I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi
Universitas Warmadewa

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Bahasa Inggris Pariwisata bagi Para Remaja di Kawasan Wisata Seseh I Nyoman Muliana; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Made Subur; I Made Dwika Hadinata; Putu Ayu Nindya Bintang Oktaviani
Linguistic Community Services Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.5.2.2024.46-51

Abstract

Sejak lima belas tahun terakhir, Seseh telah berkembang menjadi kawasan wisata. Perkembangan ini membawa tantangan, terutama rendahnya kemampuan warga dalam menggunakan bahasa Inggris, yang menghambat daya saing mereka di bidang usaha dan kerja. Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa bekerja sama dengan mitra untuk memberikan solusi melalui pelatihan bahasa Inggris pariwisata bagi empat belas remaja di kawasan tersebut. Fokus pelatihan adalah pada keterampilan berbicara (speaking). Observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan speaking peserta berada pada tingkat dasar, dengan rincian: 2 orang (14,3%) baik, 5 orang (35,7%) cukup, dan 7 orang (50%) kurang. Pelatihan selama dua bulan mencakup kosakata pariwisata dan dua belas fungsi bahasa Inggris untuk pelayanan di bidang ini. Hasil tes akhir menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata skor kemampuan speaking peserta meningkat dari X menjadi Y, dengan persentase peserta yang mencapai level baik meningkat dari 14,3% menjadi Z%. Peningkatan ini menandakan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para remaja, mendukung mereka untuk lebih kompetitif dalam sektor pariwisata.
Improving English Language Skills in Small Business Management in Kungkung I Nyoman Muliana; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Mirsa Umiyati
Linguistic Community Services Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.6.1.2025.8-14

Abstract

The Community Service Program titled "Improving English Proficiency and Promoting Local Cultural Appreciation in Gelgel Village" seeks to address two significant challenges faced by local artisans in Gelgel Village, Klungkung. The first challenge is the limited English language proficiency among the artisans, while the second concerns the growing influence of foreign cultures, brought by both international and domestic tourists, on the younger generation. To enhance English proficiency, the training focuses on "English Functions," an essential aspect of communication with tourists. The Communicative Language Teaching (CLT) method is employed in the training, as it has proven effective in language acquisition. This method emphasizes learner-centered activities, which help increase motivation and engagement, while prioritizing functional communication over the explicit teaching of grammar rules. Furthermore, efforts to preserve local culture are integrated into the program, aiming to raise awareness among artisans about the importance of safeguarding and promoting their cultural heritage. Key topics include understanding local culture, recognizing cultural threats, attitudes toward foreign influences, and strategies for fostering respect and preservation of local traditions. The expected outcomes of this program include a journal article published nationally with an ISSN, media coverage, enhanced competitiveness, the application of scientific and technological advancements, and overall improvements in community values
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pelestarian Kain Tenun Cagcag Sebagai Warisan Budaya di Desa Pejeng Kangin Gianyar Bali Agus Darma Yoga Pratama; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Ni Made Rai Juniariani
Linguistic Community Services Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Linguistic Community Services Journal
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/licosjournal.6.2.2025.55-60

Abstract

Tenun Cagcag is one of Bali's cultural heritage items that holds high aesthetic, historical, and spiritual value. The production of this weaving is carried out traditionally using handlooms (not machines) and is passed down through generations, primarily by Balinese women. The advent of modernization and shifting interests among the younger generation threaten the continuity of weaving skills. One active group in preserving this craft is Kelompok Tenun Merak Mas in Pejeng Kangin Village, Gianyar. This group faces several challenges, such as limited product innovation, conventional marketing methods, and unorganized financial management. On the other hand, there is a market opportunity arising from global trends favoring ethnic products based on local culture. To address these challenges and capitalize on these opportunities, community service activities (PKM) are conducted through an empowerment approach, which includes training in product diversification, creating a visual catalog, enhancing digital literacy, and training in cash flow recording and bilingual marketing promotions. This program supports the preservation of local culture and encourages the strengthening of community economies through innovation and culture-based promotional strategies. The results of this program include improvements in production with a 40% increase in sales, advancements in marketing through the use of social media as a promotional tool featuring product catalogs, and enhancements in business management with established cash flow from sales. The application of technology and innovation, both hard and soft, has proven relevant and can be directly implemented by the partners. Thus, cultural heritage like Tenun Cagcag not only remains preserved but also adapts and competes in the dynamics of the modern market.
Pengajaran ESP Bagi Polisi Pariwisata Di Sekolah Tinggi Polda Bali I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; I Made Astu Mahayana; Ni Nyoman Kertiasih
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.2.2020.67-74

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fungsi bahasa yang digunakan dalam pengajaran polisi pariwisata di Sekolah Polisi Negara Polda Bali. Bahasa yang digunakan diklasifikasikan ke dalam beberapa fungsi. Menurut (Leech, 1993), fungsi bahasa diklasifikasikan menjadi lima fungsi, yaitu: fungsi informatif, ekspresif, direktif, estetik, dan fatik. Sedangkan menurut (Blundell, Higgens, & Middlemiss, 1978) ekspresi dapat berupa 'salam', 'perkenalan', 'bertanya', dan sebagainya. Namun berdasarkan percakapan polisi parwisata, teori harus disajikan berdasarkan pada prosedur yang diterapkan selama percakapan polisi pariwisata, sehingga bisa diterapkan dalam praktik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan beberapa langkah berdasarkan prosedur yang diterapkan oleh polisi pariwisata di lapangan. Pengajarn bahasa Inggris dimulai dari perkenalan diri, percakapan di lalu lintas (menunjuk arah), menerangkan rambu-rambu lalu lintas, dan pelayanan SIM, dengan menggunakan prosedur-prosedur yang diterapkan dalam penelitian ini, ekspresi dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi-fungsi bahasa. Pengajaran bahasa Inggris ESP kepada calon polisi pariwisata perlu diberikan, mengingat calon polisi pariwisata akan berhadapan langusng dengan wisatawan asing di lapangan. Pengenalan terhadap bahasa Inggris ESP masih sangat jarang untuk diberikan. Sehingga, dianggap perlu untuk diberikan pengenalan yang lebih sering dengan cara memberikan pelatihan awal kepada calon polisi pariwisata tersebut. Hal ini diharapkan dapat membantu calon polisi pariwisata yang awalnya hanya memperoleh pelajaran bahasa Inggris umum dapat berkembang dengan materi ESP khusus calon polisi pariwisata.
Pelatihan Penulisan Bahasa Iklan dan Strategi Promosi di Masa Pandemi I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Mirsa Umiyati; Kiki Nurwahyuni
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.2.2021.70-80

Abstract

Pada Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini terdapat dua bidang permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kecil di Jalan Akasia, yaitu bidang mikro dan makro. Ekonomi Mikro biasanya menganalisis masalah ekonomi yang spesifik, contohnya perusahaan atau instansi, sedangkan ekonomi makro biasanya mempelajari masalah-masalah yang lebih rumit, seperti keuangan negara. Permasalahan Mikro yang dihadapi pengusaha kecil di Jalan Akasia yaitu media promosi seperti spanduk rusak dan tidak terawat, kurangnya media atau saran promosi seperti media cetak ataupun online maka solusi yang ditawarkan adalah melakukan perbaikan spanduk serta mendesain serta membuat beberapa media promosi seperti spanduk, logo, brosur, kartu nama maupun WA Bussiness, Facebook dan Instagram. Adapun masalah makro yang dihadapi yaitu kesadaran akan pentingnya bahasa-bahasa iklan sebagai media promosi masih sangat minim, kurangnya kesadaran akan pentingnya menggunakan media cetak maupun berbasis online dalam mempromosikan barang/jasa yang ditawarkan. Maka, solusi dari permasalahan ini yaitu melakukan sosialisasi kepada pedagang mengenai bahasa-bahasa iklan yang bersifat persuasif sebagai medianya.
Co-Authors A.A. I Mas Trisnamayuni A.A. I Mas Trisnamayuni A.A. Sagung Diah Oka Yuniantari A.A.I. Mas Trisnamayuni A.A.Istri Manik Warmadewi Agus Darma Yoga Pratama Agus Darma Yoga Pratama Anak Agung Gede Suarjaya Anak Agung Gede Suarjaya Anak Agung Istri Manik Warmadewi Cahyani, Ni Made Wahyu Suganti Daimond Tavares Rosa Suhartono Daimond Tavares Rosa Suhartono Dewa Ayu Kadek Claria Dewa Ayu Kadek Claria Gede Rasben Dantes Hanny Hafiar I Gede Bagus Axel Putra Martana I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini I Gusti Ayu Agung Sintha Satwika I Gusti Ngurah Adi Rajistha I Ketut Artawa I Made Astu Mahayana I Made Drati Nalantha I Made Dwika Hadinata I Made Dwika Hadinata I Made Mardika I Made Mardika I Nyoman Mardika I Nyoman Muliana I Nyoman Muliana I Nyoman Muliana I Wayan Muliawan I Wayan Pranata Putra Ida Bagus Putra Yadnya Kadek Ayu Ekasani Kadek Silvia Melinda Dewi Kadek Silvia Melinda Dewi Kadek Silvia Melinda Dewi Kadek Yogi Pratama Kadek Yogi Pratama Kadek Yogi Pratama Kiki Nurwahyuni Kiki Nurwahyuni Kiky Nurwahyuni Kuntayuni Kurnianto, Yohanes Tresno Made Sani Damayanthi Muliawa Made Sani Damayanthi Muliawan Made Sani Damayanthi Muliawan Made Sani Damayanthi Muliawan Made Sri Satyawati Made Subur Made Subur Manik Yuliasih, Ni Luh Made Marthin Herci Brand Mirsa Umiyati Ni Kd Sioaji Yamawati Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Eka Candra Yulika Ni Luh Gede Liswahyuningsih Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana Ni Made Rai Juniariani Ni Made Rai Juniariani Ni Made Suwendri Ni Made Suwendri Ni Nyoman Artini Ni Nyoman Kertiasih Ni Putu Meira Purnama Yanti Ni Putu Meira Purnama Yanti Ni Putu Sri Mariyatni Nurwahyuni Kiki Nyoman Ryan Ega Jayendra Pebriyanti, Ni Kadek Wuni Putu Ayu Nindya Bintang Oktaviani Putu Ayu Nindya Bintang Oktaviani Putu Wiraningsih Rahmat Gaho Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Subur, Made Suwendri, Ni Made System, Administrator Tengku Amin Diwan Waruwu Wahyuni, Ni Luh Gede Eka Yonatan E. Laia