Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Self Care Management Metode Emo Demo Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Desa Karangbong Ilda; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1995

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Salah satu strategi penting dalam mengendalikan penyakit ini adalah melalui edukasi self care management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi self care management dengan metode emosional demonstrasi (emo demo) terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel diambil secara purposive sampling dan melibatkan 42 responden. Alat ukur penelitian ini menggunakan modul dan easy touch. Intervensi diberikan delapan kali pertemuan edukasi dengan metode emodemo selama satu bulan. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar gulah darah sebelum diberikan edukasi 254.79 mg/dl dan sesudah diberiikan edukasi dengan rerata kadar gula darah 211.57 mg/dl. Hasil uji analisis didapatkan ada pengaruh edukasi self care management dengan metode emo demo terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan ρ-valeu = 0.000.Penurunan kadar gula darah setelah intervensi edukasi self care management dengan metode emodemo terjadi karena meningkatnya pemahaman dan keterampilan responden dalam mengelola kondisi diabetes secara mandiri. Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi disampaikan secara emosional (menyentuh perasaan) dan demonstratif (praktek langsung), sehingga lebih mudah dicerna, diingat, dan dipraktikkan oleh responden. Peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku ini berkontribusi pada perbaikan kontrol metabolik, yang secara signifikan berdampak pada penurunan rerata kadar gula darah dari 254,79 mg/dL menjadi 211,57 mg/dL
Effect Of Santri Model Training On Religiosity And Spiritual Care Of Nursing Students ISNAWATI, IIN AINI
Journal of health research and technology Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of health research and techonology
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/jhrt.v4i1.443

Abstract

Introduction: Spiritual care is one of the nursing services in meeting the spiritual needs of patients and the components of spiritual care and religiosity are recognized as prerequisites for clinical capacity and competence. The current study determined the effect of santri model training on religiosity and spiritual care in nursing students.  Methods: This pre-experimental study was conducted on 75 nursing students at Hafshawaty Zainul Hasan University in Probolinggo, Indonesia, who were selected through non random sampling. Data collection tools are religiosity scale and spiritual care questionnaire SCCS for nursing students. The data obtained were analysed with SPSS20 using descriptive and inferential statistics.  Results: The mean scores of students religiosity and spiritual care before and after were 52,4 to 68 dan 89,3 to 119, respectively. The Wilcoxon test results p=0.00 < α 0,05 show that the santri model training has a positive and significant correlation with student religiosity and spiritual care.  Conclusion The results showed that the higher the level of religiosity and clinical spiritual care, the more spiritual care competence will be developed. Thus, nursing educators and health system managers should provide santri model training to improve the religiosity and spiritual care in nursing to develop their spiritual care competencies.
The Correlation Between Students' Spiritual Care Abilities And Patient Satisfaction ISNAWATI, IIN AINI
Journal of health research and technology Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of health research and techonology
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/jhrt.v4i1.444

Abstract

Background: Spiritual nursing training is one way to improve nursing students' abilities in providing spiritual nursing care to patients. After conducting training using the santri method, there was a proven increase in spiritual intelligence and spiritual care competence. The purpose of this study was to identify the correlation between students' spiritual care abilities and patient satisfaction during their treatment by previously trained nursing students. Methods: This cross-sectional study was conducted on 75 student nursing and 75 patients treated by nursing students, selected through simple random sampling. Data collection tools consisted of questionnaires on satisfaction with spiritual nursing care. The data obtained were analysed using SPSS 20 with descriptive and inferential statistics. Results: The results showed that the average spiritual care ability of students was 119.3 and the average patient satisfaction was 39.4. After performing a correlation test, a p-value of 0.000 was obtained, indicating that there is a significant correlation between students' ability to provide spiritual care and patient satisfaction. Conclusion: The results of this study indicate that there is a correlation between the spiritual care abilities of nursing students and patient satisfaction, and that the higher the level of clinical spiritual care abilities, the greater the patient satisfaction in hospitals. Therefore, nursing institutions and health system administrators should provide santri model training to improve the spiritual care of nursing students and develop their spiritual care competencies in order to increase patient satisfaction.
Hubungan Antara Pemberian Asi Dengan Kejadian Stunting Di Ponkesdes Jatiroto, Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang Tahun 2025 Ayu Latifah; Mutmainnah Zakiyyah; Iin Aini Isnawati; Farianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2028

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu upaya pencegahan utama stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Di wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang, prevalensi stunting masih menjadi perhatian, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara praktik pemberian ASI dan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak di Ponkesdes Jatiroto, wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang tahun 2025. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 49 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mendapatkan ASI parsial (40,83%) dan mengalami stunting ringan (55,11%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI dengan derajat stunting (ρ = 0,000; p < 0,05). Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting sedang hingga berat. Kesimpulannya, pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak. Oleh karena itu, promosi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.
Hubungan Kepatuhan Pola Hidup Sehat Dengan Kejadian Gastritis Dirumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Muhimmatul Lathifa; Roshinta Sony Anggari; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2060

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada mukosa lambung yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti iritasi, infeksi, dan pola makan tidak teratur, seperti telat makan, makan berlebihan, makan terburu-buru, serta mengonsumsi makanan yang banyak bumbu dan rasa pedas. Tujuan penelitian mengindentikasi hubungan pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, khususnya penelitian korelasional. Populasi 25 pasien, sampel pasien dengan gastritisyang periksa dirumah sakit mitra medika,pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengolahan data editimg,coding,tabulating, analisa data menggunakan spearman rank,. Teknik pengambilan sampel menggunakan Spearman rank. Alat pengumpul data kuesioner dan observasi. Gaya hidup sehat adalah pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Gaya hidup sehat adalah sehat dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik dan positif. Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0.000 (< 0.05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Semakin buruk pola hidup seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan terkena gastritis kronis. Sebagian besar pasien gastritis di RS Mitra Medika Bondowoso mengalami gastritis akut, yaitu sebesar 68%. Diharapkan banyak dapat meningkatkan gaya hidup sehat dengan tidak mengonsumsi minuman tinggi kafein, tidak merokok, dan menjaga pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi serta dapat mengikuti diet, berolahraga dan makanan yang sehat yang dianjurkan untuk mencegah kekambuhan gastritis.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Karakteristik Nyeri Pada Lansia Penderita Low Back Pain Di Desa Krampilan Besuk Heni Wahyuni; Achmad Kusyairi; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2129

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia, terutama akibat aktivitas fisik yang tidak ergonomis. Aktivitas fisik yang berlebihan atau kurang dapat memperburuk kondisi nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 56 lansia penderita Low back pain diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner PAL (physical activity level) untuk aktivitas fisik dan asessement nyeri untuk karakteristik nyeri. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan dari 56 responden yang melakukan aktivitas fisik berat sebanyak 27 responden (48.2%), penyebab nyeri postur tubuh yang buruk sebanyak 22 responden (39.3%), frekuensi nyeri sering sebanyak 24 responden (24.9%), Lokasi nyeri pada pinggang kanan dan kiri sebanyak 25 responden (44.6%), intensitas nyeri sedang sebanyak 35 responden (62.5%), dan waktu nyeri di pagi hari sebanyak 28 rsponden (50%). Sehingga dapat di simpulkan bahwa adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk, dengan nilai (p value = < 0,000 dengan nilai α = < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik nyeri pada lansia dengan low back pain sangat dipengaruhi oleh kualitas dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan. bahwa Aktivitas fisik yang tidak sesuai, baik terlalu berat maupun terlalu ringan, dapat memperburuk karakteristik nyeri seperti frekuensi, lokasi, intensitas, dan waktu kemunculan nyeri.
Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke : The Effect of Pelvic Stability Training Therapy on Muscle Strength in Post-Stroke Patients Putri, Yuke Ambarwati; Hartono, Dodik; Isnawati, Iin Aini; Suhari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.214

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan fisik yang dapat menurunkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional pasien. Salah satu intervensi rehabilitatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot pasca stroke adalah Pelvic Stability Training, latihan ini berfokus pada kestabilan otot-otot panggul untuk menunjang aktivitas gerak tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training Terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke di Ruang Asoka RSUD dr. Haryoto Lumajang. . Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pasien dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi Pelvic Stability Training, seluruh pasien pasca stroke berada pada kategori kekuatan otot skala 3 (100%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yaitu sebagian besar berada pada skala 4 (65%). Hasil uji satistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< α = 0,05), ada pengaruh signifikan terapi Pelvic Stability Training terhadap peningkatan kekuatan otot pasien pasca stroke Kesimpulan: Pelvic Stability Training memiliki potensi sebagai intervensi rehabilitatif yang efektif dari program terapi rutin dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien pasca stroke.
Pengaruh Pijat Bayi Menggunakan Kombinasi Sunflower Oil Dan Musik Lullaby Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan : The Effect of Infant Massage Using a Combination of Sunflower oil and Lullaby Music on Improving Sleep Quality in Infants Aged 0–12 Months at Fitri BabySpa Lumajang Sari, Djia Retno; Kusyairi, Achmad; Sulistyono, R. Endro; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.215

Abstract

Pendahuluan: Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi kualitas tidur. Gangguan tidur dapat berdampak negatif pada proses tumbuh kembang, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Salah satu metode yang terbukti bermanfaat adalah pijat bayi menggunakan minyak bunga matahari (Sunflower oil) yang dipadukan dengan musik lullaby. Kombinasi ini memberikan efek relaksasi sekaligus menutrisi kulit, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pijat bayi menggunakan Sunflower oil diringi musik lullaby terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan di Fitri BabySpa  Lumajang. Metode: Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 98 bayi dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi pengunjung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan sebelum intervensi 80,6% bayi mengalami gangguan tidur ringan, namun setelah pijat dengan kombinasi tersebut 93,9% bayi tidak lagi mengalami gangguan tidur. Uji Wilcoxon menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menandakan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pijat bayi dengan Sunflower oil diiringi musik lullaby efektif merangsang sistem saraf parasimpatis, menimbulkan relaksasi, memperkuat ikatan emosional melalui sentuhan hangat, sekaligus menstimulasi gelombang otak alfa yang memudahkan bayi tertidur lebih cepat, lebih lama, dan dengan kualitas yang lebih baik.
Efektivitas Kompres Dingin 0,9% NaCl terhadap Skala Edema Periorbital pada Pasien Pasca Kraniotomi di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang: The Effectiveness of 0.9% NaCl Cold Compress on Periorbital Edema Scale in Post-Craniotomy Patients in the ICU of Dr. Haryoto Regional Hospital, Lumajang Kurniawan, Dedy; Kusyairi, Achmad; Sulistyono, R. Endro; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.227

Abstract

Pendahuluan: Prosedur craniotomy dapat menyebabkan edema sementara dan ekimosis pada satu atau dua kelopak mata pasien pascaoperasi. Edema ini dapat mengganggu pemantauan tingkat kesadaran pasien, terutama pada pemeriksaan GCS (Glasgow Coma Scale). Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang efektif untuk mengurangi edema periorbital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% terhadap skala edema periorbital pada pasien post craniotomy. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan non probability sampling dengan metode consecutive sampling, melibatkan 34 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur menggunakan skala edema periorbital (Hossam Elsisi, 2019). Data dianalisis menggunakan independent sample t-test dengan nilai α = 0,05. Hasil: Responden post craniotomy pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata skala edema sebesar 1,06 dan posttest sebesar 1,71. Sedangkan kelompok eksperimen memiliki pretest 1,47 dan posttest 0,00. Berdasarkan hasil uji independent sample T-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres dingin NaCl 0,9% efektif untuk menurunkan skala edema periorbital pada pasien Post Craniotomy. Kesimpulan: Efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% dalam menurunkan edema periorbital diduga karena efek vasokonstriksi dari suhu dingin yang mempersempit pembuluh darah lokal, sehingga mengurangi aliran cairan interstisial dan pembentukan edema. Selain itu, NaCl 0,9% bersifat isotonik yang membantu menjaga keseimbangan cairan di jaringan periorbital.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Proses Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Lumajang: The Correlation Between Nutritional Status and the Wound Healing Process in Patients with Diabetes Mellitus in the Inpatient Ward of Islamic Hospital of Lumajang Riska, Awalani; Suhari; Rahmat, Nafolion Nur; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.228

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk luka diabetik yang sulit sembuh. Proses penyembuhan luka pada pasien diabetes sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan desain deskriptif korelasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Lumajang, sedangkan sampel berjumlah 30 pasien diabetes mellitus dengan luka yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective Global Assessment (SGA) dan lembar observasi Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk menilai proses penyembuhan luka. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan status gizi baik mengalami proses penyembuhan luka yang lebih cepat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka diabetes mellitus (p-value < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Oleh karena itu, intervensi gizi harus menjadi bagian integral dari perawatan pasien diabetes yang mengalami luka.
Co-Authors Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ahmad Khomaedy Ainul Yaqin Salam Alfariz, Muhammad Alfiatul Alita Octa Ningtias Alwin Widhiyanto Andriyanto Gunawan Wibisono Ardiana, Yosinta Dwi Arif Eka Budiman Ayu Latifah Delia Agustin Devi Rizkiyah Diah Oktavia Ningsih Didit Reza Fahlusi dini ayu lestari Dini Wahyuni Dodik Hartono Dodik Hartono Dr. Ro’isah Eko Imam Prasetyo Elsye Elys Bariroh Fadlilah, Indah Lailatul Fajar Kholid Setiawan Farianingsih Farianingsih, Farianingsih Fatimah, Yuliati Fauziah, Ana Lailatul Grido Handoko Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono H Nur Hamim Handayani, Erna Heni Wahyuni Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Setya Purwiyaningsih Ilda Ima Yulian Handayani Imroatul Maulidah Ayyub Khoiroh, Iswatin Khoiruni, Irma Rizqia Kusyairi, Achmad Lia Herlina Lia Herlina Liana Riskiyatus Sholehah Linda Agustin Marfuah Marfuah Maria Ulfatus Zuhria Mariani Mariani Mariani Moh. S. Guntur Muchammad Andri Maulidin Muh. Audini Mukhlisiddin Muhammad Iqbal Muhimmatul Lathifa Mutiara Anggraeny Mutmainnah Zakiyyah Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Niaga Rahmatullah Nofolion Nur Rahmat Nur Hamim Nur Hamim Nur Hamim Nur ‘Azah Nuraini Nuraini Nurakhmawati, Eva Putri, Yuke Ambarwati R Endro Sulistyono Rahmatullah, Ryan Nur Riska Wati Riska, Awalani Risky Eko Wardana Rizka Yunita Ro'isah Ro'isah Roshinta Sony Anggari Ro‘isah Ro’isah Salsabila Putri Azhari Sanik Waras Sari, Djia Retno Silvia Nur Afkarina Siti Faaradila N.L.M Siti Fatimah Tus Zahroh SITI MARIA ULFA Siti Maryam Siti Nur Afifah Siti Romlah Siti Walidah Dewi Murni Siti Zainab Suhari Suhari Suprabowo, Wahyu Terapi Akupresur Titik Suhartini Usnia, Rovi Uswatun Hasanah Wahyusari, Shinta Wardoyo Wardoyo Widya Addiarto Windra Jayani Windyah susanti Zakariya Adib Yahya Zakiyyah, Muthmainah