Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA SLB DARMA PRAJA BANJARMASIN TENTANG GEJALA DAN PENULARAN INFEKSI CACING KREMI (ENTEROBIUS VERMICULARIS) Lisda Hayati; Roselina Panghiyangani; Lena Rosida
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.651 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v3i2.5074

Abstract

Enterobiasis adalah infeksi usus pada manusia yang disebabkan oleh parasit cacing Enterobius vermicularis. Cacing kremi (Enterobius vermicularis) adalah salah satu jenis parasit cacing usus yang juga masih tinggi infeksinya di Indonesia. Kondisi sanitasi lingkungan, kebersihan pribadi yang buruk dan kesadaran akan kebersihan yang masih rendah merupakan faktor risiko enterobiasis. Prevalensi entrobiasis yang cukup tinggi pada anak berhubungan dengan higiene pribadi yang buruk. Hal ini dipengaruhi oleh pola asuhan ibu tentang kebersihan dan kesehatan yang merupakan salah satu cara merintangi enterobiasis. Siswa SLB secara umum memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi hal ini dapat berakibat terhadap higiene pribadi yang buruk. Pada siswa SLB beberapa masalah yang terjadi adalah kelemahan atau ketidakmampuan pada anak usia sebelum 18 tahun yang disertai keterbatasan dalam kemampuan kemandirian misalnya dalam hal, mengurus diri (oral hygiene, mandi, berpakaian), dan kemandirian dalam hal toileting. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orangtua siswa SLB Darma Praja Banjarmasin tentang gejala dan penularan infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) sehingga lebih lanjut dapat diupayakan suatu kegiatan atau intervensi terhadap pola asuh siswa SLB Darma Praja Banjarmasin. Subjek penelitian adalah 41orang tua siswa SLB Dharma Praja Banjarmasin diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner dan, buku register siswa SLB. Hasil penelitian menmperlihatkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua yang baik sebesar 9,76%, pengetahuan sedang sebesar 90,24% dan tidak ada yang memiliki pengetahuan buruk.
EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATALOGIS Roselina Panghiyangani; Syamsul Arifin; Rudi Fakhriadi; Syarifah Kholishotunnisa; Annisa Annisa; Siti Nurhayani; Noor Samirah Herviana
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.422 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i1.5655

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan hampir seluruh wanita dan remaja putri pernah mengalami keputihan 60% pada remaja putri dan 40% pada wanita usia subur (WUS). Berdasarkan prevalensi kanker serviks di Indonesia sebesar 0,8%, prediksi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan  yaitu Kabupaten Banjar sebanyak 286 orang, yang dihitung dari jumlah wanita subur usia 15-39 tahun sebanyak 115.297 orang, usia 15-49 tahun sebanyak 154,136. UPT. Martapura 1 didapatkan 123  wanita yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan keputihan patologis pada santriwati Darul Hijrah Putri Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental, dengan jumlah sampel 65 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Hasil analisis data dengan regresi logistic. Responden kontrol menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p-value (0,176). Berbeda dengan hasil analisis dari responden perlakukan yang menunjukkan terdapat hubungan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p value (0,000). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan pengetahuan pada responden control dan terdapat hubungan pada responden perlakukan dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pencegahan keputihan patalogis.
HUBUNGAN KADAR SERUM AMH DENGAN JUMLAH MUTASI PADA GEN PROMOTER AMH (ANTI-MULLERIAN HORMONE) PADA PASIEN SOPK (SINDROM OVARIUM POLIKISTIK) Mala Kurniati; Dwi Anita Suryandari; Budi Wiweko; Pudji Sari; Luluk Yunaini; Roselina Panghiyangani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.6482

Abstract

Anti-Mullerian Hormone (AMH) adalah anggota dari kelompok Transforming Growth Factor-β yang berperan penting dalam regulasi folikulogenesis reproduksi wanita. Peningkatan kadar AMH 2-3 kali lipat ditemukan pada pasien SOPK (Sindrom Ovarium Polikistik) dibandingkan dengan wanita dengan ovulasi normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar serum AMH dengan jumlah mutasi pada gen promoter AMH (Anti-Mullerian Hormone) pada pasien SOPK (Sindrom Ovarium Polikistik). Besar sampel adalah 114 pasien yang terdiri dari 60 pasien SOPK dan 54 pasien bukan SOPK sebagai kontrol. Kadar AMH didapatkan dari rekam medis pasien di Klinik Yasmin IVF RSCM Kencana Hospital, Jakarta. Analisis molekuler dan genotipe dilakukan dengan PCR dan sekuensing dilanjutkan dengan analisis bioinformatika. Terdapat 60 mutasi titik pada varian promotor gen AMH. Jenis mutasi varian tertinggi yang ditemukan adalah -674 G/A (100%), diikuti oleh -245 C/CT (88,2%), dan -444 A/G (17,9%) di seluruh sampel. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank test, jumlah mutasi pada kelompok SOPK berpengaruh nyata terhadap AMH serum (p<0,05). Pada kelompok kontrol, jumlah mutasi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar AMH (p>0,05). Jumlah mutasi pada promotor gen mempengaruhi kadar serum AMH pada PCOS.
Upaya Pencegahan Covid-19 Melalui Pembagian Masker Serta Minuman Bergizi Kepada Masyarakat Banjarbaru dan Martapura Lena Rosida; Triawanti Triawanti; Asnawati Asnawati; Didik Dwi Sanyoto; Roselina Panghiyangani; Lisda Hayatie
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.144 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.749

Abstract

COVID-19 cases in Indonesia are increasing as of April 10, reaching 3512 people who have been declared infected with COVID-19, with a death toll of 306 people (8.71%). One of the prevention efforts is to use mask and hand sanitizer and increase immunity status through consumption of nutritious food and drinks. Prevention efforts will work well if we invite the public to participate actively, one of which is the Khosya Berbagi community in Banjarbaru.This activity aims to distribute masks, hand sanitizers and nutritious drinks to the people of Banjarbaru and Martapura, especially those who are vulnerable and have a high risk of being infected with COVID-19. The methods used include identifying people who are prone to infection and have a high risk of infection, making mask, COVID-19 prevention stickers, packaging mask and nutritious drinks, namely honey and milk, followed by distributing gifts to the community. This activity has succeeded in distributing 500 packages consisting of cloth mask, nutritious drinks and hand sanitizer to small traders, pedicab drivers, motorcycle taxi drivers, and road cleaners in Banjarbaru and Martapura. This parcel is also equipped with stickers on efforts to prevent COVID-19. It is hoped that this activity can help people protect themselves from COVID-19.
Literature Review: Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup pada Pasien PCOS Ajeng Dwi Novitasari; Sherly Limantara; Dona Marisa; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.241 KB)

Abstract

Abstract: Depression is impacts of the psychological and biological burden caused by PCOS. This is preceded by an increase in the psychological burden caused by health problems, perception, evaluation and self-acceptance of a woman. Quality of life will be impacted significantly because the increasing level of depression. This literature review was written to show the association between depression level and quality of life in patient with PCOS. Literature searches were carried out on the Pubmed-MEDLINE database, ScienceDirect and Google Scholar. The articles used in the review published between 2012-2020. The results of the review show that the psychological effects of PCOS are significantly higher. The risk of developing diseases such as anxiety and depression also increases significantly. The results of the review also prove that PCOS patients with higher rates of depression will have a lower quality of life. The impact on quality of life is related to self-perception / persona, health problems, emotional states, sexual satisfaction, social functions, as well as physical functions Keywords: depression, quality of life, polycystic ovary syndrome. Abstrak: Depresi pada pasien polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan salah satu dampak dari beban psikologis dan biologis  yang ditimbulkan PCOS.  Hal ini diawali oleh peningkatan beban psikologis yang disebabkan masalah kesehatan, persepsi, evaluasi dan penerimaan diri seorang wanita. Peningkatan tingkat depresi kemudian menimbulkan dampak terhadap kualitas hidup pasien PCOS. Literature review ini ditulis untuk mengetahui  bagaimana tingkat depresi memiliki hubungan terhadap kualitas hidup. Database yang digunakan untuk melakukan penelusuran artikel  adalah Pubmed-MEDLINE, ScienceDirect dan Google Scholar dengan rentang tahun publikasi antara tahun 2012-2020. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa efek psikologis yang ditimbulkan PCOS lebih tinggi secara signifikan. Risiko terjadinya penyakit seperti kecemasan dan depresi juga meningkat secara signifikan. Hasil tinjauan juga membuktikan pada pada pasien PCOS dengan tingkat depresi yang lebih tinggi akan memiliki kualitas hidup yang lebih rendah. Dampak kualitas hidup yang ditimbulkan terkait persepsi diri/persona, masalah kesehatan, keadaan emosional, kepuasan seksual, fungsi sosial, juga fungsi fisik Kata-kata kunci: depression, quality of life, polycystic obary syndrome
Literature Review: Hubungan Usia, Keparahan Benign Prostate Hyperplasia (BPH) dan Kejadian Disfungsi Ereksi Winda Wati; Eka Yudha Rahman; Lena Rosida; Hendra Sutapa; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.236 KB)

Abstract

Abstract: Benign prostate hyperplasia (BPH) is considered a degenerative disease. A problem that often occurs in men as they get older, BPH can cause erectile dysfunction in patients. This literature review generally aims to see the relationship between age and severity of BPH and the incidence of erectile dysfunction. The search was carried out on articles in English and Indonesian published between 2011-2020 in the Pubmed, Science Direct and Google Scholar databases. The articles used in this literature review are 22 articles. The results of literature review show that there is a relationship between age and BPH, with increasing age the incidence of BPH is also higher, besides that there is also a relationship between the severity of BPH and the incidence of erectile dysfunction. The incidence of erectile dysfunction increases significantly with the severity of BPH and the higher the IPSS score, the lower the IIEF 5 score will be. Keywords: Benign Prostate Hyperplasia (BPH), Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS), erectile dysfunction. Abstrak: Benign Prostate Hyperplasia (BPH) dianggap sebagai penyakit degeneratif. Permasalahan yang sering terjadi pada pria seiring dengan pertambahan usia, BPH dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi pada pasien. Tinjauan literatur ini secara umum bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan keparahan BPH dengan kejadian disfungsi ereksi. Penelusuran dilakukan pada artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang diterbitkan antara tahun 2011-2020 pada database Pubmed, Science Direct dan Google Scholar. Artikel yang digunakan dalam tinjauan literatur ini sebanyak 22 artikel. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan terjadinya BPH, semakin bertambahnya usia maka insidensi menderita BPH juga semakin tinggi, selain itu terdapat pula hubungan antara keparahan BPH dengan kejadian disfungsi ereksi. Insidensi disfungsi ereksi meningkat secara signifikan sejalan dengan keparahan BPH dan semakin tinggi skor IPSS maka skor IIEF 5 akan semakin menurun. Kata-kata kunci: Benign Prostate Hyperplasia (BPH), Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS), disfungsi ereksi.
Perbedaan Luaran Neonatal pada Ibu Preeklampsia dengan Covid-19 dan Tanpa Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Mei 2020–April 2021 Talia Zulfa Najmia; Ferry Armanza; Rahmiati Rahmiati; Pudji Andayani; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.512 KB)

Abstract

Abstract: Preeclampsia is a serious complication of pregnancy and occurs in 3-8% of all pregnancies. Preeclampsia can affect newborn, causing hypoxia, Intra Uterine Growth Retardation, preterm labor and low birth weight babies (LBW). Pregnant women are easily infected by SARS-CoV-2. Fetal complications of mothers that infected with COVID-19 include miscarried, IUGR, and preterm birth. Preeclampsia can be exacerbated or exacerbate by COVID-19 which has an impact of the condition of the newborn. The purpose of this study was to determine difference of neonatal outcomes of preeclampsia mothers with COVID-19 and without COVID-19 at Ulin Hospital Banjarmasin for the period May 2020-April 2021. This study was an analytical observational study with a retrospective approach used the Chi-square test and Fisher's exact test as an alternative. The data used was from medical records. The sample used was neonates born to preeclampsia mothers with COVID-19 and without COVID-19 at Ulin Hospital Banjarmasin for the period May 2020-April 2021, selected by purposive sampling and met the inclusion and exclusion criteria. The results showed a significant difference of the outcome of the length of stay of neonates (p= 0.002) and no significant difference of the outcomes of neonates with low birth weight (p= 0.271), preterm (p= 0.126), the 1st minute (p= 0.731) and 5th minute (p= 0.993) of APGAR score, and mortality (p= 0.240). The conclusion of this study is there was only a difference in the length of stay while the other outcomes did not. Keywords: neonatal outcome, preeclampsia, COVID-19 Abstrak: Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan berat dan terjadi sekitar 3-8% dari keseluruhan kehamilan. Preeklampsia dapat berpengaruh terhadap bayi yang dilahirkan, menyebabkan hipoksia, pertumbuhan janin terhambat, persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Ibu hamil mudah terinfeksi oleh SARS-CoV-2. Komplikasi janin pada ibu yang terinfeksi COVID-19 berupa keguguran, IUGR, dan kelahiran prematur. Preeklampsia dapat diperburuk atau memperburuk kehamilan dengan COVID-19 yang berdampak pada kondisi bayi yang dilahirkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan luaran neonatal pada ibu preeklampsia dengan COVID-19 dan tanpa COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin periode Mei 2020-April 2021. Penelitian berupa observasional analitik dengan pendekatan retrospektif menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s exact test sebagai alternatif. Data yang digunakan dari rekam medik. Sampel penelitian berupa neonatus yang lahir dari ibu preeklampsia dengan COVID-19 dan tanpa COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin periode Mei 2020-April 2021, dipilih secara purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian terdapat perbedaan bermakna (p= 0,002) pada luaran lama rawat inap neonatus dan tidak terdapat perbedaan bermakna pada luaran neonatus dengan BBLR (p= 0,271), prematur (p= 0,126), skor APGAR neonatus menit ke-1 (p= 0,731) dan ke-5 (p= 0,993), dan meninggal (p= 0,240). Kesimpulan penelitian hanya terdapat perbedaan pada luaran lama rawat inap sedangkan luaran lainnya tidak. Kata-kata kunci: luaran neonatal, preeklampsia, COVID-19
Literature Review: Perbandingan Mobilitas Fungsional Pasien DM Tipe 2 dan Non-DM pada Lansia Rahmimi Azmi; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.225 KB)

Abstract

Abstract: Elderly, someone aged 60 years and over. The aging process is accompanied by a progressive loss of skeletal muscle mass and function. Elderly people often experience non-communicable diseases caused by decreased physiological functions that take place during the aging process. These non-communicable diseases include Diabetes Mellitus (DM). This paper aims to determine the differences in functional mobility of type 2 DM and non-DM patients in the elderly. Analyzes of related literature obtained from search results on medical journal databases, namely Pubmed-MEDLINE and Google Scholar. Articles included in English and published in 2008 to 2020. A total of 13 articles were included in this literature review. Functional mobility in the elderly with type 2 diabetes is worse than in the elderly without diabetes. The risk of falling is greater in the elderly with type 2 diabetes than in the elderly without diabetes. Keywords: elderly, mobility functional, diabetes mellitus type 2, timed up go,gait performance Abstrak: Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Proses penuaan disertai dengan hilangnya massa dan fungsi otot rangka secara progresif. Lanjut usia sering mengalami penyakit tidak menular yang disebabkan oleh penurunan fungsi fisiologis yang berlangsung selama proses menua. Penyakit tidak menular tersebut diantaranya Diabetes Mellitus (DM) Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mobilitas fungsional pasien DM tipe 2 dan non DM pada lansia. Dilakukan analisis literatur terkait yang didapat dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu Pubmed-MEDLINE dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa inggris dan dipublikasikan pada tahun 2008 hingga 2020. Sebanyak 13 artikel disertakan pada literature review ini. Mobilitas fungsional pada lansia dengan DM tipe 2 lebih buruk dibandingkan lansia non DM. Risiko jatuh lebih besar pada lansia dengan DM tipe 2 dibanding dengan lansia non DM.  Kata-kata kunci: Lansia, mobilitas fungsional, diabetes mellitus tipe 2, timed up go, gaya berjalan
Literature Review: Hubungan Depresi dengan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Diah Mutia Rahmawati; Sherly Limantara; Dona Marisa; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.311 KB)

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus patient tends to be at greater risk of suffering depression. Depression on diabetes patient results in poor glycemic and metabolic control, thus affecting the patient’s HbA1c level. This literature review study was made to know the correlation between depression and HbA1c level of type 2 diabetes mellitus patient. The literature search was conducted on Pubmed-MEDLINE and Google Scholar database. Furthermore, the articles used were acquired from several researches from other institutes in Indonesia. The articles used were written in either English or Indonesian, published between 2008-2020. The result of this literature review study showed that type 2 diabetes mellitus significantly caused depression to the sufferer. The result of this literature review study also found out that the depression in type 2 diabetes mellitus patient affects the HbA1c level.  Keywords: depression, HbA1c, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Pasien diabetes melitus cenderung lebih beresiko mengalami depresi. Depresi pada pasien diabetes berakibat pada kontrol glikemik dan metabolik yang buruk, sehingga berimbas pada kadar HbA1c pasien. Literature review ini ditulis untuk mengetahui hubungan depresi dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelusuran literatur dilakukan pada database Pubmed-MEDLINE dan Google Schoolar. Selain itu, artikel-artikel yang digunakan juga diperoleh dari beberapa penelitian pada institut lain dari Indonesia. Adapun artikel yang digunakan adalah artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang diterbitkan antara tahun 2008-2020. Hasil literature review, diabetes melitus tipe 2 secara signifikan menimbulkan depresi pada penderita. Pada hasil literature review juga, depresi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dapat mempengaruhi kadar HbA1c. Kata-kata kunci: depresi, HbA1c, diabetes melitus tipe 2
Literature Review: Perbandingan Massa Otot Pasien DM Tipe 2 dan Non-DM pada Lansia Nurfadilah Nurfadilah; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.509 KB)

Abstract

Abstract: Elderly are individuals aged 60 years and over. The aging process will result in a decrease in the function of pancreatic β cells which results in the incidence of Diabetes Mellitus (DM). This review aims to determine the differences in muscle mass of type 2 diabetes mellitus patients and non-diabetic in the elderly and to understand the pathophysiology of the causes of decreased muscle mass in patients with type 2 diabetes mellitus and non-diabetic elderly. The writing was conducted by analyzing the related literature obtained from search results on medical journal databases, such as PubMed - MEDLINE, Garuda and Google Scholar. The articles included in this literature review study were 15 articles between 2005-2020. The prevalence of decreased muscle mass increases with age. Reduced physical activity, nutritional status, immunology and changes in hormonal causes a decrease in muscle mass in the elderly. Elderly with type 2 diabetes have lower muscle mass than elderly non-diabetic. Keywords: Elderly, muscle mass, diabetes mellitus type 2, bioimpedance analysis, dual-energy x-ray absorptiometry Abstrak: Lansia adalah  individu berusia 60 tahun keatas. Proses penuaan akan mengakibatkan penurunan fungsi sel β pancreas yang berakibat terjadinya penyakit Diabetes Mellitus (DM). Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan massa otot pasien DM tipe 2 dan non-DM pada lansia, dan untuk memahami patofisiologi penyebab penurunan massa otot pasien DM tipe 2 dan non-DM pada lansia. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literature terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu PubMed – MEDLINE, Garuda dan Google Scholar. Artikel yang disertakan sebanyak 15 artikel antara tahun 2005-2020. Prevalensi penurunan massa otot meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Berkurangnya aktivitas fisik, status nutrisi, imunologi dan perubahan pada hormonal menyebabkan penurunan massa otot pada lansia.Lansia dengan DM tipe 2 memiliki massa otot yang lebih rendah dibandingkan dengan lansia non-DM. Kata-kata kunci: Lansia, massa otot, diabetes mellitus tipe 2, bioimpedance analysis, dual-energy x-ray absorptiometry
Co-Authors . Mashuri Achyar Nawi Husein Ahmad Husairi Aisy Samara Istiqomah Ajeng Dwi Novitasari Annisa Annisa Ari Yunanto Arifin Syamsul Asmah Aulia Asnawati Asnawati Atni Primanadini Budi Wiweko Dede Marizal Sesar Dewi Indah Noviana Pratiwi Diah Ayu Wikan Nastiti Diah Mutia Rahmawati Didik Dwi Sanyoto Dodo T. Suarnella Dona Marisa, Dona Dwi Anita Suryandari Edi Hartoyo Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Ellen Jovita Tjitradi Fakhrurrazy Fakhrurrazy Fauzi Rahman Ferry Armanza Harapan Parlindungan Ringoringo Harapan Parlindungan Ringoringo Hasrul Nazar Hendra Sutapa Husaini Husaini Intan Nur ‘Ain Intan Zorena Rezky Isnaini Isnaini Iwan Aflanie Juliyatin Putri Utami Khatimah, Husnul Kurniati, Mala Lena Rosida Lena Rosida Lena Rosida Leni Marlinae Lisda Hayati Lisda Hayatie, Lisda Luluk Yunaini Mala Kurniati Meitria Syahadatina Noor Muhammad Akbar Baitullah Muhammad Syauqi Abid Muslim Nia Kania Nia Kania Nika Sterina Skripsiana Nila Nirmalasari Noor Ahda Noor Samirah Herviana Novi Dwi Maulida Novia Belinda Rahman Nurfadilah Nurfadilah NURUL HIDAYAH Pudji Andayani Pudji Sari Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmimi Azmi Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Rusida, Esty Restiana Rusmiyati Rusmiyati Sarah Nur Azizah Sesar, Dede Marizal Sherly Limantara Sherly Limantara Siti Hafizhah Fatimah Siti Nurhayani Syarifah Kholishotunnisa Talia Zulfa Najmia Tasya Radhia Salsabila Triawanti Triawanti Utami, Juliyatin Putri Vinni Fioleta Angi Winda Wati Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati