Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

K Kajian Deskripsi Semiotika Pada Pakaian Khas Kediri Widiatmoko, Sigit; Budiono, Heru; Wiratama, Nara Setya; Sasmita, Gusti Garnis
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 8 No 1 (2022): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v8i1.18861

Abstract

Traditional clothing as a form of regional identity and pride deserves the attention of all parties, both government, practitioners, academics and society. One of the special clothes that is interesting to study is the typical clothes of Kediri. This study has the objectives: (1) to describe the data sources for studying typical Kediri clothing, (2) to identify the types of typical Kediri clothing, and (3) to understand the values ​​contained in typical Kediri clothing. In conducting research, researchers used semiotic induction description method with a qualitative approach. The data sources for studying Kaḍiri clothing can refer to several historical data sources, traditional values ​​or ethnoarchaeology, such as from inscriptions, statues, reliefs, literature, and ethnoarchaeological evidence. Based on the data sources that have been obtained by the researchers, two types of clothing were born, namely Wḍihan Kaḍiri for men's clothing and Ken Kaḍiri for women's clothing. This typical Kediri dress also has noble values ​​which are its trademark, namely religious values, cultural values, historical values, social values, aesthetic values, ethical values, and economic values.
Inventaris Cagar Budaya Kecamatan Badas, Ngampeng Rejo, Ngrogol dan Gurah Kabupaten Kediri Budiono, Heru; Widiatmoko, Sigit; Budianto, Agus; Afandi, Zainal
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.493 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i2.11742

Abstract

Potensi Warisan Budaya bendawi di Kabupaten Kediri adalah saksi dari perjalanan panjang sejarah Kabupaten Kediri dari masa ke masa. Sebagai saksi sejarah, seni Warisan Budaya merupakan rekaman sejaman dari peristiwa-peristiwa sejarah di Kabupaten Kediri. Sebagai rekaman sejarah (historical record), rusak, berubah terlebih lagi musnahnya potensi Warisan Budaya tentulah berdampak bagi hilang atau setidaknya berkurangnya kandungan informasi sejarah Kabupaten Kediri. Semakin banyak yang hilang atau/rusak semakin sedikit jejak-jejak masa lampau yang bisa diketahui oleh generasi sekarang dan mendatang. Oleh karenanya, pelestarian merupakan kata kunci (key word) untuk mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi dinamika jaman. Guna itu maka hasil kegiatan pendataan ulang (reinventarisasi) potensi Cagar Budaya yang merupakan warisan budaya bendawi menjadi kekayaan Kabupaten Kediri. Kegiatan Pengabdian Warisan Budaya / Cagar Budaya Kabupaten Kediri Tahun 2016 di wilayah Kediri ini adalah pendataan ulang potensi kepurbakalaan Kabupaten Kediri. Hasil yang akan didapat tentunya dapat digunakan sebagai dasar dalam mengeluarkan rekomendasi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan. Hal ini mengingat potensi Cagar Budaya yang cukup baik untuk dapat dikembangkan sebagai objek penelitian budaya. Dengan adanya hasil pengabdian tersebut maka upaya-upaya terkait dengan pelestarian dan pemanfaatan dapat lebih dimaksimalkan lagi dan menambah literatur khususnya bagi mahasiswa Pendidikan sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri khususnya mata kuliah Studi Observasi. Dalam kegiatan penggalian penyelamatan ini dilakukan pengumpulan data selengkap mungkin, sehingga menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. (1) Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum melakukan reinventarisasi di lapangan. (2) Wawancara dengan pihak-pihak terkait untuk mencari informasi tentang keberadaan objek inventarisasi. (3) Melakukan survei permukaan untuk mengetahui kondisi objek arkeologis. (4) Mendokumentasikan objek data arkeologis guna reinventarisasi. (5) Studi pustaka merupakan upaya mencari data sekunder untuk memperkaya kajian terhadap data primer.
Digitalisasi Media Informasi Wisatawan di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk Menuju Wisata Berkelanjutan Budianto, Agus; Wiratama, Nara Setya; Budiono, Heru; Yatmin, Yatmin; Putra, Ricky Pratama
Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jepm.v1i2.60

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dan daya tarik edukatif Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk melalui implementasi sistem digitalisasi berbasis Quick Response (QR) Code. Museum ini memiliki peran penting dalam pelestarian warisan budaya lokal, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyajian informasi yang interaktif serta rendahnya minat pengunjung, terutama dari kalangan generasi muda. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model partisipatif, yang melibatkan kolaborasi antara tim akademisi, pengelola museum, dan masyarakat lokal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, survei pengunjung, serta dokumentasi kegiatan pelatihan pembuatan konten digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan QR Code pada koleksi museum meningkatkan kemudahan akses informasi, memperkuat fungsi edukatif museum, dan menumbuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan konten digital. Pengelola museum juga mengalami peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk keperluan promosi dan edukasi. Secara konseptual, kegiatan ini memperkuat relevansi teori Technology Acceptance Model dan pendekatan Participatory Action Research dalam konteks pengembangan digital heritage. Kontribusi utama dari program ini terletak pada pengembangan model pemberdayaan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di museum daerah lain sebagai strategi transformasi digital menuju wisata budaya yang inklusif dan berkelanjutan.
Historisitas Cerita Panji Kadiri dalam Relief Sudamala di Candi Tegowangi: Kajian Historis dan Ikonografis Nara Setya Wiratama; Zainal Afandi; Heru Budiono; Agus Budianto; Virda Alya Faradila
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6288

Abstract

Penelitian ini mengkaji historisitas Cerita Panji Kadiri sebagaimana termanifestasi dalam Relief Sudamala di Candi Tegowangi, Kediri, melalui pendekatan kualitatif dengan metode historis dan ikonografis. Latar belakang kajian ini berangkat dari pentingnya Cerita Panji sebagai warisan sastra klasik Nusantara yang tidak hanya hidup dalam bentuk teks, tetapi juga dalam artefak visual yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Jawa Timur pada masa Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri keterkaitan antara narasi Panji dan representasi visual relief penyucian di Tegowangi serta menafsirkan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Data diperoleh melalui studi pustaka sistematis terhadap literatur ilmiah dan observasi visual terhadap relief, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan pendekatan ikonografis-historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relief tersebut menggambarkan proses penyucian jiwa dan transformasi spiritual yang paralel dengan perjalanan tokoh Panji dalam mencari kesempurnaan diri, sekaligus merefleksikan sinkretisme Śhiva–Buddha dan nilai moral masyarakat Majapahit. Secara konseptual, penelitian ini memperluas penerapan teori ikonografi Panofsky dalam konteks budaya Jawa serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai Panji sebagai warisan budaya takbenda yang sarat makna spiritual dan historis. Temuan ini juga menegaskan pentingnya interpretasi visual sebagai sarana rekonstruksi narasi budaya dan identitas peradaban lokal di Nusantara.