Claim Missing Document
Check
Articles

Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Tk Islam Sunan Gunung Jati Latifah Susilowati; Susanti, Dwi; Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.697

Abstract

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas di perlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Sebagai upaya untuk mencegah adanya keterlambatan pada perkembangan dan masalah pertumbuhan maka perlu adanya deteksi dini. Deteksi dini pertumbuhan berdasarkan buku panduan SDIDTK menggunakan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Sedangkan deteksi dini perkembangan dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan deteksi dini dapat dilaksanakan melalui pengabdian masyarakat dengan alur sebagai berikut pengabdi melakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan selanjutnya menentukan status gizi. Pemeriksaan perkembangan dilakukan kepada peserta menggunakan KPSP untuk mengetahui apakah peserta mengalami keterlambatan dalam perkembangannya dan diinterpretasikan hasilnya. Tahap terakhir adalah konsultasi hasil pemeriksaan oleh pengabdi. Hasil pengabdian masyarakat adalah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 60,9% dan 39,1% berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar peserta berusia 6 tahun yaitu sebanyak 47,83% diikuti usia 5 tahun sebanyak 39,13% dan usia 4 tahun sebanyak 13,04%. Sebagian besar peserta memiliki status gizi baik yaitu sebesar 87% sedangkan peserta yang berisiko gizi lebih sebanyak 8,7% dan obesitas sebanyak 4,3%. Perkembangan peserta sesuai umur sebanyak 95,7% sedangkan peserta dengan perkembangan meragukan sebesar 4,3%. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anak usia pra sekolah masih ada yang mengalami masalah keterlambatan perkembangan dan memiliki status gizi beresiko gizi berlebih serta obesitas.
Upaya Peningkatan Pemahaman Orangtua Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita Latifah Susilowati; Hutasoit, Masta; Sumiyarini, Retno; Nursanti, Ida
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.751

Abstract

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu selama hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orangtua dalam melakukan pencegahan stunting pada balita melalui promosi Kesehatan yang diberikan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 25 ibu dengan balita mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Sebelum dilakukan penyuluhan semua peserta mengerjakan pretest terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pemberian penyuluhan kepada orangtua, serta posttest dan tahap akhir untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar 56 %, sedangkan tingkat pengetahuan baik sebesar 36% dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 8%. Setelah pengabdi memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada balita, hasil posttest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebesar 88%. Tingkat pengetahuan cukup menjadi 12% dan tidak ada peserta dengan tingkat pengetahuan kurang. Uji beda mean menujukkan data bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan orangtua sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan tentan pencegahan stunting pada balita Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman orangtua tentang pencegahan stunting pada balita mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah mendapatkan penyuluhan.
Measurement Of Nutritional Status Of Preschool Children And Healthy Food Education At Aisiyah Karangjati Kindergarten Bantul Yogyakarta hutasoit, masta
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.298

Abstract

Pre-school age children (3-6 years) are in the golden period for growth and development. Children in growing need adequate nutrition. Data on undernutrition and malnutrition in Yogyakarta province amounted to 15.50%. Measurement of nutritional status is carried out based on anthropometric indicators. Most children's nutritional status measurements were at normal nutritional status of 59.6%, overweigh of 21.2% and risk of overweigh of 19.2%. In addition to measuring nutritional status, we also provided health advice on healthy nutrition for preschool children (3 to 6 years old). From the commitment results, it can be concluded that the nutritional status of the children in Aishiya Kindergarten was within a more normal range and that advice on healthy nutrition could enhance the children's understanding of healthy nutrition
EFEKTIFITAS EDUKASI TENTANG MENSTRUAL HYGIENE TERHADAP PERILAKU PADA REMAJA PUTRI DISABILITAS MENTAL Hutasoit, Masta; Purnamaningsih, Nur’ Aini; Trisetiyaningsih, Yanita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i2.1111

Abstract

Latar belakang: Menstruasi merupakan salah satu tanda seorang remaja putri sudah memasuki fase pubertas. Saat fase menstruasi area kewanitaan seringkali lembab sehingga kalau tidak dijaga kebersihanya dapat mengakibatkan infeksi pada saluran reproduksi. Menstrual Hygiene adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan selama fase menstruasi. Pada remaja putri yang mengalami disabilitas mental mengalami kesulitan dalam praktek Menstrual hygiene sehingga perlu dilakukan suatu intervensi dalam pemberian edukasi.  Pemberian informasi dapat melalui video animasi dan demonstrasi tentang menstrual hygiene terhadap kemampuan praktek menstrual hygiene pada remaja putri di SLB N 1 Bantul. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui peningkatan perilaku menstrual hygiene pada remaja putri setelah diberikan edukasi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental pre test-post test without control group. Responden adalah remaja putri dasabilitas mental yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 30 responden yang diambil dengan total sampling. Intervensi yang diberikan adalah edukasi dengan video animasi dan demonstrasi tentang praktik menstrual hygiene. Sebelum dan setelah intervensi diberikan pre test dan posttest berupa kuesioner perilaku tentang menstrual hygiene. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan paired t test. Hasil: Perilaku awal remaja sebelum diberikan intervensi edukasi rata-rata 50,67 (34-68), sedangkan setelah intervensi rata-rata perilaku sebesar 64,7 (49-80), terdapat peningkatan perilaku sebesar 14,03. Analisis menggunakan Paired-Sample T-Test didapatkan hasil p value sebesar 0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan perilaku remaja disabilitas dalam menstrual hygiene. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan dengan pemberian edukasi terhadap perilaku menstrual hygiene management pada remaja di SLB Negeri 1 Bantul
Upaya Pencegahan Infeksi Sistem Reproduksi Pada Remaja Putri Melalui Edukasi Menstrual Hygiene Di SMP Negeri 3 Kalasan, Yogyakarta Hutasoit, Masta; Purnamaningsih, Nur ’Aini; Trisetiyaningsih, Yanita; Susanti, Dwi
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2: December 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v3i2.29084

Abstract

         Adolescent girls who experience menstruation as a sign of the onset of puberty certainly need important information in carrying out hygiene behaviors during menstruation. Menstrual hygiene is an action taken to care for and maintain cleanliness in the feminine area, especially during menstruation. This is done to prevent infections in the reproductive tract.  Personal hygiene during menstruation needs to be considered, especially in adolescence. Many teenagers do not pay attention to personal hygiene during menstruation and show a negative attitude, and consider it taboo so they do not seek information. Adolescent women's knowledge about Menstrual Hygiene is needed as a preventive effort when the menstrual cycle occurs in adolescent girls. Young women's knowledge can be obtained by providing health counseling. This community service aims to increase students' knowledge about the cleanliness of the feminine area.           The results of this service are known to increase the understanding of adolescent girls in improving hygiene during menstruation (menstrual hygiene). The average initial knowledge for menstrual hygiene is 79% with a minimum score of 30 and a maximum of 100. After the test post, the average score of knowledge increased to 98.15% (minimum score of 80 and maximum score of 100). In addition to menstrual hygiene, education about puberty was also carried out with an average initial score of 65.2% (50-100) and an average test post of 94.53% (75-100%). During the education, participants seemed enthusiastic by being able to answer questions from service members. The conclusion of this service is so that young women can practice the knowledge gained to maintain personal hygiene and feminine hygiene during the menstrual cycle to avoid reproductive infections. 
Peningkatan Kesiapan Mental Anak Menghadapi Menarche Melalui Ular Tangga Madyfa Latifah Susilowati; Dwi Yati; Masta Hutasoit
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3233

Abstract

Remaja putri memasuki fase pubertas ditandai dengan menstruasi. Perubahan yang dialami ketika menstruasi dapat berdampak secara fisik maupun psikis, sehingga remaja yang belum siap menjalani menstruasi cenderung merasa ketakutan dan kurang percaya diri dengan perubahan yang terjadi. Remaja putri membutuhkan informasi tentang proses menstruasi dan permasalahan yang menyertainya sehingga akan lebih bersikap positif dan mampu berperilaku yang baik saat menghadapi menstruasi dan mengalami beberapa keluhan yang menyertai menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh menstrual health education dengan media ular tangga “Madyfa” terhadap kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental pre test-post test with control group. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 45 siswa yang mendapatkan perlakuan berupa Menstrual health education dengan media ular tangga madyfa. Sedangkan kelompok kontrol sebanyak 45 siswa mendapatkan perlakuan menstrual health education dengan media ular tangga setelah perlakuan di kelompok intervensi selesai. Sebelum dan setelah intervensi pada masing-masing kelompok dilakukan pretest dan posttest. Rata-rata skor kesiapan anak menghadapi menarche sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi adalah 79,67. Sedangkan setelah perlakuan rata-rata skor kesiapan meningkat menjadi 82,93. Pada penelitian ini diketahui terdapat perbedaan kesiapan anak menghadapi menarche sebelum dan sesudah diberikan intervensi menstrual health education dengan media ular tangga madyfa yang ditunjukkan dengan nilai p <0,000. Menstrual health education menggunakan media ular tangga “Madyfa” berpengaruh terhadap kesiapan mental anak usia sekolah menghadapi menarche. 
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN HARGA DIRI REMAJA TUNA DAKSA DI SLB NEGERI 1 BANTUL YOGYAKARTA: FAMILY SUPPORT IS RELATED TO SELF-ESTEEM OF ADOLESCENTS WITH IMPAIRMENT IN SLB NEGERI 1 BANTUL YOGYAKARTA Putri Rifai, Nadila; Hutasoit, Masta
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja dengan tuna daksa, memiliki keterbatasan saat melakukan berbagai aktivitas sehari hari. Keterbatasan ini dapat menyebabkan remaja tuna daksa merasa dirinya ada yang kurang, atau merasa dirinya berbeda dengan remaja lainnya yang normal, sehingga mereka bisa mengalami stres ataupun putus asa. Peran dan dukungan keluarga sangat penting dalam membentuk kepribadian, kebiasaan bahkan identitas dari seorang remaja tuna daksa. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap harga diri remaja tuna daksa di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Popuasi pada penelitian ini adalah remaja dengan tunadaksa berjumlah 37 responden yang bersekolah di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta berusia 12-22 tahun. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner harga diri dengan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale. Analisis data dengan menggunakan contingency coefficient. Hasil: Remaja tuna daksa yang mendapatkan dukungan keluarga cukup mendapatkan nilai harga diri yang cukup sebesar 48,6%. Remaja tuna daksa yang memiliki dukungan keluarga rendah mendapatkan nilai harga diri yang rendah sebanyak 40,5%. Remaja tuna daksa yang memiliki harga diri tinggi juga mendapat dukungan dari keluarga yang tinggi sebesar 10,8%. Hasil dari uji contingency coefficient diperoleh p-value=<0,0001 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan harga diri remaja tuna daksa dan diperoleh nilai r=0,818 yang menunjukkan koefisien korelasi antara kedua variabel memiliki pola hubungan yang kuat dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap harga diri remaja tuna daksa di SLB Negeri 1 Yogyakarta.
Factors related to completeness of basic immunization in children during pandemic in Yogyakarta Hutasoit, Masta; Nur Safitri, Vira
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 12 No 1 (2023): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v12i1.822

Abstract

Background: The Government of Indonesia requires basic immunization for infants aged less than 1 year to reduce morbidity, disability, and infant mortality from preventable diseases. Objective: To find out the factors related to the completeness of basic immunization for children during the pandemic in Sleman Yogyakarta. Methods: This study used a cross sectional approach carried out in the work area of ??the Berbah Public Health Center, Sleman Yogyakarta. The data collection technique in this study used a total sampling technique with the number of respondents as many as 42 mothers who had children aged 9-24 months. Bivariate data analysis using chi square test. Results: It was found that maternal education (P=0.024), family support (P=0.010) had a significant relationship to the completeness of basic immunization in infants. Conclusion: Mother's knowledge and family support are factors that have a strong relationship with the completeness of basic immunization in children.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Napza Pada Kader Remaja Parikesit Ferianto, Ferianto; Lestari, Ratna; Utami, Khristina Dias; Hutasoit, Masta
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Philanthropy, July 2023
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v1i2.115

Abstract

This community service aims to assist Puksemas in creating a drug-free society through the revitalization of the Parikesit Posyandu program. The method of activity carried out is with assistance and technical guidance through health education, lectures and discussions, as well as monitoring program evaluation. The target for this community service is all youth in Tirtomartani Village, especially the management of Parikesit Posyandu cadres. The activities were carried out starting from preparation to evaluation, which were carried out on November 10-30 2021. Assistance activities began with coordinating program implementation, counseling activities and assisting in the evaluation of the programs being carried out. The final assistance aims to increase knowledge about drugs for adolescents in Tirtomartani Village. The community service which was carried out in the Tirtomartani Village was attended by 21 Parikesit youth cadres. Knowledge of youth cadres before and after drug education increased knowledge with a mean pretest score of 62.38 and a mean posttest score of 95.24. So there is an increase of 32.86. Based on the Paired T-Test statistical test, there is a significant difference between knowledge before and after being given counseling about drugs with a p value of 0.000. Assistance is needed from the Kalasan health center so that Parikesit youth cadres can apply the knowledge they have gained so that they can assist the Puskesmas in carrying out drug prevention and control in adolescents.
Edukasi Dismenorea dan Upaya Cara Mengatasinya Pada Remaja di Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bintan Sa’adillah Ar Rosyid Dwi Yati; Hutasoit, Masta; Jati, Ratih Kumoro
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Philanthropy, January 2024
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v2i1.173

Abstract

Dysmenorrhea is one of the stiffness or constriction in the lower abdomen that occurs in the run up to menstruation or during menstruation. Dismenorrhea has a huge impact on teenage girls because it causes disturbance of day to day activities. Teenage girls who experience menstrual pain (dismenorrhoea) at the time of menstruation will feel limited in doing activities especially in school activities accompanied by dizziness, nausea, vomiting, fever, even to fainting. The purpose of this community service activity is to increase knowledge related to the prevention and treatment of dysmenorrhea. The target of this community service are the teenagers who lives in the Pondok Pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (Lksa) Bintan Sa’adillah Ar Rosyid Bantul, as many as 19 respondents. The community service activity will take place in April 2023. The methods used in this research are lecture methods, visual audio and posters. To measure the level of students' knowledge about dysmenorrhea and its treatment using questionnaires. The results showed that the respondents that before health education most of the knowledge of respondents related to knowledge about prevention and treatment of dysmenorrhea in the sufficient category 57.9%, and after given education experienced an improvement in good category of 57,9%. So it can be concluded that there was an increase in respondents' knowledge after having completed health education.
Co-Authors Afriyliani, Nur Fitri Alpazara, Herian Andriani, Ririn Anita, Ria Arini, Sri Azizah, Fajriyati Nur Azizah, Fajriyati Nur Celiya Winangrum Delima E, Rosa Delima E, Rosa Dewi, Sujati Rita Dian Vista Dwi Susanti Dwi Susanti Dwi Susanti Dwi Yati Dwi Yati Dwi Yati Erna Fitrian Cahyanti Esti, Maria Ferianto Ferianto Ferianto Ferianto Fiki Wijayanti Fitriana, Elsha Nur Hajri, Waode Syahrani Herian Alpazara Hidayati, Rizki Wahyu Ida Nursanti Ida Nursanti Induniasih Induniasih Inke Ayomi Nur Hapzah Khristina Dias Utami Khristina Diaz Utami Kumorojati, Ratih Lailli Sofianingtyas Latifah Susilowati Latifah Susilowati Lusi Siwu Lutfiyati, Afi Maria Esti Muhammad Nanang Qosim Nirmalasari, Novita Noerma Shovei Nur Safitri, Vira Purnamaningsih, Nur ’Aini Purnamaningsih, Nur' Aini Purnamaningsih, Nur’ Aini Putri Rifai, Nadila Ratna Lestari Retty Nirmala Santiasari . Ria Anita Ririn Andriani Rosa Delima E Rukmi, Dwi Kartika Sari, Ayu Putri Kusuma Sartika Sartika Silitonga, Mettison M. Siti Fatimah Siwu, Lusi Siwu, Lusi Sofianingtyas, Lailli Sri Arini Sri Suparyati Soenarto Sumiyarini, Retno Sumiyarrini, Retno Syamsul Arifin Tika Yuliani Trisetyaningsih, Yanita Untung Sudharmono Utami, Khristina Diaz Vira Nur Safitri Vista, Dian Vista, Dian Wenny Savitri Wenny Savitri Wenny Savitri, Wenny Widiyandana Widiyandana Widiyandana, Widiyandana Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih, Yanita Yati Soenarto Yati, Dwi Yuliani, Tika Yuliani, Tika