Claim Missing Document
Check
Articles

DURASI MENONTON TELEVISI BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH 3-5 TAHUN Dewi, Sujati Rita; Hutasoit, Masta
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.778 KB)

Abstract

Latar Belakang: Televisi merupakan media yang menarik buat anak karena banyak program anak yang ditampilkan selain itu televisi memiliki fitur gambar disertai dengan suara. Anak-anak Indonesia menempati urutan teratas paling lama menonton televisi diantara Negara-negara di ASEAN, rata-rata waktu yang dihabiskan anak Indonesia saat menonton televisi mencapai 5 jam setiap harinya. Kebiasaan menonton televisi dapat mengganggu hubungan sosial anak, anak-anak lebih focus dengan tontonannya. Sehingga dapat mengurangi interaksi dengan anak-anak lain seusianya, serta dapat membuat anak menjadi pemalu karna terisolasi dari teman sebayanya. Tujuan: diketahuainya hubungan antara lama menonton televisi dengan perkembangan sosial anak usia 3-5 tahun di posyandu Mandiri Murangan VIII Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 42 anak usia 3-5 tahun diposyandu Mandiri Murangan VIII Sleman Yogyakarta. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampeling. Instrument pada penelitian ini menggunakan lembar DDST . Analitik dengan menggunakan univariabel dan bivariabel uji statistik pada penelitian ini menggunakan chi square. Hasil: Karakteristik responden sebagian besar lama menonton televisi dalam rentang waktu sedang (2-4 jam) sebanyak 64,3%, perkembangan sosial anak sebagian besar normal yaitu berjumlah 54,8%. Hasil uji chi square diperoleh nilai P Value sebesar 0,028 < 0,05 keeratan hubungan lama menonton televise dengan perkembangan sosial anak rendah yaitu 0,378. Kesimpulan: Terdapat hubungan lama menonton TV terhadap perkembangan sosial anak usia 3-5 tahun. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut variabel-variabel lain yang menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak seperti stimulasi, lingkungan, gizi, posisi anak dalam keluarga, status kesehatan dan teman sebaya serta dapat menambah referensi yang sudah ada.
SIKLUS MENSTRUASI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMAN 1 GODEAN, SLEMAN MENSTRUAL CYCLE ASSOCIATED WITH PREMENSTRUAL SYNDROME IN SMAN 1 GODEAN, SLEMAN DISTRICT Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta; Nirmalasari, Novita
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.79 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i1.144

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masalah reproduksi remaja akan menyebabkan malnutrisi dan pertumbuhan terlambat yang dihubungkan dengan gangguan siklus menstruasi. Selama masa pubertas, sekitar 80-90% wanita akan mengalami gejala PMS. Faktor penyebab terjadinya PMS antara lain faktor hormonal, faktor genetik, faktor gaya hidup berkaitan dengan peningkatan berat badan, kualitas tidur, dan aktifitas fisik. Faktor psikologis salah satunya stres. Gejala-gejala PMS akan semakin hebat dirasakan ketika wanita terus menerus mengalami tekanan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome. Metode Penelitian: Desain penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu 99 siswi kelas XI di SMAN 1 Godean. Pengambilan data menggunakan google form pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Somer’s. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 17 tahun sejumlah 62 orang (62,6%), kebiasaan menstruasi sebagian besar pada kategori rutin sejumlah 87 orang (87,9%). Uji Somer’s mendapatkan nilai p=0,969. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome.
The Correlation Between Low Birth Weight (LBW) And Stunting In 1-5 Years Old Children At Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia hutasoit, masta
Journal of health research and technology Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of health research and techonology
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/jhrt.v2i2.243

Abstract

Background: Stunting is still a major health problem in children, especially in developing countries including Indonesia. Stunting is a growth disorder with height below -2 standard deviations. One of the factors that cause stunting is low birth weight, which is <2500 grams. Stunting can affect the quality of human resources in the future because it can hinder growth and development. Objective: To determine the relationship between low birth weight history (LBW) and stunting incidence in toddlers at Panggang 2 Gunungkidul Health Center. Method: The research method used is descriptive correlation analysis with cross-sectional design. The population in this study is 854 children under five years old as of 2023 with purposive sampling and 95 respondents. Bivariate data analysis using the Fisher Exact test. Results: The incidence of stunting in this study was only 28.4% and toddlers in the non-stunted category were 71.6%. The history of low birth weight in children aged 12-60 months is only a small part of 5.3% and most of them are included in the category of not having a history of low birth weight of 94.7% with a p-value of 0.022 (<0.05) and R-value of 0.260. Conclusion: There is a significant relationship between the history of low birth weight and the incidence of stunting in toddlers at the Panggang 2 Gunungkidul Health Center with a weak level of close relationship.
Skrining Masalah Kesehatan dan Penyuluhan Kesehatan Pada Lansia di Panti Wreda GKJ Gondokusuman Yogyakarta Masta Hutasoit; Dwi Yati; Ferianto; Yanita Trisetiyaningsih; Khristina Dias Utami
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Philanthropy, July 2024
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The elderly are the population aged 60 years and over. Due to the aging process, the elderly often experience physiological function disorders that interfere with their health and most often cause degenerative diseases. Diseases that are often complained of by the elderly such as heart and blood vessel disease, cancer, diabetes mellitus and others. The results of population projections for 2010-2035 estimated the number of elderly people at 10% of the population. It is stated that Indonesia is experiencing an ageing period.  The purpose of this service is to check the health of the elderly in Pantri Wreda Gondokusuman and health counseling to 10 elderly people. The activity was carried out on April 16, 2023. The results of health checks include blood pressure checks found as much as 60% have hypertension, blood sugar checks found 60% normal, uric acid the majority of elderly people experience high uric acid by 70%. After the health check was completed, it was continued with health counseling with the theme of preventing vascular disease. Pre-test results before counseling 60% of knowledge is lacking and 40% is sufficient. After education 40% of knowledge is in the good category and 50% in the sufficient category and 10% in the insufficient category. It is hoped that the elderly will be able to regularly check their health and maintain a healthy lifestyle so that the elderly can live optimally.
Pola Asuh Orangtua Berhubungan dengan Perilaku Menstrual Hygiene pada Remaja Putri Tunagrahita di SLB Negeri 1 Bantul Hutasoit, Masta; Sari, Ayu Putri Kusuma
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2024): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v2i1.1354

Abstract

Background: Reproductive health problems are important to pay attention to in children with disabilities, especially young women, especially when they are menstruating. Lack of self-care behavior can cause infections in the reproductive organs such as vaginal discharge, urinary tract infections, and cerviks cancer. The existence of parenting and support from both parents really helps children with mental retardation to improve self-cleaning behavior independently. Parents' parenting style is needed as a guide and guide for their daughter in carrying out health care. Objective: To identify the relationship between maternal parenting style and menstrual hygiene behavior in mentally retarded young women at SLB N 1 Bantul. Methods: This study used a cross-sectional design. The population in this study were all 30 young women with mental retardation who had experienced menstruation and 30 mothers. This study uses a total sampling technique. This research was conducted at SLB N 1 Bantul, in June and July 2023. The measuring instruments used were the maternal parenting questionnaire and the menstrual hygiene behavior questionnaire. Data processing using bivariate using Spearman rank test. Results: This study obtained a correlation coefficient (r) of -0.512 and a p-value = 0.004 (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between parenting style and adolescent menstrual hygiene behavior with mental retardation at SLB N 1 Bantul.
Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Minggir Sleman Yogyakarta Qosim, Muhammad Nanang; Hutasoit, Masta
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v2i2.1457

Abstract

Background: The high prevalence of stunting in toddlers remains a priority problem in children under five years. The stunting rate in the Sleman Health Center work area is 13.16%; this is still far from the government's target of reducing stunting to 10% by 2024. Lack of nutritional intake in toddlers is the main predictor of the onset of malnutrition and malnutrition problems and impacts the incidence of stunting or wasting. Factors in stunted toddlers' lack of nutritional intake are maternal knowledge and maternal behavior in providing additional food. Nutritional knowledge that needs to be understood by a mother is an understanding of balanced nutrition so that the growth and development of toddlers can be optimal. Objective: This study aims to underscore the importance of maternal knowledge about nutrition in addressing the incidence of stunting in the work area of the Minggir Sleman Health Center, Yogyakarta. Methods: This study used a quantitative design with an observational analytic research design and a cross-sectional approach. The population in this study was 278, with a research sample of 54 respondents taken by purposive sampling. Data on maternal knowledge about nutrition was collected using a maternal knowledge questionnaire, and the incidence of stunting was assessed using secondary data from the MCH clinic—bivariate analysis using the Spearman Rank statistical test. Results: Regarding maternal knowledge about nutrition, most were in the sufficient category at 51.9%, and the nutritional status of toddlers was mostly in the normal category at 57.4%. There is a relationship between maternal knowledge about nutrition and the incidence of stunting with a p-value of 0.001 (<0.05) and relationship data of 0.420. Conclusion: This study's findings are significant, as they establish a clear relationship between maternal knowledge and the incidence of stunting in the work area of the Minggir Sleman Health Center. The strength of this relationship falls within the moderate category, underscoring the importance of maternal knowledge in addressing stunting in toddlers.
Peningkatan Psychological Well-being Wanita Menopause Melalui Edukasi dan Latihan Self-Acceptance Yanita Trisetiyaningsih; Azizah, Fajriyati Nur; Hutasoit, Masta
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Philanthropy, January 2025
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The changes experienced during menopause will cause changes in psychological well-being. Based on the results of research conducted by service providers in 2022 on 78 menopausal women, it was found that 73.3% of menopausal women had psychological well-being in the sufficient category, and 9.2% in the poor category. One component of psychological well-being that can be improved in order to improve psychological well-being is related to self-acceptance. Providing education is one way to improve Psychological Well Being and increase self-acceptance for menopausal women. This service activity will be carried out at the Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta Elderly Posyandu. This activity begins with the preparation stage, coordinating and preparing facilities and infrastructure, the implementation stage begins with a pretest, health checks (blood pressure and GDS), and providing education. Health screening and examination activities will be carried out on August 4 and September 1 2023 for climacteric women. The results of the health examination showed that almost 50% of climacteric women had hypertension, and 20% had GDS results that were more than normal. The results of the psychological well-being assessment of climacteric women were carried out on August 4 and September 1 2023. The results showed that the minimum score was 57, the maximum score was 83, and the average score was 69.5.
Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Tk Islam Sunan Gunung Jati Latifah Susilowati; Susanti, Dwi; Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.697

Abstract

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas di perlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Sebagai upaya untuk mencegah adanya keterlambatan pada perkembangan dan masalah pertumbuhan maka perlu adanya deteksi dini. Deteksi dini pertumbuhan berdasarkan buku panduan SDIDTK menggunakan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Sedangkan deteksi dini perkembangan dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan deteksi dini dapat dilaksanakan melalui pengabdian masyarakat dengan alur sebagai berikut pengabdi melakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan selanjutnya menentukan status gizi. Pemeriksaan perkembangan dilakukan kepada peserta menggunakan KPSP untuk mengetahui apakah peserta mengalami keterlambatan dalam perkembangannya dan diinterpretasikan hasilnya. Tahap terakhir adalah konsultasi hasil pemeriksaan oleh pengabdi. Hasil pengabdian masyarakat adalah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 60,9% dan 39,1% berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar peserta berusia 6 tahun yaitu sebanyak 47,83% diikuti usia 5 tahun sebanyak 39,13% dan usia 4 tahun sebanyak 13,04%. Sebagian besar peserta memiliki status gizi baik yaitu sebesar 87% sedangkan peserta yang berisiko gizi lebih sebanyak 8,7% dan obesitas sebanyak 4,3%. Perkembangan peserta sesuai umur sebanyak 95,7% sedangkan peserta dengan perkembangan meragukan sebesar 4,3%. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anak usia pra sekolah masih ada yang mengalami masalah keterlambatan perkembangan dan memiliki status gizi beresiko gizi berlebih serta obesitas.
Upaya Peningkatan Pemahaman Orangtua Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita Latifah Susilowati; Hutasoit, Masta; Sumiyarini, Retno; Nursanti, Ida
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.751

Abstract

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu selama hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orangtua dalam melakukan pencegahan stunting pada balita melalui promosi Kesehatan yang diberikan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 25 ibu dengan balita mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Sebelum dilakukan penyuluhan semua peserta mengerjakan pretest terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pemberian penyuluhan kepada orangtua, serta posttest dan tahap akhir untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar 56 %, sedangkan tingkat pengetahuan baik sebesar 36% dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 8%. Setelah pengabdi memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada balita, hasil posttest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebesar 88%. Tingkat pengetahuan cukup menjadi 12% dan tidak ada peserta dengan tingkat pengetahuan kurang. Uji beda mean menujukkan data bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan orangtua sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan tentan pencegahan stunting pada balita Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman orangtua tentang pencegahan stunting pada balita mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah mendapatkan penyuluhan.
Measurement Of Nutritional Status Of Preschool Children And Healthy Food Education At Aisiyah Karangjati Kindergarten Bantul Yogyakarta hutasoit, masta
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.298

Abstract

Pre-school age children (3-6 years) are in the golden period for growth and development. Children in growing need adequate nutrition. Data on undernutrition and malnutrition in Yogyakarta province amounted to 15.50%. Measurement of nutritional status is carried out based on anthropometric indicators. Most children's nutritional status measurements were at normal nutritional status of 59.6%, overweigh of 21.2% and risk of overweigh of 19.2%. In addition to measuring nutritional status, we also provided health advice on healthy nutrition for preschool children (3 to 6 years old). From the commitment results, it can be concluded that the nutritional status of the children in Aishiya Kindergarten was within a more normal range and that advice on healthy nutrition could enhance the children's understanding of healthy nutrition
Co-Authors Afriyliani, Nur Fitri Alpazara, Herian Andriani, Ririn Anita, Ria Arini, Sri Azizah, Fajriyati Nur Azizah, Fajriyati Nur Celiya Winangrum Choirunisa, Fauziah Delima E, Rosa Delima E, Rosa Dewi, Sujati Rita Dian Vista Dwi Susanti Dwi Susanti Dwi Susanti Dwi Yati Dwi Yati Dwi Yati Erna Fitrian Cahyanti Esti, Maria Ferianto Ferianto Ferianto Ferianto Fiki Wijayanti Fitriana, Elsha Nur Hajri, Waode Syahrani Herian Alpazara Hidayati, Rizki Wahyu Ida Nursanti Ida Nursanti Induniasih Induniasih Inke Ayomi Nur Hapzah Khristina Dias Utami Khristina Diaz Utami Kumorojati, Ratih Lailli Sofianingtyas Latifah Susilowati Latifah Susilowati Lusi Siwu Lutfiyati, Afi Maria Esti Muhammad Nanang Qosim Nirmalasari, Novita Noerma Shovei Nur Safitri, Vira Purnamaningsih, Nur Aini Purnamaningsih, Nur’ Aini Putri Rifai, Nadila Ratna Lestari Retty Nirmala Santiasari . Ria Anita Ririn Andriani Rosa Delima E Rukmi, Dwi Kartika Sari, Ayu Putri Kusuma Sartika Sartika Silitonga, Mettison M. Siti Fatimah Siwu, Lusi Siwu, Lusi Sofianingtyas, Lailli Sri Arini Sri Suparyati Soenarto Sumiyarini, Retno Sumiyarrini, Retno Syamsul Arifin Tika Yuliani Trisetyaningsih, Yanita Untung Sudharmono Utami, Khristina Diaz Vira Nur Safitri Vista, Dian Vista, Dian Wenny Savitri Wenny Savitri Wenny Savitri, Wenny Widiyandana Widiyandana Widiyandana, Widiyandana Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih, Yanita Yati Soenarto Yati, Dwi Yuliani, Tika Yuliani, Tika