Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF TEACHERS STRATEGIES IN TEACHING SPEAKING AT THE TENTH GRADE OF VOCATIONAL SCHOOLS IN DENPASAR ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengajar berbicara di kelas 10 sekolah menengah kejuruan di Denpasar. Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana guru merencanakan strategi mengajar berbicara dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, bagaimana guru menerapkan strategi-strategi tersebut di dalam kelas, dan apa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi-strategi tersebut. Tempat penelitian ini dilaksanakan yaitu di tiga sekolah kejuruan di Denpasar pada jurusan pariwisata, yaitu: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, dan SMK Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas 10 dari tiga sekolah kejuruan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori strategi mengajar berbicara dari Harmer, Kelen, dan Bow. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, daftar pengamatan, dan panduan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) strategi yang digunakan oleh guru dari tiga sekolah kejuruan berbeda adalah role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) juga ditemukan bahwa kebanyakan dari ketiga guru tersebut menerapkan strategi yang sama untuk mengajarkan keterampilan berbicara, yaitu role-play dan discussion, (3) Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi. Masalahnya adalah pengelolaan waktu, perilaku siswa, kurangnya motivasi belajar dari siswa, dan strategi yang monoton yang digunakan oleh guru. Kata Kunci : strategi guru, penggajaran beribacara, sekolah menengah kejuruan Abstract This research aimed at investigating the teachers’ strategies in teaching speaking at the tenth grade of vocational schools in Denpasar. It is concerned with how the teachers plan the strategies on lesson plan, how the teachers implement the strategies in the classroom, and what the problems encountered by teachers in implementing the strategies. The settings of this research were three vocational schools in Denpasar under the tourism department, namely: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, and SMK Negeri 5 Denpasar. This research was a descriptive qualitative which involves three English teachers who taught tenth grade students from three different vocational schools. This research used the theory of speaking strategies from Harmer, Kelen, and Bow. The data were collected through document study, observational checklist, and interview guide. The result revealed that: (1) the strategies used by the teachers from three different vocational schools were role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) it was also found that mostly the three teachers implemented the same strategies to teach speaking, that were role-play and discussion, (3) there were some problems encountered by teachers in implementing the strategies. They were time management, students’ behavior, lack of motivation from the students, and the monotonous strategy used by the teacher. keyword : teachers’ strategies, teaching speaking, vocational schools
AN ANALYSIS OF AMBIGUITY IN ONLINE RECIPES ., Kadek Eddy Prasetyawan; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13390

Abstract

Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa jenis kata yang ambigu secara leksikal, jenis kata yang ambigu secara rujukannya, dan jenis kalimat atau frase yang ambigu secara struktural yang terdapat di resep online http://www.bonappetit.com. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan ambigu yang dominan yang muncul pada resep online. Subjek dari penelitian ini adalah 20 resep yang terbit pada edisi bulan Januari 2017 sampai Mei 2017. Instrument penelitian ini terdiri dari peneliti dan buku catatan. Data di kumpulkan melalui studi kepustakaan. Data dianalisa menurut ambiguity theory oleh Kriedler (1998). Kemudian peneliti menampilkan hasil analisis dalam bentuk data diskripsi dan presentase. Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa terdapat 34 kata dan frase yang ambigu yang terdiri atas 9 ambigu leksikal (26,47%), 2 ambigu rujukan (5,88%), dan 23 ambigu struktural (67,64%). Ambigu struktural muncul sebagai jenis ambigu yang paling dominan dalam resep online http://www.bonappetit.com.Kata Kunci : ambiguitas, ambigu leksikal, ambigu rujukan, ambigu struktural This was qualitative research design which aimed at analyzing the types of ambiguity namely lexical ambiguity, referential ambiguity and syntactic ambiguity that occurred on the online recipes at http://www.bonappetit.com. Besides, the current study also identified the most dominant ambiguity that was found on the online recipes at http://www.bonappetit.com. The subjects of the study were 20 online recipes within five months editions from January 2017 until May 2017. The instruments of the study were the researcher and note. The data were collected by applying the documentary method. The data analysis was conducted by using ambiguity theory proposed by Kriedler (1998). The data were presented by data description and percentage. The result of the study shows that there are 34 total occurrences of ambiguity. The lexical ambiguity occurs 9 times (26,47%). Then, the referential ambiguity occurs 2 times (5,88%). Moreover, the syntactic ambiguity occurs 23 times (67,64%). It obviously shows that syntactic ambiguity is the most dominant ambiguity on the online recipes at http://www.bonappetit.com.keyword : ambiguity, lexical ambiguity, referential ambiguity, syntactic ambiguity
INVESTIGATING LEARNING MATERIALS AND STRATEGIES FOR TEACHING LISTENING FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 2 SAWAN ., Ni Komang Dina Kristina Dewi; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bahan ajar dan strategi pengajaran untuk mendengarkan siswa kelas tujuh SMPN 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki materi pembelajaran dan strategi untuk siswa kelas tujuh. Data dikumpulkan dengan mengamati, mewawancarai guru bahasa Inggris, dan dokumentasi untuk mengambil foto materi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar mendengarkan dan aktivitas siswa selama kelas berlangsung. Pada akhir pendataan, ditemukan bahwa (1) ada 3 jenis materi pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk pengajaran mendengarkan di SMPN 2 Sawan, yaitu gambar, buku, dan lembar kerja. (2) Ada beberapa strategi yang diterapkan pada bagian pendengaran yang digunakan oleh guru, yaitu: pengelompokan, pengaplikasian gambar, pengulangan, penerjemahan, pencatatan, peringkasan, perhatian, aking pertanyaan dan kerja sama dengan orang lain.Kata Kunci : Bahan Belajar, Strategi Mendengarkan This study aimed at investigating learning materials and strategies for teaching listening for the seventh-grade students at SMPN 2 Sawan. The present study used descriptive qualitative research design to investigate the learning materials and strategies for the seventh-grade students. The data were collected by observing, interviewing the English teacher, and documentation for taking photos of learning material used by the teacher in teaching listening and the activity of the students during the class. By the end of data collection, it is found that (1) there are 3 kinds of learning material used by the teacher for teaching listening at SMPN 2 Sawan, namely picture, book, and worksheet. (2) There are several strategies that implemented in listening part used by the teacher, namely: grouping, applying image, repeating, translating, note-taking, summarizing, paying attention, aking question and cooperating with others.keyword : Learning Material, Strategies for Teaching Listening
POLITENESS STRATEGIES IN TEACHER-STUDENTS CLASSROOM INTERACTION AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMK PGRI 1 SINGARAJA ., Siti Umayah; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis-jenis strategi kesopanan yang digunakan oleh guru dan siswa di dalam interaksi kelas, bagaimana strategi tersebut diwujudkan dalam tindakan dalam interaksi kelas dan fungsi pedagogik dari strategi kesopanan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa yang dimana menggunakan strategi kesopanan sebanyak dua belas siswa dan satu guru dalam proses belajar dan mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang dikmpulkan mealui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan ialah: 1) bald on record sebagai dominan dalam strategi kesopnan karena memiliki hubungan yang dekat antara guru dan siswa. 2) Siswa menggunakan kesopanan positif karena mereka bertemu guru untuk pertama kalinya guru menunjukkan rasa hormat kepada guru. 3) Kesopanan negatif digunakan oleh siswa kelas sebelas yang memiliki jarak sosial atau saat mereka canggung. 4) Off record digunakan oleh siswa untuk berbicara dengan guru saat makna ucapan disampaikan secara implisit Ada empat fungsi pedagogik dalam strategi kesopanan yaitu memberikan jarak antar guru dan siswa, suasana di dalam kelas, mengurangi ketegangan siswa, dan membuat interaksi social antara guru dan siswa.Kata Kunci : strategi kesopanan, kelas interaksi, dan funsi pedagogik This study aimed to explain the types of politeness strategy used by the teacher-students in classroom interaction, how the politeness strategies realized in classroom interaction and the pedagogical function of politeness strategies. The subject of this study was as many as twelve students and one teacher who used in politeness strategies. This study was qualitative study. The data were collected through observation and interview. The findings of the study showed the followings: 1) Bald on record became dominant types of politeness strategies and it was close enough to their teacher to talk baldly in teaching and learning process. 2) The students used positive politeness because they met the teacher for the first time the teacher to show the respect to the teacher. 3) Negative politeness was used by the eleventh grade students that had some social distance or when they were awkward. 4) Off record strategy was used by the students to talk to the teacher when the meaning of the utterances was told implicitly. There were four pedagogical functions of politeness strategies, namely the social distance between teacher-students, maintaining the general atmosphere of teaching and learning process, reducing stress (tension reduction), and creating teacher-students social interaction.keyword : Politeness strategy, classroom interaction, and pedagogical function
AN ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL PROCESSES BALINESE DIALECT USED BY PEMUTERAN VILLAGERS ., Kadek Herma Ardianto Giri; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13584

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif mengenai analisis morfologi dialek Bali yang digunakan oleh warga desa Pemuteran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks infleksi dan akhiran dan awalan dan akhiran derivatif dalam dialek Pemuteran. Ada tiga domain yang dipilih. Yang pertama adalah keluarga, kedua adalah pertemanan dan yang ketiga adalah lingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu teknik observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (listening and noting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 jenis awalan {ma-} dan {jenis} dan akhiran akhir {-ang} yang termasuk morfem derivatif. Selain itu, ada 2 macam awalan dalam dialek Pemuteran yaitu awalan {n-}, {dan} dan {a-} dan ada 4 macam sufiks {-ne}, {-in}, {- an}, dan { -e} yang termasuk morfem infleksi. Apalagi ada 4 item proses singkatan yang ditemukan dalam dialek Pemuteran.Kata Kunci : Proses morfologi, Dialek Bali, Pemuteran This is a qualitative research concerning the morphological analysis of Balinese dialect used by Pemuteran villagers. The study aimed at describing inflectional prefix and suffix and derivational prefix and suffix in Pemuteran dialect. There were three domains chosen. The first was family, second was friendship and third was neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there were 2 kinds of prefix {ma-} and {pe-} and 1 kind of suffix {-ang} which belong to derivational morpheme. Besides, there were 2 kinds prefix in Pemuteran dialect namely prefix {n-}, {me-} and {a-} and there were 4 kinds of suffix {-ne}, {-in},{-an}, and {-e} which belong to inflectional morpheme. Moreover, there were 4 item of abbreviation processes found in Pemuteran dialect.keyword : Morphological process, Balinese Dialect, Pemuteran Villagers.
THE EFFECT OF RECIPROCAL QUESTIONING STRATEGY COMBINED WITH NUMBERED HEADS TOGETHER ON READING COMPREHENSION OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS IN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Luh Ersiana Wati; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13606

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui keefektifan dari strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together pada pemahaman membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan experiment dengan design post – test. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Singaraja yang dimana populasi dari penelitian ini adalah kelas delapan tahun ajaran 2017/2018 di SMP Negeri 2 Singaraja. Sample dari penelitian ini berjumlah 73 siswa yang diambil menggunakan random sampling. Data dari penelitian ini diambil dengan tes pemahaman membaca yang diberikan kepada siswa dalam bentuk objectives test. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji – T di SPSS 24. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together efektif digunakan dalam pemahaman membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 2 Singaraja. Hasil dari uji – T yang dianalisis dengan menggunakan SPSS 24 menunjukan nilai signifikansi 0.027. Nilai tersebut kurang dari 0.05. Dalam uji effect size keefektifan dari strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together dikategorikan medium dengan nilai 0.5. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi reciprocal questioning yang dikombinasikan dengan numbered heads together efektif digunakan pada pemahaman membaca siswa kelas delapan yang dikategorikan medium.Kata Kunci : numbered heads together, pemahaman membaca, strategi recirpcal questioning This study was aimed at investigating whether there is a significant effect of reciprocal questioning strategy combined with numbered heads together on reading comprehension of the eighth grade students in SMP Negeri 2 Singaraja. This study was an experimental study. The design of this study was post – test only control group design. This study was conducted in SMP Negeri 2 Singaraja. The population of this study was the eighth grade students in SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2017/2018 with the sample of 73 students who were selected by using random sampling. The data were collected using reading comprehension test which given to the students in the form of objectives test. The data were analyzed by using independent samples test assisted with SPSS 24. The result showed that there is an effect of reciprocal questioning strategy combined with numbered heads together on reading comprehension of the eighth grade students in SMP Negeri 2 Singaraja. The result of independent samples test shows significant value was 0.027. It did not exceed 0.05. In effect size analysis, the result was 0.5. It is categorized as medium. It means that the effect of reciprocal questioning strategy combined with numbered heads together is categorized as medium.keyword : numbered heads together, reading comprehension, reciprocal questioning strategy
AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST'S SELECTED POEMS ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13632

Abstract

AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST SELECTED POEMS By I Wayan Rengkuh Febri Subrata, NIM 1112021079 English Education Department ABSTRACT This research is entitled “An Analysis of Moral Values Found in Robert Frost Selected Poems”. This research that has been written in for analyzing the moral values point from the six selected poems namely : A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, Nothing Gold Can Stay, Devotion, A Question, and The Sound Of The Trees. This research use the library research method with supporting data from the internet. The Moral Values from the human behavior in good and bad. The first is A Patch Of Old Snow has a moral value to keep the kindness and love for peace and harmony. The second poem is Dust Of Snow that has a moral value of the forbidden way of the human action for killed himself. Killed himself as a part of the hell entrance or a wrong way of human choice in the new era. The third poem is A Question, that has a moral value for preventing ourself for the selfishness. Selfishness create the poverty and lack of humility. The fourth poem is devotion that has a moral value of unstoppable willpower of the human being for get the success point in their entire life. The fifth poem is Nothing Gold Can Stay that has a moral value of the beauty cannot stay in the long time. The sixth poem, The Sound Of The Trees has a moral value of the human consistency in staying in homeland because of the responsibilities and jobs. keyword : Key Words: Moral Values, A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, A Question, Devotion, Nothing Gold Can Stay, The Sound Of The Trees.
DEBATING STRATEGY TO PROMOTE SPEAKING COMPETENCE USED BY TEACHER IN ENGLISH AS FOREIGN LANGUAGE CLASS IN SMAN 1 SINGARAJA ., KETUT ARYATI UTAMI; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah dari penerapan strategi debat di dalam kelas dan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan strategi debat di dalam kelas oleh guru bahasa inggris. Subyek penelitian ini adalah 30 orang siswa dari XI MIA 2 dan guru bahasa inggris di SMAN 1 Singaraja. Penelitian ini dilakukan dalam lima pertemuan, tiga pertemuan digunakan untuk mengamati strategi debat di dalam kelas, dua pertemuan digunakan untuk menyebarkan kuesioner kepada siswa dan melakukan wawancara kepada guru bahasa inggris dan siswa. Data diperoleh dengan 4 jenis instrumen: lembar observasi, rekaman video, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah dari strategi debat yang digunakan oleh guru bahasa inggris di SMAN 1 Singaraja mengadopsi teori dari Vargo (2012). Hasil ini diperoleh dari pengamatan dan wawancara kepada guru bahasa inggris. Hasil dari kuesioner dan wawancara kepada siswa menunjukkan bahwa: 1) 60% murid setuju bahwa mereka menyukai penggunaan strategi debat karena topik dalam debat. 2) 87% siswa setuju bahwa mereka menyukai strategi debat karena anggota atau peserta debat lainnya. 3) 90% siswa setuju bahwa mereka menyukai strategi debat karena juri dalam debat. Dapat disimpulkan bahwa strategi debat dapat diterapkan di SMAN 1 Singaraja dengan mengadopsi teori dari Vargo (2012) dan siswa di SMAN 1 Singaraja khususnya kelas XI MIA 2 menyukai penggunaan strategi debat dalam pembelajaran di kelas.Kata Kunci : Kata kunci: Strategi Debat, keterampilan berbicara This study aimed at describing the steps of implementing debating strategy and reveal students’ perception toward the use of debating strategy in classroom by English teacher while teaching speaking in EFL classes. The subject of this research were 30 eleventh grade students of MIA 2 in SMAN 1 Singaraja and an English teacher. This study was conducted in 5 meetings, three meetings were used to observe the debating strategy. Two meetings were used to spread questionnaire and conduct interview with the teacher and the students. The data were obtained by using 4 kinds of instruments: an observation sheet, video recorder, an interview guide, and questionnaire. The result of this study showed that the step of debating strategy used by the teacher in SMAN 1 Singaraja is adopting the theory from Vargo (2012). This result revealed by conducting observation and interviewing the teacher. The result from the questionnaire and interview to the students showed that: 1) 60% students agree that they like the use of debating strategy in classroom because of the topic in debate. 2) 87% of students agree that they like the use of debating strategy because of the debater. 3) 90% of students agree that they like the use of debating strategy because of the judge. It can be concluded that debating strategy is applicable in SMAN 1 Singaraja by adopting theory of step in debating strategy from Vargo (2012) and the students especially in XI MIA 2 SMAN 1 Singaraja like the use of debating strategy for teaching and learning in classroom. keyword : Keywords: debating strategy, speaking
Congratulation Acts among EFL Students at Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Singaraja ., I Dewa Gde Agung Ananta Kusuma; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15169

Abstract

Ucapan selamat sering diungkapkan dalam komunikasi sehari-hari. Selamat berekspresi untuk mempertahankan interaksi, bersosialisasi dengan orang-orang dan memperkuat hubungan sosial. Ucapan selamat sering diungkapkan oleh para siswa di sekolah tetapi para siswa tidak mengetahui dan memahami gaya kalimat yang tepat (bentuk) dan strategi tindakan ucapan selamat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan lokusi (makna literal verbal dari apa yang dikatakan) dan tindakan perlocutionary (tanggapan terhadap apa yang dikatakan). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 30 siswa SMP atau Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Singaraja. Data dikumpulkan oleh sebuah ajakan mengajar di mana peneliti meminta siswa untuk menanggapi simulasi bermain peran bermain. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tindakan lokusi, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa lebih sering mengungkapkan bentuk-bentuk informal sebagai tindakan ucapan selamat dan bentuk-bentuk informal mereka sebagai tindakan pengesahan perlocutionary mereka. Juga, para siswa paling sering memilih menyebutkan kesempatan itu sebagai strategi ucapan selamat dan bertindak sebagai strategi dari tindakan-tindakan pemberian selamat kepatutan. Penelitian ini terbatas pada penggunaan permainan peran dalam lima situasi.Kata Kunci : Tindak tutur, bentuk tindakan ucapan selamat, strategi tindakan ucapan selamat Congratulation is frequently expressed in daily communication. Congratulation is expressed to maintain an interaction , to socialize with people and to strengthen the social relationship. Congratulation is often expressed by the students in school but the students do not know and understand the appropriate sentence styles (forms) and strategies of congratulation acts. This research was aimed at describing locutionary acts (the verbal literal meaning of what are said) and the perlocutionary acts (the responses to what are said). This research was a descriptive qualitative research. The subjects were 30 junior high school students or Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Singaraja. The data were collected by an elicitation teachique in which the researcher asked the students to response to simulated speech role play encounters. The data were analyzed descriptively by means of identifying and classifying locutionary acts, and drawing a conclusion. The results showed that the students more frequently expressed informal forms as their locutionary congratulation acts and informal forms as their perlocutionary congratulation acts. Also, the students most frequently chose mentioning the occasion as the strategy of locutionary congratulation acts and acknowledging as the strategy of perlocutionary congratulation acts. This research was limited to the use of a role play under five situations.keyword : speech acts, congratulation acts forms, congratulation acts strategies
THE ANALYSIS OF SWEAR WORDS USED BY THE TEENAGERS IN NUSA PENIDA ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai para informan. Informan adalah 16 remaja yang berasal dari Nusa Penida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida memiliki bentuk, referensi, dan fungsi. Terdapat tiga bentuk kata-kata makian: (1) dalam bentuk kata yang dibagi menjadi dua jenis: monomorfemis (yaitu ‘klewaran’ leluhur) dan polimorfemik (yaitu ‘polo’ otak); (2) dalam bentuk frasa yang dibagi menjadi tiga jenis: frasa nomina (yaitu ‘bojog tone’ monyet itu), frasa kata kerja (yaitu ‘mantet duang’ selalu makan), dan frasa kata sifat (yaitu ‘belog san’ sangat bodoh); (3) dalam bentuk klausa (yaitu ‘lotog ide’ bodoh kamu). Referensi kata-kata makian berhubungan dengan (a) agama, (b) fungsi tubuh, (c) kotoran, (d) istilah binatang, (e) aktivitas, (f) latar belakang pribadi, (g) penyakit mental, (h) iblis, dan (i) kekeluargaan. Fungsi kata-kata umpatan adalah (a) untuk menarik perhatian, (b) memprovokasi, (c) untuk menciptakan identifikasi perseorangan, (d) mengekspresikan emosi , (e) integratif, (f) menyerang, (g) regresif, dan (h) penekanan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, referensi, kata-kata umpatan. This study aimed at analyzing swear words used by the teenagers in Nusa Penida. This study used descriptive qualitative research which was conducted by observing, audio recording, and interview guiding the informants. The informants were 16 teenagers from Nusa Penida. The results of the study showed that the swear words used by the teenagers in Nusa Penida have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words that are devided into two types: monomorphemic (i.e. klewaran ‘ancestor’) and polymorphemic (i.e polone ‘brain’); (2) in the form of phrases that are divided into three types: noun phrases (i.e bojog tone ‘that monkey’), verb phrases (i.e. mantet duang ‘always eat’), and adjective phrases (i.e. belog san ‘very stupid’); (3) in the form of clauses (i.e.lotog ide ‘you are stupid’).The references of swear words are related to (a) religion, (b) body function, (c) excrement, (d) animal term, (e) activity, (f) personal background, (g) mental illness, (h) devil, and (i) kinship. The functions of swear words are (a) to draw attention, (b) to provoke, (c) to create interpersonal identification, (d) express emotion, (e) integrative, (f) aggresive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words.
Co-Authors ., Abdul Wahab ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., I Dewa Gde Agung Ananta Kusuma ., I Dewa Gde Agung Ananta Kusuma ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala ., I Gede Made Juni Wirdana ., I Komang Bramawan ., I Komang Bramawan ., I Putu Duara ., I Putu Duara ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Eddy Prasetyawan ., Kadek Herma Ardianto Giri ., Kadek Herma Ardianto Giri ., Kadek Wiwik Wirayanthi ., Kadek Wiwik Wirayanthi ., KETUT ARYATI UTAMI ., KETUT ARYATI UTAMI ., Made Ayu Rizky Dewanti ., Made Ayu Rizky Dewanti ., Ni Ketut Ayu Diah Oktariani ., Ni Ketut Ayu Diah Oktariani ., Ni Komang Dina Kristina Dewi ., Ni Komang Dina Kristina Dewi ., Ni Luh Ersiana Wati ., Ni Luh Ersiana Wati ., Ni Luh Wayan Verayanti ., Ni Luh Wayan Verayanti ., Ni Made Indah Sari ., Ni Made Kartika Dewi ., Ni Made Kartika Dewi ., Ni Made Pastiyari ., Ni Made Pastiyari ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Made Susi Herlina Wati ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Wayan Widiasih ., Ni Wayan Widiasih ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Siti Umayah ., Siti Umayah A A I N Marhaeni Anak Agung Gede Yudha Paramartha Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni Arsini, Ni Wayan Widya D.P. Ramendra D.P. Ramendra, D.P. Desak Putu Parmiti Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, N A K Dewi, Ni Putu Anjar Astriani Dhirapriyani, Kadek Drs.Gede Batan,MA . ENDANG NURHAYATI Ersianawati, NL Gunottama, I.M.A. I Gede Budasi I Komang Yogi Pratama Wedananta I Made Tegeh I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Laba Jayanta I Putu Indra Kusuma I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Suarnajaya I.A.M.I. Utami I.G.A. Lokita Purnamika Utami I.K.R. Arthana I.P.I. Kusuma IDA AYU MADE ISTRI UTAMI . Jaya Putra, I Gede Ardika K.D. Septiyaningsih Kadek Sonia Piscayanti Kadek Suardika Kadek Yunita Adriyanti Konradus Silvester Jenahut Kusuma, I. P. I. Kusuma, I. P. I. Kusuma, I.P.I. Lamri Luh Dewi Asih Luh Diah Surya Adnyani Luh Gd Rahayu Budiarta Luh Gede Eka Wahyuni M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd. S.Pd. Luh Indrayani . Made Aryawan Adijaya Made Hery Santosa Made Tantri Pratiwi Mahayanti, N. W. S. Mahayanti, N. W. S. Mahayanti, N.W.S. Margana Margana N A K Dewi N. W. S., Mahayanti N.G.P. Putra N.L.P.S. Paramitha N.W.S. Mahayanti Ni Ketut Alit Juniari Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Luh Putu Wahyumunika Ni Made Ratminingsih Ni Nyoman Ganing Ni Wayan Lestari . Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Trijaya Suparyanta P.A.A.G, Suarjaya Padmadewi, NN Piscayanti, K. S. Pitaloka, Ni Putu Riza Clarita Pramilaga, Ni Made Pratama, I Putu Mega Pratama, I Putu Mega Premana, M.Y.H. Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Putra, IGYA Putra, Made Agus Mandala Putra, N.G.P. Putri Nida Dewi, Ni Komang Putu Adi Sumertha Putu Eka Dambayana Suputra Rismayanti, Luh Ayu Safa, Bilqis Salsabila S. Sanjaya, I Agus Rudi Santosa, MH Sepang, Kevin Marion Septiyaningsih, K.D. Setiawan, Wayan Agris Jodi Suardika, Kadek Suarimbawa, Kadek Agus Suartini, N.K.T. Suganda, Prana Isvari Sumertha, Putu Adi Trisnawati, Komang Ayu Utami, I GA Lokita Purnamika Utami, I.A.M.I. Utami, I.G.A.L.P. Wahyumunika, Ni Luh Putu Wedhanti, N.K