Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Webinar Edukasi Peran Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak Dan Well-Being Keluarga Martina Pakpahan; Lia Kartika; Mega Sampepadang; Novita Susilawati Barus; Martha Octaria; Tirolyn Panjaitan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4516

Abstract

ABSTRAK Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Peran orang tua sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak selain bertanggung jawab dalam pendidikan anak. Sekolah dan guru turut mendukung tidak hanya pendidikan anak namun juga pengembangan identitas diri, eksistensi diri, serta eksplorasi diri anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa ‘Webinar Edukasi Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak dan Well-Being Keluarga’ dilakukan di SMP Sekolah Tunas Indonesia yang berlokasi di Bintaro, pada tanggal 26 Maret 2021. Kegiatan bertujuan untuk mengoptimalkan peran orang tua dalam tumbuh kembang anak dan membangun Well-Being keluarga. Metode yang digunakan adalah edukasi yang terdiri dari dua sesi, yaitu: ‘Konsep Well-Being Keluarga’ dan ‘Peran Orang Tua dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak’. Webinar diikuti oleh 63 peserta yang terdiri dari 10 Guru, 21 orang tua dan 32 sisw/i. Hasil kegiatan didapatkan sebagai berikut: (1) Karakteristik keluarga; 82.6% peserta memiliki tipe keluarga inti, 95.7% peserta memiliki relasi yang dekat dalam keluarga, 95.7% peserta memiliki quality time bersama keluarga secara rutin (minggu/bulan), dan 43.5% peserta memiliki prioritas untuk membangun hubungan keluarga, (2) Tumbuh kembang anak; mayoritas anak terpenuhi tugas perkembangannya pada aspek fisik dan psikososial, (3) Pengetahuan orang tua dan guru terkait topik masih rendah, hal ini terlihat dari rerata nilai pre-test (n=23) sebesar 4,58 dan rerata nilai post-test sebesar 3,56 (n=18), (4) Peserta dan sekolah (lembaga mitra) antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan akhir dan menilai kegiatan baik dan memuaskan. Kegiatan dapat berkelanjutan dan orang tua bersama pihak sekolah dapat lebih terlibat dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak.  Kata Kunci:  Keluarga, Peran Orang Tua, Tumbuh Kembang Anak, Well-Being  ABSTRACT There are various factors that influence the growth and development of children. The role of parents greatly determines the Child's growth and development, in addition to being responsible for children's education. Schools and teachers also promote not only children's education but also the development of self-identity, self-existence, and self-exploration. Community Service activities, namely 'Educational Webinar on the Role of Parents in Child Development and Family Well-being'. The activity was held in the Tunas Indonesia Junior High School in Bintaro, on March 26, 2021. This activity aims to optimize the role of parents in the child's growth and development and build a Family Well-Being. The method used was a health education which consists of two sessions, namely: 'The Concept of Family Welfare' and 'The Role of Parents in Optimizing Children's Growth and Development. The webinar was attended by 63 participants including 10 teachers, 21 parents, and 32 students. The following were the outcomes of the activities: (1) Family characteristics; 82.6% of participants belonged to a nuclear family, 95.7% of participants had close family ties, 95.7% spent quality time on a regular basis (weeks/months), and 43.5% prioritized family ties, (2) Child growth and development; the majority of the child's accomplishments in physical and psychosocial aspects, (3) The knowledge of parents and teachers related to the topic is still low, as evidenced by the average pre-test score (n = 23) of 4.58 and the average post-test score of 3,56 (n=18), (4) Participants and school (partner institution) passionately participated in the activity from beginning to end and rated it acceptable and satisfactory. Activities can be sustainable and parents may become more involved in their children's growth and development. Keyword: Family, Role of Parents, Child Growth and Development, Well-Being
Penyuluhan Dan Pengobatan Gratis Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara Martina Pakpahan; Juhdeliena Juhdeliena; Eva Berthy; Riama Marlyn
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.263 KB)

Abstract

Trend penyakit degeneratif berkaitan erat dengan perilaku tidak sehat. Menurut Riskesdas tahun 2013, capaian proporsi rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara nasional sebesar 32,3 %, provinsi Sumatera Utara sebesar 24,6 % sedangkan di Kabupaten Samosir sebesar 14,7 %. Penelitian yang dilakukan penulis pada tahun 2016 mengenai determinan perilaku sehat rumah tangga di Kabupaten Samosir, diketahui bahwa capaian perilaku sehat rumah tangga di Kabupaten Samosir sebesar 12,8 %. Variabel yang berhubungan bermakna yaitu; sikap (nilai p=0.001), penghasilan (nilai p=0.001), serta ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (nilai p=0.049). Perilaku konsumsi sayur dan buah sebagai salah satu bentuk PHBS rumah tangga (keluarga) dapat menjadi perilaku pencegahan penyakit degeneratif, namun capaian nasional masih sangat rendah yaitu sebesar 10,7 % (Kemenkes, 2013). Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa rumah tangga yang mengkonsumsi sayur dan buah dengan frekuensi minimal satu porsi perhari yaitu sebesar 34,2 %. Sedangkan standar yang direkomendasikan WHO, konsumsi sayur dan buah sebesar 400 gram (5 porsi) setiap hari untuk semua kelompok usia. Rendahnya capaian tersebut kontras dengan profesi mayoritas masyarakat sebagai petani dan ketersediaan lahan bercocok tanam yang luas yang dimiliki keluarga. Edukasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun sikap positif dan merubah perilaku masyarakat di Pangururan untuk hidup sehat terutama dalam perilaku konsumsi sayur dan buah. Hasil post test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 25,37 % serta tingginya minat masyarakat untuk mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.
Penyuluhan Gizi Pada Ibu Serta Pengembangan Kegiatan Posyandu Di Rw 6 Kampung Babakan, Tangerang Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Mega Sampepadang; Deborah Siregar; Novita Barus; Tirolyn Panjaitan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.463 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.392

Abstract

RW 06 Kampung Babakan, Binong memiliki jarak relatif jauh ke Puskesmas Binong. Hal ini menyebabkan warga terutama ibu hamil, ibu menyusui dan ibu dengan balita tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas. Berdasarkan hasil pengkajian mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan tahun 2017 diketahui terdapat 39 ibu hamil, 23 orang ibu menyusui dan 132 bayi dan balita. Forum RW 06 sudah mengembangkan satu fasilitas milik masyarakat yang kemudian digunakan sebagai tempat pelaksanaan Posyandu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat terutama Ibu dan anak. Melalui kerjasama Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa; pemeriksaan kesehatan, penyuluhan gizi kepada 32 ibu, pelatihan kepada 9 orang kader Posyandu serta penyediaan sarana penunjang fasilitas kesehatan. Hasil kegiatan setelah diberikan edukasi didapatkan peningkatan rerata pengetahuan ibu sebesar 23.61 point ( 56.08 %) dan peningkatan rerata pengetahuan kader posyandu sebesar 5.55 point ( 6.4 %). Diketahui mayoritas ibu memiliki berat badan berlebih sebesar 25%, Tekanan darah optimal sebesar 66% dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) normal sebesar 94%. Sarana soundsystem portable dan alat-alat kesehatan juga diberikan untuk menunjang program posyandu. Diharapkan masyarakat semakin berdaya dalam mencapai status gizi yang baik.
Orang Tua Peduli Gizi Balita di Masa Pandemi Evanny Indah Manurung; Martina Pakpahan; Eva Chris Veronica Gultom; Deborah Siregar; Peggy S. Tahulending
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7273

Abstract

ABSTRAK Konsumsi makanan berdampak langsung pada status gizi. Konsumsi yang tidak memenuhi standar gizi dapat menimbulkan masalah gizi terutama pada bayi dan balita, seperti, stunting, underweight, dan gagal tumbuh. Pemenuhan gizi yang adekuat menunjang pertumbuhan bayi dan balita sesuai tumbuh dan kembangnya. Peningkatan pengetahuan terkait gizi balita menjadi hal penting yang dapat membantu pencegahan masalah gizi balita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk webinar, dilaksanakan pada hari Jumat, 8 April 2022, pukul 10.00-12.00 WIB. Webinar menggunakan platform zoom dalam bentuk edukasi mengenai masalah gizi balita dan pemberian nutrisi yang baik untuk balita. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai kebutuh nutrisi balita dan gangguan nutrisi pada balita, yang kemudian diharapakan dapat mencegah resiko stunting. Peserta webinar sebanyak 66 orang, yaitu sebanyak 11 (16.7%) adalah laki-laki, 83.3% adalah perempuan, dan sebanyak 50 (75.8%) bekerja dan 16 (24.2%) tidak bekerja. Hasil pre-test (mean= 49) dan post-test (mean=64) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebanyak 15 poin. Sesi ceramah dan diskusi berlangsung dengan baik. Peserta antusias megikuti edukasi dan aktif mengajukan pertanyaan aplikatif terkait pemenuhan gizi balita sehari-hari. Peningkatan pengetahuan terkait kebutuhan dan permasalah gizi pada Balita, diharapkan dapat berkontribusi dalam mencegah kejadian stunting. Kata Kunci: Balita, Gizi, Pandemi, Stunting  ABSTRACT Food consumption has a direct impact on nutritional status. Consumption that does not meet nutritional standards can cause nutritional problems, especially in infants and children under five, such as stunting, being underweight, and failure to thrive. Fulfillment of adequate nutrition supports the growth of children under five years according to their growth and development. Increasing knowledge related to toddler nutrition is an important thing that can help prevent nutritional problems for toddlers. Community Service Activities in the form of a webinar, held on Friday, April 8, 2022, 10:00-12:00 WIB. The webinar uses the zoom platform in the form of education about nutritional problems and the provision of good nutrition for children under five years. The activity aims to increase parents' knowledge about the nutritional needs and nutritional disorders in children under five years, which is then expected to prevent the risk of stunting. There were 66 participants in the webinar, of which 11 (16.7%) were male, 83.3% were female, 50 (75.8%) worked and 16 (24.2%) did not. The results of the pre-test (mean = 49) and post-test (mean = 64) showed an increase in knowledge by 15 points. The lecture and discussion sessions went well. Participants enthusiastically participated in the education and actively asked applicable questions related to the daily nutritional fulfillment of in children under five years, which is then expected to prevent the risk of stunting. There were 66 participants in the webinar, of which 11 (16.7%) were male, 83.3% were female, 50 (75.8%) worked and 16 (24.2%) did not. The results of the pre-test (mean = 49) and post-test (mean = 64) showed an increase in knowledge by 15 points. The lecture and discussion sessions went well. Participants enthusiastically participated in the education and actively asked applicable questions related to the daily nutritional fulfillment of Children Under Five Years. Increased knowledge related to nutritional needs and problems in children under five is expected to contribute to preventing stunting. Keywords: Children Under Five Years, Nutrition, Pandemic, Stunting
Edukasi Kesehatan Penatalaksanaan Hipertensi dan Diabetes Melitus Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Peggy Sara Tahulending; Yohanes Gamayana Trimawang Aji; Yenny Yenny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7315

Abstract

ABSTRAK Perkembangan penyakit saat ini di dunia termasuk Indonesia telah beralih dari penyakit menular kepada penyakit tidak menular (PTM) seperti Hipertensi, Diabetes Melitus dan Stroke yang terus meningkat dari tahun ke tahun baik di kota maupun di desa. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penatalaksanaan Hipertensi dan Diabetes Melitus perlu terus dilakukan. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa webinar edukasi kesehatan, dengan tema ‘Mengenal Hipertensi dan Diabetes Melitus serta penatalaksanaannya, dilakukan pada 10 September 2020 menggunakan platform Zoom meeting dan Youtube chanel. Edukasi menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi teknik relaksasi nafas dalam. Kegiatan ini merupakan bagian dari Webinar series dengan tema besar “Promosi Kesehatan Holistik”. Webinar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui upaya promotif, preventif dan kuratif terkait Hipertensi dan Diabetes Melitus. Kegiatan diikuti oleh 321 peserta, dengan mayoritas memiliki karakteristik; perempuan (75%), berdomisili di pulau Jawa (42%), berusia <25 tahun (63%), dan berpendidikan SMA (43%). Terkait status kesehatan diketahui sebanyak 33% peserta memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau diabetes melitus, 7% peserta terdiagnosa hipertensi, 3% peserta terdiagnosa DM, 21 % peserta overweight dan obesitas, 26% peserta mengonsumsi gula dan garam harían berlebih dan 69% peserta tidak rutin memeriksakan tekanan darah dan gula darah. Hasil tes menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 2,47point dari nilai Pre-test (mean = 10,46) terhadap nilai post-test (mean=12,93). Sikap mayoritas peserta yaitu sebanyak 303 (94%) peserta menyatakan bahwa pola hidup sehat penting sebagai pencegahan hipertensi dan diabetes melitus. Edukasi kesehatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta dalam penatalaksanaan Hipertensi Dan Diabetes Melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Edukasi Kesehatan, Hipertensi, Penyakit Tidak Menular, Perilaku sehat  ABSTRACT The current global disease trend, including in Indonesia, has shifted from infectious diseases to non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and stroke, which continue to rise year after year in both cities and villages. Health education to the public about the management of Hypertension and Diabetes Mellitus needs to be continued. Community Service Activities (PkM) in the form of health education, with the theme of health education on Hypertension and Diabetes management, were held on September 10, 2020, using the Zoom meeting platform and Youtube channel. Education through lecture methods, discussions, and demonstrations of deep breathing relaxation techniques. This activity is part of a Webinar series with the big theme “Holistic Health Promotion”. The webinar aims to increase public awareness through promotive, preventive, and curative efforts related to Hypertension and Diabetes Mellitus. The activity was attended by 321 participants, with the majority having the characteristics; female (75%), domiciled in Java (42%), aged <25 years (63%), and high school education (43%). Regarding health status, it was known that 33% of participants had a family history of hypertension or diabetes mellitus, 7% of participants were diagnosed with hypertension, 3% of participants were diagnosed with DM, 21% of participants were overweight and obese, 26% of participants consumed excess daily sugar and salt and 69% of participants did not regularly check-up blood pressure and blood sugar. The test results showed an increase in knowledge of 2.47 points from the pre-test value (mean = 10.46) to the post-test value (mean = 12.93). The attitude of the majority of participants, as many as 303 (94%) participants stated that a healthy lifestyle is important as an intervention for hypertension and diabetes mellitus. Health education is proven to increase the knowledge and attitudes of participants in the management of Hypertension and Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Education, Hypertension, Non-Communicable Diseases, Healthy Behavior
WEBINAR EDUKASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REMAJA DAN PROMOSI KESEHATAN DI ERA PANDEMI Mega Sampepadang; Lia Kartika; Martina Pakpahan; Santa Maya Pramusita; Renova Oktarini; Ester Mutiara Indah Silitonga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1491

Abstract

Anak usia remaja merupakan anak yang berada dalam masa transisi antara masa anak dan dewasa. Seiring dengan pertumbuhan, anak juga akan mengalami pencapaian di tiap tahap jenis perkembangan. Dalam masa transisi, remaja diperhadapkan dengan situasi yang sulit. Kondisi pandemi COVID-19 turut menambah stressor remaja. Berbagai permasalahan dapat muncul dalam proses adaptasi ini. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Webinar Edukasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Remaja Dan Promosi Kesehatan Di Era Pandemi dilakukan di SMP Sekolah Tunas Indonesia, Bintaro, pada tanggal 28 Agustus 2020. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pertumbuhan dan perkembangan serta menilai status nutrisi remaja sebagai salah satu indikator sederhana dari pertumbuhan fisik remaja. Edukasi dibagi dalam dua sesi, yaitu “Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Remaja” dan “Remaja Sehat di Masa Pandemi”. Webinar diikuti 61 peserta, terdiri dari 54 siswa dan 7 guru. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 6,91, dengan rerata nilai pre-test sebesar 52,82 dan nilai post-test 59,13. Penilaian status nutrisi pada peserta diketahui sebanyak 60% dalam rentang normal, 32% nutrisi berlebih dan 8% nutrisi kurang. Sebanyak 39 (63.9%) peserta merasa jenuh dalam melakukan pembelajaran jarak jauh. Siswa dan Guru dapat lebih memperhatikan asupan nutrisi serta giat melakukan upaya promosi kesehatan di sekolah.
Tatalaksana Komorbid pada Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Theresia Theresia; Belet Lydia Ingrit; Mega Sampepadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10618

Abstract

ABSTRAK Seiring perkembangan kasus COVID-19, terdapat 10-20% kasus memiliki fenomena 75% pasien COVID-19 yang dirawat memiliki setidaknya satu komorbid. Hal ini meningkatkan morbiditas dan mortalitas kasus COVID-19 dan pembiayaan kesehatan. Pemerintah dan tenaga medis terus berupaya meminimalkan komplikasi akibat komorbid COVID-19 tersebut melalui program vaksinasi, sosialisasi protokol kesehatan, kebijakan PPKM dan perawatan yang intensif. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk webinar dengan topik ‘tatalaksana komplikasi komorbid pada pasien terkonfirmasi COVID-19’ merupakan kerjasama antara Fakultas keperawatan dan Fakultas kedokteran UPH. Edukasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengenal komplikasi akibat komorbid pada pasien terkonfirmasi COVID-19 serta tatalaksananya sehingga dapat menolong diri sendiri, keluarga dan orang lain di sekitarnya. Hal ini kemudian secara tidak langsung dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait COVID-19. Webinar dilaksanakan pada 4 November menggunakan zoom. Webinar diikuti sebanyak 73 peserta yang berasal dari beragam daerah di Indonesia, dengan karakteristik mayoritas yaitu; berasal dari Jabodetabek (89,04%), perempuan (74%), usia < 20 tahun (53,42%), mahasiswa (57,53%), memiliki Riwayat terinfeksi COVID-19 (65,8%) dan tidak memiliki penyakit lain sebagai komorbid (67,12%).Pengetahuan peserta masuk kategori baik dimana memiliki nilai pre-test; Mean 77,26 dan Median 80. Nilai post-test; Mean 81,06 dan Median 90. Edukasi yang diberikan berdampak dalam meningkatkan pengetahuan melalui edukasi yaitu sebesar 3,8 point nilai mean dan sebesar 10 point nilai median. Edukasi kesehatan dapat terus dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalan tatalaksana komorbid pada COVID-19. Kata Kunci: Komorbid COVID-19, Pasien terkonfirmasi  ABSTRACT As COVID-19 cases develop, 10-20% of cases have the phenomenon of 75% of treated COVID-19 patients having at least one comorbidity. This increases the morbidity and mortality of COVID-19 cases and health financing. The government and medical personnel continue to strive to minimize complications due to COVID-19 comorbidities through vaccination programs, socialization of health protocols, PPKM policies and intensive care. This community service in the form of a webinar with the topic 'management of comorbid complications in confirmed COVID-19 patients' is a collaboration between the Faculty of Nursing and the Faculty of Medicine of UPH. Education is intended to promote community understanding and awareness. in recognizing complications due to comorbidities in confirmed COVID-19 patients and their management so that they can help themselves, their families, and others around them. This can thus indirectly reduce COVID-19 mortality and morbidity. The webinar was held on November 4 using zoom. The webinar was attended by 73 participants from various regions in Indonesia, with the majority characteristics namely, coming from Jabodetabek (89.04%), female (74%), age <20 years (53.42%), university students (57.53%), having a history of COVID-19 infection (65.8%) and not having other diseases as comorbidities (67.12%). Participants' knowledge is in the good category where it has a pre-test value; Mean 77.26 and Median 80. Post-test value; Mean 81.06 and Median 90. The education provided has an impact in increasing knowledge through education, namely by 3.8 points of mean value and by 10 points of median value. Health education can continue to be carried out in increasing public knowledge and awareness in managing comorbidities in COVID-19. Keywords: COVID-19 comorbidities, confirmed patients
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Pencegahan ISPA pada Anak Balita di Kampung Galuga Winning Gustini Daeli; Jimmy Prima Nugraha Harefa; Meivi Widarni Lase; Martina Pakpahan; Agustin Lamtiur
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1939

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi masalah kesehatan utama pada anak dibawah usia lima tahun (balita). Pengetahuan ibu turut memengaruhi kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu mengenai ISPA dengan perilaku ibu dalam pencegahan ISPA pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita di Kampung Galuga, Binong. Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang didapatkan dengan accidental sampling. Analisa data berupa analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,5% responden memiliki pengetahuan cukup mengenai ISPA dan sebanyak 57,5% responden memiliki perilaku baik dalam pencegahan ISPA. Diketahui tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu mengenai ISPA dengan perilaku ibu dalam pencegahan ISPA, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan tidak menentukan perilaku seseorang. Terdapat banyak faktor lainnya yang turut memengaruhi perilaku seseorang dalam pencegahan ISPA, seperti sikap, motivasi, usia, lingkungan, dan sosial budaya. Diperlukan upaya yang holistik, berkelanjutan dan lintas sektor dalam membangun perilaku yang positif dalam pencegahan ISPA.
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN SERTA PENGOBATAN GRATIS DI WAINGAPU SUMBA TIMUR Patrisia, Ineke; Juniarta, Juniarta; Pakpahan, Martina; Agustine, Uly; Manumesa, Alhairani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1951

Abstract

Kondisi topografi Sumba Timur secara umum di daerah pesisir, landai sampai bergelombang dan berbukit (pegunungan). Akses keterjangkauan layanan kesehatan yang masih terhitung sulit untuk dijangkau serta tingkat ekonomi masyarakat yang rendah. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat dengan memberikan penyuluhan ISPA, demam berdarah, cuci tangan dan kebersihan kuku. Kegiatan PkM juga mencakup pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan pemeriksaan darah bagi peserta yang terindikasi serta mendapatkan pengobatan gratis. Kegiatan dilakukan di 2 wilayah kerja RSK Lindimara dengan total 195 orang. Penyakit terbanyak di Desa Mbatapuhu yaitu ISPA sebanyak 18,25% dan Desa Tapil yaitu ISPA sebanyak 42,02%. Selama penyuluhan, para peserta tampak mengerti penjelasan penyaji dan hampir sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka lebih mengerti terkait materi. Hal tersebut tampak dari kemampuan para peserta yang dapat mengulang kembali materi yang didapat dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyaji. Pelaksanaan edukasi cuci tangan kepada anak-anak SD berjalan dengan lancar tetapi tidak bisa diaplikasikan dikarenakan ketidaktersediaan air bersih. Pada hasil pemeriksaan darah bagi peserta yang terindikasi, didapatkan hasil pemeriksaan 2 dari 11 orang tidak normal kadar asam uratnya, 1 dari 7 orang tidak normal kadar kolesterolnya dan 1 dari 2 orang tidak normal gula darahnya. Pengobatan dilakukan oleh dokter dengan diberikan obat-obatan sesuai dengan kondisi penyakitnya. Dampak program kegiatan ini adalah RSK Lindimara yang membawahi kedua wilayah sebagai wilayah kerja menjadi mengetahui fenomena dan kejadian yang terjadi serta dapat memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada masyarakat.
SEMINAR KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DAN DAMPAK DIABETES MELLITUS TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Pangkey, Ballsy Cicilia Albertina; Manurung, Evanny Indah; Veronica Gultom, Eva Chris; Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Hutasoit, Elissa Oktoviani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1997

Abstract

Latar Belakang Wanita memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga, baik sebagai ibu, istri, dan sebagai bagian dari masyakarat. Ketika seorang wanita sehat, hal tersebut menjadi indikator keluarga yang sehat. Dalam proses kehidupan, wanita diperhadapkan dengan menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause, sehingga wanita tidak luput dengan permasalahan reproduksi. Wanita mempunyai sistem reproduksi yang sensitif terhadap kerusakan seperti disfungsi atau penyakit. Jemaat Gereja HKBP Gading Serpong memiliki populasi wanita sebanyak 100 orang dengan rata-rata usia diatas 17 tahun. Banyaknya kelompok wanita dalam komunitas ini akan memicu banyaknya permasalahan reproduksi. Salah satu permasalahan yang sudah terjadi adalah terdapat jemaat wanita yang meninggal akibat kanker serviks dan kanker payudara. Banyak faktor yang dapat memengaruhi permasalahan kesehatan reproduksi, salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus, dimana penyakit ini dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan reproduksi itu sendiri. Oleh karena itu pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan edukasi tentang kesehatan reproduksi ini sangat penting. Tujuan Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan wanita terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan dampak diabetes mellitus terhadapnya. Metode Pemeriksaan GDS dan penyuluhan dengan ceramah. Sebelum dan setelah seminar peserta diuji pengetahuannya dengan mengisi pre-test dan post-test. Hasil Hasil analisis pada pre-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 60.68, sedangkan pada post-test ditemukan nilai rata-rata peserta yaitu 75.36.
Co-Authors Agustin Lamtiur Aji, Yohanes Gamayana Trimawang Amanda Rut Arter Eliezer Sitepu Belet Lydia Ingrit Catharina Guinda Diannita Cicilia, Sarah Lidya Dewi, Revina Marthalita Sukma Dian Ayubi Doloksaribu, Eunike Kristien Dora Irene Purimahua Dora Irene Purimahua Dora Irene Purimahua Eka, Ni Gusti Ayu Elisabeth Nainggolan Ester Mutiara Indah Silitonga Eva Berthy Eva Chris Veronica Gultom Ferawati, Yenni Gita Martinaningtyas Gita Martinaningtyas Gracelia Sopacua Hutasoit, Elissa Oktoviani Ingrit, Belet Lydia Jimmy Prima Nugraha Harefa Juhdeliena, Juhdeliena Juniarta, Juniarta Lenceria Girsang Lenceria Girsang Lia Jeremia Rumahorbo Lia Kartika Lia Kartika Limbong, Adelya Octavia Lina Berliana Togatorop Lintin, Nathalia Lopo, Ferawati Malau, Ana Silvia Manumesa, Alhairani Martha Octaria Martha Octaria Meer, Michael Vr Mega Sampepadang Mega Sampepadang Mega Sampepadang Meivi Widarni Lase Ni Gusti Ayu Eka Ni Gusti Ayu Eka Ni Gusti Ayu Eka Novita Barus Novita Susilawati Barus Octaria, Martha Pangkey, Ballsy C. A. Panjaitan, Masrida Adolina Patrisia, Ineke Peggy S. Tahulending Peggy Sara Tahulending Peggy Sara Tahulending Pramusita, Santa Maya Purimahua, Dora Irene Raja Simangunsong Rangga, Fransiska Denata Regy Lodiay Renova Oktarini Riama Marlyn Rieke Suzana Fanggidae Sampepadang, Mega Sarah Lidya Cicilia Siregar, Deborah Theresia Theresia Theresia Theresia Theyman Laowo Tirolyn Panjaitan Tirolyn Panjaitan Tupa L H Sihombing Uly Agustine, Uly Vasquien, Sandra Widha Gemala Widia Astuti Widia Astuti Winning Gustini Daeli Yenny Yenny Yovi Allen