Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK KOPI SUSU DI COFFEE SHOP SUNDAY FESTIVAL BANJARBARU Aahmes Rafi Gani; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12278

Abstract

Bisnis Coffee Shop semakin marak sehingga menyebabkan semakin ketatnya persaingan. Tiap pelaku usaha berupaya untuk menghadirkan pelayanan terbaik dan terobosan baru pada produknya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi atribut kopi susu yang menjadi kesukaan konsumen serta preferensi dari konsumen Coffee Shop Sunday Festival Banjarbaru dan mengidentifikasi pertimbangan konsumen berdasarkan atribut yang tersedia dalam menentukan pilihan pembelian. Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2023 sampai Desember 2023. Penelitian ini merupakan penelitian survey dan dalam penarikan contohnya menggunakan metode accidental sampling. Berdasarkan metode tersebut maka diperoleh responden sebanyak 50 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis multi atribut fishbein dengan skala likert yang digunakan sebagai skala. Berdasarkan hasil penelitian, atribut yang menjadi preferensi konsumen kopi susu Cremee Brule dan Tiramisu yaitu rasa sedang, harga sedang, sajian menarik dan promosi melalui sosial media baik. Kemudian atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dari kopi susu Cremee Brule yang diurutkan dari yang tertinggi sampai terendah yaitu promosi melalui sosial mediadengan (Ao) sebesar 14,43, rasa dengan (Ao) sebesar 14,21, sajian dengan (Ao) sebesar 13,17, Harga dengan (Ao) sebesar 10,94. Sedangkan pertimbangan atribut dalam keputusan pembelian kopi susu Tiramisu secara berurutan dari yang tertinggi yaitu promosi melalui sosial media dengan (Ao) sebesar 14,74, rasa dengan (Ao) sebesar 13,90, sajian dengan (Ao) sebesar 13,10, harga dengan(Ao) sebesar 11,60
Analisis Finansial Usaha Pengolahan Kopi Robusta “Lok Tunggul Robusta Coffee” di Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar Muhammad Sya'rani; Yudi Ferrianta; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usaha, titik impas dari usaha pengolahan kopi robusta “Lok Tunggul Robusta Coffee” dan mendeskripsikan permasalahan apa saja yang terdapat dalam usaha pengolahan kopi robusta “Lok Tunggul Robusta Coffee”. Penelitian ini dilaksanakan di usaha pengolahan kopi robusta milik Lok Tunggul Robusta Coffee di Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar. Berdasarkan hasil penelitian biaya total yang dikeluarkan selama satu bulan produksi sebesar Rp16.933.548,00 dengan jumlah penerimaan sebesar Rp37.300.000,00 dan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp20.366.452,00. Kelayakan usaha pada satu bulan produksi secara finansial diperoleh nilai RCR > 1 yaitu sebesar 2,203. Produk kopi bubuk mencapai titik impas pada saat penjualan sebanyak 8,444 kg atau sekitar 56 kemasan dengan harga jual per kg sebesar Rp60.953,00 atau sekitar Rp9.156,00 per kemasan dan pada saat jumlah penjualan sebesar Rp1.407.335,00. Sedangkan produk kopi biji matang mencapai titik impas pada saat penjualan sebanyak 17,817 kg dengan harga jual per kg sebesar Rp60.001,00 dan pada saat jumlah penjualan sebesar Rp1.781.740,00. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi usaha yaitu ketersediaan bahan baku buah kopi yang kurang berkualitas akibat petani melakukan petik campur, ketersediaan buah kopi asli pengaron yang menipis dan tidak menentu, banjir yang menyebabkan rusaknya lahan petani dan terhentinya produksi, kurang memadainya beberapa peralatan produksi serta dari segi pemasaran yang lingkup dan jangkauannya masih kurang luas.
Hubungan Karakteristik Petani terhadap Tingkat Pengetahuannya tentang Budidaya Karet di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Marsyam Prastiyo; Masyhudah Rosni; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7846

Abstract

Karet merupakan salah satu komoditas yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yang pertama untuk mengetahui karakteristik petani karet, kedua mengetahui tingkat pengetahuan petani karet dan yang ketiga mengetahui hubungan karakteristik petani dengan tingkat pengetahuan petani karet di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Pengambilan sampel di lakukan secara proportional random sampling. Penelitian dilakukan dengan teknik analisis deskriptif dengan uji korelasi rank spearman. Hasilnya, rata-rata umur petani di Kecamatan Satui adalah 47,17 tahun, sebagian besar dari mereka berpendidikan hingga sekolah dasar, dengan rata-rata memiliki pengalaman budidaya selama 12,1 tahun dan juga rata-rata memiliki luas lahan budidaya 1,875 hektare. Petani karet di Kecamatan Satui memiliki pengetahuan yang tinggi dengan persentase sebesar 70% atau memiliki nilai lebih dari 77,78%. Hubungan antara umur petani dengan tingkat pengetahuan memiliki nilai -0,320 atau hubungan lemah, hubungan antara pendidikan formal dengan tingkat pengetahuan petani adalah sebesar 0,743 atau hubungan kuat, hubungan antara pengalaman budidaya dengan tingkat pengetahuan petani adalah sebesar 0,013 atau sangat lemah, dan hubungan luas lahan budidaya petani dengan tingkat pengetahuannya sebesar 0,225 atau lemah.
PERAN MODAL SOSIAL PETANI PADI TERHADAP KINERJA KELOMPOK TANI BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN DI KELURAHAN CEMPAKA KECAMATAN CEMPAKA Dina Erpani; Mariani Mariani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peranan modal sosial (Kepercayaan, Norma sosial, Jaringan Sosial) terhadap kinerja kelompok tani padi di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan pelaku pertanian di lokasi penelitian, menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan yang telah disediakan, menghasilkan data primer. Data sekunder penelitian ini berasal dari publikasi, jurnal, instansi, dan organisasi terkait serta sumber perpustakaan lainnya. Teknik sensus digunakan untukmenentukan responden. Tiga puluh sembilan anggota kelompo ktani bertindak sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran modal sosial berdasarkan kelas kemampuan belum dikukuhkan sebesar 91.5 % artinya tergolong dalam kategori sangat berperan, pada kelas pemula sebesar 86.4% dengan kategori sangat berperan dan kelas lanjut sebesar 89.2% dengan kategori sangat berperan. Sedangkan peranan modal sosial pada semua variabel (kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial) memperoleh skor sebesar 1731 dengan persentase 88.8% dengan kategori sangat berperan. Jadi modal sosial benar berperan terhadap kinerja kelompok tani padi di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka dalam bentuk adanya kepercayaan, norma sosial dan jaringan sosial.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI NANAS PARIGI DI DESA PARARAPAK KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Januar Khodari; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12261

Abstract

Nanas Parigi adalah varietas nanas madu unggulan yang dapat tumbuh baik di tanah gambut dengan pH 4 – 5 (sangat asam) di daerah Dusun Parigi dan Dusun Danau Jutuh, Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Nanas parigi punya karakter khas, diantaranya tidak menimbulkan rasa gatal di lidah dan kadar gula yang lebih banyak. Uniknya, bila ditanam diluar Kabupaten Barito Selatan rasanya akan berubah, tidak semanis apabila ditanam di sekitaran Desa Pararapak padahal sama-sama ditanam di tanah gambut. Desa Pararapak merupakan salah satu penghasil produksi buah nanas di Kecamatan Dusun Selatan. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi yang pertama yaitu pada musim hujan dimana air melimpah sehingga tanaman nanas parigi yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik, tetapi disisi lain ketika curah hujan ekstrem lahan akan tergenang dan tanaman nanas rawan terserang hama penyakit yang berakibat produksi yang dihasilkan petani tidak optimal. Permasalahan kedua yaitu murahnya harga jual nanas parigi saat panen bersamaan yang menyebabkan penawaran melebihi permintaan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya, penerimaan, pendapatan usahatani nanas parigi yang diterima oleh petani dan mengetahui permasalah yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi
Analisis Usaha Pengolahan Gula Aren dan Usahatani Padi Lokal di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Mila Sari; Hairi Firmansyah; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran produksi gula aren, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha pengolahan gula arenmenganalisis biaya, penerimaan, keuntungan usahatani padi lokal, serta permasalahan pada usaha gula aren dan usahatani padi lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2021 sampai Juni 2022 yang berlokasi di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan nira, dengan cara memotong tandan bunga jantan. Tandan aren disadap pada pagi dan sore hari, selanjutnya nira yang diperoleh disaring kemudian air nira dimasak sampai berubah menjadi pekat dan berwarna coklat, kemudian dicetak dengan menggunakan cetakan dari tempurung kelapa yang telah dilapisi dengan daun. Biaya total usaha gula aren selama bulan November 2021 rata-rata sebesar Rp 981.525, rata- rata penerimaan sebesar Rp 2.368.750 rata-rata keuntungan sebesar Rp 1.387.225 dengan RCR > 1 yaitu 2,41. Biaya total usahatani padi lokal selama satu kali musim tanam tahun 2021 sebesar Rp 5.912.522. Penerimaan sebesar Rp 7.711.786/musim tanam, keuntungan sebesar Rp 1.799.264/musim tanam atau sebesar Rp 2.844.595/ha. Permasalahan pada usaha pengolahan gula aren yaitu ketersediaan kayu bakar, gagal jadi gula aren dan hama pada pohon aren. Pada usahatani lokal permasalahan yang ada yaitu kurangnya alsintan untuk usahatani padi lokal.
Peran LSM dalam Mendukung Kebijakan Pengarusutamaan Gender pada Kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Alam (Studi Kasus Pada LSM RMI Bogor) Nurmelati Septiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i2.20360

Abstract

This research aim is to describe the role of NGOs in supporting the Gender Mainstreaming policy in natural resource management activities. It is a qualitative study by using the Focus Group Discussion (FGD) technique in data collection. Data analysis was performed descriptively based on document analysis, qualitative data and focus group interviews. This study shows that the success of the Gender Mainstreaming policy is inseparable from the active collaboration with NGOs who engaged in natural preservation. RMI Bogor, since the beginning of the program, has focused on community development activities that were responsive to gender, i.e: involving both men and women as the target of their activities. In RMI Bogor’s work programs, gender issues in natural resource management are already a practical dimension which is implemented on their work programs and community assistances.
Tingkat Pengetahuan Petani Tentang Pestisida pada Tanaman Padi di Desa Kasarangan Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Susi Wahyudi; Taufik Hidayat; Nurmelati Septiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i1.21934

Abstract

Recently various types and brands of pesticide have circulated on the area of Hulu Sungai Tengah. Each of product s has label and packaging,which show the advantages as well as certification of safety. Mast of them have been used by farmers, especially paddy grower. The study excavates the level of farmer knowledge on pesticide use, and identifies internal and external factors which affect farmers ' knowledge in Desa Kasarangan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hu/u Sungai Tengah. The farmers have high knowledge of pesticide use (score 87.87%}. The internal factors do not have a significant correl ation to level of knowledge, while the external factor (land acreage) has significant corre lation.
Dampak Konversi Lahan Pertanian Bagi Taraf Hidup Petani di Kelurahan Landasan Ulin Barat Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Agung Hadi Hidayat; Usamah Hanafie; Nurmelati Septiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i2.20592

Abstract

The study is aimed to describe the condition of farmers livelihood before and after land conversion as well as knowing its socio-economic impact. It is a qualitative study, where respondents were purposively selected by using snowball sampling. The results show that the change of farmers’ income before and after land conversion is varied – increase, decrease or no change. Housing and assets ownership has not changed much both before and after the conversion. Health condition is also relatively stable. Land conversion has social and economic impacts as farmers should shift and diversificate their livelihoods on agriculture and non-agriculture sector. The change on household income is depending on the type of new business established. Land conversion also has environmental effect since land conversion for residential area is followed by river backfill which create water flow disturbance.
Pengaruh Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) terhadap Pendapatan Petani Padi di Lahan Rawa Lebak Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Ruliyani Ruliyani; Emy Rahmawati; Nurmelati Septiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i2.21919

Abstract

Agriculture sector, especially rice, has important contribution on the economic development of Kabupaten Hulu Sungai Utara. Since 2012, the local government has optimized Field Schoof of Integrated Farming (SL-PTT) to increase the rice production and productivity by strengthening the informal education. The nature of education is creating partnership among farmers in solving problems, decision making, experience sharing, and field practice. Then, the increase of rice quantity and quality which lead to the rise of income is expected. The study is purposed: (1) to compare the total cost, revenue and income between SL-PTT farmer and non-SL-PTT; (2) to analyze the effect of SL-PTT program on the farmer income; and (3) to excavate the problem encountered by farmer. About 40 respondents were randomly selected from two villages (Muara Karangan and Kuangan). The results show that there is no significant different of cost, revenue, and profit between SL-PTT and nonSL-PTT farmer. Based on the t-test , the program does not significantly affect the farmer income. The problem encountered in rice farming varied from flood , pest attack, doing adequate fertilizing , limited accessibility, and limited fund.