p-Index From 2021 - 2026
9.265
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lingua Scientia Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Diglossia Jurnal Arbitrer IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature International Journal of Humanity Studies (IJHS) KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Cultural Studies Apollo Project: Jurnal Ilmiah Program Studi Sastra Inggris Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Yavana Bhasha : Journal of English Language Education Scope: Journal of English Language Teaching Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Management (HUSOCPUMENT) TRAVERSE - Journal of Language and Applied Linguistics Journal of Education Research Jurnal Abdi Dharma Masyarakat Yavana Bhasha: Journal of English Language Education Elysian Journal : English Literature, Linguistics, and Translation Studies LOKATARA SARASWATI SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra Translation and Linguistics Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Masyarakat Desa Adat Putung Menanggulangi Dampak Sosial Pandemi COVID-19 I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini; I Komang Sulatra; Komang Dian Puspita Candra; Ni Nyoman Deni Ariyaningsih
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 3 No. 1 (2020): Nopember
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v3i1.228

Abstract

Pendampingan masyarakat di masa pandemi sangat diperlukan dari berbagai aspek, termasuk kesehatan, ekonomi dan sosial. Pelaksanaan nyata pendampingan dalam penganggulangan dampak sosial yang langsung menyasar masyarakat desa dapat menjadi kontribusi pihak perguruan tinggi, khususnya para tenaga pendidik yang mempunyai tanggung jawab melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan ini dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Adat Putung Duda Timur Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. Pendampingan dilakukan di masa awal pandemi Covid-19 dan dapat dilakukan pendampingan berkala melalui komunikasi antara tokoh masyarakat dan tim PkM. Pengabdian ini diwujudkan dengan melakukan langkah-langkah identifikasi keadaan sosial dan ekonomi masyarakat desa sehingga bantuan ekonomi dapat disalurkan dan pendampingan berupa ceramah tentang pencegahan merebaknya virus COVID-19 dari aspek sosial dapat dicegah. Metode yang diterapkan adalah pendampingan dipadukan dengan konsultasi sebagai dua cara mewujudkan program pengabdian ini. Masyarakat merasakan dampak langsung dari pendampingan tim PkM yang menyalurkan sembilan bahan pokok kepada warga desa dan mengadakan konsultasi mengenai cara memaksimalkan penerapan protokol kesehatan dalam tatanan sosial masyarakat desa selama masa pandemi.
Louis Vuitton: Advertising Without a Word Eka Pratiwi Desak Putu; Sulatra I Komang
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 1 (2022): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i1.3018

Abstract

  Abstract Visual communication, especially body language, play a compelling role in communications. People deliver information and messages over their body and accept them from others during the communication process. This study aims at identifying body language shown by the model of the advertisement, as well as discovering the meaning and the roles of body language in Louis Vuitton advertisements.  Louis Vuitton, is a French luxury fashion house and company founded in 1854 by Louis Vuitton. The data was collected by observation method. The researchers watched the advertisement repeatedly and noted important findings related to the research questions. Then, the researchers classified the data based on types of body languages performed by the models, such as eye contact, facial expressions, gestures, postures, and other interesting body movements like touching and dancing. Qualitative method was used to analyze the collected data.  In analyzing the data, the researchers used theory of body signs proposed by Danesi (2004) as the main theory and supported by theory of body language by Pease (2004).  The finding shows that Louis Vuitton perfume video advertisement uniquely deliver messages in a mysterious way without using any promising words.  Keywords: body language, non-verbal communication, meaning, Louis Vuitton   Abstrak Komunikasi visual, khususnya bahasa tubuh, memainkan peranan penting dalam komunikasi.  Orang-orang mengirimkan informasi dan pesan melalui tubuhnya dan sebaliknya menerima informasi dan pesan dari orang lain juga melalui tubuhnya, selama proses komunikasi berlangsung.  Penelitian ini bertujuan  untuk menelaah bahasa tubuh yang digunakan oleh model iklan Louis Vuitton dan menemukan makna serta peranannya dalam periklanan.  Louis Vuitton merupakan rumah mode mewah di Perancis dan sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1854 oleh Louis Vuitton. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi.  Peneliti menonton iklan Louis Vuitton berulang kali dan mencatat temuan-temuan penting yang berkaitan dengan rumusan masalah penelitian.  Kemudian, peneliti mengklasifikasikan data berdasarkan jenis-jenis bahasa tubuh yang digunakan oleh model iklan, seperti kontak mata, ekspresi wajah, gestur, postur, dan gerakan tubuh lainnya yang menarik seperti sentuhan atau tarian. Peneliti menggunakan medote kualitatif dalam menganalisis data, dengan menggunakan teori dari Danesi (2004) tentang bahasa tubuh sebagai teori utama dan teori dari Pease (2004) sebagai teori pendukung.  Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa video iklan parfum Louis Vuitton memiliki cara unik untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata yang menjanjikan. Kata kunci: bahasa tubuh, komunikasi non-verbal, makna, Louis Vuitton  
SLANG WORDS FOUND ON “TO ALL THE BOYS ALWAYS AND FOREVER” MOVIE I Wayan Adi Nugraha Nugraha; I Komang Sulatra
Yavana Bhasha : Journal of English Language Education Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6, Issue 1 (2023)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Slang is a variety of language used mainly by teenagers to communicate with group members in informal situations. This research aims at identifying slang words and categorizing the type of slang used in the film "To All the Boys Always and Forever". This is a descriptive qualitative research. The data are limited to the main character in the film, namely Lara Jean and Peter Kavinsky. The data collection method used in this research was observation method, namely by downloading film, watching movies and choosing words that belong to slang in the dialogue. This study applied the theory of types of slang by Kipfer and Chapman (2007). The data analysis were done by using descriptive qualitative method with the stages of data collection, data reduction, presentation of data and drawing conclusions. This research found 11 data of slang words, which are divided into 2 types, such as; namely primary slang and secondary slang. There are ten data of primary slang and only one data of secondary slang.
Deconstructing Internet Memes through Semiotic Analysis: Unveiling Myths and Ideologies in Visual and Verbal Signs Desak Putu Eka Pratiwi; I Komang Sulatra; I Gede Agus Dewangga
JURNAL ARBITRER Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.10.1.76-85.2023

Abstract

This paper will examine the meanings embedded in memes through semiotic analysis. Semiotics, as proposed by Chandler (2007), is the study of signs and symbols and their meanings, particularly in the context of communication and representation. Internet memes are culturally significant artifacts that consist of visual and verbal signs which convey a shared experience or cultural reference within a community. The objective of this study is to explore the myth and ideology that is conveyed through the signs used in these memes, and to examine the message that is being communicated to the audience. The data were collected by using observation method which involves the selection of a sample of widely shared Internet memes on social media platforms. This study used qualitative method in analyzing the data. These memes were analyzed using semiotic analysis to identify the signs used in the Internet memes and their associated meanings. The findings suggest that memes are a form of communication that uses signifiers to convey a message, and the connotative meanings of these signifiers can reveal the myth and ideology behind the message. Memes convey cultural values and beliefs and can challenge or reinforce dominant cultural ideologies. Understanding them can shed light on cultural reproduction in society, with implications for media, cultural, and sociology studies in the digital age.
SUBORDINATE CLAUSES IN ADULTERY NOVEL Wahyu Nugraha; I Komang Sulatra; Purwati
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2020): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.673 KB) | DOI: 10.36733/sphota.v12i1.681

Abstract

A subordinate clause (dependent clause) is a clause that cannot stand alone as a complete sentence because it does not express a complete thought. It explains and gives more information to the main clause. There are three major types of subordinate clause such as: Complement Clause, Relative Clause, and Adverbial Clause (Miller, 2002:63). This research is a library research that aims to find out types and functions of subordinate clause found in Adultery. This research uses several theories from expert in other to analyze the problems in this study. The book written by Jim Miller (2002) entitled An Introduction to English Syntax and the book written by Bas Aarts (2001) entitled English Syntax and Argumentation, Second Edition are used. It is stated that there are three major types of subordinate clause that can be recognized as Complement clause, Relative clause, and Adverbial Clause. Then, the clause functions such as Clauses Functioning as Subject, Clause Functioning as Direct Object, Clauses Functioning as Adjunct and Clauses Functioning as Complements within Phrases. The result of this research shows that three major types of subordinate clause are found. Furthermore, the clause functions are also found as well, however only Clauses Functioning as Subject weren’t found in this research.
Speech act and experiential analysis of Bali netizen reactions to the pandemic regulation posts Putu Nur Ayomi; Komang Dian Puspita Candra; I Komang Sulatra
Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies Vol 12 No 2 (2023): Rainbow Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies
Publisher : English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rainbow.v12i2.59090

Abstract

Social media has enabled individuals to publicly express their feelings, opinions, or sentiments about specific issues, including government policies. The accumulation of similar views from social media users can represent how the public perceives certain matters. The research was done by analysing netizen comments on posts regarding the pandemic regulation in Bali from August to November 2021 in a popular Instagram local news account Infodenpasar. The research employs the theory of speech act to describe the illocutionary force of netizen utterances to express particular sentiments and the systemic functional theory about experiential metafunction to explore the construal of participants and actions in the discourse. The finding shows that the most dominant speech act is conflictive, which expresses disbelief, complaint, and skepticism. In addition, the events in the clauses are constructed with various processes and participant types, especially relational process
HOW IS THE FUNCTION OF SPEECH ACT BETWEEN TOUR GUIDE AND JAPANESE TOURISTS IN BALI Anak Agung Ayu Dian Andriyani; I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; I Komang Sulatra Sulatra
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 1 (2020): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i1.1870

Abstract

Ilmu pragmatik mengkaji tindak tutur dalam situasi bahasa yang sangat terikat dengan konteks. Penelitian ini mendeskripsikan fungsi tindak tutur pada interaksi pemandu wisata dengan wisatawan Jepang di Bali. Data primer berupa tuturan dalam bentuk dialog antara pemandu wisata di bawah naungan biro perjalanan dengan wisatawan Jepang disesuaikan menurut konteks yang mengikuti setiap peristiwa tutur. Lokasi penelitian berada di Pulau Bali tepatnya di kabupaten Badung dan Gianyar. karena intensitas perjalanan wisatawan Jepang sangat tinggi ke daerah tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu, merekam berbagai interaksi lisan antara pemandu wisata dengan wisatawan Jepang, kemudian mencatat dan menyimak setiap interaksi dilanjutkan menggunakan teknik wawancara mendalam kepada pemandu wisata sebanyak 20 orang dengan kriteria yang sudah ditetapkan secara sembunyi-sembunyi guna mendapatkan informasi yang alami. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan pada tuturan pemandu wisata dalam satu konteks memungkinkan menggunakan lebih dari satu fungsi tuturan. Pada analisis ditemukan empat fungsi tindak tutur pemandu wisata ketika memberi layanan jasa kepada wisatawan Jepang  yaitu, a) fungsi asertif digunakan saat menjawab pertanyaan, menceritakan, mengomentari dan menjelaskan, b) fungsi direktif, untuk menyatakan bentuk menyuruh atau memerintah, memohon, memberikan saran, memesan, melarang dan mengkonfirmasi, c) fungsi komisif untuk menawari serta berjanji dan d) fungsi ekspresif menyatakan kegembiraan, kesedihan, kesukaan serta berhubungan dengan rasa. Dengan memahami fungsi tindak tutur maka, pemandu wisata dapat menggunakan fungsi tersebut dengan menyesuaikan pola komunikasi menurut budaya Jepang Selain itu, memahami fungsi tindak tutur mempermudah pembelajar bahasa dalam mempelajari pola pembentukan tuturan menurut tata bahasa Jepang, khususnya dalam domain pariwisata sebagai bahasa layanan. Abstract               Pragmatics examines speech acts in a language situation that related to the context of situation. This study describes the speech act function on the interaction of tour guides with Japanese tourists in Bali. Primary data are the kinds of utterances in some dialogue between tour guides in travel agency and Japanese tourists that follows the dialogue. The research location is in Bali, exactly in Badung and Gianyar regencies. This location chosen because the intensity of Japanese tourist travel is very high. Data collection techniques used recording various interactions between tour guides and Japanese tourists, then recording and listening to each interaction continued using interviews with tour guides as many as 20 people to get same information. The results of the analysis show that the utterances in a context allows using more than one speech function. There are four functions of the tour guide's speech acts when providing services to Japanese tourists such as, a) assertive functions are used when answering questions, telling, commenting and explaining, b) directive functions, to state the form of ordering, asking, giving advice, prohibiting and confirming, c) the commissive function to offer and promise and d) expressive functions expressing joy, sadness, liking and relating to taste. By understanding speech act functions, tour guides can use these functions by adjusting communication patterns according to Japanese culture. In addition, understanding speech act functions makes it easier for language learners to learn speech formation patterns according to Japanese grammar, especially in the tourism domain as a hospitality.  
The Art of Symbolism: Decoding Balinese Silence Day Greeting Cards Through Semiotics Pratiwi, Desak Putu Eka; Sulatra, I Komang; Juniartha, I Wayan
Journal of Education Research Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i1.169

Abstract

Studi ini menggunakan analisis semiotik untuk mengungkapkan simbol dan makna yang terkandung dalam kartu ucapan Hari Raya Nyepi di Bali. Hari Raya Nyepi adalah peristiwa budaya besar di Bali, Indonesia, yang ditandai dengan hari refleksi diri, meditasi, dan puasa. Penggunaan kartu ucapan selama acara ini telah menjadi praktik umum, dan kartu-kartu tersebut seringkali menampilkan simbolisme visual yang kaya makna budaya yang lebih dalam, disamping penggunaan bahasa verbal. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif, khususnya analisis semiotik, untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang disampaikan melalui bahasa visual dan verbal dari kartu-kartu ucapan. Dengan menerapkan Semiotik sebagai kerangka teoritis, studi ini bertujuan untuk menguji penanda dan petanda yang hadir dalam kartu ucapan yang berkontribusi pada identitas budaya yang lebih luas di Bali. Temuan menunjukkan pentingnya berbagai simbol dan tanda, seperti penggunaan warna dan pola tertentu, serta peran bahasa dan tipografi dalam menyampaikan pesan budaya. Studi ini menyoroti pentingnya memahami konteks budaya dan simbolisme di balik kartu ucapan Hari Raya Nyepi di Bali dan bagaimana mereka berkontribusi pada identitas budaya yang lebih luas di Bali.
PELATIHAN BAHASA INGGRIS DAN HOSPITALITY KEPADA STAFF BEYOND BUNGALOWS I Komang, Sulatra; Desak Putu Eka, Pratiwi; Komang Tobi Arindra, Agosta
LOKATARA SARASWATI Vol 1 No 2 (2022): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.812 KB)

Abstract

Beyond Bungalows merupakan salah satu bentuk akomodasi wisatawan yang terletak di Padang Linjong, Canggu, Bali. Tamu yang menginap di bungalow ini kebanyakan berasal dari luar negeri. Ini membuat staff bungalow harus dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris. Namun melalui observasi ditemukan bahwa para staff belum dapat berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris secara aktif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di tempat ini dengan tujuan memberikan pelatihan bahasa Inggris yang dapat menunjang aktifitas staf dalam memberikan pelayanan kepada tamu. Terdapat 3 program yang akan dilaksanakan yaitu memberikan materi, tips dan trik, dan memberi contoh kepada Staff dan melakukan praktek langsung bersama sesama peserta pelatihan mengenai cara memberikan pelayanan dengan sikap yang tepat kepada tamu. Hasil yang diperoleh setelah memberikan pelatihan adalah adanya peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para staff yang membuat rasa kepercayaan diri mereka meningkat saat berkomunikasi dengan Tamu asing yang menginap di Beyond Bungalow
PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING DAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI DI REJUVENIQUE AESTHETIC CLINIC Ida Bagus Gde Nova, Winarta; I Komang, Sulatra; Ayuning, Brenda
LOKATARA SARASWATI Vol 2 No 1 (2023): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/lokasaraswati.v2i1.5683

Abstract

Di era sekarang, teknologi terus berkembang dan pengguna teknologi merasakan manfaat dari penggunaan teknologi digital. Salah satunya meliputi kegiatan bisnis, teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk membantu memberdayakan UMKM seperti kegiatan pemasaran. Rejuvenique Aesthetic Clinic sebagai mitra merupakan usaha di bidang pelayanan dermatologi dan kecantikan yang sedang berusaha mengembangkan sistem pemasaran menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial di era saat ini sangat dibutuhkan oleh para pemilik UMKM untuk meningkatkan usahanya. Penggunaan media sosial sangat berpengaruh bagi pemilik UMKM, dimulai dari interaksi dengan konsumen atau untuk mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan. Secara keseluruhan, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai program pemanfaatan Sosial Media dan Teknologi untuk membantu Promosi serta mendeskripsikan konsep pemasaran secara digital di Rejuvenique Aesthetic Clinic. Penerapan pemasaran secara digital ini sangat besar dampaknya bagi pemilik UMKM baik tentang mendapatkan informasi, berinteraksi langsung dengan konsumen, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan produk. Hasil program menunjukan peningkatan aktifitas yang terjadi di sosial media.
Co-Authors AAA Dian Andriyani Anak Agung Ayu Dian Andriyani Anak Agung, Kirana Andani, Ni Made Adi Ardiningsih, Ni Luh Putu Ardiningsih, Ni Luh Putu Ari Putra, I Kadek Surya Ariasih, Ni Putu Liana Arinanda Kusuma, Anak Agung Ngurah Ariyaningsih, Ni Nyoman Deni Arwati, Ni Kadek Dewi Aryani Dewi, Ni Kadek Ayu Sri Pratiwi, Ni Komang Ayuning, Brenda Bara Yamalita Desak Putu Eka Pratiwi Dewi, Ni Komang Shintia Pradnyana Dewi, Ni Made Endri Santika Dian Nugraha, I Gusti Komang Donatus Darso Dwi Putra, I Made Kembang Firdayanti , I Gusti Ayu Risna Frederico, Mario Lory Gede Irwandika . Gede Rendy Adnyana Putra Hajimia, Hafizah Harman, Stefanus Hostiani, Kadek Lilis I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Gede Agus Dewangga I Gede Suardana I Gst Agung Sri Rwa, Jayantini I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Gusti Bagus Wahyu Nugraha Putra I Komang Krisna Surya Patanjali I Made Andika Dwi Jaya I Putu Ariana I Wayan Adi Nugraha Nugraha I Wayan Juniarta Juniarta I Wayan Juniartha I Wayan, Juniartha Ida Ayu Mela Tustiawati Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Jendra, I Made Indrawan Jendra, I Made Iwan Indrawan Jendra, Made Iwan Indarwan Kadek Rahayu Puspadewi Komang Dian Puspita Candra Komang Tobi Arindra, Agosta Langus , Natalia Mahardika, Kadek Wisnu Marantika, I Made Yogi Mariyanto, I Komang Meilandari, Ni Made Vindy Mulyantini, Ni Putu Eny Muttaqien, Siti Rohmawati Imam Napa, Irenius Ni Kadek Indah Setya, Dewi Ni Kadek, Nefiari Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Seri Wangi Ni Made Nadia Widyasari Ni Made Sri Wahyuni Ni Made Verayanti Utami Ni Nyoman Ayu Manik Adnyani Ni Nyoman Deni Ariyaningsih Ni Wayan Eminda Sari NI WAYAN SUASTINI Nova Winarta, Ida Bagus Gde Nugraha, Gusti Bagus Wahyu Ovalili, Desak Made Sayang Pande Dwi Vala Mantika Permata, Made Goutamayasa Pradnyadita, Ni Putu Krisna Putri Priskawati, Putu Purwati Puspita, Komang Dian Putu Chrisma Dewi Putu Desi Anggerina Hikmaharyanti Putu Devi Maharani Putu Nur Ayomi Rahmawati, Ni Kadek Liana Ryasmi, Ketut Gita Sarang, Patrisius Sari, Ni Putu Milla Supita Sari, Ni Wayan Eka Mustika Satyartini, Ni Putu Diah Scholastika, I Made Perdana Setyawati, Ni Kadek Mita Sharita, Jasmine Skolastika, I Made Perdana Sudiarta, I Komang Ngurah Syahputra, Denny System, Administrator Uni, Ni Kadek Utami, Ni Putu Verayanti Utami, Ni Wayan Lilik Nila Wahyu Nugraha Wayan Nurita Widia Astuti Winarta, Ida Bagus Nova Wira Dharma, Putu Ary Wiraputri, Ni Made Dwi Yanti