Articles
EFEKTIFITAS EDUKASI TENTANG MENSTRUAL HYGIENE TERHADAP PERILAKU PADA REMAJA PUTRI DISABILITAS MENTAL
Hutasoit, Masta;
Purnamaningsih, Nur’ Aini;
Trisetiyaningsih, Yanita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/mr.v19i2.1111
Latar belakang: Menstruasi merupakan salah satu tanda seorang remaja putri sudah memasuki fase pubertas. Saat fase menstruasi area kewanitaan seringkali lembab sehingga kalau tidak dijaga kebersihanya dapat mengakibatkan infeksi pada saluran reproduksi. Menstrual Hygiene adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan selama fase menstruasi. Pada remaja putri yang mengalami disabilitas mental mengalami kesulitan dalam praktek Menstrual hygiene sehingga perlu dilakukan suatu intervensi dalam pemberian edukasi. Pemberian informasi dapat melalui video animasi dan demonstrasi tentang menstrual hygiene terhadap kemampuan praktek menstrual hygiene pada remaja putri di SLB N 1 Bantul. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan perilaku menstrual hygiene pada remaja putri setelah diberikan edukasi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental pre test-post test without control group. Responden adalah remaja putri dasabilitas mental yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 30 responden yang diambil dengan total sampling. Intervensi yang diberikan adalah edukasi dengan video animasi dan demonstrasi tentang praktik menstrual hygiene. Sebelum dan setelah intervensi diberikan pre test dan posttest berupa kuesioner perilaku tentang menstrual hygiene. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan paired t test. Hasil: Perilaku awal remaja sebelum diberikan intervensi edukasi rata-rata 50,67 (34-68), sedangkan setelah intervensi rata-rata perilaku sebesar 64,7 (49-80), terdapat peningkatan perilaku sebesar 14,03. Analisis menggunakan Paired-Sample T-Test didapatkan hasil p value sebesar 0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan perilaku remaja disabilitas dalam menstrual hygiene. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan dengan pemberian edukasi terhadap perilaku menstrual hygiene management pada remaja di SLB Negeri 1 Bantul
Upaya Pencegahan Infeksi Sistem Reproduksi Pada Remaja Putri Melalui Edukasi Menstrual Hygiene Di SMP Negeri 3 Kalasan, Yogyakarta
Hutasoit, Masta;
Purnamaningsih, Nur ’Aini;
Trisetiyaningsih, Yanita;
Susanti, Dwi
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2: December 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/damhil.v3i2.29084
Adolescent girls who experience menstruation as a sign of the onset of puberty certainly need important information in carrying out hygiene behaviors during menstruation. Menstrual hygiene is an action taken to care for and maintain cleanliness in the feminine area, especially during menstruation. This is done to prevent infections in the reproductive tract. Personal hygiene during menstruation needs to be considered, especially in adolescence. Many teenagers do not pay attention to personal hygiene during menstruation and show a negative attitude, and consider it taboo so they do not seek information. Adolescent women's knowledge about Menstrual Hygiene is needed as a preventive effort when the menstrual cycle occurs in adolescent girls. Young women's knowledge can be obtained by providing health counseling. This community service aims to increase students' knowledge about the cleanliness of the feminine area. The results of this service are known to increase the understanding of adolescent girls in improving hygiene during menstruation (menstrual hygiene). The average initial knowledge for menstrual hygiene is 79% with a minimum score of 30 and a maximum of 100. After the test post, the average score of knowledge increased to 98.15% (minimum score of 80 and maximum score of 100). In addition to menstrual hygiene, education about puberty was also carried out with an average initial score of 65.2% (50-100) and an average test post of 94.53% (75-100%). During the education, participants seemed enthusiastic by being able to answer questions from service members. The conclusion of this service is so that young women can practice the knowledge gained to maintain personal hygiene and feminine hygiene during the menstrual cycle to avoid reproductive infections.
Peningkatan Kesiapan Mental Anak Menghadapi Menarche Melalui Ular Tangga Madyfa
Latifah Susilowati;
Dwi Yati;
Masta Hutasoit
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/sf.v0i0.3233
Remaja putri memasuki fase pubertas ditandai dengan menstruasi. Perubahan yang dialami ketika menstruasi dapat berdampak secara fisik maupun psikis, sehingga remaja yang belum siap menjalani menstruasi cenderung merasa ketakutan dan kurang percaya diri dengan perubahan yang terjadi. Remaja putri membutuhkan informasi tentang proses menstruasi dan permasalahan yang menyertainya sehingga akan lebih bersikap positif dan mampu berperilaku yang baik saat menghadapi menstruasi dan mengalami beberapa keluhan yang menyertai menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh menstrual health education dengan media ular tangga “Madyfa” terhadap kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental pre test-post test with control group. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 45 siswa yang mendapatkan perlakuan berupa Menstrual health education dengan media ular tangga madyfa. Sedangkan kelompok kontrol sebanyak 45 siswa mendapatkan perlakuan menstrual health education dengan media ular tangga setelah perlakuan di kelompok intervensi selesai. Sebelum dan setelah intervensi pada masing-masing kelompok dilakukan pretest dan posttest. Rata-rata skor kesiapan anak menghadapi menarche sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi adalah 79,67. Sedangkan setelah perlakuan rata-rata skor kesiapan meningkat menjadi 82,93. Pada penelitian ini diketahui terdapat perbedaan kesiapan anak menghadapi menarche sebelum dan sesudah diberikan intervensi menstrual health education dengan media ular tangga madyfa yang ditunjukkan dengan nilai p <0,000. Menstrual health education menggunakan media ular tangga “Madyfa” berpengaruh terhadap kesiapan mental anak usia sekolah menghadapi menarche.
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN HARGA DIRI REMAJA TUNA DAKSA DI SLB NEGERI 1 BANTUL YOGYAKARTA: FAMILY SUPPORT IS RELATED TO SELF-ESTEEM OF ADOLESCENTS WITH IMPAIRMENT IN SLB NEGERI 1 BANTUL YOGYAKARTA
Putri Rifai, Nadila;
Hutasoit, Masta
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Remaja dengan tuna daksa, memiliki keterbatasan saat melakukan berbagai aktivitas sehari hari. Keterbatasan ini dapat menyebabkan remaja tuna daksa merasa dirinya ada yang kurang, atau merasa dirinya berbeda dengan remaja lainnya yang normal, sehingga mereka bisa mengalami stres ataupun putus asa. Peran dan dukungan keluarga sangat penting dalam membentuk kepribadian, kebiasaan bahkan identitas dari seorang remaja tuna daksa. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap harga diri remaja tuna daksa di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Popuasi pada penelitian ini adalah remaja dengan tunadaksa berjumlah 37 responden yang bersekolah di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta berusia 12-22 tahun. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner harga diri dengan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale. Analisis data dengan menggunakan contingency coefficient. Hasil: Remaja tuna daksa yang mendapatkan dukungan keluarga cukup mendapatkan nilai harga diri yang cukup sebesar 48,6%. Remaja tuna daksa yang memiliki dukungan keluarga rendah mendapatkan nilai harga diri yang rendah sebanyak 40,5%. Remaja tuna daksa yang memiliki harga diri tinggi juga mendapat dukungan dari keluarga yang tinggi sebesar 10,8%. Hasil dari uji contingency coefficient diperoleh p-value=<0,0001 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan harga diri remaja tuna daksa dan diperoleh nilai r=0,818 yang menunjukkan koefisien korelasi antara kedua variabel memiliki pola hubungan yang kuat dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap harga diri remaja tuna daksa di SLB Negeri 1 Yogyakarta.
Factors related to completeness of basic immunization in children during pandemic in Yogyakarta
Hutasoit, Masta;
Nur Safitri, Vira
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 12 No 1 (2023): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30989/mik.v12i1.822
Background: The Government of Indonesia requires basic immunization for infants aged less than 1 year to reduce morbidity, disability, and infant mortality from preventable diseases. Objective: To find out the factors related to the completeness of basic immunization for children during the pandemic in Sleman Yogyakarta. Methods: This study used a cross sectional approach carried out in the work area of ??the Berbah Public Health Center, Sleman Yogyakarta. The data collection technique in this study used a total sampling technique with the number of respondents as many as 42 mothers who had children aged 9-24 months. Bivariate data analysis using chi square test. Results: It was found that maternal education (P=0.024), family support (P=0.010) had a significant relationship to the completeness of basic immunization in infants. Conclusion: Mother's knowledge and family support are factors that have a strong relationship with the completeness of basic immunization in children.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Napza Pada Kader Remaja Parikesit
Ferianto, Ferianto;
Lestari, Ratna;
Utami, Khristina Dias;
Hutasoit, Masta
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Philanthropy, July 2023
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58353/jop.v1i2.115
This community service aims to assist Puksemas in creating a drug-free society through the revitalization of the Parikesit Posyandu program. The method of activity carried out is with assistance and technical guidance through health education, lectures and discussions, as well as monitoring program evaluation. The target for this community service is all youth in Tirtomartani Village, especially the management of Parikesit Posyandu cadres. The activities were carried out starting from preparation to evaluation, which were carried out on November 10-30 2021. Assistance activities began with coordinating program implementation, counseling activities and assisting in the evaluation of the programs being carried out. The final assistance aims to increase knowledge about drugs for adolescents in Tirtomartani Village. The community service which was carried out in the Tirtomartani Village was attended by 21 Parikesit youth cadres. Knowledge of youth cadres before and after drug education increased knowledge with a mean pretest score of 62.38 and a mean posttest score of 95.24. So there is an increase of 32.86. Based on the Paired T-Test statistical test, there is a significant difference between knowledge before and after being given counseling about drugs with a p value of 0.000. Assistance is needed from the Kalasan health center so that Parikesit youth cadres can apply the knowledge they have gained so that they can assist the Puskesmas in carrying out drug prevention and control in adolescents.
Edukasi Dismenorea dan Upaya Cara Mengatasinya Pada Remaja di Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bintan Sa’adillah Ar Rosyid
Dwi Yati;
Hutasoit, Masta;
Jati, Ratih Kumoro
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Philanthropy, January 2024
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58353/jop.v2i1.173
Dysmenorrhea is one of the stiffness or constriction in the lower abdomen that occurs in the run up to menstruation or during menstruation. Dismenorrhea has a huge impact on teenage girls because it causes disturbance of day to day activities. Teenage girls who experience menstrual pain (dismenorrhoea) at the time of menstruation will feel limited in doing activities especially in school activities accompanied by dizziness, nausea, vomiting, fever, even to fainting. The purpose of this community service activity is to increase knowledge related to the prevention and treatment of dysmenorrhea. The target of this community service are the teenagers who lives in the Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (Lksa) Bintan Sa’adillah Ar Rosyid Bantul, as many as 19 respondents. The community service activity will take place in April 2023. The methods used in this research are lecture methods, visual audio and posters. To measure the level of students' knowledge about dysmenorrhea and its treatment using questionnaires. The results showed that the respondents that before health education most of the knowledge of respondents related to knowledge about prevention and treatment of dysmenorrhea in the sufficient category 57.9%, and after given education experienced an improvement in good category of 57,9%. So it can be concluded that there was an increase in respondents' knowledge after having completed health education.
Skrining Masalah Kesehatan dan Penyuluhan Kesehatan Pada Lansia di Panti Wreda GKJ Gondokusuman Yogyakarta
Hutasoit, Masta;
Yati, Dwi;
Ferianto;
Trisetiyaningsih, Yanita;
Utami, Khristina Dias
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Philanthropy, July 2024
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58353/jop.v2i2.180
The elderly are the population aged 60 years and over. Due to the aging process, the elderly often experience physiological function disorders that interfere with their health and most often cause degenerative diseases. Diseases that are often complained of by the elderly such as heart and blood vessel disease, cancer, diabetes mellitus and others. The results of population projections for 2010-2035 estimated the number of elderly people at 10% of the population. It is stated that Indonesia is experiencing an ageing period. The purpose of this service is to check the health of the elderly in Pantri Wreda Gondokusuman and health counseling to 10 elderly people. The activity was carried out on April 16, 2023. The results of health checks include blood pressure checks found as much as 60% have hypertension, blood sugar checks found 60% normal, uric acid the majority of elderly people experience high uric acid by 70%. After the health check was completed, it was continued with health counseling with the theme of preventing vascular disease. Pre-test results before counseling 60% of knowledge is lacking and 40% is sufficient. After education 40% of knowledge is in the good category and 50% in the sufficient category and 10% in the insufficient category. It is hoped that the elderly will be able to regularly check their health and maintain a healthy lifestyle so that the elderly can live optimally.
Peningkatan Psychological Well-being Wanita Menopause Melalui Edukasi dan Latihan Self-Acceptance
Yanita Trisetiyaningsih;
Azizah, Fajriyati Nur;
Hutasoit, Masta
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Philanthropy, January 2025
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58353/jop.v3i1.224
The changes experienced during menopause will cause changes in psychological well-being. Based on the results of research conducted by service providers in 2022 on 78 menopausal women, it was found that 73.3% of menopausal women had psychological well-being in the sufficient category, and 9.2% in the poor category. One component of psychological well-being that can be improved in order to improve psychological well-being is related to self-acceptance. Providing education is one way to improve Psychological Well Being and increase self-acceptance for menopausal women. This service activity will be carried out at the Gamping Kidul Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta Elderly Posyandu. This activity begins with the preparation stage, coordinating and preparing facilities and infrastructure, the implementation stage begins with a pretest, health checks (blood pressure and GDS), and providing education. Health screening and examination activities will be carried out on August 4 and September 1 2023 for climacteric women. The results of the health examination showed that almost 50% of climacteric women had hypertension, and 20% had GDS results that were more than normal. The results of the psychological well-being assessment of climacteric women were carried out on August 4 and September 1 2023. The results showed that the minimum score was 57, the maximum score was 83, and the average score was 69.5.
Meningkatkan Pemahaman Tentang Tumbuh Kembang Remaja, Kesehatan Reproduksi Dan Permasalahan Remaja Pada Pengurus OSIS Di SMP Negeri 2 Turi Sleman Yogyakarta
Hutasoit, Masta;
Hidayati, Rizki Wahyu;
Sumiyarrini, Retno;
Rukmi, Dwi Kartika
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30989/jice.v7i1.1502
Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Remaja akan mengalami perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya yaitu perkembangan fisik yang sangat pesat. Pertumbuhan dan perkembangan itu bisa memicu timbulnya perasaan bingung dan kecemasan, dan ketidakstabilan emosi yang seringkali memicu terjadinya kenakalan pada remaja. Permasalahan remaja yang paling sering adalah seksualitas, HIV/AIDS dan Penyalahgunaan NAPZA. Remaja perlu dibekali informasi tentang tumbuh kembang masa remaja dan juga pendampingan dari orang dewasa seperti orangtua dan guru. Edukasi tentang kesehatan yang terkait dengan tumbuh kembang remaja dapat menumbuhkan pemahaman remaja akan kondisi tubuh mereka yang sebenarnya. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja dan permasalahan yang terjadi pada remaja di SMP Negeri 2 Turi Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan merupakan penyuluhan dan diskusi. Kegiatan dilakukan dalam 3 tahap yaitu tahap persiapan termasuk perijinan, tahap pelaksanaan (penyuluhan) dan tahap evaluasi. Pengukuran tingkat pemahaman remaja dilakukan melalui pre tes dan pos test setelah selesai pemberian materi. Hasil dari kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan pada remaja dengan nilai pre tes Sebagian besar kategori pengetahuan sedang sebesar 42,56%, dan nilai post tes Sebagian besar masuk kategori baik sebesar 48,93%, terjadi peningkatan pemahan dari siswa siswi setelah edukasi. Saat sesi diskusi beberapa peserta yang mengikuti kegiatan sangat antusius bertanya dan mencoba menjawab pertanyaan dari teman. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa edukasi remaja tentang tumbuh kembang yang dilakukan membawa dampak positif yaitu adanya peningkatan pengetahuan. Pengetahuan tentang tumbuh kembang remaja, kesehatan reproduksi, dan permasalahan remaja sangat penting untuk membantu mereka melalui periode yang penuh tantangan ini dengan cara yang sehat, aman, dan bertanggung jawab,