Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Mata Kuliah IPA Terpadu: Penelitian Sri Masnita Pardosi; Alvi Sahrin Nasution; Hiba Dertyana Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2056

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan kognitif tingkat tinggi yang sangat penting dikembangkan dalam pendidikan tinggi, terutama dalam mata kuliah IPA Terpadu yang menuntut analisis, interpretasi, dan evaluasi terhadap konsep-konsep sains dan matematika. Namun, kenyataannya masih banyak mahasiswa yang kesulitan dalam mengintegrasikan pengetahuan lintas bidang dan kurang menunjukkan kemampuan berpikir secara logis, analitis, dan reflektif saat mengikuti perkuliahan. Hal ini menandakan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada dosen, tetapi juga mampu melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses menemukan dan membangun pengetahuan mereka sendiri. Pendekatan inkuiri dipandang relevan untuk menjawab tantangan tersebut karena mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam proses pengamatan, perumusan pertanyaan, pengumpulan data, serta penyimpulan berdasarkan bukti. Dalam konteks perkuliahan IPA Terpadu, pendekatan ini memberi ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman konsep melalui eksplorasi dan diskusi. Melalui penelitian tindakan kelas ini, pendekatan inkuiri diterapkan dalam dua siklus untuk mengevaluasi sejauh mana strategi tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta efektivitas dosen dalam mengelola kelas secara reflektif dan adaptif.
INTEGRASI MEDIA 3D SKETCHFAB DAN ALAT PERAGA KONVENSIONAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISTEM PENCERNAAN PADA PEMBELAJARAN IPA Sonia Gandi Purba; Irene Paulina Napitupulu; Josua Boni Hutasoit; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/dj9n0g89

Abstract

Pembelajaran sistem pencernaan pada mata pelajaran IPA masih menghadapi tantangan karena materi yang abstrak, sulit diamati secara langsung, serta menuntut kemampuan visualisasi spasial yang tinggi. Metode konvensional seperti ceramah dan gambar 2D sering kali hanya menghasilkan pemahaman permukaan. Studi literatur ini bertujuan menganalisis potensi integrasi media 3D Sketchfab dengan alat peraga konvensional sebagai pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan komprehensif. Penelitian dilakukan melalui telaah terhadap 33 sumber, kemudian diseleksi menjadi 15 jurnal relevan terbitan 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa alat peraga konvensional berperan penting dalam membangun dasar pemahaman konkret tentang struktur dan letak organ, sedangkan media 3D Sketchfab memberikan visualisasi interaktif dan dinamis yang mendukung pemahaman proses fisiologis secara lebih mendalam. Integrasi kedua media melalui model dua tahap pemberian konsep dasar menggunakan alat peraga fisik kemudian pendalaman materi melalui Sketchfab terbukti mampu mengoptimalkan kekuatan masing-masing. Pendekatan ini menciptakan pengalaman belajar multimodal yang lebih menarik, meningkatkan pemahaman konseptual, dan mendukung capaian hasil belajar secara signifikan. Dengan demikian, integrasi media 3D dan alat peraga konvensional direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran IPA yang lebih relevan dan efektif untuk materi sistem pencernaan.
Studi Literatur: Efektivitas Platfrom Digital Interaktif berbasis PhET dalam materi Bentuk dan Perubahan Energi Anisa Ramadhani; Dhea Syah Nazwa Nasution; Hanifah Az-zahra; Putri delvia; Sania Siregar; Suci Ramadhani; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA pada topik bentuk dan perubahan energi kerap menimbulkan kesulitan bagi siswa karena konsep yang dipelajari bersifat abstrak dan tidak didukung media visual yang memadai. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana simulasi digital PhET efektif digunakan sebagai media pembelajaran interaktif melalui kajian literatur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sejumlah artikel ilmiah yang membahas penggunaan PhET dalam pembelajaran IPA. Proses analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi temuan, metode, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan efektivitas media tersebut. Hasil telaah menunjukkan bahwa PhET mampu meningkatkan penguasaan konsep, hasil belajar, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penyajian visual yang konkret, interaktif, dan memungkinkan eksplorasi mandiri. Selain itu, media ini turut meningkatkan motivasi, minat belajar, dan keaktifan siswa karena memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan eksperimen nyata. Di sekolah dengan fasilitas laboratorium terbatas, PhET juga dapat menjadi alternatif praktikum yang efektif. Oleh karena itu, penggunaan simulasi PhET dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran IPA pada materi energi dari aspek kognitif maupun afektif. Pengintegrasian PhET ke dalam model pembelajaran berbasis inkuiri atau eksplorasi disarankan untuk memperkuat keterlibatan siswa dalam memahami konsep secara mendalam.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ZOOM DAN WORDWALL DALAM MODEL BLENDED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA FAKULTAS MIPA Tasya Natalia Tarigan; Cindy Clara Siregar; Tasya Wiyandini Zega; Sri Masnita Pardosi; Retno Dwi Suyanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ehcmvp58

Abstract

Zoom sebagai media pembelajaran sinkron memberikan ruang interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa, sedangkan Wordwall merupakan aplikasi evaluasi interaktif yang menyediakan beragam permainan edukatif yang dapat meningkatkan minat dan keaktifan belajar. Kedua media ini semakin banyak dimanfaatkan dalam penerapan blended learning di perguruan tinggi. Kajian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penggunaan Zoom dan Wordwall berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Fakultas MIPA. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah berbagai jurnal nasional yang membahas efektivitas media digital dan model blended learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Analisis dilakukan melalui pengumpulan, pemilihan, serta sintesis beberapa artikel yang relevan dari penelitian eksperimental maupun deskriptif. Berdasarkan hasil penelaahan, Zoom terbukti mampu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam berdiskusi, menyusun argumen, dan mengevaluasi informasi selama proses pembelajaran sinkron. Di sisi lain, Wordwall mendukung penguatan pemahaman konsep melalui kuis dan permainan edukatif yang mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Secara umum, hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan kedua media tersebut dalam model blended learning memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI LISTRIK DAN MAGNET Nuha Febry Anisa; Gabrie Tamahra Nainggolan; Windry Sary Sihombing; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4ddp2n69

Abstract

Materi listrik dan magnet merupakan salah satu topik fisika yang memiliki tingkat abstraksi tinggi sehingga sering menimbulkan kesulitan belajar dan miskonsepsi pada peserta didik. Keterbatasan dalam memvisualisasikan konsep seperti medan listrik, medan magnet, dan induksi elektromagnetik menuntut adanya penggunaan media pembelajaran yang tepat agar pembelajaran menjadi lebih konkret dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis efektivitas penggunaan media pembelajaran pada materi listrik dan magnet berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Artikel dikumpulkan melalui penelusuran Google Scholar pada rentang tahun 2021–2025 menggunakan teknik PRISMA yang meliputi tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Dari ratusan artikel yang ditemukan pada pencarian awal, diperoleh sembilan artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai jenis media pembelajaran, baik berbasis fisik maupun digital, secara konsisten efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi listrik dan magnet. Selain pemahaman konsep, beberapa media juga berdampak positif terhadap hasil belajar, minat belajar, kreativitas, literasi sains, keterampilan eksperimen, dan antusiasme belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media pembelajaran merupakan strategi yang relevan dan efektif dalam mengatasi karakteristik abstrak materi listrik dan magnet serta mendukung pembelajaran yang lebih bermakna.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DENGAN INTEGRASI PERMAINAN KARTU DALAM TOPIK EKOSISTEM: STUDI LITERATUR Ivana Cristin Sidabutar; Ayu Nika; Rahfany Nabilah Putri Lubis; Sri Masnita Pardosi; Retno Dwi Suyanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/26kbn819

Abstract

Pemahaman mendalam mengenai konsep konvensional adalah, bahwa pembelajaran konvensional, di mana ceramah dan tugas-tugas bersifat tulisan. Secara teratur, tidak berhasil dalam memaksimalkan partisipasi siswa dan akibatnya, mempertahankan mereka. Oleh karena itu, situs sejarah ini berusaha membandingkan istilah keberhasilan canggih dalam penugasan standar ini sebagai bagian dari pengajaran sistem ekosistem dan kartu permainan obrolan kepada para peserta didik. Tujuh belas artikel, termasuk 14 artikel berskala nasional dan 3 artikel berskala individu yang diterbitkan antara 2016 dan 2025, menggunakan teknik deskriptif-komparatif dengan analisis isi. Data menunjukkan bahwa kerusakan akibat kondisi buruk pada proses pengajaran konvensional berkontribusi pada pemahaman dasar mengenai studi ini. Walaupun pengajaran teknik yang efektif untuk analisis spesifik dari tugas ini, ia menemukan baik pengoptimalan motivasi yang tidak teratur, penyemaian untuk pengingat tugas jangka panjang, dan risiko analisis spesifik yang lemah. Sebaliknya, penerapan kartu permainan (board game, kartu interaktif, atau kartu konsep) secara konsisten menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar kognitif, motivasi belajar, kemampuan kolaborasi, dan pandangan terhadap interaksi komponen ekosistem. Permainan yang menggunakan kartu juga mendukung pemahaman konsep abstrak dan membuatnya lebih mudah dipahami melalui proses pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan melibatkan banyak orang. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran yang menggabungkan permainan kartu menawarkan alternatif pengajaran yang lebih baik dibandingkan metode tradisional, terutama dalam mengajarkan kerumitan ekosistem.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ZEP QUIZ TERHADAP TINGKAT KONSEP PEMAHAMAN PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM PERNAPASAN PADA SISWA SMP KELAS VII Martina Agnes Octavia Nainggolan; Rinda Annisa Fhutu Neva; Rahel Pakpahan; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/rvckvr94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Zep Quiz terhadap pemahaman konsep IPA pada materi Sistem Pernapasan siswa kelas VII. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan konsep siswa yang masih dipengaruhi dominannya metode ceramah dan terbatasnya media visual yang mampu menjelaskan konsep abstrak. Zep Quiz dipilih sebagai media berbasis permainan digital yang menyediakan poin, batas waktu, dan umpan balik cepat untuk meningkatkan motivasi serta efektivitas evaluasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus dengan melibatkan 30 siswa kelas VII SMP Negeri 12 Medan. Data diperoleh melalui hasil kuis pada platform Zep Quiz dan dianalisis berdasarkan persentase akurasi jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata akurasi siswa mencapai 71%, termasuk kategori tinggi. Distribusi akurasi menunjukkan 70% soal berada pada kategori tinggi, 10% sangat tinggi, 10% sedang, dan 10% rendah. Rendahnya akurasi pada konsep penyakit pernapasan (34%) mengindikasikan sub-topik abstrak masih memerlukan penguatan. Secara keseluruhan, Zep Quiz terbukti efektif sebagai media pembelajaran dan evaluasi karena mampu meningkatkan motivasi, menyediakan umpan balik cepat, dan memetakan kelemahan konsep siswa.
PEMANFAATAN SIMULASI PHET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG Tiwi Cahyani Marpaung; Pera Nopitasari; Roria Natal Simbolon; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jq9cqp37

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membuka peluang pemanfaatan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, khususnya pada materi getaran dan gelombang yang bersifat abstrak. Simulasi PhET hadir sebagai solusi inovatif yang mampu memvisualisasikan konsep fisika melalui representasi dinamis dan manipulatif sehingga memudahkan siswa memahami hubungan antarvariabel seperti amplitudo, frekuensi, periode, dan cepat rambat gelombang. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis pemanfaatan simulasi PhET sebagai media pembelajaran interaktif pada materi getaran dan gelombang di tingkat SMP. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan artikel ilmiah dari Google Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa simulasi PhET secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep, aktivitas belajar, motivasi, serta keterampilan berpikir kritis siswa. PhET juga efektif sebagai laboratorium virtual yang mampu mengatasi keterbatasan fasilitas praktikum konvensional dan mendorong eksplorasi mandiri secara terstruktur. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi simulasi PhET dalam pembelajaran IPA SMP dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif yang relevan untuk menunjang pembelajaran abad ke-21, serta berkontribusi dalam mengurangi miskonsepsi siswa terhadap konsep getaran dan gelombang.
PARADIGMA BARU PENGEMBANGAN MEDIA IPA BERBASIS E-KOMIK DAN ULAR TANGGA UNTUK KETERAMPILAN ABAD 21 Selfa Raya Hadi Kesuma; Kezia Elmaesia Br Tarigan; Ruth Masta Yemima Sibarani; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jc4ama31

Abstract

Penelitian ini membahas paradigma baru dalam pengembangan media pembelajaran IPA melalui integrasi e-komik dan permainan ular tangga edukatif sebagai strategi untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa. Keterampilan abad ke-21 yang mencakup kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi menjadi kompetensi penting dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran era digital. Media pembelajaran inovatif dibutuhkan untuk menjembatani karakteristik materi IPA yang abstrak sekaligus mendorong partisipasi aktif peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel jurnal terakreditasi, prosiding, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa e-komik efektif dalam memvisualisasikan konsep IPA melalui alur cerita dan ilustrasi yang menarik, sehingga membantu siswa membangun pemahaman konseptual. Sementara itu, permainan ular tangga edukatif berperan meningkatkan motivasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah melalui mekanisme gamifikasi. Integrasi keduanya menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif, menyenangkan, dan bermakna. Temuan penelitian menguatkan bahwa media IPA berbasis e-komik dan permainan ular tangga memiliki potensi besar untuk mengakselerasi keterampilan abad ke-21, sekaligus menjadi alternatif inovatif dalam pengembangan media pembelajaran di sekolah. Media terintegrasi ini juga sejalan dengan tuntutan modernisasi pendidikan dan karakteristik peserta didik generasi digital.
PENGARUH MEDIA VISUAL “HAPPY EARTH VS SAD EARTH” TERHADAP PEMAHAMAN DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN DIBANDINGKAN METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Chindy Aprimisa br Meliala; Romanna Silalahi; Artha Angelin Manurung; Retno Dwi Suyanti; Sri Masnita Pardosi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/m2fb5k31

Abstract

Perubahan kondisi lingkungan saat ini menjadi salah satu tantangan global yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami penyebab serta dampaknya secara mendalam. Salah satu media yang banyak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran adalah ilustrasi visual seperti “Happy Earth vs Sad Earth”, karena mampu menyederhanakan konsep ekologi yang kompleks menjadi gambaran yang mudah dimaknai. Penelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana visual tersebut berpengaruh terhadap pemahaman siswa jika dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Kajian dilakukan melalui metode studi literatur (CIN) dengan meninjau lima belas sumber terkini berupa jurnal nasional maupun internasional, buku, serta pedoman pendidikan lingkungan yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Hasil analisis mengungkapkan bahwa penggunaan media visual secara konsisten membantu meningkatkan pemahaman konsep, memperkuat daya ingat, serta menumbuhkan keterlibatan emosional siswa terhadap isu lingkungan. Kontras antara representasi bumi yang sehat dan yang rusak mempermudah siswa membangun struktur pengetahuan yang lebih runtut, sekaligus menjadikan pembelajaran lebih menarik dibandingkan penyampaian materi secara verbal. Selain itu, media visual terbukti mampu menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil tersebut, ilustrasi “Happy Earth vs Sad Earth” berpotensi besar dioptimalkan sebagai media pembelajaran pada berbagai jenjang untuk memperkuat pemahaman serta kesadaran ekologis siswa sejak dini.