Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENGELOLAAN DIARE DENGAN KLASIFIKASI DIARE DI PUSKESMAS KASIHAN BANTUL Masta Hutasoit; Latifah Susilowati; Inke Ayomi Nur Hapzah
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.013 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.252

Abstract

Latar Belakang: Kematian balita akibat diare sering dikaitkan sebagai akibat buruknya pengelolaan diare di rumah sehingga anak-anak mengalami kehilangan cairan. Anak-anak dengan diare yang tidak diobati dini dapat memiliki konsekuensi fatal termasuk menyebabkan kematian pada anak-anak. Seorang ibu diharapkan memiliki pengetahuan yang baik dalam mengelola anak selama diare untuk mengurangi angka kematian dan morbiditas pada anak dengan diare. Karena kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan kegagalan dalam pengobatan diare anak, karena banyak orang tua menganggap anak diare bukan penyakit tetapi sebagai proses pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang manajemen diare dan klasifikasi diare di Puskesmas Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas di Bantul Yogyakarta, dari Mei hingga Agustus 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita diare yang dirawat di Puskesmas di Bantul selama periode Januari dan Juni 2018 sebanyak 47 balita. (usia 1- 59 bulan). Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner, mengumpulkan data tentang pengetahuan ibu tentang pengelolaan diare di rumah dengan metode kunjungan rumah. Data klasifikasi diare diambil dari data sekunder (data dari catatan medis). Analisis bivariat dilakukan dengan korelasi Gamma.Hasil: Pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan diare pada anak balita lebih banyak pada kategori pengetahuan baik sebanyak 57,4%. Klasifikasi diare pada anak-anak sebagian besar termasuk dalam kategori diare tanpa dehidrasi 72,3%. Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan diare dan klasifikasi diare pada anak di wilayah Puskesmas Kasihan 1 dengan nilai p = 0,029 (P <0,05).Kesimpulan: Ada hubungan statistik antara pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan diare dan klasifikasi diare pada anak di wilayah Puskesmas Kasihan 1 Bantul yang ditunjukkan oleh nilai p = 0,029 (P <0,05)
Upaya Peningkatan Pemahaman Orangtua Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita Latifah Susilowati; Masta Hutasoit; Retno Sumiyarini; Ida Nursanti
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.751

Abstract

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu selama hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orangtua dalam melakukan pencegahan stunting pada balita melalui promosi Kesehatan yang diberikan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 25 ibu dengan balita mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Sebelum dilakukan penyuluhan semua peserta mengerjakan pretest terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pemberian penyuluhan kepada orangtua, serta posttest dan tahap akhir untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar 56 %, sedangkan tingkat pengetahuan baik sebesar 36% dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 8%. Setelah pengabdi memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada balita, hasil posttest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebesar 88%. Tingkat pengetahuan cukup menjadi 12% dan tidak ada peserta dengan tingkat pengetahuan kurang. Uji beda mean menujukkan data bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan orangtua sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan tentan pencegahan stunting pada balita Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman orangtua tentang pencegahan stunting pada balita mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah mendapatkan penyuluhan.
Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Berhubungan dengan Self Efficacy dalam Melakukan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Masta Hutasoit; Celiya Winangrum
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 1 No. 02 (2022): JURINSE, Agustus 2022
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.409 KB)

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic period resulted in a decrease in the number of Antenatal Care visits of pregnant women in health care facilities. The decrease was due to the anxiety of pregnant women being infected and also restrictions on community activities outside. Antenatal care (ANC) examination is useful for early detection of complications of pregnancy and childbirth as the highest cause of maternal mortality. Pregnant women who experience anxiety result in decreased ANC visits and often delays. Self-efficacy of pregnant women is a form of individual self-mediation, in this case pregnant women who are confident can hold beliefs about their expertise to carry out pregnancy checks on health services. Objectives: to identify the relationship between anxiety levels and self-efficacy of pregnant women at the Kasihan I Public Health Center. Methods: This study used a descriptive correlative research design with a cross sectional approach. The sample used in this study were 69 primigravida mothers, which were obtained by non-probability sampling. The research instrument used was the Anxiety questionnaire. Related to Covid-19 transmission for anxiety and Self efficacy/confidence for Self efficacy. Analysis of the data used to see the correlation using somers'd test with <0.05. Results: The results showed that the majority were in the category of not being anxious (95.7%). Data processing with somers'd test obtained p value = 0.045 <0.05, which means that there is a significant relationship between anxiety levels and self-efficacy of pregnant women at the Kasihan I Public Health Center with a correlation value of r = 0.200 (weak). Conclusion: There is a relationship between the level of anxiety related to the transmission of covid-19 with Self efficacy in pregnant women in carrying out ANC. Suggestions for pregnant women in order to get a picture of the importance of self-efficacy for pregnant women, especially in the first pregnancy/primigravida so that mothers can get a good pregnancy and can increase high self-efficacy.
PENGARUH VIDEO ANIMASI TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN PERUBAHAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI SMP N.1 KALASAN YOGYAKARTA Masta Hutasoit; Yanita Trisetiyaningsih; Khristina Dias Utami
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v17i4.634

Abstract

Latar belakang: Anemia seringkali dialami oleh remaja putri terutama yang sudah mengalami menstruasi. Anemia pada remaja terjadi karena kekurangan kurang nutrisi terutama zat besi dan asam folat. Kurangnya asupan tersebut karena rendahnya pengetahuan atau persepsi yang salah tentang diet tanpa memperhitungkan kebutuhan tubuh akan zat makro dan zat mikro. Dikatakan seseorang mengalami anemia apabila kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari yang seharusnya.  Remaja putri adalah kelompok yang rentan mengalami anemia karena beberapa faktor diantaranya kekurangan gizi, menstruasi, status sosial ekonomi dan pengetahuan remaja. Banyak remaja putri melakukan diet agar tubuh tetap kurus atau langsing, tetapi tidak memperhitungkan kebutuhan tubuh akan zat gizi makro atau mikro. Dampak anemia pada remaja  bisa mengalami penurunan prestasi belajar dan mudah terserang penyakit. Media pendidikan kesehatan dengan video animasi dapat memiliki kelebihan dibandingkan media lain karena lebih menarik karena berbentuk audiovisual, gambar yang ditampilkan lebih menarik dan lebih mudah diterima dan dipahami oleh remaja. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh media edukasi animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Metode : Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi- experiment) nonrandomized pretest-posttest one group design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 57 responden yang diambil secara purposive sampling. Responden diberi edukasi tentang anemia dengan media video animasi dimana sebelum dan sesudah intervensi diberikan pre tes dan pos tes.  Uji analisis bivariate dengan menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui perbedaan mean pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Ada pengaruh pemberian edukasi dengan media animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Negeri 1 Kalasan, ditunjukkan dengan nilai signifikansi nilai p sebesar 0,000, yang berarti nilai p <0,05.  Kesimpulan: media video animasi berpengaruh meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan dan penanganan anemia.
Factors related to completeness of basic immunization in children during pandemic in Yogyakarta Masta Hutasoit; Vira Nur Safitri
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 12 No 1 (2023): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v12i1.822

Abstract

Background: The Government of Indonesia requires basic immunization for infants aged less than 1 year to reduce morbidity, disability, and infant mortality from preventable diseases. Objective: To find out the factors related to the completeness of basic immunization for children during the pandemic in Sleman Yogyakarta. Methods: This study used a cross sectional approach carried out in the work area of ​​the Berbah Public Health Center, Sleman Yogyakarta. The data collection technique in this study used a total sampling technique with the number of respondents as many as 42 mothers who had children aged 9-24 months. Bivariate data analysis using chi square test. Results: It was found that maternal education (P=0.024), family support (P=0.010) had a significant relationship to the completeness of basic immunization in infants. Conclusion: Mother's knowledge and family support are factors that have a strong relationship with the completeness of basic immunization in children.
PENGENALAN DAN PENCEGAHAN PRE MENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 GODEAN YOGYAKARTA Masta Hutasoit; Yanita Trisetiyaningsih; Dwi Susanti; Dwi Yati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah reproduksi pada remaja masih membutuhkan perhatian yang besar. Ketika remaja putri mengalami menstruasi berarti remaja tersebut memasuki fase pubertas. Dimana ketika mengalami menstruasi ada kondisi tertentu yang menyebabkan masalah selama siklus menstruasi tersebut. Masalah tersebut seringkali terjadi sebelum menstruasi, dimana gejalanya payudara membengkak, puting susu nyeri, mudah tersinggung, kram perut, letih, sakit kepala, perut kembung, sembelit, dan timbul jerawat. Kondisi ini disebut premenstrual syndrome/PMS. PMS adalah kumpulan berbagai gejala fisik, psikologis, dan emosional yang berhubungan dengan adanya perubahan hormonal karena siklus menstruasi. PMS terjadi 70-90% pada wanita usia subur/WUS. Seringkali remaja tidak paham tentang apa yang terjadi selama siklus menstruasi tersebut. Sehingga perlu dilakukan pemberian informasi. dimana pemenuhan informasi yang tepat tentang permasalahan reproduksi belum sepenuhnya mereka dapatkan. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yaitu tentang masa subur. Pengabdian kesehatan yang akan kami lakukan adalah pemberian informasi tentang pengenalan dan pencegahan Pre Menstrual Syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta. Media yang digunakan adalah poster dan penjelasan lewat media pembelajaran online (zoom). Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor dari 75,6 menjadi 85,5.
Hubungan Status Imunisasi Campak Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 12-59 Bulan Latifah Susilowati; Masta Hutasoit
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v2i1.228

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of infant mortality worldwide. InIndonesia, diarrhea is among the top 10 diseases handled in the Puskesmasand the top 10 inpatient diseases at regional hospitals. Measlesimmunization is recommended by the world health organization as aprevention and health care effort for children including prevention of theincidence of diarrhea. The general objective of this study was to determinethe relationship between measles immunization status and the incidenceof diarrhea in toddler in the work area of Kasihan Bantul Health Center.This study uses a case control research design with a retrospectiveapproach. Data collection began with data collection ages 12 - 59 monthssuffering from diarrhea in the last 6 months at the Kasihan Bantul HealthCenter. Then the researcher conducted homevisit to ask about the historyof measles immunization in children. The number of samples in thecontrol group was 44 children and the case group was 44 children. Theresults showed that there was no statistically significant relationshipbetween measles status and the incidence of diarrhea in children aged 12-59 months at the Kasihan Bantul Health Center. Health centers and healthworkers need to increase public awareness of the importance of measlesimmunization in infants as a form of support for government programs toprevent the occurrence of diarrhea.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD DAN TK BHAKTI SIWI PURWOREJO: THE CORRELATION BETWEEN SMARTPHONE USE AND DEVELOPMENT OF CHILDREN OF PRESCHOOL AGE IN PAUD AND TK BHAKTI SIWI PURWOREJO Siti Fatimah; Masta Hutasoit
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.357 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan smartphone pada anak prasekolah dapat menyebabkan ganguan perkembangan apabila tidak memperhatikan batasan waktu. Tujuan Penelitian: Dalam Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara penggunaan smartphone dengan perkembangan anak di TK Bhakti Siwi Purworejo. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 siswa, yang diperoleh dengan cara total sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah dengan kuesioner KPSP dan kuesioner durasi penggunaan smartphone. Analisis data yang digunakan untuk melihat korelasi menggunakan uji Somers’d dengan ? 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak menggunakan smartphone dengan durasi rendah sebanyak 86,7% anak dengan perkembangan sesuai dan sebanyak 75% pengguna smartphone dengan durasi tinggi dengan perkembangan meragukan. Pengolahan data dengan uji Somers’d didapatkan nilai p = 0,036 <0,05 dengan arti bahwa terdapat  hubungan antara penggunaan smartphone dengan perkembangan anak usia prasekolah di PAUD dan TK Bhakti Siwi Purworejo dengan nilai korelasi r = 0,288. Kesimpulan: Semakin tinggi durasi anak menggunakan smartphone, maka semakin banyak anak dengan perkembangan meragukan. Anak boleh menggunakan smartphone namun tetap dalam pengawasan dan memperhatikan batasan waktu.   Background: The use of smartphones in preschool children can lead to developmental disorders. It happens when in the use of smartphones people do not pay attention to time limit. So, it can cause smartphone addiction which can have an effect on the development of preschool-age children. Research Objective: This study aims to see the correlation between smartphone use and child development in TK (Kindergarten) Bhakti Siwi Purworejo. Research Method:  This study used descriptive method with cross sectional approach.  The sample used in this study was 44 students, which was obtained by means of total sampling. The research instrument used was KPSP questionnaire and questionnaire for the duration of smartphone use.  The data analysis used to see correlation was Somers'd test with ? 0.05. Research Result: The result showed that most children using smartphones in short duration were as many as 86.7% of the children with appropriate development and as many as 75% of the smartphone users in long duration with dubious development.  The data processing with the Somers'd test obtained p value = 0.036 <0.05 meaning that there was a correlation between smartphone use and the development of preschool-age children in PAUD (preschool) and TK Bhakti Siwi Purworejo with correlation value r = 0.288. Conclusion: The longer the duration of smartphone use, the higher the risk of developmental deviations in children. Children can use smartphones, but they should remain under supervision and pay attention to time limit.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Paritas Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Ibu Pekerja Di Yogyakarta Fitriana, Elsha Nur; Hutasoit, Masta
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i4.1570

Abstract

Exclusive breastfeeding gives breast milk to babies aged 6-24 months without any other food or drink. The aspect of occupation is the reason why mothers do not give exclusive breastfeeding to babies. Family support is vital to increase the success of exclusive breastfeeding. This research aims to know the correlation between family support and parity with the success of exclusive breastfeeding for working mothers in Yogyakarta. This research used a cross-sectional design. The population of this research was all working mothers with babies aged 6-24 months in the working area of ​​Puskemas (Community Health Center) Umbulharjo I in 2023 with a total sampling. The analysis results showed that there was no correlation between parity and the success of exclusive breastfeeding with a p-value of 0.656> 0.05. However, there was a relationship between family support and the success of exclusive breastfeeding with a p-value of 0.014 <0.05. There is a correlation between family support and the success of exclusive breastfeeding for working mothers in Yogyakarta. There is no correlation between parity and the success of exclusive breastfeeding for working mothers in Yogyakarta.
Booklet Sebagai Media Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Hutasoit, Masta; Trisetiyaningsih, Yanita; Utami, Khristina Diaz
Faletehan Health Journal Vol 10 No 02 (2023): Faletehan Health Journal, July 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i02.407

Abstract

Anemia is a nutritional problem that is often experienced by teenage girls and can decrease their reproductive health, motoric and mental development, learning achievement, fitness level, and unreached maximum height. Anemia in teenage girls is caused by a lack of nutrients consumed, especially iron and folic acid, which one of the reasons is the low level of knowledge and misperceptions related to diet. This study aimed to determine the effects of booklet on the increase of teenage girls’ knowledge of anemia. The method used was quasy experiment and a design of pretest-posttest without control group. The sample size was 57 teenage girls as respondents who were selected by purposive sampling. The respondents got a pretest, education by booklet, and a posttest. The results showed that the mean of pretest was 56.33, the minimum score of 37, and the maximum score of 85. While the mean of posttest was 86.67, the minimum score of 56, and the maximum score of 100. The data analysis by Wilcoxon test obtained a p value of 0.001. There were effects of health education by booklet on the increase of teenage girls’ knowledge of anemia. To conclude, booklet as a media of health education significantly impacts on the increase of teenage girls’ knowledge.
Co-Authors Afriyliani, Nur Fitri Alpazara, Herian Andriani, Ririn Anita, Ria Arini, Sri Azizah, Fajriyati Nur Azizah, Fajriyati Nur Celiya Winangrum Delima E, Rosa Delima E, Rosa Dewi, Sujati Rita Dian Vista Dwi Susanti Dwi Susanti Dwi Susanti Dwi Yati Dwi Yati Dwi Yati Erna Fitrian Cahyanti Esti, Maria Ferianto Ferianto Ferianto Ferianto Fiki Wijayanti Fitriana, Elsha Nur Hajri, Waode Syahrani Herian Alpazara Hidayati, Rizki Wahyu Ida Nursanti Ida Nursanti Induniasih Induniasih Inke Ayomi Nur Hapzah Khristina Dias Utami Khristina Diaz Utami Kumorojati, Ratih Lailli Sofianingtyas Latifah Susilowati Latifah Susilowati Lusi Siwu Lutfiyati, Afi Maria Esti Muhammad Nanang Qosim Nirmalasari, Novita Noerma Shovei Nur Safitri, Vira Purnamaningsih, Nur ’Aini Purnamaningsih, Nur' Aini Purnamaningsih, Nur’ Aini Putri Rifai, Nadila Ratna Lestari Retty Nirmala Santiasari . Ria Anita Ririn Andriani Rosa Delima E Rukmi, Dwi Kartika Sari, Ayu Putri Kusuma Sartika Sartika Silitonga, Mettison M. Siti Fatimah Siwu, Lusi Siwu, Lusi Sofianingtyas, Lailli Sri Arini Sri Suparyati Soenarto Sumiyarini, Retno Sumiyarrini, Retno Syamsul Arifin Tika Yuliani Trisetyaningsih, Yanita Untung Sudharmono Utami, Khristina Diaz Vira Nur Safitri Vista, Dian Vista, Dian Wenny Savitri Wenny Savitri Wenny Savitri, Wenny Widiyandana Widiyandana Widiyandana, Widiyandana Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih Yanita Trisetiyaningsih, Yanita Yati Soenarto Yati, Dwi Yuliani, Tika Yuliani, Tika