Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Produktivitas Induk Kambing Boerlok (Boer X Lokal) pada Berbagai Porsi Darah Kambing Boer Ashari, M.; Poerwoto, Happy; Andriati, Rina; Gifari, Zaid Al; Firhamsah, Ikwan
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i4.969

Abstract

This study was conducted to evaluate the productive and reproductive performance of Boerlok does at different proportions of Boer goat blood. The research was carried out in areas of Boer × Local goat crossbreeding development in Lombok. The study location was determined using purposive sampling based on the breed of goats raised. A total of 90 Boerlok does were randomly selected as samples, consisting of 30 F1 Boerlok does, 30 F2 Boerlok does, and 30 F3 Boerlok does. The observed variables included body weight, body length, withers height, chest girth, days open, service per conception, service period, and kidding interval. Productive and reproductive performance data were analyzed descriptively using the mean and standard deviation (arithmetic mean ± standard deviation) according to data categories. Differences in productive and reproductive performance among goat breeds were analyzed using the t-test. The proportion of Boer goat blood had a significant effect (P < 0.05) on the productive performance of Boerlok does; higher proportions of Boer blood resulted in higher productive performance. The proportion of Boer blood in Boerlok does had no significant effect (P > 0.05) on the onset of first estrus postpartum, service period, and service per conception, but had a significant effect (P < 0.05) on first mating postpartum, days open, and kidding interval
LIGHT EXPOSURE AND ITS IMPACT ON GROWTH AND PRODUCTIVITY IN BEEF CATTLE: A REVIEW: LIGHT EXPOSURE AND ITS IMPACT ON GROWTH AND PRODUCTIVITY IN BEEF CATTLE: A REVIEW Gifari, Zaid Al; Firhamsah, Ikhwan; Nurjanah, Luluk Lailatun
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v6i2.42513

Abstract

Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi peran paparan cahaya terhadap produktivitas sapi potong melalui sintesis literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2025. Data dikumpulkan dari basis data internasional (Elsevier, SpringerLink, Wiley, PubMed, Google Scholar) serta jurnal terakreditasi Indonesia yang terindeks SINTA dan Scopus dengan kata kunci terkait cahaya, ritme sirkadian (circadian rhythm), efisiensi pakan, reproduksi, dan produktivitas sapi potong. Analisis menunjukkan bahwa cahaya berperan penting dalam mengatur fisiologi sapi potong melalui sinkronisasi ritme sirkadian yang dimediasi oleh melatonin dan insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yang berpengaruh terhadap pertumbuhan, metabolisme, dan fungsi reproduksi. Fotoperiode panjang (16–18 jam pencahayaan) terbukti mempercepat pubertas, meningkatkan fertilitas, serta memperbaiki efisiensi konsumsi pakan, sedangkan paparan ultraviolet-B (UV-B) yang terkontrol meningkatkan sintesis vitamin D, sistem imun, dan produktivitas keseluruhan. Manajemen pencahayaan meliputi sinar matahari alami, penerangan buatan, dan penaungan juga berperan dalam mendukung fungsi metabolik, mengurangi stres panas (heat stress), dan menstabilkan perilaku melalui pengaturan ritme sirkadian. Namun, ditemukan kesenjangan signifikan di Indonesia berupa ketiadaan standar nasional terkait intensitas, durasi, dan paparan UV-B dalam sistem kandang sapi potong. Kesimpulannya, pengelolaan pencahayaan yang strategis merupakan intervensi multifaset berbiaya rendah yang berpotensi meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatan sapi potong. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan pedoman teknis yang sesuai dengan kondisi iklim tropis dan keragaman genetik sapi guna mendukung produktivitas dan kesejahteraan hewan secara berkelanjutan