Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Effect of Citrus amblycarpa Hassk Extract Against Rattus norvegicus Body Weight with High-Fat Diet Roselina Panghiyangani; Juliyatin Putri Utami; Lena Rosida; Dewi Indah Noviana Pratiwi
MAGNA MEDIKA: Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.10.1.2023.67-72

Abstract

Background:  Obesity is a complex disease that is generally accompanied by insulin resistance and increased oxidative stress and the expression of inflammatory markers that contribute to the accumulation of body fat mass. Lemons contain high levels of flavonoids and essential oils so that they have the potential to control appetite and play a role in fat breakdown. Purpose: to determine the effect of Citrus amblycarpa Hass extract on weight loss of rats fed a high-fat diet.Objective: Rattus novergicus Wistar strain aged 2-3 months and randomly divided into 6 groupsMethods: The dried Citrus amblycarpa Hass peel was extracted by maceration method with 70% ethanol as solvent. Variations in the dose of Citrus amblycarpa Hass peel extract given were 200, 300 and 400 mg/kg BW. There were 6 groups of treated rats with 30 rats total sample. The weight of the mice from each treatment group was measured for 6 weeks and then the average body weight of each group was analyzed using Kruskall Wallis with the Mann-Whitney further test.Results: The data showed that administration of Citrus amblycarpa Hass peel extract had a significant effect on weight loss of Wistar rats fed a high-fat diet with p= 0.00 (p <0.05). The average body weight of the 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW extract treated rats was significantly different from the control group that was not given the C. amblycarpa Hass peel extract, but the average body weight in the 200 mg/kg BW dose group did not show a significant difference.Conclusion: There is an effect of C. amblycarpa Hass peel extract in reducing the body weight of Wistar rats fed a high-fat diet significantly at doses of 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW.
Pemberdayaan Petugas Kesehatan Dalam Deteksi Dini Kanker Prostat Di Puskesmas Banjarbaru Utara Eka Yudha Rahman; Roselina Panghiyangani; Nia Kania; Nika Sterina Skripsiana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11177

Abstract

Kanker prostat merupakan keganasan nomor dua tersering pada pria serta penyebab kematian keenam pada pria di dunia. Jumlah lansia pria di Kota Banjarbaru, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara terus mengalami peningkatan. Jumlah lansia di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara pada tahun 2022 sebanyak 11.920 jiwa (32,02% dari total penduduk), dengan jumlah lansia pria sebanyak 6,052 jiwa (16,26% dari jumlah penduduk). Hal ini merupakan faktor risiko kanker prostat pada lansia pria di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara. Perlu dilaksanakan pemberdayaan petugas kesehatan dalam deteksi dini kanker prostat di Puskesmas Banjarbaru Utara. Petugas kesehatan yang menjadi sasaran adalah dokter dan perawat yang memberi pelayanan kepada lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Banjarbaru Utara. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan deteksi dini kanker prostat dan penyuluhan kanker prostat kepada masyarakat. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 14 orang petugas kesehatan Puskesmas Banjarbaru Utara. Tujuan kegiatan pelatihan adalah untuk melatih petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan kanker prostat sehingga dapat mendiagnosis kanker prostat lebih dini pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil dinilai dari meningkatnya pengetahuan peserta (nilai rata-rata pretest 74,29 dan posttest 92,86) dan meningkatnya keterampilan petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan kanker prostat dinilai dari keaktifan peserta saat responsi. Kegiatan penyuluhan kanker prostat diikuti 33 orang lansia. Tujuan kegiatan penyuluhan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang faktor risiko, deteksi dini dan pencegahan kanker prostat. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil dinilai dari meningkatnya pengetahuan peserta penyuluhan (nilai rata-rata pretest 59,39 dan posttest 88,48).
Pengaruh Tingkat Pengetahuan, Motivasi dan Faktor Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Banjarbaru Tahun 2017 Esty Restiana Rusida; Rosihan Adhani; Roselina Panghiyangani
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5766

Abstract

Hipertensi memberikan kontribusi untuk hampir 9,4 juta kematian akibat penyakit kardiovaskuler setiap tahun. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat. Kasus/pasien hipertensi di kota Banjarbaru terjadi peningkatan yang signifikan dibanding kabupaten lain yaitu sebesar 375%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan, motivasi, faktor obat terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan berupa analisis univarian, bivarian, dan multivarian. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p Value= 0,000,Exp B=0,264). Tidak ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat (p value= 0,622) di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas cempaka pada tahun 2017. Ada pengaruh yang signifikan antara faktor obat dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi (p value = 0,002, Exp B= 0,022). Kesimpulan yang didapat yaitu pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas cempaka pada tahun 2017 (p value = 0,000, Exp B= 0,264). Kata kunci: hipertensi, pengetahuan, motivasi, obat
Literature Review: Analysis of Factors Associated with the Incidence of Pneumonia in Toddlers (Age > 12-59 Months) Irmae Irmae; Edi Hartoyo; Meitria Syahadatina Noor; Mohamad Isa; Roselina Panghiyangani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.934

Abstract

Pneumonia is a major cause of infant mortality in Indonesia. Pneumonia is influenced by intrinsic and extrinsic factors, such as immunization status, exclusive breastfeeding, nutritional status, home environment, and family socioeconomic status. Objective to analyze factors associated with the incidence of pneumonia in toddlers (aged > 12-59 months) through a literature review. Literature review of national journals published between 2021 and 2025. Databases from Google Scholar and PubMed with keywords "pneumonia in toddlers, pneumonia in toddlers case-control, risk factors for pneumonia in toddlers". Data were collected through searches of relevant accredited journals and then analyzed descriptively to identify general patterns of risk factors, including intrinsic variables (age, gender, immunization status, exclusive breastfeeding, low birth weight (LBW), nutritional status) and extrinsic variables (home ventilation, exposure to cigarette smoke, economic status, maternal education, and access to health services). The most dominant and consistent factors associated with pneumonia in toddlers include: incomplete immunization status, lack of exclusive breastfeeding, low birth weight (LBW) and preterm birth, unhealthy housing conditions (poor ventilation, high crowding, and exposure to cigarette smoke), poor nutritional status, and maternal education and low access to health services. The incidence of pneumonia in toddlers in Indonesia is the result of an interaction between individual, environmental, and economic factors.
Analisis Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pengguna Jasa Layanan Laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru Istuning Puji Rahayu; Rosihan Adhani; Eko Suhartono; Roselina Panghiyangani; M. Bakhriansyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15717

Abstract

ABSTRACT  Laboratories have a very important role in health services. The high quality of service in the laboratory is very crucial. The levelof health services is strongly linked to patient satisfaction. Customer satisfaction survey data at Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru from 2021 to 2023 shows a value that has not reached the set quality standard, which is 90. Customer complaints include the response and friendliness of officers, facilities, and access to information. This research seeks to examine the relationship between service quality from the aspects of tangibility, reliability, responsiveness, access, cortsey, and communication with service user satisfaction at Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru. Quantitative analytical research with a cross-sectional design was conducted. The sampling process used probability sampling method taken by simple random sampling. The sample size was 131 respondents. Bivariate analysis using multiple logistic regression test. The test results indicated a significant relaronship between tangibility, reliability, courtsey and communication with service user satisfaction at Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru indicated by a p-value 0.05 and there was no relationship between responsiveness and affordability with service user satisfaction at Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru indicated by a p-value0.05. Multivarate analysis using multiple logistic regressionreveals that there is a factor that is strongly related, namely the communication variable p value = 0.011. The Exp B value of 3.854 means that good communication 3.854 times can cause satisfaction. Keywords: Service Quality, Service User Satisfaction  ABSTRAK Laboratorium berperan penting dalam layanan kesehatan. Mutu pelayanan yang tinggi di laboratorium menjadi sangat krusial. Mutu pelayanan kesehatan erat kaitannya dengan kepuasan pelanggan. Data survei kepuasan pelanggan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru dari tahun 2021 hingga 2023 menunjukkan nilai yang belum mencapai standar mutu yang ditetapkan, yaitu 90. Keluhan pelanggan terdiri dari respon dan keramahan petugas, fasilitas, serta akses informasi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara mutu pelayanan dari aspek tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), access (keterjangkauan), courtesy (keramahan), dan communication (komunikasi) dengan kepuasan pengguna jasa layanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru. Penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan cross sectional. Metode sampling yang digunakan yaitu probability sampling yang diambil secara simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 131 responden. Analisis bivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil uji menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara Bukti Fisik, kehandalan, keramahan, dan komunikasi dengan kepuasan pengguna jasa layanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru ditunjukkan dari nilai p 0,05 dan tidak ada hubungan antara daya tanggap dan keterjangkauan engan kepuasan pengguna jasa layanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banjarbaru ditunjukkan dari nilai p 0,05. Analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik berganda, menunjukkan adanya faktor yang berhubungan kuat yaitu variabel komunikasi nilaip = 0,011. Nilai Exp B sebesar  3,854 artinya komunikasi yang baik 3,854 kali dapat menyebabkan kepuasan. Kata Kunci: Mutu Pelayaanan, Kepuasan Pengguna Jasa
Co-Authors . Mashuri Achyar Nawi Husein Ahmad Husairi Aisy Samara Istiqomah Ajeng Dwi Novitasari Annisa Annisa Ari Yunanto Arifin Syamsul Asmah Aulia Asnawati Asnawati Atni Primanadini Baehaqi Budi Wiweko Dede Marizal Sesar Dewi Indah Noviana Pratiwi Diah Ayu Wikan Nastiti Diah Mutia Rahmawati Didik Dwi Sanyoto Dodo T. Suarnella Dona Marisa, Dona Dwi Anita Suryandari Edi Hartoyo Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Eko Suhartono Ellen Jovita Tjitradi Fakhrurrazy Fakhrurrazy Fauzi Rahman Ferry Armanza Harapan Parlindungan Ringoringo Harapan Parlindungan Ringoringo Hasrul Nazar Hendra Sutapa Husaini Husaini Intan Nur ‘Ain Intan Zorena Rezky Irmae Irmae Isnaini Isnaini Istuning Puji Rahayu Iwan Aflanie Juliyatin Putri Utami Khatimah, Husnul Kurniati, Mala Lena Rosida Lena Rosida Lena Rosida Leni Marlinae Lisda Hayati Lisda Hayatie, Lisda Luluk Yunaini M. Bakhriansyah Mala Kurniati Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Mohamad Isa Muhammad Akbar Baitullah Muhammad Syauqi Abid Muslim Nia Kania Nia Kania Nika Sterina Skripsiana Nila Nirmalasari Noor Ahda Noor Samirah Herviana Novi Dwi Maulida Novia Belinda Rahman Nurfadilah Nurfadilah Pudji Andayani Pudji Sari Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmimi Azmi Rosihan Adhani Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Rusida, Esty Restiana Rusmiyati Rusmiyati Sarah Nur Azizah Sesar, Dede Marizal Sherly Limantara Sherly Limantara Siti Hafizhah Fatimah Siti Nurhayani Syarifah Kholishotunnisa Talia Zulfa Najmia Tasya Radhia Salsabila Triawanti Triawanti Utami, Juliyatin Putri Vinni Fioleta Angi Winda Wati Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati