Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB DALAM MEMBANGUN PEMERINTAHAN ISLAM Ira Septi Sulistiana; Achmad Maftuh Sujana; Illa Rohillah; Lilis Sulistiani; Anisa Fitriani
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of Caliph Umar ibn al-Khattab in building the Islamic government through a historical approach and descriptive analysis of the strategic policies he implemented. The research highlights how Umar developed a systematic administrative structure by establishing the diwan, organizing territorial divisions, and appointing governors based on strict standards of integrity. It also explores Umar’s economic reforms, including tax management, the development of the baitul mal, and the regulation of conquered lands aimed at promoting public welfare. Furthermore, this study discusses his contributions to military organization, contextual legal reforms, and social policies that protected vulnerable groups within society. The findings indicate that Umar ibn al-Khattab successfully laid the foundation for a strong, stable, and sustainable Islamic government, providing a governance model that remains relevant for modern administrative systems.
Dinamika Tradisi Islam dari Periode Klasik Menuju Era Modern Devia Awaliah Zahrani, Devia; Achmad Maftuh Sujana, Maftuh; Alifa Nayla Alfarafisyah, Nayla; Dwi Rachmi Ramadhani, Dwi; Muhammad Ilham Fani, Ilham
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rzrd7g94

Abstract

Perkembangan tradisi Islam dari periode klasik menuju era modern menunjukkan dinamika yang kompleks, melibatkan transformasi intelektual, sosial, dan budaya dalam menjawab tantangan zaman. Tradisi Islam klasik yang kuat secara spiritual dan intelektual mengalami adaptasi melalui pembaharuan tanpa meninggalkan esensi ajaran dasarnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka untuk menelaah kontinuitas dan perubahan tradisi Islam dalam konteks modernitas. Hasilnya menunjukkan bahwa sintesis antara pemikiran Islam klasik dan modernitas menjadi kunci keberhasilan revitalisasi peradaban Islam, termasuk dalam pendidikan dan praktik keagamaan yang semakin inklusif dan kontekstual. Dinamika ini penting untuk menjaga relevansi tradisi Islam sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan masyarakat modern yang berkeadilan dan inklusif
“Ritual 12 Mulud Golok Ciomas: Akulturasi Islam dan Tradisi Lokal” Siti Imeliya; Heni Fitrotul Zulhizah; Sri Hastuti; Sofiatunnaziah; Ratna Sari; Achmad Maftuh Sujana
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6302

Abstract

Golok Ciomas merupakan salah satu warisan budaya takbenda khas Banten yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan sosial yang signifikan. Lebih dari sekadar alat atau senjata tradisional, golok ini merefleksikan identitas, kehormatan, serta simbol perlawanan masyarakat terhadap kekuatan kolonial. Penelitian ini bertujuan menelusuri sejarah dan asal-usul Golok Ciomas, mengkaji makna filosofis “kekuatan genggaman” yang meliputi aspek fisik, mental, dan spiritual, serta menguraikan kedudukan golok sebagai lambang kehormatan dalam struktur sosial masyarakat Banten. Selain itu, penelitian juga mencoba memetakan perubahan fungsi Golok Ciomas pada era kontemporer dan membandingkannya dengan berbagai senjata tradisional dari Nusantara maupun luar negeri.  Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan perspektif etnografi budaya. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, serta melibatkan museum, pasar tradisional, dan festival budaya sebagai sumber data tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para empu, tokoh masyarakat, budayawan, dan generasi muda, serta studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan semiotika dan antropologi simbolik, dengan validitas yang diperkuat melalui triangulasi sumber, metode, dan teori.  Hasil penelitian mengungkap bahwa Golok Ciomas memiliki garis sejarah panjang sejak zaman Kesultanan Banten, dan seiring waktu beralih fungsi dari alat pertanian serta senjata perlawanan menjadi artefak budaya sekaligus komoditas dalam industri ekonomi kreatif. Filosofi “kekuatan genggaman” mencerminkan nilai holistik yang menyatukan unsur jasmani, pikiran, dan spiritualitas, sambil menegaskan posisi golok sebagai simbol kehormatan serta solidaritas sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya pelestarian Golok Ciomas melalui kolaborasi antara empu, masyarakat, pemerintah, dan kalangan akademisi agar warisan budaya ini tetap hidup dan bermakna sebagai bagian dari identitas nasional. 
PERAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB DALAM MEMBANGUN PEMERINTAHAN ISLAM Ira Septi Sulistiana; Achmad Maftuh Sujana; Illa Rohillah; Lilis Sulistiani; Anisa Fitriani
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of Caliph Umar ibn al-Khattab in building the Islamic government through a historical approach and descriptive analysis of the strategic policies he implemented. The research highlights how Umar developed a systematic administrative structure by establishing the diwan, organizing territorial divisions, and appointing governors based on strict standards of integrity. It also explores Umar’s economic reforms, including tax management, the development of the baitul mal, and the regulation of conquered lands aimed at promoting public welfare. Furthermore, this study discusses his contributions to military organization, contextual legal reforms, and social policies that protected vulnerable groups within society. The findings indicate that Umar ibn al-Khattab successfully laid the foundation for a strong, stable, and sustainable Islamic government, providing a governance model that remains relevant for modern administrative systems.
Analisis Perang Jamal dan Shiffin Pada Masa Kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib Ernike Fatih; Achmad Maftuh Sujan; Siti Salsabila Kamilia; Maharani Salsabila; Sabila Khaerani Putri
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17982897

Abstract

Penelitian ini membahas konflik besar pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, khususnya Perang Jamal dan Perang Shiffin, yang menjadi puncak perpecahan politik awal dalam sejarah Islam. Kajian ini dilakukan karena masih kurangnya pembahasan yang menyoroti akar penyebab konflik secara komprehensif, terutama terkait tuntutan qishash, penolakan baiat, dan pengaruh kepentingan politik elite. Penelitian bertujuan untuk memahami sistem pemerintahan Ali, menganalisis latar belakang kedua perang, serta menelaah peran ambisi politik dalam memicu perang saudara. Menggunakan teori kepemimpinan Islam serta metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah dan hermeneutika, penelitian ini menelusuri sumber-sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi keadilan, penataan jabatan, dan kebijakan pemerataan yang diterapkan Ali memunculkan resistensi dari kelompok-kelompok berpengaruh sehingga mendorong terjadinya konflik yang berdampak luas terhadap persatuan umat
Kiprah Suryani Thahir dalam Pemberdayaan Perempuan Betawi melalui Majelis Taklim (1970–2006) Muhammad Rafli Zakaria; Achmad Maftuh Sujana
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 7 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i7.8695

Abstract

This article examines the role and contributions of Ustadzah Suryani Thahir in empowering Betawi women through Majelis Taklim (Islamic study groups) in South Jakarta between 1970 and 2006. The study employs historical research methodology, consisting of five main stages: topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. Primary sources were obtained through interviews with the subject’s family members and authentic written documents, while secondary sources were collected through literature review. The findings reveal that Suryani Thahir played a dual role as both a religious preacher and a social mobilizer, actively guiding women in religious, educational, and self-development matters. The Majelis Taklim she led served as a strategic platform for Betawi women to gain religious knowledge and expand their social roles amid the dynamics of an urban society. This study highlights the significance of local female figures in the socio-religious history of Jakarta, particularly in elevating the position of women in public spaces through cultural and religious approaches.