Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektivitas Model Inkuiri Terbimbing dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran IPA Nur Inaya B; Dewi Hikmah Marisda; Nasharuddin Nasharuddin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1146

Abstract

Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa capaian literasi sains siswa Indonesia mengalami penurunan dan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas IV SD Negeri Biringkaloro, khususnya pada materi fotosintesis. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain non-equivalent control group. Sebanyak 74 siswa dilibatkan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=37) dan kelas kontrol (n=37). Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes esai berdasarkan indikator literasi sains yang telah memenuhi validitas sangat baik (V = 1) dan memiliki reliabilitas tinggi (? = 0,812). Analisis data menggunakan n-gain dan uji independent sampel t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menerapkan inkuiri terbimbing mencapai rata-rata kemampuan literasi sains akhir (posttest) sebesar 85,43, jauh lebih unggul dibandingkan kelas konvensional yang mencapai rata-rata 71,11. Hasil uji independent sample t-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (t = 10,783; p 0,001).  Sehingga, penerapan model inkuiri terbimbing terbukti efektif dalam memfasilitasi peningkatan literasi sains siswa secara signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya transisi menuju pembelajaran sains yang berpusat pada aktivitas investigasi siswa untuk membangun pemahaman saintifik yang bermakna di tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Pada Pembelajaran IPAS di SD Mega Widya Lestari; Nasrah Nasrah; Nasharuddin Nasharuddin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1150

Abstract

Hasil tes PISA 2022 menunjukkan Indonesia berada di peringkat 68 dari 81 negara keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi Harmoni dalam Ekosistem. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design yang melibatkan 52 siswa kelas V, terdiri atas 26 siswa kelas kontrol dan 26 siswa kelas eksperimen, instrumen yang digunakan berupa tes dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji independent sampel t-tes. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen (mean pretest 53,58 menjadi posttest 85,38) jauh melampaui kelas kontrol (49,12 menjadi 70,81). Uji Independent Samples T-Test mengonfirmasi perbedaan signifikansi yang kuat (p = 0,000) dengan t hitung 8,833 t tabel 2,009, hasil penelitian mengungkapkan bahwa indikator “memberikan penjelasan lanjut” mengalami peningkatan paling signifikan, membuktikan bahwa pembelajaran langsung terhadap masalah ekosistem lokal mampu menstimulasi kemampuan analitis mendalam pada siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas PBL ditingkat sekolah dasar tidak selalu bergantung pada media digital, melainkan pada tingkat autentisitas dan relevansi kontekstual masalah yang dipecahkan siswa.