Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Korelasi Rasio Neutrofil Limfosit dengan Lama Rawat Inap Diah Ayu Wikan Nastiti; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.539 KB)

Abstract

Abstrack: Systemic inflammation can be characterized by an increased NLR. Systemic inflammation induce physiological changes, vulnerability, and even death. Elderly often experience various health complaints that cause prolonged hospitalization. Increased NLR is clinical marker that can be a preventive measure to predict length of stay. This study aims to analize correlation of NLR and length of stay of elderly. An analytical observasional with cross-sectional method using secondary data from medical records at RSUD Ulin Banjarmasin period July-November 2021.  Total 44 samples using total sampling technique. Data analysis used non-parametric correlation Spearman. Median NLR 7.7 (1,3-73,3). Median length of stay 5.5 (1-16) days, average age of the elderly 66±4.65 years. There is a significant relationship between NLR and length of stay with a weak correlation and positive direction (r=0.392; p=0.008). The conclution is there is a relationship between NLR and length of stay of elderly in Internal Room at RSUD Ulin Banjarmasin. Keywords: elderly, neutrophil lymphocyte ratio, length of stay. Abstrak: Inflamasi sistemik dapat ditandai dengan peningkatan RNL Inflamasi sistemik mengakibatkan perubahan fisiologis tubuh, kerentanan, bahkan kematian. Lansia sering mengalami berbagai keluhan yang menyebabkan rawat inap memanjang. Peningkatan RNL merupakan penanda klinis yang dapat menjadi upaya preventif untuk memprediksi lama rawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi RNL dengan lama rawat inap pasien lansia. Penelitian observasional analitik dengan metode cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medik RSUD Ulin Banjarmasin periode Juli-November 2021. Sampel sejumlah 44 menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman. Median RNL 7,7 (1,3-73,3). Median lama rawat inap 5,5 (1-16) hari, rerata umur lansia 66±4,65 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara RNL terhadap lama rawat inap berupa korelasi lemah serta arah hubungan positif (r=0,392; p=0.008). Kesimpulan terdapat hubungan antara RNL dengan lama rawat inap pasien lansia di Ruang Rawat Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: lansia, rasio neutrofil limfosit, lama rawat inap. 
Prevalensi Reaksi Transfusi Darah Penderita Talasemia Beta Mayor yang Bergantung Transfusi di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021 Tasya Radhia Salsabila; Harapan Parlindungan Ringoringo; Roselina Panghiyangani; Edi Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.998 KB)

Abstract

Abstract: Patients with beta thalassemia major require regular and routine blood transfusions throughout life to maintain hemoglobin levels in order to survive. Blood transfusion in patients with beta thalassemia major who depend on transfusion can cause side effects and unwanted transfusion reactions. Transfusion reactions range from mild to life-threatening. The purpose of this study was to obtain data on the prevalence of transfusion reactions in transfusion-dependent beta thalassemia patients at Idaman Hospital Banjarbaru in 2020-2021. This study is a descriptive study that was taken retrospectively using patient medical record data. The results showed that there were 131 data on blood transfusion reactions of patients with beta thalassemia major who were dependent on transfusion from a total of 1591 data on transfusion at Idaman Hospital Banjarbaru for the period October 2020 - September 2021 with a prevalence of 8.2%. Moderate-severe transfusion reactions were the most common type, with 90 blood transfusion reactions (68.7%). The five main symptoms of a blood transfusion reaction that occur are fever, chills, pruritus, angioedema, and urticaria. All transfusion reactions that occurred were acute transfusion reactions and used PRC blood components. Keywords: beta thalassemia major, transfusion dependent, blood transfusion, transfusion reactions, PRC (Packed Red Cells) Abstrak: Pasien talasemia beta mayor memerlukan transfusi darah secara teratur dan rutin sepanjang hidup untuk mempertahankan kadar hemoglobin guna bertahan hidup. Transfusi darah pada penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi dapat menimbulkan efek samping dan reaksi transfusi yang tidak diinginkan. Reaksi transfusi tersebut dari ringan sampai mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data prevalensi reaksi transfusi penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diambil secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 131 data reaksi transfusi darah penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi dari total 1591 data transfusi di RSD Idaman Banjarbaru periode Oktober 2020 – September 2021 dengan prevalensi sebesar 8,2%. Reaksi transfusi sedang-berat merupakan jenis yang paling banyak terjadi sebanyak 90 reaksi transfusi darah (68,7%). Lima gejala utama dari reaksi transfusi darah yang terjadi adalah demam, menggigil, pruritus, angioedema, dan urtikaria. Semua reaksi tranfusi yang terjadi adalah reaksi transfusi akut dan menggunakan jenis komponen darah PRC. Kata-kata kunci: talasemia beta mayor, bergantung transfusi, transfusi darah, reaksi transfusi, PRC (Packed Red Cells)
Profil Hematologi pada Bayi Baru Lahir dari Ibu Suspek Covid-19 di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021 Ellen Jovita Tjitradi; Harapan Parlindungan Ringoringo; Roselina Panghiyangani; Edi Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.596 KB)

Abstract

Abstract: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) and it is highly contagious. This study aims to determine the hematological profile which includes erythrocytes (RBC), RDW, Hb, hematocrit, MCV, MCH, MCHC, leukocytes (leukocyte differential Count: basophils, eosinophils, neutrophils, lymphocytes, monocytes), platelets, and NLR in newborns from mothers with suspected COVID-19 at the Idaman Hospital Banjarbaru 2020-2021. This research method is descriptive retrospective with data collection through patient medical records. The sampling technique is purposive sampling. In this study, a total sample of 83 neonates from pregnant women with suspected COVID-19 was obtained. However, from the 83 sample, the sample that has hematological profile data and meets the criteria is 69 sample. The results showed that 42 neonates (62,69%) with reactive IgM tests, and 51 neonates (76,12%) with nonreactive IgG tests. In the distribution of the hematological profile of newborns from mothers with suspected COVID-19, found an increase NLR in 33 neonates (47,83%), an increase hemoglobin in 8 neonates (11,59%), an increase hematocrit in 10 neonates (14,49%), an increase MCV in 8 neonates (11,59%), and decrease MCHC in 8 neonates (11,59%). Keywords: hematology profile, newborns, suspected COVID-19 Abstrak: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan sangat menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi yang meliputi eritrosit (RBC), RDW, Hb, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, leukosit (hitung jenis : basofil, eosinofil, neutrofil, limfosit, monosit), trombosit, dan NLR pada bayi baru lahir dari ibu suspek COVID-19 di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021. Metode penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan pengambilan data melalui rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Dalam penelitian ini didapatkan total sampel 83 neonatus dari ibu hamil dengan suspek COVID-19. Namun, dari 83 sampel tersebut, sampel yang memiliki data profil hematologi dan memenuhi kriteria berjumlah 69 sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan rapid test IgM neonatus ditemukan hasil reaktif sebanyak 42 neonatus (62,69%) dan rapid test IgG ditemukan hasil non reaktif sebanyak 51 neonatus (76,12%). Distribusi profil hematologi bayi baru lahir dari ibu suspek COVID-19 ditemukan peningkatan NLR sebanyak 33 neonatus (47,83%), peningkatan hemoglobin sebanyak 8 neonatus (11,59%), peningkatan hematokrit sebanyak 10 neonatus (14,49%), peningkatan MCV sebanyak 8 neonatus (11,59%), dan penurunan MCHC sebanyak 8 neonatus (11,59%). Kata-kata kunci: profil hematologi, bayi baru lahir, suspek COVID-19
Relationship between Nutritional Status, Frailty, and Cognitive Function among Elderly at Dr. H. Moch. Ansari Saleh General Hospital Banjarmasin Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani; Muhammad Syauqi Abid Muslim; Novia Belinda Rahman
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 32 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2022.032.01.10

Abstract

The elderly often have nutritional problems. The risk of malnutrition can stimulate the prevalence of frailty and declining cognitive function in the elderly. The study aimed to analyze the relationship between nutritional status, frailty, and cognitive function in the elderly at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital Banjarmasin. This study was analytic observational using a cross-sectional method. A sample of 93 elderly was obtained using a total sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. The nutritional status assessment was done using the Mini Nutritional Assessment-Short Form (MNA-SF), the Edmonton Frailty Scale (EFS), and the Mini-Mental State Examination (MMSE). The results showed that the mean of Mini Nutritional Assessment score was 12.00±2.126, the average frailty score was 4.41±1.872, and the average value of cognitive function was 25.98±2.923. Data were analyzed using the Spearman's non-parametric correlation test with a 95% confidence level. The correlation test results between nutritional status and frailty obtained p=0.000 and r=-0.490. The correlation test results between nutritional status and cognitive function obtained p=0.000 and r=0.595. In short, there is a relationship between nutritional status on frailty and cognitive function in the elderly at Dr. H. Moch. Ansari Saleh General Hospital Banjarmasin, it means that the good nutritional status in the elderly, the risk of frailty syndrome will decrease and improve cognitive function.
HUBUNGAN NILAI MINI NUTRITIONAL ASSESSMENT (MNA) DENGAN LAMA RAWAT INAP Siti Hafizhah Fatimah; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mini Nutritional Assessment (MNA) is an instrument for assessing and screening specific nutritional in the elderly. Elderly are vulnerable to malnutrition because of physiological and functional changes that contribute to increase length of stay. The purpose of this study was to determine the correlation between Mini Nutritional Assessment value with length of stay of elderly patients at RSUD Ulin Banjarmasin. This research is analytic observational with cross-sectional method. A sample of 32 elderly patients was analysis used Spearman correlation test. The  median MNA value was 20.00 points and the median length of stay was 8.00 days. The results of the correlation test showed that the value of p = 0.002 and value of r = -0.532 which means there is a significant correlation and a strong correlation with a negative direction. It can be concluded that there is a correlation between the Mini Nutritional Assessment (MNA) value with length of stay of elderly patients in internal medicine ward at RSUD Ulin Banjarmasin.
Molecular Docking of Citrus amblycarpa Active Compounds against FTO, Leptin, and Resistin Protein Roselina Panghiyangani; Juliyatin Putri Utami; Muhammad Akbar Baitullah; Novi Dwi Maulida
Molecular and Cellular Biomedical Sciences Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Cell and BioPharmaceutical Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21705/mcbs.v7i1.295

Abstract

Background: Citrus amblycarpa has been known to have various pharmacological activities, such as antioxidants, anticancer, antitumor, hepatoprotective, anti-inflammatory, antidiabetic, antiviral, antibacterial, and antifungal. Hesperidin, naringin, quercetin, rutin, gamma (γ)-aminobutyric acid (GABA), neoeriocitrin, and poncirin from C. amblycarpa were the major constituents that potentially act on some obesity proteins, such as fat mass and obesity-associated (FTO) protein, leptin, and resistin, the emerging targets in the treatment of obesity. This study aimed to investigate the interaction between major active compounds of C. amblycarpa with FTO, leptin and resistin.Materials and methods: The ligands of the docking study were seven major chemical compounds found in peel of C. amblycarpa, i.e., hesperidin, naringin, quercetin, rutin, GABA, neoeriocitrin, and poncirin. FTO, leptin and resistin structure were taken from Protein Data Bank, while the C. amblycarpa compounds were prepared using Open Babel integrated into PyRx 8.0. Molecular docking simulation was performed using Autodock Vina integrated into PyRx 8.0. Virtual prediction and visualization of protein–ligand complexes were analyzed and visualized using Discovery Studio.Results: All major compounds of C. amblycarpa peel used in this study did not have hepatotoxicity and AMES toxicity. Hesperidin had the lowest binding affinity score when interacted with FTO, leptin and resistin compared to other compounds. Moreover, GABA had the highest binding affinity score compared to other compounds.Conclusion: Hesperidin may be a candidate obesity protein antagonist and may have potential as a treatment for obesity.Keywords: Citrus amblycarpa, molecular docking, FTO, leptin, obesity, resistin
Upaya Deteksi Dini Kanker Prostat Melalui Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Posyandu Lansia Dinkes Kota Banjarmasin Eka Yudha Rahman; Roselina Panghiyangani; Nia Kania; Nika Sterina Skripsiana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.8218

Abstract

Prostate cancer is one of the malignancies in men, the second most common cancer, and the sixth leading cause of death in men worldwide. The life expectancy of men in Banjarmasin City is increasing every year. As the elderly increase, the risk of prostate cancer also increases. Prostate Cancer Early Detection training is needed for health workers at Posyandu Lansia (Integrated Health Care Center for the Elderly) under the work area of Banjarmasin Health Office. The implementation of community service activities in the form of training on early detection of prostate cancer for health workers and cadres of Posyandu for the elderly in the Banjarmasin Health Office work area consists of 2 days of implementation, on 2 and 3 August 2022, at the Roditha Hotel Banjarmasin. Participants in this activity were 88 health workers and Posyandu cadres in the Banjarmasin City Health Office work area. Activities are carried out offline by implementing health protocols. This training activity includes a pretest, a presentation of training material by two speakers from FK ULM, a demonstration of the digital rectal examination technique (rectal toucher), discussion, response, and post-test. The success of this activity can be seen from the increase in knowledge (pretest average score of 35.88 and post-test of 76.18) and skills of health workers and Posyandu cadres in the Banjarmasin City Health Office work area regarding early detection and prevention of prostate cancer.
STATUS GIZI PADA ANAK YANG MENDERITA DEMAM TIFOID Intan Nur ‘Ain; Harapan Parlindungan Ringoringo; Nurul Hidayah; Roselina Panghiyangani; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8793

Abstract

Bakteri Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid, infeksi usus kecil yang parah. Usia, jenis kelamin, dan status gizi adalah tiga faktor yang sering diidentifikasi pada pasien demam tifoid yang masih anak-anak atau remaja. Pemeriksaan status gizi ini diambil menggunakan pengukuran antropometri. Riset ini bertujuan untuk menganalisis gambaran status gizi pada anak yang menderita demam tifoid di RSD Idaman Banjarbaru periode Oktober 2020-September 2022. Populasi riset ini sebanyak 51 pasien anak yaitu 25 balita dan 26 anak usia 5-18 tahun. Data yang digunakan ialah data sekunder dari RSD Idaman Banjarbaru. Hasil riset ini menunjukkan status gizi anak yang menderita demam tifoid berdasarkan usia mayoritas dialami pada usia 5-18 tahun sebanyak 26 anak (51%), berdasarkan jenis kelamin dialami oleh anak laki-laki sebanyak  32 anak (62.7%),  berdasarkan BB/U pada balita dengan gizi buruk sebanyak 11 anak (44%), berdasarkan PB/U atau TB/U pada balita dengan gizi buruk sebanyak 15 balita (60%), berdasarkan BB/PB atau BB/TB pada balita dengan buruk sebanyak 8 balita (32%), dan berdasarkan IMT/U pada anak dengan gizi buruk sebanyak 18 anak (35.3%). Kesimpulan dari riset ini anak yang menderita demam tifoid memiliki status gizi baik.
The Relationship of Sex, Maternal Education and Exclusive Breast Milk Consumption with Stunting Events in Toddlers Rusmiyati Rusmiyati; Roselina Panghiyangani; Syamsul Arifin; Meitria Syahadatina Noor; Husaini Husaini
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 9, No 1 (2023): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i1.11150

Abstract

Stunting is a condition of child's height growth is impaired. One in four toddlers experience stunting, characterized by stunted growth. Prevalence of stunting in toddlers nationally remains high at 36.8%. It has not reached WHO target, which is below 20%. Government has determined stunting as one of the priority programs, namely the Healthy Indonesia Program with Family Approach to reduce the incidence of stunting in toddlers. Therefore, a meta-analysis study analyzes the relationship between sex, mother's education and exclusive breastfeeding consumption with the incidence of stunting in toddlers by applying PRISMA protocol. The results was no relationship between sex and the incidence of stunting in toddlers with OR value of 1.087 (95% CI 0.960 - 1.231), there was a relationship between mother's education and the incidence of stunting in toddlers with OR value of 1.850 (95% CI 1.550 - 2.208), and there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toodlers with OR value of 1.657 (95% CI 1.004 2.737) and shows no publication bias with funnel plot symmetry. So it can be concluded that there is no relationship between sex and the incidence of stunting, and there is a relationship between maternal education and exclusive breastfeeding consumption with stunting in toddlers.
TINGKAT PEMAHAMAN MALPRAKTIK PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Vinni Fioleta Angi; Nila Nirmalasari; Ahmad Husairi; Iwan Aflanie; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10012

Abstract

Kasus malpraktik kini sudah menjadi salah satu masalah paling utama yang berkaitan dengan hukum kesehatan dan pelayanan kesehatan. Meskipun saat ini undang-undang kesehatan dan praktik kedokteran sudah memperkuat status hukum bagi pasien dan menyetarakan hubungan hukum antara pasien dan dokter namun peningkatan kasus-kasus malpraktik tidak dapat dihindari. Pada tahun 2006 hingga 2012 sudah ada tercatat 183 kasus malpraktik medik yang di lakukan oleh dokter maupun perawat. Saat ini masyarakat sudah semakin sadar bahwa dokter dapat dituntut bila dicurigai melakukan tindakan yang melanggar etika atau hukum yang mana jika tuntutan yang berlebihan dan tidak diiringi dengan pemahaman yang cukup tentang sistem dan kondisi  dari pelayanan kesehatan maka akan terus terjadi ketidakpuasan akan pelayanan kesehatan dan mudah memberikan tuduhan malpraktik medik.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional, yaitu dengan mengambil data pada mahasiswa fakultas hukum menggunakan kuisioner untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat mengenai malpraktik medik dan untuk mengetahui tingkat pemahaman malpraktik medik pada mahasiswa Fakultas Hukum. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman malpraktik medik mahasiswa fakultas hukum Universitas Lambung Mangkurat sebanyak 4 orang (5,5) tinggi, sebanyak 84 orang (92%) sedang dan sebanyak 3 orang(3,3%)rendah. 
Co-Authors . Mashuri Achyar Nawi Husein Ahmad Husairi Aisy Samara Istiqomah Ajeng Dwi Novitasari Annisa Annisa Ari Yunanto Arifin Syamsul Asmah Aulia Asnawati Asnawati Atni Primanadini Baehaqi Budi Wiweko Dede Marizal Sesar Dewi Indah Noviana Pratiwi Diah Ayu Wikan Nastiti Diah Mutia Rahmawati Didik Dwi Sanyoto Dodo T. Suarnella Dona Marisa, Dona Dwi Anita Suryandari Edi Hartoyo Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Ellen Jovita Tjitradi Fakhrurrazy Fakhrurrazy Fauzi Rahman Ferry Armanza Harapan Parlindungan Ringoringo Harapan Parlindungan Ringoringo Hasrul Nazar Hendra Sutapa Husaini Husaini Intan Nur ‘Ain Intan Zorena Rezky Isnaini Isnaini Iwan Aflanie Juliyatin Putri Utami Khatimah, Husnul Kurniati, Mala Lena Rosida Lena Rosida Lena Rosida Leni Marlinae Lisda Hayati Lisda Hayatie, Lisda Luluk Yunaini Mala Kurniati Meitria Syahadatina Noor Muhammad Akbar Baitullah Muhammad Syauqi Abid Muslim Nia Kania Nia Kania Nika Sterina Skripsiana Nila Nirmalasari Noor Ahda Noor Samirah Herviana Novi Dwi Maulida Novia Belinda Rahman Nurfadilah Nurfadilah Pudji Andayani Pudji Sari Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmimi Azmi Rosihan Adhani, Rosihan Rudi Fakhriadi Rusida, Esty Restiana Rusmiyati Rusmiyati Sarah Nur Azizah Sesar, Dede Marizal Sherly Limantara Sherly Limantara Siti Hafizhah Fatimah Siti Nurhayani Syarifah Kholishotunnisa Talia Zulfa Najmia Tasya Radhia Salsabila Triawanti Triawanti Utami, Juliyatin Putri Vinni Fioleta Angi Winda Wati Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati