Claim Missing Document
Check
Articles

The Correlation Between Students' Spiritual Care Abilities And Patient Satisfaction ISNAWATI, IIN AINI
Journal of health research and technology Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of health research and techonology
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/jhrt.v4i1.444

Abstract

Background: Spiritual nursing training is one way to improve nursing students' abilities in providing spiritual nursing care to patients. After conducting training using the santri method, there was a proven increase in spiritual intelligence and spiritual care competence. The purpose of this study was to identify the correlation between students' spiritual care abilities and patient satisfaction during their treatment by previously trained nursing students. Methods: This cross-sectional study was conducted on 75 student nursing and 75 patients treated by nursing students, selected through simple random sampling. Data collection tools consisted of questionnaires on satisfaction with spiritual nursing care. The data obtained were analysed using SPSS 20 with descriptive and inferential statistics. Results: The results showed that the average spiritual care ability of students was 119.3 and the average patient satisfaction was 39.4. After performing a correlation test, a p-value of 0.000 was obtained, indicating that there is a significant correlation between students' ability to provide spiritual care and patient satisfaction. Conclusion: The results of this study indicate that there is a correlation between the spiritual care abilities of nursing students and patient satisfaction, and that the higher the level of clinical spiritual care abilities, the greater the patient satisfaction in hospitals. Therefore, nursing institutions and health system administrators should provide santri model training to improve the spiritual care of nursing students and develop their spiritual care competencies in order to increase patient satisfaction.
Hubungan Antara Pemberian Asi Dengan Kejadian Stunting Di Ponkesdes Jatiroto, Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang Tahun 2025 Ayu Latifah; Mutmainnah Zakiyyah; Iin Aini Isnawati; Farianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2028

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu upaya pencegahan utama stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Di wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang, prevalensi stunting masih menjadi perhatian, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara praktik pemberian ASI dan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak di Ponkesdes Jatiroto, wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang tahun 2025. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 49 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mendapatkan ASI parsial (40,83%) dan mengalami stunting ringan (55,11%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI dengan derajat stunting (ρ = 0,000; p < 0,05). Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting sedang hingga berat. Kesimpulannya, pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak. Oleh karena itu, promosi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.
HUBUNGAN ANTARA PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN PELEPASAN TALI PUSAT Fauziah, Ana Lailatul; Isnawati, Iin Aini; Zakiyyah, Muthmainah; Farianingsih, Farianingsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53300

Abstract

Infeksi tali pusat masih menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di dunia, termasuk kasus Tetanus Neonatorum yang di Indonesia masih ditemukan, khususnya di Provinsi Jawa Timur.World Health Organization (WHO), mencatat sekitar 560.000 kematian bayi setiap tahun disebabkan oleh infeksi tali pusat. Jawa Timur memiliki jumlah kasus Tetanus Neonatorum tertinggi di Indonesia, menurut Profil Kesehatan Tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perawatan tali pusat dilakukan dan kapan bayi baru lahir di PMB Ririn Kabupaten Lumajang pada tahun 2025. Penelitian dilakukan melalui desain survei analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir di PMB Ririn dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah cara perawatan tali pusat, sedangkan variabel dependen adalah waktu pelepasan tali pusat. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bayi dengan perawatan tali pusat sesuai prosedur, 13,3% mengalami pelepasan cepat, 53,3% pelepasan normal, dan 33,3% pelepasan lambat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cara perawatan tali pusat dan waktu pelepasannya (p = 0,000; p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan perawatan tali pusat yang benar berperan penting dalam mendukung pelepasan tali pusat yang optimal dan tepat waktu pada bayi baru lahir sebagai upaya pencegahan komplikasi infeksi.
Pemberdayaan Santri Melalui Pojok Konseling Dalam Pencegahan Bullying Di Pondok Pesantren Iin Aini Isnawati; Rizka Yunita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 : Mei (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence starts from the age of 11 – 20 years and is divided into 3 phases, namely: Early phase (11-14 years), Middle phase (15-17 years) and late adolescent phase (18-20 years). Some teenagers show their identity with aggressive behavior in order to be accepted by the group. The form of aggressiveness that is most often carried out by teenagers is verbal aggressiveness. Several studies show that teenagers who engage in verbal aggressiveness have low levels of satisfaction, poor family backgrounds, and low self-esteem. Case data from 2011 to 2019 for bullying was 2,473 cases, with an increasing trend. The aim of this service is to use counseling corner intervention and also reduce verbal aggressiveness, by forming a peer group model that has been previously established with and supporting facilities, this room is used for peer groups to identify problems and also provide solutions to perpetrators and victims of bullying. . The result of this activity was a decrease in the number of students who carried out and were victims of bullying in Islamic boarding schools from 125 students who felt bullied in the last 3 months to 10 children who had problems with friends and this had an impact on students' activeness in participating in activities and also in behaving with her friends. This counseling activity needs to be followed up as a means of support in monitoring and developing students in behaving and politely in Islamic boarding schools.
Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke : The Effect of Pelvic Stability Training Therapy on Muscle Strength in Post-Stroke Patients Yuke Ambarwati Putri; Dodik Hartono; Iin Aini Isnawati; Suhari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.214

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan fisik yang dapat menurunkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional pasien. Salah satu intervensi rehabilitatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot pasca stroke adalah Pelvic Stability Training, latihan ini berfokus pada kestabilan otot-otot panggul untuk menunjang aktivitas gerak tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training Terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke di Ruang Asoka RSUD dr. Haryoto Lumajang. . Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pasien dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi Pelvic Stability Training, seluruh pasien pasca stroke berada pada kategori kekuatan otot skala 3 (100%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yaitu sebagian besar berada pada skala 4 (65%). Hasil uji satistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< α = 0,05), ada pengaruh signifikan terapi Pelvic Stability Training terhadap peningkatan kekuatan otot pasien pasca stroke Kesimpulan: Pelvic Stability Training memiliki potensi sebagai intervensi rehabilitatif yang efektif dari program terapi rutin dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien pasca stroke.
Pengaruh Pijat Bayi Menggunakan Kombinasi Sunflower Oil Dan Musik Lullaby Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan : The Effect of Infant Massage Using a Combination of Sunflower oil and Lullaby Music on Improving Sleep Quality in Infants Aged 0–12 Months at Fitri BabySpa Lumajang Djia Retno Sari; Achmad Kusyairi; R. Endro Sulistyono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.215

Abstract

Pendahuluan: Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi kualitas tidur. Gangguan tidur dapat berdampak negatif pada proses tumbuh kembang, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Salah satu metode yang terbukti bermanfaat adalah pijat bayi menggunakan minyak bunga matahari (Sunflower oil) yang dipadukan dengan musik lullaby. Kombinasi ini memberikan efek relaksasi sekaligus menutrisi kulit, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pijat bayi menggunakan Sunflower oil diringi musik lullaby terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan di Fitri BabySpa  Lumajang. Metode: Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 98 bayi dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi pengunjung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan sebelum intervensi 80,6% bayi mengalami gangguan tidur ringan, namun setelah pijat dengan kombinasi tersebut 93,9% bayi tidak lagi mengalami gangguan tidur. Uji Wilcoxon menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menandakan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pijat bayi dengan Sunflower oil diiringi musik lullaby efektif merangsang sistem saraf parasimpatis, menimbulkan relaksasi, memperkuat ikatan emosional melalui sentuhan hangat, sekaligus menstimulasi gelombang otak alfa yang memudahkan bayi tertidur lebih cepat, lebih lama, dan dengan kualitas yang lebih baik.
Efektivitas Kompres Dingin 0,9% NaCl terhadap Skala Edema Periorbital pada Pasien Pasca Kraniotomi di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang: The Effectiveness of 0.9% NaCl Cold Compress on Periorbital Edema Scale in Post-Craniotomy Patients in the ICU of Dr. Haryoto Regional Hospital, Lumajang Dedy Kurniawan; Achmad Kusyairi; R. Endro Sulistyono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.227

Abstract

Pendahuluan: Prosedur craniotomy dapat menyebabkan edema sementara dan ekimosis pada satu atau dua kelopak mata pasien pascaoperasi. Edema ini dapat mengganggu pemantauan tingkat kesadaran pasien, terutama pada pemeriksaan GCS (Glasgow Coma Scale). Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang efektif untuk mengurangi edema periorbital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% terhadap skala edema periorbital pada pasien post craniotomy. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan non probability sampling dengan metode consecutive sampling, melibatkan 34 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur menggunakan skala edema periorbital (Hossam Elsisi, 2019). Data dianalisis menggunakan independent sample t-test dengan nilai α = 0,05. Hasil: Responden post craniotomy pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata skala edema sebesar 1,06 dan posttest sebesar 1,71. Sedangkan kelompok eksperimen memiliki pretest 1,47 dan posttest 0,00. Berdasarkan hasil uji independent sample T-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres dingin NaCl 0,9% efektif untuk menurunkan skala edema periorbital pada pasien Post Craniotomy. Kesimpulan: Efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% dalam menurunkan edema periorbital diduga karena efek vasokonstriksi dari suhu dingin yang mempersempit pembuluh darah lokal, sehingga mengurangi aliran cairan interstisial dan pembentukan edema. Selain itu, NaCl 0,9% bersifat isotonik yang membantu menjaga keseimbangan cairan di jaringan periorbital.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Proses Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Lumajang: The Correlation Between Nutritional Status and the Wound Healing Process in Patients with Diabetes Mellitus in the Inpatient Ward of Islamic Hospital of Lumajang Awalani Riska; Suhari; Nafolion Nur Rahmat; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.228

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk luka diabetik yang sulit sembuh. Proses penyembuhan luka pada pasien diabetes sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan desain deskriptif korelasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Lumajang, sedangkan sampel berjumlah 30 pasien diabetes mellitus dengan luka yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective Global Assessment (SGA) dan lembar observasi Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk menilai proses penyembuhan luka. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan status gizi baik mengalami proses penyembuhan luka yang lebih cepat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka diabetes mellitus (p-value < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Oleh karena itu, intervensi gizi harus menjadi bagian integral dari perawatan pasien diabetes yang mengalami luka.
Pengaruh Edukasi Media Visual Perilaku Cerdik Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi di Era Integrasi Layanan Primer di Desa Bades Kecamatan Pasirian: The Effect of Visual Media Education on CERDIK Behavior Toward Improving the Quality of Life of Elderly with Hypertension in the Era of Primary Care Integration in Bades Village, Pasirian District Uswatun Hasanah; Alwin Widhiyanto; R. Endro Sulistyono; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.233

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Di era integrasi layanan primer, upaya edukasi berbasis media visual seperti perilaku CERDIK menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan pemahaman serta kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media visual perilaku CERDIK terhadap peningkatan kualitas hidup lansia hipertensi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia hipertensi sebanyak 65 orang, dan sebanyak 46 responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori sedang (67,4%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 91,3%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -4,359 dengan p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi media visual perilaku CERDIK efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi, sejalan dengan teori bahwa pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik lansia dapat meningkatkan kesadaran dan pengelolaan penyakit secara mandiri.
Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi Perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang : Correlation between Spirituality And Self efficacy on Resilience Emergency Nurse of Public Hospital of dr. Haryoto Lumajang Yuliati Fatimah; Iin Aini Isnawati; Suhari; Erna Handayani
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.234

Abstract

Pendahuluan: Resiliensi adalah kemampuan mengendalikan diri, menyelesaikan masalah dengan baik, dan mampu mengelola stres dengan mengubah cara berpikir ketika menghadapi masalah sehingga dapat menggunakan cara-cara yang efektif untuk bertahan hidup. Untuk memiliki kemampuan Resiliensi  salah satunya diharapkan memiliki tingkat spiritualitas dan self efficacy yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat Spiritualitas dan self efficacy terhadap resiliensi perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan responden perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang sebanyak 20 responden, metode pengambilan sample yaitu total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan di analisis dengan menggunakan spearman rho. Hasil: Berdasarkan hasil data didapatkan Spiritualitas sedang sebanyak 16 (80%) responden dan spritualitas tinggi ada 4 (20%) responden, sedangkan Self efficacy dan Resiliensi semuanya menunjukkan hasil tingkat tinggi yaitu 20 (100%) responden. Data Analisis menggunakan spearman rho di dapatkan nilai p X1 terhadap Y 0,008 < 0,05 dan X2  terhadap Y <0,001 yang artinya H1 diterima, sehingga ada Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi  Perawat IGD  RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kesimpulan: Hasil penelitian ini ada Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi  Perawat IGD  RSUD dr. Haryoto Lumajang, disarankan kepada rumah sakit untuk memberikan jadwal bimbingan spiritual atau pelathan emosi untuk meningkatkan relisiensi perawat  atau petugas lainnya.
Co-Authors Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Kusyairi Achmad Ahmad Khomaedy Ainul Yaqin Salam Ainul Yaqin Salam Alfariz, Muhammad Alfiatul Alita Octa Ningtias Alwin Widhiyanto Andriyanto Gunawan Wibisono Ardiana, Yosinta Dwi Arif Eka Budiman Awalani Riska Ayu Latifah Dedy Kurniawan Delia Agustin Devi Rizkiyah Diah Oktavia Ningsih Didit Reza Fahlusi dini ayu lestari Dini Wahyuni Djia Retno Sari Dodik Hartono Dodik Hartono Dodik Hartono Dr. Ro’isah Eko Imam Prasetyo Elsye Elys Bariroh Erlina Isnaini Erna Handayani Fadlilah, Indah Lailatul Fajar Kholid Setiawan Farianingsih Farianingsih, Farianingsih Fauziah, Ana Lailatul Grido Handoko Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono Grido Handoko Sriyono H Nur Hamim Heni Wahyuni Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Setya Purwiyaningsih Ilda Ima Yulian Handayani Imroatul Maulidah Ayyub Khoiroh, Iswatin Khoiruni, Irma Rizqia Lia Herlina Lia Herlina Liana Riskiyatus Sholehah Linda Agustin Marfuah Marfuah Maria Ulfatus Zuhria Mariani Mariani Moh. S. Guntur Muchammad Andri Maulidin Muh. Audini Mukhlisiddin Muhammad Iqbal Muhimmatul Lathifa Murifatul Munawarah Mutiara Anggraeny Mutmainnah Zakiyyah Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Niaga Rahmatullah Nofolion Nur Rahmat Nur Hamim Nur Hamim Nur Hamim Nur Hamim Nuraini Nuraini Nurakhmawati, Eva R Endro Sulistyono Rahmatullah, Ryan Nur Riska Wati Risky Eko Wardana Rizka Yunita Rizka Yunita Ro'isah Ro'isah Roshinta Sony Anggari Ro‘isah Ro’isah Salsabila Putri Azhari Sanik Waras Silvia Nur Afkarina Siti Faaradila N.L.M Siti Fatimah Tus Zahroh Siti Mabruroh SITI MARIA ULFA Siti Maryam Siti Nur Afifah Siti Romlah Siti Walidah Dewi Murni Siti Zainab Suhari Suhari Suhartini, Titik Suprabowo, Wahyu Terapi Akupresur Usnia, Rovi Uswatun Hasanah Wahyusari, Shinta Wardoyo Wardoyo Widya Addiarto Windra Jayani Windyah susanti Yuke Ambarwati Putri Yuliati Fatimah Zainal Abidin Zainal Arifin Zakariya Adib Yahya Zakiyyah, Muthmainah