Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KONDISI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN RAYA SLAMET - JALAN RAYA KEDUNGREJO KABUPATEN MALANG Alexandro Surya Baharudin; Supiyono Supiyono; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5988

Abstract

Perkerasan lentur merupakan jenis perkerasan jalan yang memiliki sifat elastis dan fleksibel, dirancang untuk menahan beban kendaraan tanpa mengalami kerusakan struktural. Kerusakan pada perkerasan dapat dilihat dari kegiatan fungsional dan struktural dengan jenis kerusakan retak kulit buaya, lubang, retak tepi, retak blok, retak memanjang/melintang, tambalan, pelepasan butir. Jalan Raya Slamet – Jalan Raya Kedungrejo Kabupaten Malang. Jalan dengan fungsi sebagai jalan kolektor sekunder dan status jalan sebagai jalan kabupaten yang setiap hari dilalui oleh masyarakat dengan ramai akibat aktifitas kegiatan sosial ekonomi yang mengakibatkan banyak permasalahan kerusakan yang terjadi pada permukaan jalan. Jalan Raya Slamet – Jalan Raya Kedungrejo Kabupaten Malang merupakan jalan akses dari Kedungkandang menuju Tumpang. Metode yang dapat membantu untuk melaksanakan penilaian kondisi perkerasan yaitu Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd 01-2016-B SE Menteri PUPR Nomor 19/SE/M/2016. Penelitian ini didasarkan pada tipe kerusakan, tingkat keparahan, dan jumlah atau kerapatan kerusakan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan pada perkerasan lentur dengan menggunakan metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) pada ruas Jalan Raya Slamet – Jalan Raya Kedungrejo Kabupaten Malang. Penelitian kerusakan jalan dilakukan sepanjang 4 km dengan ruas perkerasan dibagi kedalam unit sampel dengan panjang 50 meter, sehingga didapatkan 80 sampel. Dengan jenis kerusakan berupa kulit buaya (36%), retak blok (6%), retak tepi (7%), retak memanjang/melintang (14%), lubang (5%), tambalan (27%), pelepasan butir (5%). Tingkat kondisi kerusakan pada ruas Jalan Raya Slamet – Jalan Raya Kedungrejo Kabupaten Malang STA 0+000 – 4+000 berdaarkan pedoman Indeks Kondisi Perkerasan Pd 01-2016-B didapatkan pada lajur 1 didominasi kondisi Jelek (20%) sedangkan pada lajur 2 didominasi kondisi sangat baik (56%) dan didapatkan jenis penanganan yaitu pemeliharaan berkala yang meliputi pekerjaan latasir, pekerjaan galian dan penambalan, pekerjaan laburan aspal, pekerjaan laston lapis aus AC-WC, pekerjaan pengisian celah dan pekerjaan lapis perekat.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK RUANG PARKIR DI RSUD A.M. PARIKESIT TENGGARONG Aqilah Shabirina Putri; Achendri M. Kurniawan; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6017

Abstract

Peningkatan jumlah pasien yang terus bertambah akan berdampak pada bertambahnya luas lahan parkir yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parkir yang ada dan mengetahui apakah kebutuhan ruang parkir sudah memenuhi atau belum. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data, mengolah data, dan menganalisa karakteristik kondisi parkir eksisting, dengan menggunakan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir, Direktorat Bina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya tahun 1998. Dari penelitian ini didapat hasil analisis karakteristik parkir eksisting mobil dan motor dengan total luas lahan mobil sebesar 2.461 m2 didapatkan kapasitas parkir mobil 197 kendaraan, indeks parkir sebesar 1,13 (area parkir bermasalah), sedangkan karakteristik parkir motor dengan total luas lahan motor sebesar 1441 m2 didapatkan kapasitas parkir motor 641 kendaraan, indeks parkir sebesar 1,34 (area parkir bermasalah) setelah dilakukannya alternatif perubahan pola parkir, didapatkan total kapasitas parkir mobil adalah 280 kendaraan, sedangkan total kapasitas parkir motor adalah 884 kendaraan. Peningkatan kebutuhan lahan parkir mobil dan motor di area RSUD A.M. Parikesit Tenggarong yaitu dengan perencanaan lahan parkir baru, perencanaan lahan parkir baru mobil yaitu seluas 3150m2 dan perencanaan lahan parkir baru motor yaitu seluas 900m2. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan lahan parkir baru mobil sebesar Rp 7.467.276.354,89 dan perencanaan lahan parkir baru motor sebesar Rp 1.979.384.295,10.
ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN PADA JALAN RAYA SEMBON – JALAN KELUD KABUPATEN TULUNGAGUNG MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA Lintang Mustikasari; Marjono; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6053

Abstract

Jalan Raya Sembon – Jalan Kelud, Kabupaten Tulungagung sepanjang 5 km merupakan jalan yang menghubungkan KecamatanKarangrejo dan Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi danmenganalisis kerusakan berdasarkan hasil survei, memberikan penanganan, serta mengetahui Rencana Anggaran Biaya (RAB)pada pekerjaan penanganan tersebut, dibutuhkan data primer berupa survei kondisi kerusakan jalan dan survei IRI, sedangkanuntuk data sekunder berupa data teknis jalan, dan Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Tulungagung Tahun 2023. Hasil analisisdidapatkan dari survei kondisi jalan didapatkan jenis kerusakan jalan seperti berupa retak kulit buaya 60.75%, retak blok 21.84%, retak memanjang 1.02%, retak melintang 0.85%, retak tepi 2.56%, lubang 12.81%, dan bekas roda 0.17%. Berdasarkanperhitungan nilai SDI dan IRI menunjukan tingkat kerusakan perkerasan yang terjadi pada lajur kiri dengan persentase 4% baik,88% sedang, 8% rusak ringan, dan 0% rusak berat, sedangkan pada lajur kanan didapat dengan persentase 4% baik, 94% sedang,2% rusak ringan, dan 0% rusak berat dan hasil dari perhitungan menunjukan tipe penanganan didapatkan dengan persentase88% pemeliharaan rutin, 12% pemeliharaan berkala, dan 0% peningkatan/ rekonstruksi pada lajur kiri, dan didapatkanpersentase tipe penanganan 94% pemeliharaan rutin, 4% pemeliharaan berkala, dan 2% peningkatan/ rekonstruksi pada lajurkanan, sehingga didominasi dengan bentuk penanganan berupa pemeliharaan rutin dengan rencana pekerjaan perbaikan daribentuk penanganan pada jalan tersebut antara lain penambalan lubang (Patching) dengan perbaikan campuran aspal panas (CAP) dan lapis tipis aspal pasir (Latasir) dengan Latasir Kelas B.
EVALUASI KELAYAKAN KINERJA BUS SARANA TRANSPORTASI KEDIRI BAHAGIA (BUS SATRIA) KOTA KEDIRI Palti Raja Manurung; Dwi Ratnaningsih; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6818

Abstract

Angkutan umum kota telah menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat di Kota Kediri sejak tahun 1997, dengan lyn sebagai moda transportasi utama. Pada September 2023, Dinas Perhubungan Kota Kediri memperkenalkan Bus Satria (Sarana Transportasi Kediri Bahagia) untuk meningkatkan layanan angkutan umum. Saat ini, jumlah penumpang Bus Satria menunjukkan tren penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional dan kelayakan Bus Satria sebagai sarana transportasi umum di Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei statis dan dinamis. Data primer diperoleh melalui survei on-board, sementara data sekunder mencakup informasi rute dan jumlah penumpang dari Dinas Perhubungan Kota Kediri. Analisis kinerja menggunakan indikator seperti load factor, kecepatan, headway, dan waktu perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata load factor Bus Satria mencapai 37%, waktu headway rata-rata 37 menit 10 detik, kecepatan perjalanan 23,56 km/jam, dan waktu perjalanan rata-rata 53 menit. Berdasarkan hasil analisis kelayakan, Bus Satria dinyatakan belum layak karena terdapat dua indikator yang belum memenuhi standar kinerja angkutan umum.
STUDI PERBANDINGAN ANALISIS KERUSAKAN JALAN METODE PCI DENGAN METODE SDI PADA JALAN RAYA MOJOKERTO-MOJOSARI Thibul Istimror; Supiyono Supiyono; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.7653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan di Jalan Mojokerto – Mojosari Kabupaten Mojokerto, jenis penanganan kerusakan yang digunakan di Jalan Mojokerto – Mojosari Kabupaten Mojokerto, dan teknik pelaksanaan yang digunakan untuk menangani kerusakan di Jalan Mojokerto – Mojosari Kabupaten Mojokerto menggunakan metode SDI dan metode PCI. Sepanjang ruas jalan ini teridentifikasi berbagai jenis kerusakan permukaan, antara lain retak kulit buaya, tambalan, lubang, retak blok, serta retak alur. Tingkat kerusakan yang tinggi tersebut sebagian besar disebabkan oleh beban kendaraan yang melebihi kapasitas rancang jalan. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta dapat menurunkan kualitas pelayanan infrastruktur transportasi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan jalan pada Jalan Raya Mojokerto–Mojosari STA 5+700–10+700 menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) dan Pavement Condition Index (PCI) untuk mengevaluasi kondisi jalan dan merekomendasikan penanganan yang tepat. Metode SDI menentukan prioritas pemeliharaan berdasarkan evaluasi visual, sementara metode PCI mengevaluasi kondisi perkerasan secara fungsional dengan indeks numerik. Hasil penelitian ini diperoleh nilai pada metode SDI sebesar 9,4 dan metode PCI sebesar 88,5. Jenis kerusakan yang ditemukan dominan retak kulit buaya, dengan nilai SDI menunjukkan kondisi "baik" dan nilai PCI bervariasi antara "sempurna" hingga "sedang". Berdasarkan hasil evaluasi dengan metode SDI, Kerusakan yang paling umum dijumpai pada ruas jalan ini adalah retak kulit buaya, yang teridentifikasi pada sekitar 80% segmen jalan dengan nilai Surface Distress Index (SDI) berada dalam rentang 0 hingga 10. Sementara itu, berdasarkan analisis menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), sekitar 14% segmen jalan dikategorikan mengalami kerusakan, dengan nilai PCI berada antara 0 sampai 69. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ruas jalan berada dalam kondisi rusak dan memerlukan penanganan rutin secara berkala. Penanganan kerusakan ini menggunakan perhitungan biaya metode PCI. Metode penanganan meliputi pemeliharaan rutin hingga rekonstruksi, seperti penambalan lubang dan retak, dengan total anggaran sebesar Rp. 147.906.953,00. Penelitian ini memberikan panduan untuk pemeliharaan jalan yang efektif dan efisien, guna meningkatkan keamanan serta kelayakan jalan bagi pengguna.
Assessing the Correlation between Camera Angle and the Accuracy of Elevation Measurements Derived from UAV-Photogrammetry: - Helik Susilo; Dandung Novianto; Trias Rahardianto; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindi; Muhamad Fajar Subkhan; Supiyono; Fuji Asema
CIVED Vol. 12 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v12i1.750

Abstract

Elevation measurement is essential for various applications, including construction engineering, monitoring land subsidence, maintaining infrastructure, etc. A conventional method for elevation measurement involves terrestrial surveying using a Total Station instrument. However, this method can be time-consuming and requires a considerable number of personnel. Unmanned Aerial Vehicle (UAV) photogrammetry method offers a more efficient solution for determining elevation. This method utilizes UAVs equipped with camera sensors to capture aerial photos. In this research, aerial photos were taken using three different camera angle configurations: nadir (90°), oblique (65°), and oblique (45°). The elevation points derived from the UAV photogrammetry data were compared with the elevation measured by the Total Station. The analysis showed that the nadir (90°) camera angle configuration had the lowest Root Mean Square Error (RMSE) at 0.0471 meters, followed by the oblique (65°) configuration with RMSE of 0.0508 meters, and the obliqu (45°) configuration with RMSE of 0.1399 meters. According to the t-test, the elevations derived using the UAV photogrammetry method were not significantly different from the elevations measured with the Total Station.
Co-Authors 2087-2090, Fuji Asema Achendri M Kurniawan Achendri M. Kurniawan Achendri M. Kurniawan Achendri M.Kurniawan Achmad Ainun Rafiqul Agus Suhardono Akhmad Suryadi Alexandro Surya Baharudin Anisah Nur Fajarwati APRIYANTI, DESSY Aqilah Shabirina Putri Ar Rafidin, Fahrulyanda Armin Naibaho Bashit, Nurhadi Burhamtoro Burhamtoro Burhamtoro, Burhamtoro Cahyani, Eri Cupasindi, Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy, Dyah Ayu Rahmawati Dandung Novianto Dandung Novianto Deni Putra Arystianto Deni Putra Arystianto Dini Pratiwi Dr. Dra. Utami Retno Pudjowati, M.Si dwi ratnaningsih Dyah Ayu Rahmawati Cupasindi Dyah Ayu Rahmawati Cupasindi Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy Fadillah, Ma'ruf Arief Fanani, Yazid Fanny walex Wenda Fany Febiyanti Farouki D Rassarandi Farouki Dinda Rassarandi Febrian F Susanta Febrian Fitryanik Susanta Fuji Asema Gindang Rain Pratama Gregorius Aryoko Gautama Harsalim A. Jayaputra I made Andi Arsana ikrar hanggara Ikrar Hanggara, Ikrar Jayaputra, Harsalim Aimunandar Kariyono Kariyono Khairul Fajri Lintang Mustikasari Marjono Marjono Marjono Marjono, . Martince N Bani Martince Novianti Bani Miftah Angraini Daulay Moch. Sholeh, Moch. Muh raja husein alfath -syawaludinsyah Muhamad Fajar Subkhan Muhamad Tri Aditya Muhammad Ahnaf Maulana Vansya Muhammad Tri Aditya Muhammad Tri Aditya Nain Dhaniarti Raharjo Nikita Aurora Prameswari Novita Anggraini Novita Anggraini Palti Raja Manurung Pradipta, Irfansyach Athala Putra Putra Rahardion, Aqil Rahmawati Cupasindy, Dyah Ayu Raja Haibah Shidqu Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Siti Komariah Suhariyanto Suhariyanto Supiyono Supiyono . Syafila Indyasari Subagyo Thibul Istimror Trias Rahardianto Trias Rahardianto Udi Subagiyo Yehezkiel Septian Yoganata Yessi Widyasari Zulmy Faqihuddin Putera