Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Gaviota 63 Pada Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Lasiantera (J.J. Smith) Pada Budidaya In Vitro Romadhon, Vidi Candra; Endrawati, Tri; Puspitorini, Palupi; Serdani, Army Dita
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.138

Abstract

Pengembangan anggrek di Indonesia terkendala oleh ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah banyak dan waktu singkat, karena masih banyak menggunakan teknik tradisional. Perbanyakan anggrek melalui metode budidaya in vitro merupakan solusi yang bisa dilakukan. Murashige & Skoog (MS) merupakan media utama yang sering digunakan pada budidaya in vitro, namun memiliki harga relatif mahal sehingga perlu upaya media alternatif dengan bahan dasar yang relatif lebih terjangkau, salah satunya adalah pupuk daun. Pupuk daun mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, sehingga diharapkan dapat menjadi bahan media alternatif pengganti MS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Gaviota 63 serta mengetahui konsentrasi terbaik pupuk Gaviota 63. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola sederhana, terdiri dari 6  perlakuan yaitu, A = 1/2 MS (2,21 g), B = 0,20 Gaviota 63, C = 0,40 g Gaviota, D =  0,60 g Gaviota 63, E = 0,80 g Gaviota 63, dan  F = 1 g Gaviota 63. Uji lanjutan menggunakan metode Uji Jarak Berganda Duncan taraf nyata 5%. Parameter yang diamati, tinggi planlet, jumlah daun, jumlah tunas, panjang akar, jumlah akar, bobot basah akar, dan bobot basah keseluruhan planlet. Hasil percobaan menunjukkan pengaruh konsentrasi nutrisi berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi planlet pada umur (6 MSK, 9 MSK, dan 12 MSK), jumlah tunas pada umur (12 MSK) dan jumlah akar planlet. Diperoleh konsentrasi pupuk daun Gaviota 63 yang terbaik adalah konsentrasi 1 g (F).
Kombinasi Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Lobak Merah (Raphanus sativus L.) Maulana, Andrian; Puspitorini, Palupi; Endrawati, Tri; Serdani, Army Dita
JURNAL AGROTEKNOLOGI MERDEKA PASURUAN - JAMP Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i2.141

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK secara sinergis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman lobak merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2025 di Desa Bajang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1 meliputi perlakuan pupuk kandang kambing yang terdiri dari tiga taraf: K1: 15 ton/ha atau setara dengan 75 g/polybag; K2: 30 ton/ha atau setara dengan 150 g/polybag; dan K3: 45 ton/ha atau setara dengan 225 g/polybag. Faktor ke dua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga taraf: P1: 400 kg/ha atau setara dengan 2,0 g/polybag; P2: 600 kg/ha atau setara dengan 3,0 g/polybag; dan P3: 800 kg/ha, setara dengan 4,0 g/polybag. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat umbi, dan panjang umbi lobak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap semua variabel yang diteliti. Kombinasi perlakuan optimal terdiri dari pupuk kandang kambing dengan dosis 45 ton per hektar (setara dengan 225 g per polybag) dan pupuk NPK dengan dosis 600 kilogram per hektar (setara dengan 3 gram per polybag).
Effects of Electromagnetic Wave Treatment on the Viability and Vigor of Sweet Corn (Zea mays L. var. saccharata) Seeds Sarjani, Alvita Sekar; Madyasari, Ita; Endrawati, Tri; Puspitorini, Palupi; Serdani, Army Dita
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2033

Abstract

Seed physiological quality plays an important role in determining the success of germination and early plant growth. One of the physical treatment methods with the potential to improve seed quality is the application of electromagnetic waves in the form of microwave treatment, which can influence seed physiological activities during the germination process. This study aimed to evaluate the effect of different microwave exposure durations on the viability and vigor of sweet corn seeds and to determine the treatment duration that produces the optimum physiological response. The experiment was arranged using a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor and three replications. The treatments consisted of five microwave exposure durations: 0, 5, 10, 15, and 20 seconds. The observed parameters included germination percentage (GP), vigor index (VI), and germination rate (GR). The results showed that microwave exposure duration affected the physiological response of sweet corn seeds. A 10-second exposure duration produced the highest values for germination percentage (77.33%), vigor index (28.00%), and germination rate (14.36%/etmal). In contrast, extending the exposure duration to 20 seconds resulted in a decline in all observed parameters. These findings indicate that seed responses to microwave treatment followed an optimum pattern at a specific exposure level. The application of microwave treatment with an appropriate exposure duration has the potential to improve seed physiological quality, whereas excessive exposure may reduce seed viability and vigor.