Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Ulasan Kritis Artikel : Democratizing Robust SERS Nano-Sensors for Food Safety Diagnostics Sari, Kartika; Hutami, Rosy; Rialdi, Azzahra Putri; Indriati, Marlinda; Handayani, Anna Mardiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15859

Abstract

Sebuah artikel yang berjudul “Democratizing Robust SERS Nano-Sensors for Food Safety Diagnostics” melaporkan metode deteksi residu pestisida yang lebih cepat dari metode deteksi lainnya (SERS). Teknik SERS yang dilaporkan penulis berbasis pada nano-sensor yang terbentuk dari nanopartikel Ag dan nano-thin SiO2 dengan metode Flame Spray Pyrolysis (FSP). Metode ulasan yang dilakukan adalah dengan menetapkan satu artikel terpilih dan mengkritisinya. Hasil yang didapatkan dari ulasan ini adalah pada beberapa parameter pengujian, penulis tidak mencantumkan jumlah pengulangan, waktu, dan jumlah sampel yang dianalisis. Namun, penulis menyampaikan secara jelas tentang validasi metode yang digunakan menggunakan sistem alat Raman portable spectrometer. Kami menyoroti adanya data penting yang disampaikan pada supplementary data yang dapat ditampilkan dalam artikel utama. Penulis juga belum mengemukakan alasan pemilihan rhodamine 6G. Penulis belum mengemukakan alasan pemilihan jus jeruk sebagai sampel uji deteksi. Kami menilai bahwa produk SERS hasil penelitian penulis sudah dekat dengan proses aplikasi komersial. Tujuan penelitian yang dikemukakan penulis telah tercapai meskipun tidak dijelaskan secara khusus perhitungan biaya produksi substrat SERS yang dihasilkan.
PROFIL SENSORI MINUMAN WEDANG UWUH DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea): Sensory Profile Of Wedang Uwuh Drink With The Addition Of Telang Flower Extract (Clitoria Ternatea) Anna Mardiana Handayani; Kinanti Agustin Fauziyah
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 3 (2025): November
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i3.6628

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil rempah terbanyak di dunia. Rempah rempah sering digunakan sebagai bumbu masakan pada umumnya, namun khasiat lain rempah-rempah dapat dibuat sebagai minuman. Salah satu minuman yang menyehatkan adalah minuman wedang uwuh. Diversifikasi minuman wedang uwuh belum pernah dilakukan, sehingga pada penelitian ini menggunakan bunga telang sebagai pewarna alami yang dapat meningkatkan daya tarik konsumen minuman wedang uwuh. Tujuan penelitian yaitu sensori profile (karakteristik sensoris) minuman wedang uwuh dengan penambahan variasi konsentrasi ekstrak bunga telang. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap satu factor yaitu variasi konsentrasi ekstrak bunga telang terhadap volume total, sehingga diperoleh 6 perlakuan (konsentrasi ekstrak bunga telang yang ditambahkan (15-40%). Metode uji sensoris menggunakan uji hedonik (kesukaan) dengan skala 1-5 dan uji mutu hedonik (parameter warna, aroma dan rasa). Analisis data menggunakan software SPSS 22 dengan analisis varian dan uji lanjut BNJ dengan taraf signifikansi 5%. Panelis yang digunakan sebanyak 25 orang panelis semi terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh nyata terhadap mutu hedonik warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap mutu hedonik rasa dan aroma. Secara keseluruhan panelis menyukai minuman wedang uwuh dengan penambahan 20% ekstrak bunga telang yaitu perlakuan P2.
CHEMICAL CHARACTERISTICS OF SORGUM (Sorgum bicolor) TEMPEH WITH SUBSTITUTION OF GUDE BEAN (Cajanus cajan) Dewi, Mira Kurniawati; Handayani, Anna Mardiana
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.35479

Abstract

Tempeh is a traditional food processed using a fermentation method to produce a distinctive flavor. Tempeh is made with soybeans as the main ingredient. Currently, it is often made by mixing legumes such as cowpeas, red beans, mung beans, and sorghum. Sorghum tempeh can be made using pigeon peas, but no research has ever been conducted on the chemical characteristics of sorghum tempeh with pigeon pea substitution. The purpose of this study was to chemically characterize sorghum tempeh with pigeon pea substitution and fermentation times of 48 and 72 hours. The study used a completely randomized design with two factors: variations in the level of pigeon pea substitution and fermentation time, resulting in eight treatments. The research parameters observed were water, ash, protein, fat, and carbohydrate content. The results showed that pigeon pea substitution and fermentation affected protein content, but did not affect water, ash, fat, or carbohydrate content. Fermentation time can increase water, protein, and carbohydrate content.
Analisis Nilai Tambah Peningkatan Kualitas Edamame Siap Saji dengan Teknik Pengeringan Food Dehydrator Berputar Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Rizza Wijaya; Anna Mardiana Handayani
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.443 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i03.112

Abstract

Edamame adalah salah satu komoditas unggulan Kabupaten Jember dipasarkan untuk ekspor maupun konsumsi nasional dan lokal. Edamame kualitas rendah dijual dengan harga hingga 4 kali lebih rendah dari kualitas super. Pengolahan menjadi produk edamame siap konsumsi dapat meningkatkan nilai jualnya, salah satu produk edamame yang dapat dikelola dengan mudah adalah edamame kering. Produk edamame kering dapat dikonsumsi langsung atau selanjutnya diolah menjadi tepung edamame. Artikel ini memberikan informasi nilai tambah produk edamame kering yang diproduksi dengan mesin food dehydrator tipe berputar serta proses lanjutan menjadi tepung edamame yang dibandingkan dengan produk edamame kukus. Analisis nilai tambah dilakukan dengan metode hayami dan kawagoe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi edamame kering lebih efektif dibandingkan tepung edamame sebab nilai tambah tepung edamame lebih besar dari edamame kering dan edamame kukus; tetapi rasio nilai tambah dan keuntungan perusahaan akan produksi edamame kering lebih besar dari tepung edamame.
Sensory Evaluation of Gluten-Free Wet Noodles Made from Potato (Solanum tuberosum L.) Flour with the Addition of Kersen (Muntingia calabura L.) Leaves Powder Kusumasari, Findi Citra; Handayani, Anna Mardiana; Setyowati, Lisus; Satya, Malinda Capri Nurul
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 4, No 2 (2023): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v4i2.78427

Abstract

Gluten-free noodles are a processed food that has become an alternative food for gluten-intolerant patients. This study investigated the effect of gluten-free wet noodles made from potato flour and tapioca starch (T1 = 40:60%, T2 = 50:50% and T3 = 60:40%) and its addition of kersen leaves powder (K1 = 5%, K2 = 10% and K3 = 15%) on consumer acceptability using hedonic and descriptive tests with color, aroma, taste and texture attributes involved 25 semi-trained panelists. The results showed that there was a significant difference (p < 0.05) in the level of consumer preference for color and texture and no significant difference (p > 0.05) in aroma and taste. The preferred formulations in terms of color were T1K3, which contained 40% potato flour and 60% tapioca starch with 15% kersen leaves powder, and T2K3, which included 50% potato flour and 50% tapioca starch with 15% kersen leaves powder. T2K3 was also preferred for aroma attributes, while T1K1, for taste attributes, contained 40% potato flour and 60% tapioca starch with 5% kersen leaves powder. T1K2 was preferred for texture attributes, which included 40% potato flour and 60% tapioca starch with 10% kersen leaves powder. Hedonic descriptive testing results showed significant differences for all formulations for each attribute. The current study’s findings indicated that the T1K2 formulation consisting of 40% potato flour and about 60% tapioca starch with 10% kersen leaves powder got the highest score on hedonic tests based on the results from all attributes.