Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MENINGKATKAN EMOTIONAL WELL-BEING UNTUK MENGURANGI KONFLIK ANTAR TEMAN SEBAYA Safarina, Nur Afni; M. Fikri Jaka Pratama; Qadrun Nada; Natasya, Natasya; Mawaddah, Mawaddah; Dinarafqiya, Dinarafqiya; Naila Shaliha, Cut Raisha; Dilla Agustin; Anastasya, Aqila
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 6 (2024): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i6.1382

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait peningkatan emotional well-being, memberikan pemahaman kepada peserta yang sedang mengalami konflik antar teman sebaya agar dapat memahami kondisi yang tengah dihadapinya, serta mengetahui dengan pasti bagaimana cara untuk menyikapi dan mengatasinya. Gejala yang paling umum dirasakan adalah khawatir, cemas, dan takut yang dipicu oleh kehidupan di masa depan, yaitu akademis, hubungan pertemanan, dan sederet hal lainnya. Metode dalam kegiatan ini menggunakan psikoedukasi yang terbagi menjadi 3 sesi, yaitu penyampaian materi, ice breaking, dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan psikoedukasi ini adalah peserta menjadi lebih sadar terhadap peningkatan emotional well-being terkhusus pada santri serta mengetahui bagaimana cara untuk menyikapi dan mengatasinya. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kemampuan empati pada setiap peserta melalui tanya jawab yang dilaksanakan. Kegiatan psikoedukasi ini dilakukan terhadap 30 santriwan dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur dengan rentang usia remaja (13-15 tahun). Kata Kunci: Emotional Well-Being, Konflik, Teman Sebaya
MANAJEMEN KONFLIK INTERPERSONAL PADA SISWA SMA N 2 DEWANTARA Lila, Risma; Andriani, Nessa; Saragih, Aura Miranti; HSB, Ulfa Zahra; Berlian, Cut Putri; Selpia, Annisa; Mandaliani, Ria; M. Fikri Jaka Pratama
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i5.1401

Abstract

Kegiatan psikoedukasi yang dilaksanakan di SMA N 2 Dewantara pada 18 Oktober 2024 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai manajemen konflik interpersonal. Konflik adalah fenomena sosial umum yang dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis siswa dan proses pembelajaran di sekolah, khususnya ketika perilaku seperti bullying dan tawuran terjadi. Intervensi psikoedukasi ini melibatkan 30 siswa berusia 16-18 tahun melalui beberapa sesi, termasuk perkenalan, penyampaian materi, ice breaking, permainan, dan evaluasi. Materi meliputi definisi konflik, contoh konflik sehari-hari, penyebab, pemicu, serta teknik pencegahan dan penanganan konflik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengevaluasi dampak kegiatan. Hasilnya menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dalam diskusi, menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pentingnya komunikasi terbuka dalam mengatasi konflik. Kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya manajemen konflik di lingkungan sekolah, yang diharapkan dapat membantu siswa mengelola konflik secara efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kesimpulannya, manajemen konflik interpersonal sangat penting untuk membangun hubungan sosial sehat di sekolah. Rekomendasi yang disampaikan mencakup pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi komunikasi efektif, sehingga siswa mampu menghadapi konflik dengan cara yang konstruktif. Kata Kunci: Manajemen Konflik Interpersonal, Psikoedukasi, Komunikasi Efektif
Psikoedukasi Menuju Senja yang Cerah: Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Lansia Pratama, Muhammad Fikri Jaka; Safitri, Yulia Nanda; Eliana, Dea; Akmal, Syaufi Nazmi; Hasibuan, Zakiah Fitri; Safhira, Najwa; Shofiatun, Shofiatun; Kahar, Zamzam Nurfatiha
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i3.9533

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia seringkali menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tantangan tersebut antara lain menurunnya kesehatan fisik, isolasi sosial, menurunnya kesehatan fisik, isolasi sosial, dan berkurangnya dukungan sosial. Selain itu, Kesehatan mental juga berdampak pada kehidupan lainsia. Gangguan pada kesehatan mental emosional dapat menyebabkan dampak bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia. psikoedukasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan di kalangan masyarakat mengenai informasi terkait psikologi yang umum atau informasi tertentu lainnya, yang digunakan untuk memengaruhi kesejahteraan psikososial komunitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi. Psikoedukasi adalah pemdekatan dalam penyampaian pengetahuan yang berkaitan dengan aspek psikologis kepada para pelajar. Kegiatan psikoedukasi ini bertempat dimenasah Gampong Uteun Geulinggang Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara. Dengan jumlah lansia yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 37 orang. Lansia yang mengikuti kegiatan psikoedukasi ini aktif merespon pemateri dengan bertanya dan bercerita pengalam hidupnya.  Para lansia memahami apa yang bisa mereka lakukan untuk menyambut usia lanjut agar pada masa ini kehidupan menjadi indah seperti senja yang cerah.
Exploring the Link between Neuroticism and Work–Life Balance in High-Pressure Banking Jobs Maszura, Leni; Pratama, M. Fikri Jaka; Safitri, Yulia Nanda
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/njbss.202512443

Abstract

The banking sector is characterized by high work pressure, long working hours, and demanding performance targets, making it one of the most vulnerable industries to occupational stress and work–life imbalance. While organizational factors such as workload, supervisor support, and company policies are recognized as critical determinants of work–life balance (WLB), studies focusing on dispositional factors, particularly personality traits, remain limited. Neuroticism, as one of the Big Five personality dimensions, is strongly associated with emotional instability, anxiety, and rumination, which may hinder employees’ ability to manage competing role demands effectively. This study aims to examine the relationship between neuroticism and WLB among banking employees in Indonesia, where cultural values and organizational contexts may shape employees’ experiences differently than in Western settings. Using a quantitative correlational design, data were collected from 234 banking employees through purposive sampling. Neuroticism was measured using the Big Five Inventory, while WLB was assessed with the Work–Life Balance Scale. Pearson’s correlation analysis revealed a significant negative relationship between neuroticism and WLB (r = –.210, p < .001, 95% CI [–.320, –.090]), with a small-to-moderate effect size. These findings are consistent with global literature linking neuroticism to poor work–family outcomes, while also highlighting contextual factors that may buffer or intensify this relationship. Theoretically, this study contributes by extending the scope of WLB research to include personality-based determinants in a Southeast Asian context. Practically, the results suggest that banking organizations should design interventions such as stress management training, resilience-building programs, and flexible work arrangements to support employees with high neuroticism profiles.   Abstrak: Sektor perbankan dikenal memiliki karakteristik pekerjaan dengan tekanan tinggi, jam kerja yang panjang, serta tuntutan target yang ketat. Kondisi tersebut seringkali menimbulkan risiko stres kerja dan mengurangi kesempatan karyawan untuk menyeimbangkan peran antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Work-life balance tercapai ketika seseorang mampu memenuhi tuntutan dari kedua ranah tersebut secara proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan neuroticism dengan work-life balance pada karyawan perbankan. Subjek dalam penelitian ini adalah pekerja di sektor perbankan yang berjumlah 234 orang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, pengukuran variabel dilakukan menggunakan skala big-five personality dan skala-work life balance dengan format likert. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pearson product moment correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa neuroticism berhubungan negatif secara signifikan dengan work-life balance (r = -0.210, p < .001) artinya semakin tinggi neuroticism, semakin rendah work-life balance dan sebaliknya semakin rendah neuroticism maka semakin tinggi work-life balance. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya organisasi perbankan menyediakan dukungan kerja yang memadai serta mengembangkan kebijakan work–life balance terutama bagi karyawan dengan profil neuroticism lebih tinggi.
Studi Perbandingan Regulasi Emosi Remaja di Pesantren dan Non-Pesantren yang Terdampak Banjir di Kecamatan Matangkuli Nanda Safitri, Yulia; Rahma , Febriani; Lestari, Maya; Jaka Pratama, M. Fikri; Nanda Aulia, Dea; Asyura, Rifqa; Ita Zahara, Cut; Dewi, Rahmia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i6.25142

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan regulasi emosi antara remaja di pesantren dan non-pesantren di Kecamatan Matangkuli yang terdampak banjir. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis komparatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di pesantren dan non pesantren yang terdampak banjir di Kecamatan Matangkuli. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling, yaitu sampel yang dipilih berdasarkan karakteristik tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun karakteristik dari sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah remaja berusia 12-18 tahun, menempuh pendidikan di Matangkuli dan pernah terdampak banjir. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbandingan yang signifikan terhadap regulasi emosi antara remaja pesantren dan non-pesantren yang terdampak banjir di Kecamatan Matangkuli. Kesamaan tingkat regulasi emosi tersebut kemungkinan disebabkan oleh pengalaman emosional yang relatif sama dalam menghadapi bencana banjir. Baik remaja di pesantren maupun non-pesantren sama-sama mengalami tekanan psikologis seperti rasa takut, kehilangan, dan ketidakpastian akibat bencana, yang mendorong mereka untuk mengembangkan strategi pengelolaan emosi yang sama.
Co-Authors Ade Meiliza Tria Amanda Ahda Nawira Aisyah Putri Al Qonita Lubis Ajeng Ariestadatika Riono Akmal, Syaufi Nazmi Alfi Syahrin, Alfi Ambarwaty, Tri Tsania Anastasya, Aqila Anastasya, Safna Andita Anastasya, Yara Andrayani, Shela Andriani, Nessa Anggraini, Leni Annisa Aulia Pantas Br Tarigan Ardana, Silvia Putri Asyura, Rifqa Ayu Wulan Dari Azlia, Nur Azzhahraini Bella Aditia Berlian, Cut Putri Dila Iranty Dilla Agustin Dinarafqiya, Dinarafqiya Dinda Aqila Putri Dwi Aulia Anjani Dwi Utari Eliana, Dea Farhan, M Nouval Fatia, Fatia Fazila, Dian Febrin Dwi Mahfuza Ferora Situmorang Fikri Sya’bana Daulay Fitri, Miftahul Ginting,, Nadya Tarisha Hartini Hasibuan, Zakiah Fitri HSB, Ulfa Zahra Husniati Husniati, Husniati Ika Amalia, Ika Ita Zahara, Cut JJ, Thats Maharani Jumadilla, Julia Kahar, Zamzam Nurfatiha Khaira Maulida Permata Khairunnisa Kyla Shafwa Julia Lila, Risma Lilis Murdiana Mandaliani, Ria Masjidah Khoiriah Hasibuan Maszura, Leni Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Maya Lestari, Maya Meutia, Salsa Misdar, Vebriana Monika Berutu Nadia Ulfa Naila Shaliha, Cut Raisha Namyra, Shalwa Nanda Aulia, Dea Nanda Safitri, Yulia Natasya Natasya Nilam Cahya, Nurul Nova Ramadhini Rifmi Hasibuan Nur Afni Safarina Nur Afni Safarina, Nur Afni Purba, Ilfy Aurelya Puspita Sari, Marsuliani Putri, Syifa Aulia Qadrun Nada Rahma , Febriani Rahmatillah, Maghfirah Rahmia Dewi, Rahmia Raudatusyifa, Putri Riska Daini Safhira, Najwa Safuwan, Safuwan Sania Az-Zahra Siregar Saragih, Aura Miranti Sarah, SaseAnnaina Selpia, Annisa Shafyah Azmi Shofiatun Shofiatun, Shofiatun Silaturrahmi, Anisa Siti Azizia Siti Hafizah Zuhriani Sitorus, Mutiarani Eka Dipa Putri Tiyo Dermawansyah Tsaniyah, Laily Yulia Nanda Safitri Zahra, Cut Fatimah Zalfaa Aurelia Zuhra, Zahratul