Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK INTERPERSONAL PADA SISWA SMA N 2 DEWANTARA Lila, Risma; Andriani, Nessa; Saragih, Aura Miranti; HSB, Ulfa Zahra; Berlian, Cut Putri; Selpia, Annisa; Mandaliani, Ria; M. Fikri Jaka Pratama
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i5.1401

Abstract

Kegiatan psikoedukasi yang dilaksanakan di SMA N 2 Dewantara pada 18 Oktober 2024 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai manajemen konflik interpersonal. Konflik adalah fenomena sosial umum yang dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis siswa dan proses pembelajaran di sekolah, khususnya ketika perilaku seperti bullying dan tawuran terjadi. Intervensi psikoedukasi ini melibatkan 30 siswa berusia 16-18 tahun melalui beberapa sesi, termasuk perkenalan, penyampaian materi, ice breaking, permainan, dan evaluasi. Materi meliputi definisi konflik, contoh konflik sehari-hari, penyebab, pemicu, serta teknik pencegahan dan penanganan konflik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengevaluasi dampak kegiatan. Hasilnya menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dalam diskusi, menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pentingnya komunikasi terbuka dalam mengatasi konflik. Kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya manajemen konflik di lingkungan sekolah, yang diharapkan dapat membantu siswa mengelola konflik secara efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kesimpulannya, manajemen konflik interpersonal sangat penting untuk membangun hubungan sosial sehat di sekolah. Rekomendasi yang disampaikan mencakup pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi komunikasi efektif, sehingga siswa mampu menghadapi konflik dengan cara yang konstruktif. Kata Kunci: Manajemen Konflik Interpersonal, Psikoedukasi, Komunikasi Efektif
Psikoedukasi Menuju Senja yang Cerah: Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Lansia Pratama, Muhammad Fikri Jaka; Safitri, Yulia Nanda; Eliana, Dea; Akmal, Syaufi Nazmi; Hasibuan, Zakiah Fitri; Safhira, Najwa; Shofiatun, Shofiatun; Kahar, Zamzam Nurfatiha
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i3.9533

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia seringkali menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tantangan tersebut antara lain menurunnya kesehatan fisik, isolasi sosial, menurunnya kesehatan fisik, isolasi sosial, dan berkurangnya dukungan sosial. Selain itu, Kesehatan mental juga berdampak pada kehidupan lainsia. Gangguan pada kesehatan mental emosional dapat menyebabkan dampak bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia. psikoedukasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan di kalangan masyarakat mengenai informasi terkait psikologi yang umum atau informasi tertentu lainnya, yang digunakan untuk memengaruhi kesejahteraan psikososial komunitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi. Psikoedukasi adalah pemdekatan dalam penyampaian pengetahuan yang berkaitan dengan aspek psikologis kepada para pelajar. Kegiatan psikoedukasi ini bertempat dimenasah Gampong Uteun Geulinggang Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara. Dengan jumlah lansia yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 37 orang. Lansia yang mengikuti kegiatan psikoedukasi ini aktif merespon pemateri dengan bertanya dan bercerita pengalam hidupnya.  Para lansia memahami apa yang bisa mereka lakukan untuk menyambut usia lanjut agar pada masa ini kehidupan menjadi indah seperti senja yang cerah.
Exploring the Link between Neuroticism and Work–Life Balance in High-Pressure Banking Jobs Maszura, Leni; Pratama, M. Fikri Jaka; Safitri, Yulia Nanda
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/njbss.202512443

Abstract

The banking sector is characterized by high work pressure, long working hours, and demanding performance targets, making it one of the most vulnerable industries to occupational stress and work–life imbalance. While organizational factors such as workload, supervisor support, and company policies are recognized as critical determinants of work–life balance (WLB), studies focusing on dispositional factors, particularly personality traits, remain limited. Neuroticism, as one of the Big Five personality dimensions, is strongly associated with emotional instability, anxiety, and rumination, which may hinder employees’ ability to manage competing role demands effectively. This study aims to examine the relationship between neuroticism and WLB among banking employees in Indonesia, where cultural values and organizational contexts may shape employees’ experiences differently than in Western settings. Using a quantitative correlational design, data were collected from 234 banking employees through purposive sampling. Neuroticism was measured using the Big Five Inventory, while WLB was assessed with the Work–Life Balance Scale. Pearson’s correlation analysis revealed a significant negative relationship between neuroticism and WLB (r = –.210, p < .001, 95% CI [–.320, –.090]), with a small-to-moderate effect size. These findings are consistent with global literature linking neuroticism to poor work–family outcomes, while also highlighting contextual factors that may buffer or intensify this relationship. Theoretically, this study contributes by extending the scope of WLB research to include personality-based determinants in a Southeast Asian context. Practically, the results suggest that banking organizations should design interventions such as stress management training, resilience-building programs, and flexible work arrangements to support employees with high neuroticism profiles.   Abstrak: Sektor perbankan dikenal memiliki karakteristik pekerjaan dengan tekanan tinggi, jam kerja yang panjang, serta tuntutan target yang ketat. Kondisi tersebut seringkali menimbulkan risiko stres kerja dan mengurangi kesempatan karyawan untuk menyeimbangkan peran antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Work-life balance tercapai ketika seseorang mampu memenuhi tuntutan dari kedua ranah tersebut secara proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan neuroticism dengan work-life balance pada karyawan perbankan. Subjek dalam penelitian ini adalah pekerja di sektor perbankan yang berjumlah 234 orang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, pengukuran variabel dilakukan menggunakan skala big-five personality dan skala-work life balance dengan format likert. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pearson product moment correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa neuroticism berhubungan negatif secara signifikan dengan work-life balance (r = -0.210, p < .001) artinya semakin tinggi neuroticism, semakin rendah work-life balance dan sebaliknya semakin rendah neuroticism maka semakin tinggi work-life balance. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya organisasi perbankan menyediakan dukungan kerja yang memadai serta mengembangkan kebijakan work–life balance terutama bagi karyawan dengan profil neuroticism lebih tinggi.
Fostering Productive Village Youth: Soft-Skills and Work Culture Development through Village-Owned Enterprise (BUMDes) Programs in Cibrek Baroh Village Pratama, M. Fikri Jaka; Maszura, Leni; Lestari, Maya; Safitri, Yulia Nanda; Rahma, Febriani; Iramadhani, Dwi; Akbar, Muhammad Naufal; Tambun, Vincent
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2025
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v5i1.88

Abstract

Village youth have great potential in community development as they are in a phase of character building, skill development, and work ethic formation. However, in Gampong Cibrek Baroh, this potential has not been fully optimized due to low education levels, limited training opportunities, and a lack of self-development spaces. The Village-Owned Enterprise (BUMDes) is expected to serve as a platform for youth empowerment, yet it still focuses mainly on asset management without addressing human resource development. This situation results in low participation and readiness among youth in village economic activities, as well as increasing dependence on parents. Through a community service program in the form of soft-skill training and the establishment of a productive work culture integrated with BUMDes activities, it is hoped that the capacity of youth as local development actors can be strengthened. The results of the program indicate improved awareness, participation, and collaborative spirit among youth. Quantitatively, the average pre-test score of 72.75 increased to 88.50 on the post-test, showing a general and more evenly distributed improvement in participants’ abilities. In addition, qualitative findings reveal enhanced reflective ability, communication, and teamwork, indicating changes in attitudes and behavior toward greater productivity and participation.
Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Umum Haji Medan M. Fikri Jaka Pratama; Yulia Nanda Safitri; Leni Maszura
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 6, No 4 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v7i2.1058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja dengan stres kerja pada perawat Rumah Sakit Umum Haji Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan analisis regresi berganda pada 130 orang perawat yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Motivasi Kerja berdasarkan Herzberg’s Two-Factor Theory, Skala Kepuasan Kerja berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan Robbins dan Judge, serta Skala Stres Kerja berdasarkan aspek fisiologis, psikologis, dan perilaku, yang seluruhnya telah diuji cobakan pada 30 perawat RSU Haji Medan sebelum digunakan dalam penelitian utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara motivasi kerja dengan stres kerja (r = −0,349; p < 0,001; SE = 12,2%), serta hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepuasan kerja dengan stres kerja (r = −0,316; p < 0,001; SE = 10,0%). Secara simultan, motivasi kerja dan kepuasan kerja bersama-sama berhubungan secara sangat signifikan dengan stres kerja (Freg = 141,302; R² = 0,204; p < 0,001), dengan kontribusi gabungan sebesar 20,4%. Gambaran kondisi subjek menunjukkan bahwa perawat memiliki motivasi kerja yang rendah, kepuasan kerja yang cenderung tinggi, namun stres kerja yang berada pada kategori sangat tinggi.
Regulasi Emosi Remaja Yang Terdampak Banjir Febriani Rahma; Yulia Nanda Safitri; Maya Lestari; Zahrina; Anis En Nabiilah; Muhammad Khalilul Akbar; M. Fikri Jaka Pratama
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v5i1.26526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi remaja yang terdampak banjir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 242 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja berusia 15–18 tahun, berdomisili di kecamatan Matangkuli dan pernah terdampak banjir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan lima strategi regulasi emosi dari teori Gross (2024), yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi remaja yang terdampak banjir lebih didominasi pada kategori adaptif dibandingkan maladaptif. Strategi adaptif yang dominan digunakan adalah situation modification, cognitive change, dan response modulation, sedangkan situation selection dan attentional deployment cenderung berada pada kategori maladaptif. Berdasarkan jenis kelamin, remaja perempuan lebih dominan menggunakan strategi regulasi emosi adaptif, sedangkan pada regulasi emosi maladaptif lebih didominasi oleh laki-laki. Dari sisi usia, regulasi emosi adaptif lebih dominan. ditemukan pada remaja berusia 15 tahun, sedangkan regulasi emosi maladaptif lebih dominan pada usia 17 tahun. Tingginya regulasi emosi adaptif dipengaruhi oleh pengalaman berulang menghadapi banjir serta dukungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat, yang berperan sebagai sumber kekuatan psikologis dalam menghadapi tekanan akibat bencana. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai upaya penguatan regulasi emosi remaja dalam konteks bencana alam.
Co-Authors Ahda Nawira Aisyah Putri Al Qonita Lubis Ajeng Ariestadatika Riono Akbar, Muhammad Naufal Akmal, Syaufi Nazmi Alfi Syahrin, Alfi Ambarwaty, Tri Tsania Anastasya, Aqila Anastasya, Safna Andita Anastasya, Yara Andrayani, Shela Andriani, Nessa Anggraini, Leni Anis En Nabiilah Ardana, Silvia Putri Ayu Wulan Dari Azlia, Nur Azzhahraini Bella Aditia Berlian, Cut Putri Dila Iranty Dilla Agustin Dinarafqiya, Dinarafqiya Dinda Aqila Putri Dwi Aulia Anjani Dwi Utari Eliana, Dea Farhan, M Nouval Fatia, Fatia Fazila, Dian Febriani Rahma Ferora Situmorang Fikri Sya’bana Daulay Fitri, Miftahul Ginting,, Nadya Tarisha Hartini Hasibuan, Zakiah Fitri HSB, Ulfa Zahra Husniati Husniati, Husniati Ika Amalia, Ika Iramadhani, Dwi JJ, Thats Maharani Jumadilla, Julia Kahar, Zamzam Nurfatiha Khaira Maulida Permata Khairunnisa Kyla Shafwa Julia Leni Maszura Lila, Risma Lilis Murdiana Mandaliani, Ria Masjidah Khoiriah Hasibuan Maszura, Leni Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Maya Lestari Maya Lestari, Maya Meutia, Salsa Misdar, Vebriana Monika Berutu Muhammad Khalilul Akbar Nadia Ulfa Naila Shaliha, Cut Raisha Namyra, Shalwa Natasya Natasya Nilam Cahya, Nurul Nova Ramadhini Rifmi Hasibuan Nur Afni Safarina Nur Afni Safarina, Nur Afni Purba, Ilfy Aurelya Puspita Sari, Marsuliani Putri, Syifa Aulia Qadrun Nada Rahma, Febriani Rahmatillah, Maghfirah Raudatusyifa, Putri Riska Daini Safhira, Najwa Safuwan, Safuwan Saragih, Aura Miranti Sarah, SaseAnnaina Selpia, Annisa Shafyah Azmi Shofiatun Shofiatun, Shofiatun Silaturrahmi, Anisa Siti Azizia Siti Hafizah Zuhriani Sitorus, Mutiarani Eka Dipa Putri Tambun, Vincent Tiyo Dermawansyah Tsaniyah, Laily Yulia Nanda Safitri Yulia Nanda Safitri Yulia Nanda Safitri Zahra, Cut Fatimah Zahrina Zalfaa Aurelia