Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KemampuanLiterasi Numerasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Nadjamuddin, Asriyati; Hulukati, Evi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1999

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang kemampuan literasi numerasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mendeskripsikan kemampuan numerasi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Mahasiswa mengerjakan 3 pertanyaan masalah matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah 76 mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo Semester 5. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan numerasi mahasiswa PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo Semester 5 dalam menyelesaikan masalah matematika adalah cukup dalam menggunakan berbagai macam angka atau simbol untuk menyelesaikan  masalah kehidupan sehari-hari serta menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk seperti grafik, tabel, bagan,diagram dan  lain sebagainya. Secara umum, hasil analisis tersebut belum dapat digunakan mahasiswa untuk memprediksi dan mengambil keputusan dengan tepat. Hal ini  ditunjukan pada hasil hanya 11,84% mahasiswa mampu menggunakan berbagai  macam angka dan simbol pada pertanyaan pertama, 21,05% mahasiswa mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk dan hanya 9,21% yang memiliki kemampuan dalam menafsirkan seluruh analisis pertanyaan untuk mengambil keputusan yang tepat.
THE IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES COUNTING IN DIVISION OF TWO NUMBERS THROUGH THE IMPLEMENTATION OF THE DIRECT INSTRUCTION LEARNING MODEL IN CLASS IV AT MUHAMMADIYAH 1 LIMBOTO PRIMARY SCHOOL: IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES COUNTING IN DIVISION OF TWO NUMBERS THROUGH THE IMPLEMENTATION OF THE DIRECT INSTRUCTION LEARNING MODEL A Suleman, Nurjana; Anwar, Herson; Nadjamuddin, Asriyati
Al-Ibda: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PGMI Al-IBDA'
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jpgmi.v4i2.432

Abstract

Abstract This study aims to improve students' learning outcomes on the topic of division operations involving two-digit numbers through the application of the Direct Instruction Learning Model in Class IV at SD Muhammadiyah I Limboto. The research employs a Classroom Action Research design, consisting of pre-cycle, cycle 1, and cycle 2 stages. Each stage includes planning, action, observation, and reflection. The study was conducted at SD Muhammadiyah I Limboto with 19 students, and the minimum competency criterion (KKTP) was set at 75. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. Data analysis was performed using simple formulas to calculate average scores and percentages. The results indicated that in the pre-cycle, 7 students (37%) achieved learning completeness. In cycle 1, this increased to 12 students (63%), and in cycle 2, it further increased to 18 students (95%). The class average in cycle 2 was 86%, surpassing the KKTP of 75. After completing the two cycles, it is evident that the Direct Instruction model significantly improved students' learning outcomes in the arithmetic operation of division involving two-digit numbers. Keywords: Learning Outcomes, Mathematics, Direct Instruction.
KemampuanLiterasi Numerasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Nadjamuddin, Asriyati; Hulukati, Evi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1999

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang kemampuan literasi numerasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mendeskripsikan kemampuan numerasi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Mahasiswa mengerjakan 3 pertanyaan masalah matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah 76 mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo Semester 5. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan numerasi mahasiswa PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo Semester 5 dalam menyelesaikan masalah matematika adalah cukup dalam menggunakan berbagai macam angka atau simbol untuk menyelesaikan  masalah kehidupan sehari-hari serta menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk seperti grafik, tabel, bagan,diagram dan  lain sebagainya. Secara umum, hasil analisis tersebut belum dapat digunakan mahasiswa untuk memprediksi dan mengambil keputusan dengan tepat. Hal ini  ditunjukan pada hasil hanya 11,84% mahasiswa mampu menggunakan berbagai  macam angka dan simbol pada pertanyaan pertama, 21,05% mahasiswa mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk dan hanya 9,21% yang memiliki kemampuan dalam menafsirkan seluruh analisis pertanyaan untuk mengambil keputusan yang tepat.
Membangun Karakter Anak Lewat Permainan Tradisional Daerah Gorontalo Asriyati Nadjamuddin
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan; akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Sebagai model pikiran, perasaan, sikap dan tindakan yang melekat kuat pada diri seseorang. Maka, karakter seseorang harus dibentuk sejak usia kanak-kanak agar tebiasa berperilaku positif. Karena kegagalan dalam membentuk karakter sejak kanak-kanak akan menimbulkan masalah perilaku di masa dewasa. Oleh sebab itu pembentukan karakter anak haruslah dilakukan sejak dini. Diantara sarana terbaik untuk mengokohkan karakter anak-anak adalah melalui permainan yang melibatkan fisik maupun pemikiran anak. Permainan tradisional dapat mendukung keterlibatan fisik dan pemikiran anak. Permainan tradisional anak-anak merupakan salah satu genre atau bentuk folklore yang berupa permainan anak-anak. Gorontalo memiliki beragam permainan tradisional seperti cur pal, bilu-bilulu dan sebagainya.
Rekognisi dan Dampak Kepemimpinan Instruksional Kepala Madrasah Alfian Erwinsyah; Hasyim Mahmud Wantu; Asriyati Nadjamuddin
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2021): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v9i1.2096

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan temuan studi empiris, praktik kepemimpinan instruksional Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi praktik kepemimpinan instruksional di madrasah ibtidaiyyah di Kabupaten Gorontalo selama masa pandemic covid-19. Studi ini mengkategorikan batas-batas pengetahuan yang ada yang ditetapkan pada praktik kepemimpinan instruksional dan juga untuk mencerahkan pemahaman empiris awal tentang bagaimana para kepala Madrasah memandang peran mereka sebagai pemimpin instruksional. Desain penelitian kualitatif digunakan dan wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan 11 kepala madrasah ibtidaiyyah di Kabupaten Gorontalo, ditambah dengan pengisian angket secara online. Awalnya data dianalisis secara induktif dan berturut-turut diberi kode untuk menghasilkan temuan dan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa kepala Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Gorontalo secara keseluruhan memahami dan mendefinisikan tugas-tugas yang berkaitan dengan pengembangan praktik pembelajaran. Khususnya mengenai supervisi guru, bagaimana mereka memantau dan mengevaluasi pengajaran baik luring maupun daring. Data menemukan bahwa kurang lebih kewajiban dan pencapaian yang terkait dengan menjadi kepala Madrasah Ibtidaiyyah di Kabupaten Gorontalo sebagian besar sesuai dengan praktik kepemimpinan instruksional bahkan tanpa memiliki pengetahuan dan pengakuan atas nama kepemimpinan instruksional. Pemantauan dan pengawasan pembelajaran yang dikombinasikan dengan pembelajaran profesional terkemuka sangat ditandai dalam data. Ada keinginan kebijakan yang kuat, yang dijelaskan dalam Kebijakan Pendidikan Nasional bahwa kepala Madrasah bertanggung jawab atas peningkatan mutu secara keseluruhan di Madrasah dan seharusnya menjadi pemimpin pembelajaran. Bukti menunjukkan kepala Madrasah meratifikasi beberapa fungsi yang terkait dengan menjadi pemimpin instruksional tetapi tidak yang lain. Temuan penelitian ini menawarkan beberapa pemahaman tentang praktik kepemimpinan instruksional kepala Madrasah Ibtidaiyyah di Kabupaten Gorontalo. Ini juga menawarkan dasar untuk investigasi yang lebih mendalam yang dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang praktik kepemimpinan instruksional kepala Madrasah Ibtidaiyyah di Kabupaten Gorontalo
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR STANDARDIZATION (ISO) PADA PENDIDIKAN TINGGI Asriyati Nadjamuddin; Amalia Rizki Pautina; Wiwik Pratiwi
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2024): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v12i1.4767

Abstract

Tujuan Penelitian ini yakni untuk menganalisis trend penelitian tentang perencanaan dan implementasi ISO pada Pendidikan Tinggi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Penelitian ini merupakan studi literatur metode Narrative Literature Review, teknik pengumpulan data penelitian dilakukan secara tidak langsung ke objek yang diselidiki berupa data sekunder berbentuk artikel jurnal. Data diambil dari jurnal internasional bereputasi dengan basis data Scopus melalui scopus.com mengenai Perencanaan dan Implementasi International Organization for Standardization (ISO) pada Pendidikan tinggi dengan kata kunci yang telah ditentukan dari studi awal yakni ISO, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Program Studi. Dalam rentang waktu 4 tahun terakhir (2019-2023) dan diperoleh 4 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditemukan 4 hal yang dapat dimplementasikan untuk meningkatkan standarisasi mutu pendidikan perguruan tinggi, (1) integrasi ISO 9001 dengan prinsip 5-S Kaizen untuk melihat program prioritas dari sebuah perguruan tinggi serta level mutu berada pada level apa (2) Mengembangkan sistem informasi Tracer Study yang terintegrasi dengan database Sistem Informasi Akademik (SIA) dan dengan database SIA menganalisis kinerjanya dengan menggunakan ISO/IEC 25010. (3) Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) ISO 14001 dan pengukuran kinerja GreenMetrcis perguruan tinggi tentang kinerja lingkungan (4) Mengembangkan model sistem penjaminan mutu terpadu untuk institusi pendidikan tinggi bersertifikasi ISO, dengan mengintegrasikan Akreditasi BAN-PT dan ISO 9001:2008
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING PADA MADRASAH UNGGULAN Amalia Rizki Pautina; Asriyati Nadjamuddin; Fatmawati Mile
Irfani (e-Journal) Vol. 17 No. 1 (2021): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v17i1.2191

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengatahui keefektifan program Bimbingan dan Konseling di MAN 1 Kota Gorontalo dari aspek input dan output dan untuk mengetahui hambatan dan solusi dari pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling di MAN 1 Kota Gorontalo yang berorientasi pada ketercapaian tujuan (Goal-Oriented). Meode penelitian yang digunakan yakni penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif, penentuan subjek penelitian dilakukan sampling warga madrasah yang akan dijadikan informan penelitian dengan teknik “purposive sampling”. Instrumen yang digunakan yakni pedoman observasi, pedoman wawancara. Teknik pengumpulan sebagai yakni Observasi, pengamatan, Wawancara, Dokumentasi. Hasil Penelitian menjelaskan bahwa (1) Program Bimbingan dan Konseling di MAN 1 Kota Gorontalo dari aspek input (Goal-Oriented) yakni efektif, dilihat dari fasilitas atau sarana dan prasarana serta personel pelayan bimbingan konseling. (2) Program Bimbingan dan Konseling di MAN 1 Kota Gorontalo dari aspek output (Goal-Oriented) yakni efektif dilihat dari beberapa indikator yang disimpulkan berada pada kategori baik dan sangat baik, seperti respon siswa yang positif, kemajuan siswa dan hasil belajar yang signifikan meningkat. (3). Hambatan dan solusi dari pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling di MAN 1 Kota Gorontalo (Goal-Oriented) yakni dari segi hambatan, yakni waktu, Persoalan yang dihadapi guru, kondisi siswa, Latar belakang keluarga, pemahaman siswa tentang BK, kondisi lapangan, penyelesaian masalah yang belum terorganisir, keterbatasan petugas. Adapun solusinya adalah Intens Pelaksanaan kordinasi, melibatkan seluruh warga madrasah, orang tua, dan lembaga psikologi, penambahan petugas BK, pengefektifan jam pelajaran dan waktu istirahat, sosialisasi keberadaan bimbingan dan konseling di madrasah, pendekatan keislaman dan kekeluargaan menjadi salah satu pemecahan masalah kesiswaan yang efektif.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS III DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI PECAHAN SEBAGAI BENTUK MANAJEMEN PENGAJARAN Miftha Huljannah; Asriyati Nadjamuddin; Febry Rizki Susanti Kalaka; Risnawaty S. Nteya
Irfani (e-Journal) Vol. 18 No. 2 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i2.3473

Abstract

Artikel ini memiliki fokus penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan berdasarkan objek kajian matematika serta faktor penyebabnya. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III di SDN 1 Limboto Barat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes soal cerita dan wawancara. Analisis data mengacu pada tahapan analisis data menurut Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika adalah kesulitan konsep, prinsip dan operasi. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan terbagi atas faktor internal yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika khususnya pada materi pecahan, tidak dapat menghitung dengan benar, tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal dan faktor eksternal yaitu kurangnya penggunaan media pembelajarn, kurangnya pemberian contoh soal dan latihan soal berbentuk cerita yang diberikan guru pengajar serta banyaknya faktor-faktor yang menggangu konsentrasi siswa saat belajar dikelas.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM KURIKULUM MERDEKA MANDIRI BERUBAH DI SDN 2 LIMBOTO Citra Hasan; Herson Anwar; Asriyati Nadjamuddin
Irfani (e-Journal) Vol. 20 No. 2 (2024): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v20i2.5355

Abstract

This research aims to describe how implementation of mathematics learning in the independent curriculum has changed. The method used in this research is a qualitative phenomenological approach with data collection through observation, interviews and documentation. The results of this research show that at the planning stage of mathematics learning in the Independent Change Curriculum, it has been implemented well and structured, including teachers analyzing learning outcomes, formulating learning objectives, creating a flow of learning, and creating teaching modules that contain components in accordance with the modules in the curriculum Independent. The implementation of mathematics learning in the independent and changing curriculum has gone quite well, and in the learning, the teacher prepares the class to be comfortable and conducive. Students are actively involved in the learning process, teacher master the learning material well, but in terms of the use of learning media, it needs to be varied and adapted to the characteristics of the students. The evaluation of mathematics learning in the independent curriculum changed to using three assessments, namely diagnostic assessment, formative assessment and summative assessment. Keywords: Implementation of Learning; Mathematics Learning; Independent Curriculum Changes
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Tematik Siswa Kelas VI di SDN 07 Limboto Khairul Ummah, Muhfidah; Mantau, Burhanuddin Abdul Karim; Nadjamuddin, Asriyati
IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/ihsanika.v3i3.3016

Abstract

pembelajaran juga memiliki kemampuan untuk: 1) Meningkatkan pemahaman konsep yang dipelajari secara; 2) lebih bermakna; Mengembangkan keterampilan, menemukan, mengolah dan memanfaatkan informasi; 3) Menumbuhkembangkan sikap positif kebiasaan baik dan nilai-nilai luhur yang diperlukan dalam kehidupan; dan 4) Menumbuhkembangkan keterampilan sosial peserta didik. Permasalahan kemudian yang ditemukan adalah masih terdapat kendala guru dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran tematik siswa kelas IV di SDN 07 Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa upaya-upaya yang dilakukan guru dalam mengefektifkan pembelajaran tematik meliputi; 1) peningkatan kompetensi melalui Pendidikan dan latihan, maupun diskusi / workshop dalam wadah kelompok kerja guru, 2) upaya pengembangan dan penggunaan media pembelajaran yaitu audio visual, visual dan lainnya melalui pemanfaatn alam sekitarnya; 3) upaya menerapkan model pembelajaran yang variatif yaitu, Problem Based Learning (PBL), Project based learning (PjBL) dan discovery learning; 4) upaya penggunaan waktu yang tepat meliputi masuk sesuai jadwal, penggunaan alokasi waktu yang sesuai perencanaan dan pendalaman materi yang dilakukan di luar jadwal pembelajaran; dan 5) upaya mengenal dan memahami differensiasi peserta didik, dengan cara penggunaan bahasa pengantar yang mudah dipahami, penugasan individu diberikan secara klasikal, dan memberikan pendampingan khusus pada peserta didik yang lemah kemampuannya. Saran-saran yang dapat diberikan meliputi: 1) Kepada perguruan tinggi dalam hal ini, IAIN Sultan Amai Gorontalo khususnya fakultas Tarbiyah, hendaknya terus menyesuaikan kebutuhan pendidikan yang aplikatif dan sesuai penerapan kurikulum di dunia pendidikan. 2) Untuk pihak sekolah dan guru, hendaknya terus mempertahankan kualitas pembelajaran dan memaksimalkan upaya peningkatan efektivitas penerapan model pembelajaran tematik; 3) Kepada mahasiswa hasil peneltiian dapat dijadikan sebagai bagian dari referensi penelitian; dan kepada masyarakat hasil penelitian ini adalah bahan dan informasi bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan sebuah proses pembelajaran yang efektif.