Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Slow Deep Breathing Dan Senam Anti Stroke Terhadaptekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo Diah Oktavia Ningsih; Grido Handoko Sriyono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan sistolik diatas 140 mmHg, sedangkan distolik diatas 90 mmHg.Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi komplikasi lanjutan khusunya hipertensi yang dapat mengakibatkan stroke adalah dengan aktivitas fisik yang teratur dan terukur seperti relaksasi slow deep breathing dan senam anti stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kombinasi Slow Deep Breathing dan Senam Anti Stroke Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian ini menggunakan Pra-Eksperimental dengan pendekatan one grup pre-post test. Populasi sebanyak 22 responden dan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan Alat pengukur Tekanan darah digital Sinocare BA-801. kemudian data dikumpulkan melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tekanan darah sebelum dilakukan latihan slow deep breathing dan senam anti stroke adalah 166.41/100.68 mmHg. Sedangkan setelah dilakukan latihan slow deep breathing dan senam anti stroke nilai rata-rata tekanan darah menjadi 160.86/95.23 mmHg. Hasil uji analisis didapatkan ada pengaruh kombinasi slow deep breathing dan senam anti stroke terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dengan ρ-value = 0.000 sehingga <α =0.05 Diharapkan pada penderita hipertensi melakukan latihan secara rutin. Untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan kombinasi tersebut sehingga dapat memantau pada saat masa pemulihan atau jeda pada pemberian intervensi selanjutnya.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Konsep Diri Anak Putus Sekolah Di Desa Boto Kecamatan Lumbang Probolinggo Alfiatul; Nur Hamim; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orang tua ialah bagaimana cara orang tua mendidik, membimbing, mendisiplinkan anak, juga mengasuh anak supaya anak dapat mencapai kedewasaannya. Setiap keluarga tentunya memiliki pola pengasuhan yang berbeda dengan keluarga lainnya dan tidak bisa disamakan begitu saja. Konsep diri adalah sesuatu yang khas bagi seseorang, suatu kemampuan untuk melihat diri sendiri melalui pengalaman pribadi selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri anak putus sekolah. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi anak putus sekolah di desa Boto Kecamatan Lumbang Probolinggo sebanyak 40 responden, penentuan sampling menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner konsep diri . Selanjutnya dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa data pola asuh orang tua degan kategori pola asuh otoriter sebanyak 26 responden (65%) dan konsep diri dengan kategori tingkat rendah sebanyak 18 responden (45%). Hasil uji analisis hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri dengan nilai p=0.002 < α=0.05, artinya Ho ditolak dan H1 diterima, sehingga ada Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Konsep Diri Anak Putus Sekolah di Desa Boto Kecamatan Lumbang Probolinggo. Hipotesis dalam penelitian ini diterima dan terbukti secara statistik. Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter dominan harus mematuhi peraturannya dan tidak boleh melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh orang tua. Anak putus sekolah yang memiliki konsep diri rendah senantiasa memandang dirinya tidak dapat berbuat apa-apa, merasa dirinya gagal, serta selalu berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Diharapkan kepada program pemerintah pendidikan memberi kesempatan kepada anak yang putus sekolah untuk bisa kembali mendapat pendidikan.
Pengaruh Edukasi Digital Parenting Terhadap Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Desa Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo Siti Maryam; Iin Aini Isnawati; Grido Handoko Sriyono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital parenting merupakan strategi pengasuhan orang tua terkait aturan penggunaan perangkat digital baik online maupun offline untuk melindungi keselamatan anak dari ancaman penggunaannya. Gadget merupakan suatu alat teknologi yang berfungsi untuk informasi dan komunikasi serta hal hal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh edukasi digital parenting terhadap penggunaan gadget pada anak usia 5-6 Tahun. Edukasi menggunakan metode ceramah dan simulasi. Penelitian ini merupakan jenis rancangan penelitian pra ekperimental dengan pendekatan penelitian one group pre post test design. Penelitian ini dilakukan di Desa Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo pada tanggal 24 Mei – 07 Juni 2023 dengan jumlah populasi 16 ibu, teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (total sampling) pada semua ibu yang sesuai inklusi dan ekslusi, sampel yang diteliti sebanyak 16 ibu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penggunan gadget. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. NPenggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun sebelum dilakukan edukasi digital parenting mayoritas semua termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 16 responden (100%). Kemudian sesudah dilakukan edukasi digital parenting sebagian besar tergolong kategori sedang sebanyak15 responden (93,8%). Sedangkan 1 responden (6,3%) masih tergolong tinggi. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan windows SPSS 22 dengan menggunakan Uji Wilcoxon di dapatkan nilai p value 0.000 <α = 0.05, menunjukan ada pengaruh edukasi digital parenting terhadap penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun Di Desa Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Diharapkan pada semua ibu bisa menggunakan digital parenting sebagai upaya mengurangi penggunaan gadget pada anak. Untuk peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian lanjutan mengenai edukasi digital parenting dengan bentuk psikoedukasi atau konseling yang mana untuk lebih mengkonsistenkan upaya mengurangi terjadinya kecanduan gadget.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Tekanan Teman Sebaya Dengan Kedisiplinan Anak Di SMAN 1 Gending Probolinggo Risky Eko Wardana; Iin Aini isnawati; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i11.1477

Abstract

Kedisiplinan anak merupakan hal yang dapat dilakukan dengan cara perilaku moral, seperti perilaku seseorang berhubungan dengan orang lain yang mengacu pada peraturan, dan kebiasaan. Salah satu hal yang dapat membantu para anak dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah tidak lepas dari dari beberapa peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Asuh Orang Tua dan Tekanan Teman Sebaya dengan Kedisiplinan Anak di SMAN 1 Gending probolinggo. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan (Cross sectional). Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Gending Pada tanggal 17 Agustus 2023 dengan jumlah populasi 142 siswa, Sampel yang digunakan yaitu 104 siswa dengan syarat inklusi dan diambil dengan cara tekhnik Purposive Sampling. Instrument penelitian menggunakan Kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Spearmank Rank untuk analisis bivariat dan Analisis Regresi Logistik Biner untuk mencari faktor yang paling dominan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dari 104 responden sebanyak 42 responden (40,4%) menyatakan bahwa Pola Asuh Orang Tua mengarah ke kategori sedang, sebanyak 70 responden (67,3%) menyatakan bahwa Tekanan Teman Sebaya mengarah ke kategori Tinggi, sebanyak 56 responden (53,8%) bahwa Kedisiplinan Anak mengarah ke kategori Rendah pada siswa di SMAN 1 Gending probolinggo. Hasil Uji statistik menyimpulkan bahwa yang paling berpengaruh dalam variabel Kedisiplinan Anak adalah variabel Tekanan Teman Sebaya dengan nilai p value 0.013< 0.05. Dari hasil penelitian diharapkan siswa di SMAN 1 Gending dapat mengubah pola fikir mereka dengan memperhatikan sikap atau perilaku yang tidak baik menjadi lebih baik, agar siswa dapat menampilkan dirinya sendiri tanpa ada pengaruh dari teman sebayanya untuk mengatasi kedisiplinan nya
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Sensitivitas Saraf Perifer Dan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2 Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang Windra Jayani; Iin Aini Isnawati; Suhari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1656

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan kondisi yang memerlukan manajemen yang baik, termasuk kepatuhan dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kepatuhan minum obat dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan analisis korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 26 pasien DM tipe 2 yang dipilih secara accidental sampling di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang. Data dikumpulkan melalui pengukuran sensitivitas saraf perifer, kadar gula darah, dan kepatuhan minum obat, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien menunjukkan tingkat kepatuhan minum obat yang baik (46%), sensitivitas saraf perifer kategori sedang (65,4%), dan kadar gula darah normal (65,4%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan dalam minum obat berhubungan signifikan dengan sensitivitas saraf perifer dan kadar gula darah pasien DM tipe 2. Kepatuhan yang baik dalam terapi obat berkontribusi pada pengendalian gula darah yang lebih baik dan mengurangi risiko gangguan saraf perifer.
Hubungan Kepatuhan Kunjungan Ibu Ke Posyandu Dengan Tumbuh Kembang Balita Di Desa Kerpangan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo Niaga Rahmatullah; Iin Aini isnawati; Widya Addiarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1686

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang balita perlu dilakukan agar hambatan yang mempengaruhi tumbuh kembang seorang balita dapat diidentifikasi sedini mungkin. Tumbuh kembang anak harus ditingkatkan sejak anak melalui periode penting yaitu pada masa Balita karena pada masa ini perkembangan yang terjadi menentukan perkembangan selanjutnya. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kepatuhan ibu ke posyandu dan tumbuh kembang balita, Serta menganalisis Hubungan Kepatuhan kunjungan ibu ke posyandu dengan tumbuh kembang balita di Desa Kerpangan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah desain penelitian Analitik korelasional dengan pendekatan Retrospektif. Populasi Seluruh orang tua balita yang datang ke Posyandu Kerpangan sebanyak 50 balita, penentuan sampel menggunakan tekhnik Purposive sampling sebanyak 44 responden. Instrumen yang digunakan lembar registrasi dan KPSP Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank Test. Hasil peneletian ini menunjukan bahwa kunjungan ibu ke posyandu katgori tidak patuh yaitu sebanyak 25 reponden (56.8%). Tumbuh kembang balita di Dusun Kyai Hasan Desa Kerpangan dengan katagori sesuai sebanyak 24 responden (54,5%). Hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank dengan nilai p=0,003 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,003 ≤ α 0,05) yaitu ada Hubungan Kepatuhan kunjungan ibu ke posyandu dengan tumbuh kembang balita di Desa Kerpangan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini diharapkan agar orang tua dapat meningkatkan kepatuhan ke posyandu dalam upaya memantau tumbuh kembang anak. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memberikan edukasi kepada orang tua seperti pentingnya ibu ke posyandu, dan penting nya ibu membagi waktunya bersama anak
Hubungan Self Regulated Learning, Kesejahteraan Spiritual, Kecerdasan Spiritual dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Keperawatan Isnawati, Iin Aini; Yunita, Rizka
Jurnal Keperawatan Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan September 2024
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v22i2.1386

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi rendahnya prestasi belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini apakah ada hubungan self-regulated learning, kesejahteraan spiritual, dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar. Penelitian ini berbentuk ex post facto, menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini 60 orang, dipilih 46 orang secara simple random sampling. Data diperoleh menggunan instrumen, skala self-regulated learning, kesejahteraan spiritual, dan kecerdasan spiritual serta data prestasi belajar menggunakan nilai IPK semester. Hasil penelitian terbukti secara empiris, self-regulated learning, kesejahteraan spiritual, dan kecerdasan spiritual berhubungan sangat signifikan terhadap prestasi belajar, diperoleh nilai R sebesar 5,472 dan p=0,001 (p<0.05). Hasil Penelitian di dapatkan self-regulated learning positif signifikan berkontribisi terhadap prestasi belajar, nilai korelasi parsial 0,181 dengan taraf signifikansi sebesar 0,029 (p<0.05). Kesejahteraan spiritual positif sangat signifikan berkontribisi terhadap prestasi belajar, nilai korelasi parsial 0,327 dengan taraf signifikansi sebesar 0,002 (p<0.05). Kecerdasan spiritual positif sangat signifikan berkontribisi terhadap prestasi belajar, nilai korelasi parsial 0,356 dengan taraf signifikansi sebesar 0,001 (p<0.05). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang sangat signifikan self-regulated learning, kesejahteraan spiritual, dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan pentingnya mengenalkan self-regulated learning dalam metode belajar, menumbuhkan kesejahteraan spiritual, dan kecerdasan spiritual, sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar pada mahasiswa keperawatan dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa.
Pengaruh Terapi Butterfly Hug Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Dan Self Compassion Pada Penderita Hipertensi Di Desa Karangbong Pajarakan Delia Agustin; Dr. Ro’isah; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1990

Abstract

Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga perlu memperhatikan aspek psikologis melalui intervensi nonfarmakologis. Salah satu terapi yang digunakan adalah Butterfly hug, yaitu teknik relaksasi sederhana untuk membantu mengurangi ketegangan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi Butterfly hug terhadap peningkatan kualitas hidup dan self compassion pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre- eksperimental dengan pendekatan onegroup pretest-posttest. Populasi 104, Sampel berjumlah 47 responden yang teknik purposive sampling. Penelitian ini diberikan terapi butterfly hug. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup dan Self compassion Scale (SCS) untuk mengukur tingkat self compassion . Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan SPSS dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan kualitas hidup sebelum intevensi, mayoritas kategori buruk sebanyak 39 (83,0%). Setelah diberikan terapi Butterfly hug, sebanyak 25 (53,2%) dan baik 22 (46,8%). Self compassion pretest mayoritas kategori rendah (63,8%), post test diberikan intervensi Butterfly hug menjadi tinggi (55,3%). Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada pengaruh terapi Butterfly hug terhadap kualitas hidup dan self compassion pada penderita hipertensi ( p-value 0,000 (<0,05)). Terapi Butterfly hug dapat menjadi intervensi sederhana yang efektif untuk menurunkan stres dan meningkatkan self compassion, sehingga mampu memperbaiki kualitas hidup penderita hipertensi dan mendukung pengelolaan hipertensi secara holistik.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORAL HYGIENE PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RA TARBIYATUS SHIBYAN DESA GUYANGAN Siti Nur Afifah; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6975

Abstract

Preschool-aged children are a vulnerable group susceptible to oral health problems; therefore, they need to be equipped with oral hygiene knowledge and skills to support healthy oral habits. This study aimed to determine the effect of health education using the PAIKEM learning model on children's oral hygiene knowledge and skills.Design in this research is a pre-experimental design with a one-group pre- post-test approach. The population comprised 32 respondents, with all 32 included in the study using total sampling. The intervention was implemented over eight consecutive days, for 30 minutes each day, using questionnaires and Standard Operating Procedures (SOP) as measuring instruments. Data were analyzed using the Wilcoxon test.The results showed improvements in oral hygiene knowledge and skills from pre-test to post-test. The pre-test revealed that the majority (24 respondents, 75%) were in the "poor" knowledge category. The post-test showed that the majority (23 respondents, 71.85%) were in the "good" knowledge category. For skills, the pre-test indicated that the majority (22 respondents, 68.8%) were in the "low" skill category, while the post-test showed that the majority (8 respondents, 25%) were in the "moderate" skill category. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of health education using the PAIKEM model on the oral hygiene knowledge and skills of preschool children at RA Tarbiyatus Shibyan, Guyangan.Health education using the PAIKEM model can foster innovation and creativity in children, making oral hygiene education more effective in reducing the risk of oral diseases.
Efektifitas Edukatif Supportif terhadap Self Efficacy Ibu Post Partum dalam Pemberian Asi Ekslusif Mariani; Isnawati, Iin Aini
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JIKES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.930

Abstract

Abstrak Pemberian Air susu ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu bagian dari program prioritas kesehatan di Indonesia. Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI sebagai sumber nutrisi satu-satunya bagi bayi sampai usia 6 bulan pertama kehidupan tanpa adanya tambahan makanan dan minuman lainnya kecuali obat. Namun, sampai saat ini masih ditemukan ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif, dengan alasan ibu merasa ASInya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Kurangnya keyakinan diri ibu menyusui juga menjadi salah satu faktor yang penting untuk digali kaitannya dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas edukasi supportif terhadap self efficacy ibu post partum dalam pemberian asi eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan menggunakan metode one-group pra-post test design, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di wilayah Puskesmas Pajarakan sejumlah 30 responden. Tehnik sampling yang digunakan yaitu total sampling sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis menggunakan uji Paired simple T-Test. Hasil menunjukan bahwa self efficacy ibu post partum dalam pemberian asi eksklusif sebelum dan sesudah diberikan edukasi suportif  menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna dimana P= 0,000 lebih kecil dari α=0,005. Sehingga edukasi supportif dapat dijadikan sebagai solusi untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Kata kunci: edukasi supportif, self efficacy, post partum, ASI eksklusif   Abstract Exclusive breastfeeding is a national health priority program in Indonesia. It refers to providing only breast milk as the sole source of nutrition for infants during the first six months of age, without additional food or drink except for medication. However, many mothers still fail to practice exclusive breastfeeding, often due to concerns about insufficient milk supply. Low maternal self-efficacy is also a key factor contributing to this problem. This study aimed to evaluate the effectiveness of supportive education on the self-efficacy of postpartum mothers in exclusive breastfeeding. A pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach was applied. This study population consisted of all postpartum mothers in the working area of Pajarakan Public Health Center, with 30 respondents selected through total sampling. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed using paired sample t-test. Results showed a significant improvement in maternal self-efficacy after supportive education, with p = 0.000 (p < 0.005). These findings suggest that supportive education is effective in enhancing the confidence of postpartum mothers to practice exclusive breastfeeding. Integration of this intervention into maternal and child health services is highly recommended. Keywords: supportive education, self-efficacy, postpartum, exclusive breastfeeding
Co-Authors Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ahmad Khomaedy Ainul Yaqin Salam Alfariz, Muhammad Alfiatul Alita Octa Ningtias Alwin Widhiyanto Andriyanto Gunawan Wibisono Ardiana, Yosinta Dwi Arif Eka Budiman Delia Agustin Devi Rizkiyah Diah Oktavia Ningsih Didit Reza Fahlusi dini ayu lestari Dini Wahyuni Dodik Hartono Dodik Hartono Dr. Ro’isah Eko Imam Prasetyo Elsye Elys Bariroh Fadlilah, Indah Lailatul Fajar Kholid Setiawan Grido Handoko Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono H Nur Hamim Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Setya Purwiyaningsih Ilda Ima Yulian Handayani Imroatul Maulidah Ayyub Khoiroh, Iswatin Khoiruni, Irma Rizqia Lia Herlina Lia Herlina Liana Riskiyatus Sholehah Linda Agustin Marfuah Marfuah Maria Ulfatus Zuhria Mariani Mariani Mariani Moh. S. Guntur Muchammad Andri Maulidin Muh. Audini Mukhlisiddin Muhammad Iqbal Mutiara Anggraeny Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Niaga Rahmatullah Nofolion Nur Rahmat Nur Hamim Nur Hamim Nur Hamim Nuraini Nuraini Nurakhmawati, Eva Rahmatullah, Ryan Nur Riska Wati Risky Eko Wardana Rizka Yunita Ro'isah Ro'isah Ro‘isah Ro’isah Salsabila Putri Azhari Sanik Waras Silvia Nur Afkarina Siti Faaradila N.L.M Siti Fatimah Tus Zahroh SITI MARIA ULFA Siti Maryam Siti Nur Afifah Siti Romlah Siti Walidah Dewi Murni Siti Zainab Suhari Suhari Suprabowo, Wahyu Terapi Akupresur Titik Suhartini Usnia, Rovi Wahyusari, Shinta Wardoyo Wardoyo Widya Addiarto Windra Jayani Windyah susanti Zakariya Adib Yahya