Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN CACAH KELAS III DI SDN 2 LIMBOTO Ilan Hanapi; Jhems Richard Hasan; Asriyati Nadjamuddin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada materi penjumlahan bilangan cacah. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika di mana hanya 10 dari 23 siswa yang mampu mencapai KKM pada tes awal. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan tipe One Group Pretest Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata nilai siswa dari 31,67 (Pretest) menjadi 78,75 (Posttest). Uji hipotesis melalui Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model TGT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas III SDN 2 Limboto
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBERIAN REWARD PADA MATERI MENGENAL SALAT JUMAT, DUHA, DAN TAHAJUD DI KELAS IV SD NEGERI 4 TAPA Iskandar Thalib; Buhari Luneto; Asriyati Nadjamuddin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah metode pemberian reward dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi mengenal sholat jum’at, duha, dan tahajud kelas IV di SD Negeri 4 Tapa, penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan menekankan siklus berulang terhadap tindakan dan refleksi. Setiap siklus penelitian terdiri dari empat langkah yaitu tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi terhadap pelaksanaan, dan refleksi untuk merencanakan siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra siklus sebagian besar peserta didik belum mencapai angka ketuntasan. Dimana pendidik masih menggunakan metode konvensional seperti ceramah dalam pengajarananya yang membuat peserta didik tidak aktif dalam pembelajaran sehingga yang terjadi adalah pembelajaran satu arah dan tidak ada timbal balik. Sehingga peneliti melanjutkan pada tindakan siklus I. siklus I memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Namun demikian, masih terdapat 5 siswa yang belum mencapai KKM, sehingga diperlukan tindak lanjut pada siklus II. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran pada Siklus II, diperoleh gambaran bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dengan persentase ketuntasan belajar yang telah mencapai indikatork yaitu ≥75%, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada Siklus II telah berhasil. Dengan demikian Penerapan metode pemberian reward terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Salat Jumat, Duha, dan Tahajud.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SD di Indonesia SB Patiwael, Hasnawi; Nadjamuddin, Asriyati; Datunsolang, Rinaldi; Amala, Ritmon
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/gsmtxf88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar di Indonesia. MBS merupakan bentuk desentralisasi pendidikan yang memberikan otonomi luas kepada sekolah dalam mengelola sumber daya pendidikan, termasuk kurikulum, keuangan, dan tenaga pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, partisipasi masyarakat, dan akuntabilitas pengelolaan dana sekolah. Namun, pelaksanaan MBS di Sekolah Dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi kepala sekolah, rendahnya pemahaman guru terhadap prinsip-prinsip MBS, serta minimnya dukungan masyarakat. Upaya strategis yang perlu dilakukan antara lain adalah pelatihan manajemen pendidikan bagi kepala sekolah, pemberdayaan komite sekolah dalam proses pengambilan keputusan, serta peningkatan alokasi dana pendidikan oleh pemerintah daerah. Selain itu, penguatan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan sekolah menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan implementasi MBS.
THE EFFECTIVENESS OF LOCAL CULTURE-BASED MATHEMATICS LEARNING IN IMPROVING THE NUMERACY LITERACY OF STUDENTS Nadjamuddin, Asriyati; W. Pomalato, Sarson; Hulukati, Evi; Machmud, Tedy
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 9, No 2 (2025): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32934/jmie.v9i2.850

Abstract

Students’ numeracy literacy remains a significant challenge in higher education, particularly for prospective elementary teachers who must apply mathematical concepts in real-life contexts. This study aimed to examine the effectiveness of Gorontalo culture-based mathematics learning in enhancing numeracy literacy among fifth-semester students in the Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah program at IAIN Sultan Amai Gorontalo. A one-group pretest–posttest experimental design was employed with 38 students, using validated essay tests to measure their ability to interpret quantitative information, solve contextual problems, and apply numerical reasoning. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test and N-Gain analysis. Results indicated a significant improvement in numeracy literacy, with mean scores increasing from 38.98 in the pretest to 77.82 in the posttest (Z = -5.374, p < 0.001). The mean N-Gain score of 0.64 reflected moderate effectiveness. The integration of specific Gorontalo cultural elements, including Karawo embroidery motifs, traditional house architecture (Dulohupa and Bandayo Poboide), and musical instruments (Polopalo and Gambus), helped students relate abstract geometric concepts to familiar contexts and increased engagement. In conclusion, Gorontalo culture-based mathematics learning is an effective and innovative approach to improve numeracy literacy while fostering cultural awareness among prospective teachers. This study highlights the value of integrating ethnomathematics in higher education to strengthen both mathematical competence and appreciation of local wisdom.