Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Dengan Media Leaflet pada Ibu Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Konsumsi Sayur dan Buah pada Balita Usia 3-5 Tahun di Desa Talang Tembesu Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024 Anisa R, Novi Arabia; Kustiani, Ai; Saleh, Asep Jalaludin
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4058

Abstract

Arnark usiar prarsekolarh dimulari darri usiar 3 sarmpari 5 tarhun, disebut sebargari marsar keemarsarn karrenar terjardi beberarpar perubarharn barik fisik marupun psikologis darri arnark tersebut. Berbarnding terbarlik dengarn pertumbuharn tubuh, perkembarngarn psikologis arnark berkembarng secarrar pesart. Harl ini darpart dilihart darri ardarnyar perubarharn sikarp darn perilarku arnark darlarm pemiliharn markarnarn termarsuk konsumsi saryur darn buarh. Penelitiarn ini bertujuarn untuk mengetarhui pengarruh edukarsi dengarn mediar learflet pardar ibu  terhardarp pengetarhuarn, sikarp darn konsumsi saryur darn buarh pardar barlitar usiar 3-5 tarhun di Desar Tarlarng Tembesu Kecarmartarn Menggarlar Karbuparten Tularng Barwarng  tarhun 2024. Metode yarng digunarkarn darlarm penelitiarn ini ardarlarh Pre Eksperimentarl design dengarn One Group Pretest-Postest Design darn Teknik pengarmbilarn sarmpel dengarn popularsi 110 yaritu rarndom sarmpling dengarn rumus slovin didarpart harsil 53 sarmpel. Pengumpularn dartar pardar penilariarn sikarp menggunarkarn kuesioner skarlar likert ,pengetarhuarn menggunarkarn kuesioner dengarn skarlar guttmarn darn kuesioner konsumsi saryur darn  buarh menggunarkarn metode warwarncarrar. Arnarlisis dartar menggunarkarn uji Wilcoxon dengarn spss windows 25. Harsil darri penelitiarn ini menunjukkarn Ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet tentarng saryur darn buarh terhardarp pengetarhuarn ibu dengarn nilari p volue 0,001. Ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet tentarng saryur darn buarh terhardarp sikarp ibu dengarn nilari p volue 0,001. Ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet terhardarp konsumsi saryur pardar ibu dengarn nilari p volue 0,002. Darn ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet terhardarp konsumsi buarh pardar ibu dengarn nilari p volue 0,003.
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Asupan Makan dan Sisa Makan Pasien Rawat Inap Diabetes Melitus di RS DKT TK IV 02.07.04 Bandar Lampung Anjani, Kartika Eka Putri; Kustiani, Ai
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4097

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease that requires proper diet management to prevent complications. Nutrition education is an important intervention in helping patients manage their diet according to nutritional needs. This study aims to analyze the effect of nutritional education on food intake and food waste in inpatients with Diabetes Mellitus at DKT TK IV Hospital 02.07.04 Bandar Lampung. This research uses a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach. The research subjects were Diabetes Mellitus inpatients involving 35 respondents with an age range of 29-61 and were given nutrition education. The Kolmogorov-Smirnov normality test was used to ensure data distribution, and parametric statistical analysis t test was used to test the effect of nutrition education. The results showed that the data was normally distributed, and there was a significant increase in food intake and a significant decrease in patient food waste after being given nutrition education. This shows that nutritional education effectively increases patient awareness and compliance with the recommended diet.
Pengaruh substitusi tepung daun kelor (moringa oleifera) terhadap daya terima, tekstur, daya simpan, dan jumlah total kapang pada snack bar cadelo Suryani, Dian; Kustiani, Ai; Adyas, Atikah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1276

Abstract

Background: Anemia among adolescent girls remains a nutritional problem that needs to be addressed. Anemia is a condition characterized by a decrease in red blood cell mass, characterized by decreased hemoglobin levels, hematocrit levels, and the number of red blood cells in the bloodstream. Purpose: To analyze the effect of Moringa oleifera leaf flour substitution on the acceptability, texture, shelf life, and total mold count of Cadelo snack bars. Method: The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatment levels (F0 = 0%, F1 = 5%, F2 = 10%, F3 = 15%) and two replications. Organoleptic assessments were conducted by 25 panelists using a hedonic scale of 1–5. Texture was measured using a CT-3 Texture Analyzer, while total mold analysis was conducted on days 0 and 15 of room temperature storage. Results: Formulation F1 (5% moringa) obtained the highest score (p < 0.001) for all sensory attributes. The hardness of F1 increased significantly compared to F0 (p < 0.05), but remained within the acceptable limits for consumption. The total mold count in F1 was lower than the control on day 0 (p < 0.05) and remained stable until day 15. Conclusion: The addition of 5% moringa leaf flour has been shown to improve sensory and textural quality and has the potential to suppress mold growth during storage.   Keywords: Moringa Leaf Flour; Shelf Life; Substitution.   Pendahuluan: Kondisi anemia terhadap remaja putri masih menjadi permasalahan gizi yang perlu diatasi. Anemia merupakan suatu kondisi ketika terjadi penurunan jumlah massa eritrosit yang ditandai oleh menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit dalam sirkulasi darah. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tingkat penerimaan, tekstur, daya simpan, dan jumlah total kapang pada produk snack bar Cadelo Metode: Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat tingkat perlakuan (F0 = 0%, F1 = 5%, F2 = 10%, F3 = 15%) dan dua kali ulangan. Penilaian organoleptik dilakukan oleh 25 panelis menggunakan skala hedonik 1–5. Tekstur diukur dengan alat Texture Analyzer CT-3, sedangkan analisis total kapang dilakukan pada hari ke-0 dan ke-15 penyimpanan suhu ruang. Hasil: Formula F1 (5% kelor) memperoleh skor tertinggi (p < 0.001) untuk seluruh atribut sensoris den. Kekerasan pada F1 meningkat secara signifikan dibandingkan F0 (p < 0.05), namun masih dalam batas kenyamanan konsumsi. Total kapang pada F1 lebih rendah daripada kontrol pada hari ke-0 (p < 0.05) dan tetap stabil hingga hari ke-15. Simpulan: Penambahan 5% tepung daun kelor terbukti dapat meningkatkan kualitas sensoris dan tekstur, serta berpotensi menekan pertumbuhan kapang selama masa penyimpanan.   Kata Kunci: Daya Simpan; Subtitusi; Tepung Daun Kelor.
Edukasi dan Bimtek Kudapan Bergizi di Posyandu Melati Desa Kaliasin Kecamatan Tanjung Bintang Kustiani, Ai; Lestari, Yuli; Khalida Dalimunthe, Nathasa; Ika Purry, Deviana; Al Fitriyani, Nadila
Abdi Dharma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v5i2.4021

Abstract

Angka Prevalence of Undernourishment (PoU) Indonesia pada tahun 2024 masih cukup tinggi yaitu 8,27%. Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung dengan PoU 7,61% yang menunjukkan masih terdapat 79.508 jiwa penduduk yang kekurangan konsumsi energi. Salah satu daerah rentan rawan pangan dan lokus stunting yaitu Desa Kaliasin Kecamatan Tanjung Bintang. Pemberian makanan bergizi pada kelompok rentan rawan pangan di Desa Kaliasin dapat diberikan pada saat kegiatan posyandu. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya untuk memperbaiki masalah gizi, salah satunya pemberian makanan bagi kelompok rentan terkena masalah gizi yang perlu didorong dengan berbagai fasilitas dan kemampuan pengolahan bahan makanan yang bergizi. Di satu sisi, Desa Kaliasin memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan seperti daun kelor dan pangan lokal lainnya. Pemberian makanan pendamping saat kegiatan posyandu di Posyandu Melati saat ini masih terbatas baik secara variasi menu maupun peralatan pembuatan makanan pendampingnya. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan mengolah makanan bergizi dan keterbatasan peralatan pengolahan makanan yang dimiliki kader. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah kudapan bergizi melalui edukasi dan bimbingan teknis. Program ini juga memberikan bantuan alat pengolahan makanan. Implementasi teknologi dan inovasi mencakup pengembangan modul interaktif berupa booklet/buku pedoman sebagai media edukasi dan praktik yang merupakan penerapan hasil penelitian dari ketua dan anggota pengabdian. Pengabdian dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta evaluasi. Lokasi pengabdian yaitu di Desa Kaliasin Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Jumlah peserta pada kegiatan ini yaitu 15 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80.7% dan peningkatan keterampilan mitra dalam membuat dan mengolah kudapan bergizi. Selain itu juga bantuan alat pengolahan makanan sudah tersampaikan.
Pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat Widia Sari, Melda; Erwin, Tubagus; Kustiani, Ai
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 2 (2024): Edition April 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i2.243

Abstract

Background: Treatment of gout sufferers can be done in 2 ways, namely pharmacological and non-pharmacological. Pharmacological management is done with NSAID treatment, such as; colchicine and corticosteroids during acute episodes, while non-pharmacological management or traditional medicine can be done by giving traditional medicines, such as giving soursop leaf decoction which can reduce uric acid levels. Purpose: To determine the effect of soursop leaf decoction on reducing uric acid levels. Methods: This type of research is quantitative, quasi-experimental design with a one-group pretest and post-test design approach. The sample in this study were all people who experienced gout in the work area of ​​the Bangun Rejo Health Center, Bangun Rejo District, Central Lampung Regency in July 2022, totaling 36 respondents. In this study the sampling technique used is total sampling Results: The results of statistical tests, T-test obtained p-value 0.000, or p-value <0.05, it can be concluded that giving soursop leaf decoction can reduce uric acid levels. Suggestion: It is hoped that with the results of this study respondents can apply soursop leaf decoction therapy, so that with soursop leaf decoction therapy, uric acid levels can be resolved properly.   Pendahuluan: Pengobatan pada penderita gout dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan secara farmakologis dilakukan dengan pengobatan OAINS, seperti; kolkisin dan kortikosteroid selama episode akut, sedangkan penatalaksanaan non farmakologi atau pengobatan tradisional yang dapat dilakukan dengan cara pemberian obat tradisional, seperti pemberian rebusan daun sirsak yang dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretes dan post tes design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh orang yang mengalami asam urat di wilayah kerja Puskesmas Bangun Rejo Kecamatan Bangun Rejo Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Juli 2022 yang berjumlah 36 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total sampling Hasil: Hasil uji statistik, Uji T di dapatkan p-value 0,000, atau p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan daun sirsak dapat menurunkan kadar asam urat. Saran: Diharapkan dengan hasil penelitian ini responden dapat menerapkan terapi rebusan daun sirsak, sehingga dengan terapi rebusan daun sirsak maka kadar asam urat dapat teratasi dengan baik.
Hubungan pengetahuan dan sikap dengan konsumsi sugar sweetened beverages (SsBs) pada remaja Azzahra, Mareta; Adyas, Atikah; Kustiani, Ai
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1363

Abstract

Background: Adolescents are an age group vulnerable to the influence of unhealthy consumption patterns, one of which is the consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs). Excessive consumption of SSBs can increase the risk of non-communicable diseases such as obesity and diabetes. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes with SSBs consumption in adolescents. Method: This quantitative research used a cross-sectional approach. The sample in this study was 149 10th-grade students selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. Results: Univariate analysis data showed that most respondents had good knowledge (77.9%) and a good attitude (65.1%), as well as a low frequency of SSB consumption (52.3%). The statistical test results showed a p-value of 0.075 for the knowledge-consumption variable and a p-value of 0.002 for the attitude-consumption variable. Conclusion: There is no significant relationship between knowledge and SSB consumption (p=0.075), but there is a significant relationship between attitude and SSB consumption (p=0.002).   Keywords: Attitude; Knowledge; ; Sweetened Beverages; Teenager.   Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh pola konsumsi yang kurang sehat, salah satunya adalah konsumsi minuman berpemanis (sugar sweetened beverages/SSBs). Konsumsi SSBs secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan konsumsi SSBs pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 149 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Data hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (77,9) dan sikap yang baik (65,1%), serta frekuensi konsumsi SSBs yang rendah (52,3%). Hasil uji statistik menunjukkan p value 0.075 pada variabel pengetahuan dengan konsumsi dan p value pada variabel sikap dengan konsumsi sebesar 0.002. Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan konsumsi SSBs (p=0,075), tetapi ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan konsumsi SSBs (p=0,002).   Kata Kunci: Minuman Berpemanis; Pengetahuan; Remaja; Sikap.
Formulasi teh fungsional dari kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan daun sirsak (Annona muricata) Jaya, Pingkan Mutiara; Kustiani, Ai; Puteri, Hidayatusy Syukrina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1541

Abstract

Background: Iron deficiency is a major nutritional problem in Indonesia, impacting immunity, productivity, and concentration, particularly in adolescent girls and pregnant women. Preventive measures through the development of functional food products based on natural ingredients rich in iron and antioxidants are an important strategy. Purpose: To formulate a functional tea from a combination of Moringa oleifera leaves and soursop leaves (Annona muricata), and to evaluate the product's organoleptic quality, iron content, and antioxidant activity. Method: This study used a Completely Randomized Design (CRD) using three formulations (F1, F2, F3) and one control. Twenty-five semi-trained panelists conducted a hedonic test covering color, aroma, taste, and texture. Iron content was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), while antioxidant activity was analyzed using the DPPH method. Results: Formulation F2 (2g moringa leaves: 3g soursop leaves: 2g palm sugar) was the best formulation with the highest preference rating: color 3.56, aroma 3.44, taste 3.12, and texture 2.96 (like category). Conclusion: The formulation used has high iron content and antioxidant activity, making it a potential functional beverage to support health and prevent iron deficiency anemia.   Keyword: Iron; Moringa Leaves; Soursop Leaves.   Pendahuluan: Defisiensi zat besi merupakan masalah gizi utama di Indonesia yang berdampak pada penurunan imunitas, produktivitas, dan konsentrasi, terutama pada remaja putri dan ibu hamil. Upaya preventif melalui pengembangan produk pangan fungsional berbasis bahan alami yang kaya zat besi dan antioksidan merupakan strategi penting. Tujuan: Untuk memformulasi teh fungsional dari kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan daun sirsak (Annona muricata), serta mengevaluasi kualitas organoleptik, kandungan zat besi, dan aktivitas antioksidan produk. Metode: Penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan tiga formulasi (F1, F2, F3) dan satu kontrol, serta uji hedonik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur oleh 25 panelis semi-terlatih. Kandungan zat besi dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH. Hasil: Formulasi F2 (2g daun kelor: 3g daun sirsak: 2g gula aren) merupakan formulasi terbaik dengan tingkat kesukaan tertinggi: warna 3.56, aroma 3.44, rasa 3.12, dan tekstur 2.96 (kategori suka). Simpulan: Formulasi yang digunakan memiliki kandungan zat besi dan aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi minuman fungsional untuk mendukung kesehatan dan mencegah anemia defisiensi besi.   Kata Kunci: Daun Kelor, Daun Sirsak; Zat Besi.