Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Point Load Index Terhadap Uniaxial Compressive Strength Batupasir Formasi Balikpapan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Lifia Kemala Dewi; Revia Oktaviani; Shalaho Dina Devy; Tommy Trides; Windhu Nugroho
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i1.7743

Abstract

Perilaku batuan yang banyak digunakan dalam keteknikan termasuk bidang pertambangan adalah mengenai kekuatan batuan. Untuk menguji kekuatan batuan salah satunya adalah dengan metode uji Uniaxial Compressive Strength (UCS) yang memerlukan preparasi sampel sedemikian rupa sehingga membutuhkan waktu dan dana yang cukup banyak. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan proses pengujian dapat dilakukan korelasi dengan hasil pengujian metode lain yang memiliki output yang sama seperti uji Point Load yang menghasilkan Point Load Index (PLI). Dalam penelitian ini batupasir dipilih sebagai subjek penelitian khususnya sampel daerah Samarinda. Lokasi penelitian termasuk dalam Formasi Balikpapan khususnya pada Kecamatan Loajanan Ilir dimana sampel memiliki nilai kuat tekan uniaksial batupasir 3,12 MPa sampai 6,72 Mpa dengan rata-rata 4,87 dan indeks beban titik batupasir yang berkisar antara 0,15 MPa sampai 0,73 MPa dengan rata-rata 0,37 MPa, sedangkan untuk Kecamatan Samarinda Ulu  nilai kuat tekan uniaksial sampel batupasir berkisar antara 3,37 MPa sampai 7,82 MPa dengan rata-rata 5,10 MPa dan nilai indeks beban titik batupasir yang berkisar antara 0,28 MPa sampai 0,74 MPa dengan rata-rata 0,51 MPa.Dari hasil pengelolahan dan analisis data pada software komputasi, Persamaan korelasi yang diperoleh dari lokasi 1 (Loajanan Ilir) yaitu UCS = 8,7427(Is50) + 1,6111. Persamaan lokasi 2 UCS = 12,545(Is50)  - 1,259.  Sedangkan persamaan korelasi keseluruhan yaitu UCS = 7,6789 (Is50) + 1,594.
HIDROGEOKIMIA AIRTANAH PADA KAWASAN KARST BIDUK-BIDUK, KABUPATEN BERAU, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Shalaho Dina Devy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1437

Abstract

Provinsi Kalimantan Timur mempunyai kondisi geologi yang beraneka ragam, salah satunya kawasan karst Biduk-Biduk yang didominasi batugamping. Karst Biduk-Biduk berada di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Sejalan dengan perkembangan industri semen di Indonesia yang memerlukan bahan baku utama batugamping, maka diperlukan kajian ilmiah mengenai potensi batugamping pada kawasan karst ini apabila akan dimanfaatakan. Tujuam penelitian ini yaitu, untuk mengetahui geokimia batugamping, fasies airtanah, dan tipe karst daerah Biduk-Biduk. Daerah Biduk-Biduk mempunyai geomorfologi karst yang unik, yaitu dataran karst, perbukitan karst, dan teras pantai. Berdasarkan geologi regional formasi batugamping banyak dijumpai pada Formasi Kuaro, Golok, Lembak, dan Tabular. Mineral utama yang dijumpai pada batugamping daerah penelitian adalah Kalsit (CaCO3), Aragonite (CaCO3), Dolomite (CaMg(CO)3)2, dan Chalsedony (SiO2). Kajian hidrogeokimia dipengaruhi oleh proses lingkungan pada airtanah (kualitas) dan geokimia (mineral) batuan yang mempengerahui kualitas dari air. Metode penelitian menggunakan metode induktif, yaitu menarik kesimpulan dari data kajian geologi, kajian geomorfologi, kajian geokimia, dan kualitas airtanah. Selain itu, dilakukan pula analisis mineral sampel batugamping dengan XRD dan XRF serta analisis kimia unsur utama untuk airtanah. Hasil analisis mineralogi yang menggunakan XRD di Laboratorium Pusat Survei Geologi, Bandung, menghasilkan analisis, bahwa mineral yang mendominasi batugamping adalah mineral kalsit kemudian diikuti oleh mineral kuarsa. Mineral kuarsa dijumpai pada sampel batugamping yang ada di permukaan dan di bawah permukaan. Berdasarkan hasil analisis geokimia (XRF) batugamping Biduk-Biduk dari Laboratorium Pusat Geologi, Bandung, memperlihatkan persentase CaO2 sampel batuan yang berasal dari batugamping permukaan dan bawah permukaan mempunyai rata-rata di atas 49%, kategori kekerasan karbonat lebih dari 50%, dan sifat kimia airtanah didominasi oleh alkali tanah dan basa dengan elemen mayor CaO dan SiO2­.
Evaluasi Kegiatan Penimbunan Dan Pembongkaran Batubara Pada Stockpile Di Coal Handling Facilities PT. Rinjani Kartanegara Pradipta Baehaqi; Shalaho Dina Devy; Sakdillah Sakdillah; Agus Winarno; Windhu Nugroho
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 7 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i7.372

Abstract

Aktivitas pemuatan (loading) ke tongkang ditunjang oleh Barge Loading Conveyor (BLC) dengan kapasitas 800 ton /jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan penimbunan dan pembongkaran batubara pada stockpile di coal handling facilities PT.Rinjani kartanegara Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan, dalam pengamatan dan analisis, langkah awal yang dilakukan adalah pengamatan dilapangan terkait kondisi aktual stockpile, aktivitas penimbunan dan pembongkaran batubara di stockpile, pengamatan implementasi manajemen FIFO, dan pengamatan operasi produksi dozer penunjang kegiatan di stockpile. Kemudian dilakukan analisis berdasarkan data primer dan data sekunder yang diperoleh pada periode penelitian. Hasil dari penelitian diketahui bahwa permasalahan yang terjadi pada stockpile yakni, bedding coal tipis pada area stockpile RK I dan terdapat genangan air pada sisi timur stockpile RK I. Pada kegiatan operasional penimbunan dan pembongkaran batubara, terpantau terlaksana dengan baik. Parameternya yakni tidak adanya antrian panjang dump truck, adanya pemisahan timbunan antar produk batubara, urutan penimbunan telah sesuai dengan skema penimbunan yang dicanangkan, daya tampung stockpile aktual yang mumpuni dalam menerima stock batubara, dan lebar jalan akses menuju stockpile telah sesuai dengan layout planning stockpile. Pada unit dozer Komatsu D85E-SS tipe rops canopy, D65P, Liebherr PR 734-4 penunjang operasional penimbunan dan pembongkaran batubara, diperlukan penambahan kapasitas blade dengan cara penambahan plat pada bagian upper frame, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dozer. Peningkatan produktivitas dozer akan berdampak terhadap kenaikan produksi crushing maupun loading.
Optimasi Kadar dan Perolehan Sisa Hasil Pencucian Menggunakan Shaking Table Unit Processing PT. Menara Cipta Mulia Fasih Hardian; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy; Agus Winarno; Revia Oktaviani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i8.398

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berjuluk World’s Tin Belt (Sabuk Timah Dunia), hal ini membuat Indonesia berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan logam timah dunia. PT. Menara Cipta Mulia (PT. MCM) merupakan perusahaan swasta yang bergerak pada sektor penambangan timah. Dalam mengolah hasil penambangan, PT. MCM memiliki unit pengolahan sendiri yaitu Unit Processing Plant Lacat. Unit pengolahan ini memiliki alur pengolahan yang sederhana, sehingga membuat Sisa Hasil Pencucian (SHP) yang berada pada kolam pengendapan masih memiliki potensi kandungan timah berkadar rendah. SHP tersebut kemudian diolah kembali menggunakan alat shaking table dengan pengaturan variabel kemiringan meja dan kecepatan air pencucian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi kadar dan perolehan sisa hasil pencucian cassiterite menggunakan shaking table pada unit processing plant lacat pt. menara cipta mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, mencari buku, jurnal, dan data terkait permasalahan yang ada. Untuk tahap selanjutnya melakukan orientasi lapangan, orientas lapangan ini untuk mengetahui bagaimana kondisi dan situasi pada tempat penelitian agar mendapat gambaran pengambilan data penelitian. Kemudian tahap selanjutnya yaitu melakukan pengambilan data, data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan primer. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukan rekomendasi pengaturan variabel kemiringan meja dan kecepatan air pencucian dalam mengolah SHP adalah dengan dengan kemiringan meja 1,24° dan kecepatan air pencucian 0,87 m/s, dengan nilai berat kadar 16,67 KgSn
Analisis Kestabilan Batuan Pada Rencana Pembangunan Terowongan Dengan Elemen Hingga Dan (Q – System) Di Kota Samarinda Achmad Faisal; Revia Oktaviani; Tommy Trides; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i9.406

Abstract

Terowongan adalah lubang bukaan di bawah permukaan tanah atau gunung dan dibuat mendatar. Kajian awal sebelum dibuatnya terowongan seperti kajian geologi dan geoteknik sangatlah diperlukan, karena dapat memberikan gambaran tentang awal kondisi batuan yang ada di sekitar rencana terowongan tersebut. Klasifikasi massa batuan merupakan tumpuan dasar dalam menganalisis kualitas massa batuan dalam menginformasikan kondisi geologi daerah setempat untuk tujuan pembangunan. Salah satu Klassifikasi massa batuan yang digunakan untuk terowongan adalah Q-system yang dapat memberi luaran berupa rekomendasi jenis penyangga. Dari hasil penelitian kualitas massa batuan dilokasi penelitian tergolong kualitas buruk dan sedang. Dengan rekomendasi penyangga terowongan berdasarkan Q-system adalah fibre reinforced sprayed concrete and bolting , yaitu Shotcrete dengan ketebalan 70 mm dengan spasi pemasangan Rockbolt ditambah Shotcrete 2,05 m, spasi pemasangan Rockbolt tanpa Shotcrete 1,5 m, dan panjang Rockbolt 4 m. Nilai faktor keamanan pada penampang terowongan 1,2,3,4 dan 5 termasuk kategori krisis atau tidak aman sedangkan pada penampang terowongan 6 masuk kedalam kategori stabil atau aman
Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang Batubara Pit C East Jobsite Binungan Suaran Bryan Andreas Turnip; Shalaho Dina Devy; Harjuni Hasan; Revia Oktaviani; Lucia Litha Respati
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 11 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i11.478

Abstract

Area penambangan PT. Berau Coal pada blok 7 binungan suaran menggunakan metode tambang terbuka dengan kontraktor PT. Bukit Makmur Mandiri Utama. Penerapan metode ini menyebabkan terbentuknya cekungan-cekungan yang besar sehingga memiliki potensial untuk menjadi tempat pengumpulan air, baik dari air hujan, air limpasan dan airtanah. Di pit c east terdapat dua sumuran (sump) yaitu sump F2 elevasi -148 mdpl dan sump O transfer elevasi -59 mdpl. Tepat dibawah sump terdapat lapisan batubara yang belum diambil, secara ekonomis lapisan tersebut layak untuk ditambang, sehingga direncanakan penirisan sump dan dilakukan perluasan sump agar dapat menampung air yang masuk. Dan perlu dilakukan perbaikan pada saluran terbuka supaya mengalirkan air dengan baik dan lapisan tanah pada saluran tidak cepat terkikis akibat debit air. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil perhitungan yang telah dilakukan, luas daerah tangkapan hujan di pit c east seluas 1.125,14 Ha. Debit air limpasan permukaan pada area tersebut 352.693,52 m3 /hari, debit airtanah 24 m3 /hari, debit air merembas ke tanah 8.572,31 m3 /hari, dan penguapan sebesar 50.418,17 m3 /hari . Dari neraca groundwater budget nilai total volume air yang masuk ke daerah tangkapan hujan yaitu 293.727,05 m3 /hari. Debit air pada saluran terbuka 4,09 m3 /detik dengan kecepatan aliran air 1,63 m/detik.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF GRAIN SIZE ON INCREASING CALORIES OF LOW RANK COAL USING THE BROWN COAL UPGRADING METHOD: ANALISIS PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP PENINGKATAN KALORI BATUBARA PERINGKAT RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPGRADING BROWN COAL Krisanto Yardin Panggeso; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy; Agus Winarno; Revia Oktaviani
INTAN Jurnal Penelitian Tambang Vol. 6 No. 2 (2023): INTAN Jurnal Penelitian Tambang
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56139/intan.v6i2.186

Abstract

Upgrading Brown Coal aims to reduce the water content in coal so that the calorific value of coal will increase. The methods used in the upgrading process are inherent moisture, volatile matter, ash content, and fixed carbon. The results after upgrading the calorific value of coal by varying the coal size and heating time showed that the most optimum coal calorific value was in sample B1 size 100 mesh with a mixture composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil and 100 ml of diesel, namely with a calorific value of 7388. 86 Cal/gr. The greater the composition value of used cooking oil and diesel, the smaller the inherent moisture value. In sample A with a mesh size of 50 with a composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil, and 100 ml of diesel, the inherent moisture value was 6.7132%. Sample B with a mesh size of 100 with a composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil, and 100 ml of diesel obtained an inherent moisture value of 6.9858%. The smaller the composition of used cooking oil and diesel, the smaller the ash content value, in the sample the mesh size is 50 with a value of 2.0771%, and in sample B the mesh size is 100 with a value of 1.9070%. The effect of coal size on the upgrading process is to increase the maximum calorific value of the 50 mesh size of the coal.
PENGGUNAAN KALSIUM HIDROKSIDA (Ca(OH)2) DAN ALUMINIUM SULFAT ((Al2SO4)3) DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH SETTLING POND PADA PT. INTERNASIONAL PRIMA COAL Kusnanto, Fransiska Angelina; Devy, Shalaho Dina; Winarno, Agus; Hasan, Harjuni; Respati, Lucia Litha
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 4 No. 11 (2023): November
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol4iss11pp263-270

Abstract

Acid mine drainage (AAT) is water formed at mining sites with a low pH (pH<6) as a result of opening up a potential for rock acidity, causing problems for water quality, rocks containing sulfide minerals. The purpose of this study was to determine the effect of using calcium hydroxide (Ca(OH)2) and aluminum sulphate ((Al2SO4)3) at optimum doses on neutralixing pH and reducing metal content in AAT. This study used a variation of the dose of calcium hydroxide (Ca(OH)2) of 0,5; 0,75; 1; and 1,25 grams and the variation of the dose of aluminum sulphate ((Al2SO4)3) of 1; 1,75; 2,5; and 3,25 grams with a contact time of 20 minutes. The initial concentration of TSS acid mine drainage was 430 mg/L, Fe was 26,92 mg/L, Mn was 7,69 mg/L, and pH was 3,8. The results showed that the doses of calcium hydroxide (Ca(OH)2) and aluminum sulphate ((Al2SO4)3) had an effect on Ph, TSS, Fe, and Mn. TSS removal efficiency was 96,89%, Fe was 99,74%, and Mn was 95,19%.
Studi Penirisan Tambang Pada Pit Alam 4, Pt. Muara Alam Sejahtera Sub. PT. Bina Sarana Sukses, Kec. Lahat, Kab. Bandar Agung, Sumatera Selatan Wiradhana, Ni Made Ayu Dwi Kartika; Hasan, Harjuni; Pontus, Albertus Juvensius; Devy, Shalaho Dina; Trides, Tommy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i1.14250

Abstract

AbstrakAir adalah Salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan penambangan. Air yang menggenangi lokasi penambangan merupakan masalah yang penting untuk ditangani bagi perusahaan penambangan. Hal ini dikarenakan air yang masuk ke lokasi penambangan dapat mengganggu aktivitas penambangan dan mengakibatkan terhambatnya produksi, Akibatnya terjadi penurunan produktivitas batubara yang dihasilkan. Permasalahan PT. Bina Sarana Sukses (PT.BSS) site PT. Muara Alam Sejahtera (PT.MAS) dalam kegiatan penirisan tambang yang mengakibatkan lamanya proses pemindahan air pada area sump yang meluap sehingga memperlambat kegiatan produksi, maka perlu adanya kajian ulang mengenai sistem penirisannya. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian ini adalah mengkaji lebih lanjut dimensi sump, jumlah debit air, hingga jumlah pompa yang direkomendasikan. Pengumpulan data dilakukan untuk mengidentifikasi serta melakukan perbandingan antara data perencanaan dan data aktual di lapangan. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi permodelan dan Microsoft Excel.Luas daerah tangkapan hujan (catchment area) PT.BSS seluas 60,02 hektar, dengan sumber air yang masuk pada area penambangan berasal dari air hujan, dilakukan perhitungan curah hujan rencana dengan PUH 10 tahun maka didapatkan debit limpasan sebesar m3/jam dan volume limpasannya sebesar 26.710,26 m3/hari. Menggunakan pompa multiflo MF 583HP dengan head total sebesar 83,85 m, debit pemompaan aktual sebesar 450,38 m3/jam, bekerja pada efisiensi 71% dan putaran pompa 1550RPM.Kata Kunci: Penirisan Tambang, Catchment Area, Debit Limpasan, Head Total, RPM.
Studi Pemanfaatan Batubara Menggunakan Asam Fospat Tunggal Menjadi Karbon Aktif di Formasi Pulau Balang dan Formasi Balikpapan di Kota Samarinda Putri, Agita Kendari; Winarno, Agus; Pontus, Albertus Juvensius; Devy, Shalaho Dina; Nugroho, Windhu
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i1.12959

Abstract

Batubara merupakan salah satu komoditas bahan tambang yang jumlahnya melimpah di Indonesia, tetapi untuk pemanfaatan batubara sebagai karbon aktif relatif tinggi dalam dunia industri Indonesia. Batubara Bituminus sangat berpotensi jika dimanfaatkan sebagai karbon aktif karena mempunyai kandungan Fixed Carbon cukup tinggi, yaitu sekitar 54%-80%. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi menggunakan bahan aktifasi kimia (H3PO4) dan akuades. Perbandingan yang digunakan adalah 50 g batubara, dengan konsentrasi molaritas yang berbeda yaitu 1M; 1,5M dan 2M dengan masing-masing 100 ml larutan asam fospat.Karbon aktif yang dihasilkan dari proses karbonisasi akan diuji kandungan air, kadar abu, kadar zat terbang, dan karbon aktif murni pada sampel setiap formasi.Hasil analisis uji karbon aktif pada batubara diperoleh yaitu pada uji kadar air sampel FPB1 23,0347%, FPB2 21,6975, FPB3 22,7728%, FB1 22,9148, FB2 25,5351, FB3 28,5954, FKB1 25,2824%, FKB2 26,2235% dan FKB3 17,2911% .Pada uji kadar abu sampel FPB1 7,5725, FPB2 6,8703, FPB3 5,1709, FB1 16,8405, FB2 7,1604, FB3 3,9695%, FKB1 6,9336%,FKB2 9,3561 dan FKB3 11,6932%. Pada uji zat terbang sampel FPB1 23,7277%, FPB2 20,0113%, FPB3 267661%, FB1 23,7610%, FB2 18,6258%, FB317,7130%, FKB1 22,1996%, FKB2 19,5844% dan FKB3 25,9126. Pada uji karbon aktif murni sampel FPB1 45,6651%, FPB2 51,4209%, FPB3 45,2909%, FB1 36,4837%, FB2 48,6787%, FB3 49,7221%, FKB1 45,5842%, FKB2 44,8270%, dan FKB3 32,3417%. Kata Kunci: Asam Fospat, Batubara, Formasi, Karbonisasi dan Karbon Aktif
Co-Authors Achmad Faisal Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ainayah Al Fatihah Aipassa, Marlon Ivanhoe Albertus Juvensius Pontus Aline Thresa Ardhan Ismail Ardian, Sandy Arifin, Dawamul Ivanhoe Ashabul Kahfi, Ashabul Bryan Andreas Turnip Christian Sarungallo Christian Sarungallo Dean Ryanda Putra Donal, Donal Dony Prakasa Eka Putra Eva Indriani Sanggalangi Fasih Hardian Fitri Nur Fadilah Gampang Toha Gayus Irwanto Andeina Ginting, Emdananta Grecensius Jevino Hadis Hamzah Umar Hamzah Umar Harjuni Hasan Harjuni Hasan Harjuni Hasan Henny Magdalena Heru Hendrayana Heru Susilo Ibnu Hasyim Ibnu Hasyim Ibnu Hasyim IMANG, NDAN Irfan Irfan Irvan Oktaviandi Jaba, Yafet Krisanto Yardin Panggeso Kristiningrum, Rochadi Kristiningrum Kusnanto, Fransiska Angelina Lifia Kemala Dewi Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Mardan Ali Mohammad Geraldo fahmi Mukmin, Abdul Rijal Musodiq Musodiq Nugroho, Windhu Nur Aqsa Syahban Irwan Oktaviani, Reva Pontus, Albertus Juvensius Pradipta Baehaqi Prayoga, Yogi Bayu Pretty Permatasari Hutahayan Putri Lufian Tika Putri, Agita Kendari Respati, Lucia Litha Revia Oktaviani Revia Oktaviani Revia Oktaviani Rifki Amin Ma’sum Rinto Syahreza Pahlevi Sakdillah Sakdillah Sakdillah Sakdillah Sandri Tandi Rapang Sarwono, Edy Kristiningrum Sendana, Aprianto Aris Sharon Tria Kurniawati Silaban Suhaila Ridwan Suharni Suharni Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy William William Windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Wiradhana, Ni Made Ayu Dwi Kartika Zwageri, Rizky