Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB DALAM MEMBANGUN PEMERINTAHAN ISLAM Ira Septi Sulistiana; Achmad Maftuh Sujana; Illa Rohillah; Lilis Sulistiani; Anisa Fitriani
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of Caliph Umar ibn al-Khattab in building the Islamic government through a historical approach and descriptive analysis of the strategic policies he implemented. The research highlights how Umar developed a systematic administrative structure by establishing the diwan, organizing territorial divisions, and appointing governors based on strict standards of integrity. It also explores Umar’s economic reforms, including tax management, the development of the baitul mal, and the regulation of conquered lands aimed at promoting public welfare. Furthermore, this study discusses his contributions to military organization, contextual legal reforms, and social policies that protected vulnerable groups within society. The findings indicate that Umar ibn al-Khattab successfully laid the foundation for a strong, stable, and sustainable Islamic government, providing a governance model that remains relevant for modern administrative systems.
Dinamika Tradisi Islam dari Periode Klasik Menuju Era Modern Devia Awaliah Zahrani, Devia; Achmad Maftuh Sujana, Maftuh; Alifa Nayla Alfarafisyah, Nayla; Dwi Rachmi Ramadhani, Dwi; Muhammad Ilham Fani, Ilham
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rzrd7g94

Abstract

Perkembangan tradisi Islam dari periode klasik menuju era modern menunjukkan dinamika yang kompleks, melibatkan transformasi intelektual, sosial, dan budaya dalam menjawab tantangan zaman. Tradisi Islam klasik yang kuat secara spiritual dan intelektual mengalami adaptasi melalui pembaharuan tanpa meninggalkan esensi ajaran dasarnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka untuk menelaah kontinuitas dan perubahan tradisi Islam dalam konteks modernitas. Hasilnya menunjukkan bahwa sintesis antara pemikiran Islam klasik dan modernitas menjadi kunci keberhasilan revitalisasi peradaban Islam, termasuk dalam pendidikan dan praktik keagamaan yang semakin inklusif dan kontekstual. Dinamika ini penting untuk menjaga relevansi tradisi Islam sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan masyarakat modern yang berkeadilan dan inklusif
PERAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB DALAM MEMBANGUN PEMERINTAHAN ISLAM Ira Septi Sulistiana; Achmad Maftuh Sujana; Illa Rohillah; Lilis Sulistiani; Anisa Fitriani
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of Caliph Umar ibn al-Khattab in building the Islamic government through a historical approach and descriptive analysis of the strategic policies he implemented. The research highlights how Umar developed a systematic administrative structure by establishing the diwan, organizing territorial divisions, and appointing governors based on strict standards of integrity. It also explores Umar’s economic reforms, including tax management, the development of the baitul mal, and the regulation of conquered lands aimed at promoting public welfare. Furthermore, this study discusses his contributions to military organization, contextual legal reforms, and social policies that protected vulnerable groups within society. The findings indicate that Umar ibn al-Khattab successfully laid the foundation for a strong, stable, and sustainable Islamic government, providing a governance model that remains relevant for modern administrative systems.
Analisis Perang Jamal dan Shiffin Pada Masa Kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib Ernike Fatih; Achmad Maftuh Sujan; Siti Salsabila Kamilia; Maharani Salsabila; Sabila Khaerani Putri
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17982897

Abstract

Penelitian ini membahas konflik besar pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, khususnya Perang Jamal dan Perang Shiffin, yang menjadi puncak perpecahan politik awal dalam sejarah Islam. Kajian ini dilakukan karena masih kurangnya pembahasan yang menyoroti akar penyebab konflik secara komprehensif, terutama terkait tuntutan qishash, penolakan baiat, dan pengaruh kepentingan politik elite. Penelitian bertujuan untuk memahami sistem pemerintahan Ali, menganalisis latar belakang kedua perang, serta menelaah peran ambisi politik dalam memicu perang saudara. Menggunakan teori kepemimpinan Islam serta metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah dan hermeneutika, penelitian ini menelusuri sumber-sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi keadilan, penataan jabatan, dan kebijakan pemerataan yang diterapkan Ali memunculkan resistensi dari kelompok-kelompok berpengaruh sehingga mendorong terjadinya konflik yang berdampak luas terhadap persatuan umat
DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DARI MASA KLASIK SAMPAI ERA DIGITAL MODERN devia awaliah zahrani, devia; Achmad Maftuh Sujana, Maftuh; Alifa Nayla Alfarafisyah, Nayla; Dwi Rachmi Ramadhani, Dwi; Muhammad Ilham Fani, Ilham
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v14i2.1926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika pendidikan Islam dari masa klasik hingga era digital modern melalui pendekatan studi pustaka. Pendidikan Islam sejak awal telah mengalami perkembangan signifikan, mulai dari sistem sederhana pada masa Nabi, berkembang menjadi lembaga-lembaga ilmiah pada era klasik, hingga mengalami pembaruan struktural dan kurikulum pada era modern. Memasuki era digital, pendidikan Islam menghadapi perubahan besar dalam metode pembelajaran, akses sumber belajar, serta relasi antara guru dan peserta didik. Data penelitian diperoleh dari literatur primer dan sekunder, termasuk karya pemikir Islam klasik, pemikiran modern, serta jurnal nasional lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan Islam selalu mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya. Integrasi teknologi digital memperluas akses pembelajaran, namun juga menghadirkan tantangan terkait literasi digital, otoritas keilmuan, dan validitas sumber. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan Islam merupakan proses berkelanjutan yang menghubungkan tradisi keilmuan klasik dengan kebutuhan masyarakat modern dan perkembangan teknologi kontemporer.
Etika Kepemimpinan Islam dan Fenomena Nepotisme: Studi Kualitatif atas Kebijakan Khalifah Utsman bin Affan Fitriyani; Achmad Maftuh Sujana; Lestari; Muhamad Wildan Septiana; Putra Panjalu
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 3 (2025): Thirteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i3.884

Abstract

Penelitian ini membahas tentang etika kepemimpinan Islam dan fenomena nepotisme pada masa Khalifah Utsman bin Affan dengan menggunakan metode studi pustaka (library research) dan pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji tuduhan nepotisme yang diarahkan kepada Utsman serta menganalisisnya berdasarkan prinsip-prinsip etika kepemimpinan dalam Islam seperti keadilan (al-‘adl), amanah (al-amānah), dan musyawarah (asy-syūrā). Data diperoleh dari berbagai literatur klasik dan modern yang relevan, termasuk kitab sejarah, jurnal ilmiah, dan sumber normatif Al-Qur’an serta Hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Utsman dalam mengangkat kerabatnya bukanlah bentuk nepotisme negatif, melainkan keputusan rasional dan strategis yang didasari oleh pertimbangan kompetensi, loyalitas, serta tanggung jawab terhadap kestabilan pemerintahan Islam. Tuduhan nepotisme terhadap beliau lebih bersifat politis dan berakar pada konflik sosial yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah persatuan umat Islam.
Perjalanan Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah dan Warisannya bagi peradaban Islam Asih Purnama; Achmad Maftuh Sujana; Mufidah Hayati Nufus; Ummu Salamah; Irfan Khaeruji
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 3 (2025): Thirteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i3.885

Abstract

Penelitian ini membahas kepemimpinan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat dalam sejarah Islam dan pengaruhnya terhadap pembentukan peradaban Islam. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai kepemimpinan Ali yang berlandaskan pada keadilan, kesederhanaan, ilmu pengetahuan, dan spiritualitas, serta relevansinya terhadap tata pemerintahan dan etika sosial umat Islam masa kini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap sumber-sumber klasik seperti Nahjul Balaghah dan karya sejarah Islam, serta referensi kontemporer yang mendukung analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib berkontribusi besar terhadap perkembangan hukum Islam, pendidikan, dan moral publik. Prinsip keadilan, amanah, dan kesetaraan yang ia terapkan menjadi dasar penting dalam membangun sistem pemerintahan yang berintegritas dan berkeadaban. Nilai-nilai ini tetap relevan untuk diadaptasi dalam menghadapi tantangan kepemimpinan modern di dunia Islam.
Pengaruh Peradaban Islam terhadap Kebangkitan Intelektual Eropa Annisa Ainurrohmah; Achmad Maftuh Sujana; Puput Sri Sukmana; Siti Yuniawati; Siti Maysarah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 3 (2025): Thirteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i3.886

Abstract

This study aims to analyze the influence of Islamic civilization on the intellectual awakening of Europe through a qualitative approach using library research. Based on historical and scholarly literature, the findings reveal that the Islamic world played a central role in shaping Europe’s intellectual transformation, particularly through the transmission of knowledge from major centers such as Baghdad, Andalusia, and the Latin Translation Movement in Toledo. These contributions include the development of scientific methodology, philosophical rationalism, mathematical sciences, clinical medicine, experimental optics, and institutionalized learning that later became the foundation of modern universities. Intellectual values such as rationality, multicultural openness, and experimental tradition significantly influenced European thought during the Scholastic and Pre-Renaissance eras. The study concludes that Europe’s intellectual revival cannot be separated from the substantial contributions of Islamic civilization, which served as a bridge between classical knowledge and modern science. This research provides a comprehensive understanding of inter-civilizational dynamics in the history of scientific development.
Perkembangan sejarah dan kejayaan peradaban Islam dari masa Nabi hingga Dinasti Abbasiyah Hasna Humairoh; Achmad Maftuh Sujana; Sri Soimah; Desi Dahliani; Firda Hidayah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.890

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan sejarah dan kejayaan peradaban Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga masa Dinasti Abbasiyah. Kajian ini bertujuan untuk memahami proses terbentuknya peradaban Islam dari aspek dakwah, politik, sosial, dan intelektual yang berkembang selama lebih dari enam abad. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelusuri berbagai sumber literatur klasik dan modern yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap periode memiliki peran penting dalam membangun fondasi peradaban Islam. Masa Nabi SAW menjadi awal pembentukan nilai moral dan sosial, masa Khulafaur Rasyidin memperkuat sistem pemerintahan dan persatuan umat, masa Dinasti Umayyah menandai ekspansi politik dan penyebaran budaya Islam, sedangkan masa Dinasti Abbasiyah menjadi puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Keseluruhan perjalanan sejarah ini mencerminkan bahwa kemajuan Islam bersumber dari sinergi antara keimanan, ilmu, dan keadilan yang menjadi dasar lahirnya peradaban yang agung.
Model Kepemimpinan Berkeadilan Umar bin Khattab sebagai solusi terhadap krisis integritas pemimpin masa kini Ratu Mustarsyiddah; Achmad Maftuh Sujana; Syifaul Kolbi; Muhammad Fardan Rabbani
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.891

Abstract

Penelitian ini membahas tentang model kepemimpinan berkeadilan Umar bin Khattab sebagai solusi konseptual dan moral terhadap krisis integritas pemimpin masa kini. Krisis integritas yang melanda berbagai sektor pemerintahan modern ditandai oleh praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan hilangnya orientasi moral pemimpin. Melalui pendekatan studi literatur (library research) dengan analisis deskriptif-kualitatif, penelitian ini menelaah nilai-nilai dasar kepemimpinan Umar bin Khattab seperti keadilan (‘adl), amanah, zuhud, dan tanggung jawab sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesederhanaan dan ketegasan Umar dalam menegakkan keadilan menjadi fondasi kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam konteks kepemimpinan modern guna membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, teladan Umar bin Khattab dapat menjadi paradigma kepemimpinan yang mengintegrasikan kekuatan moral, spiritual, dan etika sosial dalam menghadapi tantangan zaman.
Co-Authors Abdilah, Aida Abdiyatuzzahro, Devi Abel Octavia Suman Abel Octavia Suman Ade Ika Ahadiyah Adhika Abdu Nuryanditra Aditya Firmansyah Ahmad Lathif Aidil Fitra L Aidil Fitra Lubis Aisyah Zahratunnisa Al Ayyubi, Shalahuddin Alawiah, Tuti Alifa Nayla Alfarafisyah, Nayla Amalia, Aam Ananda Josafi, Khairi Anisa Fitriani Annisa Ainurrohmah Apdilla, Raya Apriani Sri Mulyani Asih Purnama Askohar, Askohar Aufal Syahrul Abror, Muhammad Aziz, Muhammad Ijlal Azwa Naila Fath Bella Amelia Burhanuddin Burhanudin Burhanudin Chaerul Rahman, Muhammad Dayani, Subhan Rizki Dea Safitri Dea Safitri Desi Dahliani Desty Malika Devia Awaliah Zahrani, Devia Dian Falahdita Dian Kartika Dini Handayani Dwi Rachmi Ramadhani, Dwi Ernike Fatih EVA SYARIFAH WARDAH Fakhrudin, Irfan Fatiyatur Rahmah Fatmatu Haerunnisa Firda Hidayah Fitriyani Haidar Syadad Hailala Najwa Isba Hakim, Faiha Kamila Kharisma Haliza Alifia Ifada Hanifa Rahmatunnisa Hanifa Rahmatunnisa Hanifara Dyasti Rahayu Hasna Humairoh Heni Fitrotul Zulhizah Hikam, Muhammad Wifqil Ikram Barman Maulana Sya'ban Illa Rohillah Ilma Yuliyana Ira Septi Sulistiana Irfan Khaeruji ISABELA Karania, Rahma Azhar Khoirul Anisa Latifah Fitria Leni Amelia Lestari Lia Anggraeni, Lia Lilis Sulistiani M, Iqbal Hidayat M. Yogi Riyantama Isjoni Maftuh Ajmain Maharani Salsabila Makhbul Hudori, Raudho Maretha Nur Fadilah Mildan, Jidan Mufidah Hayati Nufus Muflihah, Elya Muhamad Kosim Muhamad Rezky Muhamad Wildan Septiana Muhamad Zainal Arifin Muhammad Azka Nabhan Muhammad Eka Anwaril Ikhsan Muhammad Fardan Rabbani Muhammad Ilham Fani, Ilham Muhammad Rafli Zakaria Mutia Fadhilah Nabil, M. Hasbi Nadiyatu Rahmah Nafisa Dwi Suryaningtias Nailah Rahmania Najmudin Nasywa Khairunnisa Nawawi, Taosyekh Nita Nirmalasari Nurelizah Nurelizah Puput Sri Sukmana Putra Panjalu Putri, Eka Dalilah Qoulan Sadida Raditya Pangestu Raihanuddin, M. Ramadhan, Fairuz Kenzy Ramadhan, Ibnu Daffa Rani Wulandari Ratu Mustarsyiddah Reyinita Damayanti Rifal Saefudin Riffati Hikmi Mori Ritonga, Mhd Juniawan Rosyidah Sabila Khaerani Putri Sabila Sofiannisa Saeful Iskandar Seliyana Heryani Shelsie Amalia Putri Siti Khofifah Siti Maysarah Siti Nuria Hidayati Siti Salsabila Kamilia Siti Yuniawati Sofiatunnaziah, Sofiatunnaziah Sri Soimah Suhanda, Iyu Ibda Amaria Syifaul Kolbi TATI ROHAYATI Tausiyah, Dalilah Tuti Alawiyah Ummu Salamah Yunan Fahri R Zahroni Zahroni Zainul Arifin