapat pada perlakuan T1K3. Indeks regangan mie basah tidak mempunyai perbedaan nyata, namun perlakuan T1K3 mempunyai indeks regangan terbaik sebesar 0,17. Hasil indeks warna yang terdiri dari L berkisar antara 42,30 – 46,90; a berkisar antara 2,05 – 4,75; b berkisar antara 11,5 -14,50.
Mutu Kimia Teh Kulit Kopi Kering (Cascara) dan Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Proses Pengeringan yang Berbeda Wibisono, Yossi; Handayani, Anna Mardiana; Adhamatika, Adhima; Ardhiarisca, Oryza; Sari, Elok Kurnia Novita; Haqqi, Mohammad Izmaul
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 13 No 1 (2024): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v13i1.1666

Abstract

Kulit kopi (daging buah ceri) merupakan hasil samping pengolahan kopi yang berpotensi menjadi cascara (teh kulit kopi yang dikeringkan). Saat ini kulit kopi banyak digunakan untuk membuat teh cascara atau dalam bentuk minuman seduh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kimia dan aktivitas antioksidan teh kulit kopi kering (cascara) berdasarkan proses pengeringan yang berbeda (sinar matahari dan proses pengeringan kabinet). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengeringan yang berbeda mempengaruhi kadar air, kadar fenol total, kadar tanin, kadar kafein dan aktivitas antioksidan pada sampel. Kadar air, kadar fenol total, kadar tanin dan kadar kafein cenderung menurun dengan pengeringan menggunakan mesin pengering kabinet. Aktivitas antioksidan sampel berada pada kategori IC50 sedang, berkisar antara 97,93 -141,91 ppm.
Pengaruh Perbandingan Rasio Tepung Kentang dan Tepung Tapioka Serta Penambahan Bubuk Daun Kersen (Muntingia calabura) Pada Mie Basah Non Gluten Handayani, Anna Mardiana; Citra Kusumasari, Findi; Setyowati, Lisus; Nurul Satya, Malinda Capri
Rekayasa Vol 17, No 3: Desember, 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v17i3.27254

Abstract

This study aims to determine the effect of the ratio of potato flour and tapioca flour and addition of kersen leaves powder on gluten-free wet noodles with a focus on proximate levels (water, ash, protein, fat, and carbohydrate content by different) and antioxidant activity (DPPH method). The research design used was a RAK with two factors. The first factor was the ratio of potato flour and tapioca flour and the secondly was the variation of kersen leaves concentration, which consist of 3 treatment levels respectively, so it’s obtained 9 samples with 2 replications. The data were processed using the ANOVA test and if there was a significant difference, then continue with the DMRT test (significance level 5%). The results showed that the effect of the ratio of potato flour and tapioca flour had an effect on increasing water content, protein content and reducing on carbohydrate content while ash content and fat content did not have a significant effect. Non-gluten wet noodles had antioxidant activity of around 36.2-52.5%. The increased of the concentration of kersen leaves powder so the antioxidant activity as well as increased. Further research is still needed to examine the potential of our functional food products such as antidiabetic and antihypercholesterol using in vivo studies. Also, the isolation of bioactive components of kersen leaves using nanotechnology to make them easier to be absorbed by the body.
Karakterisitik Kimia Mie Kering Bebas Gluten dengan Penambahan Bubuk Daun Kersen satya, malinda capri nurul; Anna Mardiana Handayani; Findi Citra Kusumasari; Lisus Setyowati
JURNAL TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PERTANIAN (JIPANG) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian (JIPANG)
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jipang.v6i02.4502

Abstract

Noodles are one of the foods which Indonesian people like. Noodles are generally made from wheat flour which has high gluten content. However, excessive gluten consumption can give an adverse impact on body health, especially for people with celiac disease and Autism Spectrum Disorder (ASD). One gluten-free product is dry noodles with added cherry leaf powder, which has low glucose levels. This research aims to determine the chemical characteristics of dry gluten-free noodles with the addition of cherry leaf powder. This research method uses a Completely Randomized Design (CRD) with two factors studied. The first factor is temperature (S1 : 60° C); (S2 : 70° C); and (S3 : 80° C). The second factor is duration (W1: 90 minutes) and (W2: 120 minutes). Data were analyzed using the Analysis of Variant (ANOVA) statistical test. If there are differences, further analysis was carried out using Duncan's Multiple Range Test 5% statistical test. The result showed that the lowest water content was 9.47% (S3W2), the highest ash content was 2.62% (S3W1), the lowest fat content was 2.17% (S1W1), the lowest protein content was 7.44% (S1W1) and the highest carbohydrate content was 77.70% (S3W2).
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Pembuatan Minuman Fungsional Teh Celup Daun Kersen di Yayasan Az-Zahra, Kab. Bondowoso Mardiana Handayani, Anna; Suparto; Supriyono; Bahariawan, Amal
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 1 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v1i2.9

Abstract

Yayasan Az-Zahra merupakan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso yang memiliki santriwan/santriwati dari berbagai kalangan umur terdiri dari golongan peserta didik SD, SMP dan MAN/SMA. Waktu luang yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh santriwan/santriwati merupakan permasalahan yang dihadapi pengurus Yayasan Az-zahra. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat minuman fungsional teh celup daun kersen pada ustadz dan ustadzah (pengurus Yayasan Az-Zahra). PKM pelatihan pembuatan minuman fungsional teh celup daun kersen pada anggota pengurus anak yatim dan dhuafa di Yayasan Az-Zahra, Kabupaten Bondowoso telah dilaksanakan pada bulan September 2022 oleh tim penulis. Tahapan pelatihan terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) melakukan survey awal untuk menentukan analisis situasi dan masalah yang muncul; 2) melakukan pelatihan pembuatan minuman fungsional teh celup daun kersen dan pelatihan strategi pemasaran yang baik; 3) pendampingan berkelanjutan guna menumbuhkan potensi wirausaha di alun-alun Kabupaten Bondowos. Target luaran yang diharapkan pada kegiatan pengabdian ini adalah terciptanya wirausaha baru dalam bidang pangan fungsional berupa minuman dalam kemasan teh daun kersen siap saji sehingga dapat meningkatkan pendapatan Yayasan Az-Zahra. Hasil kegiatan pengabdian adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para pengurus Yayasan Az-Zahra dalam mengolah teh daun kersen menjadi minuman fungsional dalam kemasan siap saji, meningkatnya pemberdayaan santriwan/santriwati dalam memanfaatkan waktu luang dan menumbuhkan potensi wirausaha baru di alun-alun Kabupaten Bondowoso. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah dengan adanya transfer pengetahuan dan keterampilan dalam membuat minuman fungsional teh daun kersen maka akan terciptanya calon wirausaha baru
Pelatihan Pembuatan Abon dan Nugget dari Daging Ikan Lele bagi PERSIT Yonif Raider 509 Kostrad Jember Renamastika, Stephani Nesya; Handayani, Anna Mardiana; Setyowati, Lisus; Kusumasari, Findi Citra
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 2 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v2i2.37

Abstract

Program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan adalah salah satunya dengan melibatkan anggota PERSIT sebagai pendukung TNI dalam perannya mewujudkan kedaulatan pangan. Kendala yang biasa terjadi adalah tidak adanya keberlanjutan dari program yang telah digalakkan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat olahan daging ikan lele berupa abon dan nugget sebagai alternatif variasi menu sehari-hari. Pelatihan pembuatan olahan daging ikan lele berupa abon dan nugget pada anggota PERSIT Yonif Raider 509 Kostrad Jember telah dilaksanakan pada bulan Juli 2023 oleh tim. Tahapan pelatihan terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) melakukan survei awal untuk menentukan analisis situasi dan masalah yang muncul; 2) melakukan pengembangan resep olahan abon dan nugget; 3) pelaksanaan kegiatan pelatihan. Target luaran yang diharapkan pada kegiatan pengabdian ini adalah para anggota PERSIT dapat mengembangkan produk tersebut untuk kepentingan posyandu balita, menjadikan produk unggulan di Kabupaten Jember, serta dikomersialisasi kepada masyarakat luas sehingga meningkatkan pendapatan organisasi maupun individu. Hasil kegiatan pengabdian adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para anggota PERSIT dalam mengolah daging ikan lele menjadi abon dan nugget. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembuatan olahan abon dan nugget dari daging ikan lele, anggota PERSIT memiliki variasi menu olahan ikan lele sehingga dapat memperbaiki status gizi anggota keluarga terutama balita dan anak-anak. Kata kunci — abon, nugget, ikan lele. PERSIT