Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 71 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Umi Romayati Keswara; Reka Putri Rahmawati; A’raaf Almaera Febrian
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.688 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.178

Abstract

Pendahuluan: Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. .  Dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi dapat diturunkan dengan terapi herbal dengan cara meminum rebusan daun belimbing wuluh. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang hipertensi dan terapi herbal rebusan daun belimbing wuluh Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Hasil: Responden mengetahui tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh
Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat Teguh Pribadi; Umi Romayati Keswara; Slamet Widodo; Melki Alparizi; Leni Marlena; Laili Pritasari; Hesti Wulandari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.761 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.249

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                           Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.   Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.
Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Keswara, Umi Romayati; Rahmawati, Reka Putri; Febrian, A’raaf Almaera
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.178

Abstract

Pendahuluan: Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. .  Dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi dapat diturunkan dengan terapi herbal dengan cara meminum rebusan daun belimbing wuluh. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang hipertensi dan terapi herbal rebusan daun belimbing wuluh Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Hasil: Responden mengetahui tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh
Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat Pribadi, Teguh; Keswara, Umi Romayati; Widodo, Slamet; Alparizi, Melki; Marlena, Leni; Pritasari, Laili; Wulandari, Hesti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.249

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                           Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.   Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.
Penyuluhan kesehatan penyakit menular seksual (PMS) pada remaja Keswara, Umi Romayati; Mardani, Mardani; Nepiana, Nurul; Triyono, Taufiq Hidayat; Rita, Desi Risna; Palupi, Antika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.400

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, where rapid growth occurs including reproductive function that affects changes in development, both physical, mental, and social roles. Today's youth association needs to be highlighted especially, because currently the association of adolescents is very worrying due to the development of the global modernization current and the depletion of one's morals and faith. The association of adolescents today is very worrying, namely the high rate of drug use among adolescents, and the existence of free sex among adolescents outside marriage. Purpose: To increase adolescents' knowledge and understanding of sexually transmitted disease behaviour. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely conducting field surveys, holding cadus meetings to explain about health extension activity technicians, providing media that will be used for counseling in the form of poster media. Results: Adolescents were asked to understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases, and an assessment of the process in the form of questions and answers given by the speaker was carried out until all participants could understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases. Conclusion: The participants in hamlet 06 sukajaya lempasing Bandar Lampung City knew about knowledge of sexually transmitted diseases. Keywords: Adolescence; Health Education; Sexually Transmitted Diseases. Pendahuluan: Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, di mana terjadi pertumbuhan yang cepat termasuk fungsi reproduksi yang mempengaruhi perubahan perkembangan, baik peran fisik, mental, maupun sosial. Pergaulan remaja saat ini perlu disoroti terutama, karena saat ini pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan akibat perkembangan arus modernisasi yang mendunia dan menipisnya akhlak dan iman seseorang. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan, yaitu tingginya angka penggunaan narkoba di kalangan remaja, dan adanya seks bebas di kalangan remaja di luar nikah. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman remaja tentang perilaku penyakit menular seksual. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak kadus untuk menjelaskan tentang teknisi kegiatan penyuluhan kesehatan, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media poster. Hasil: Remaja diminta untuk memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual, serta dilakukan penilaian proses berupa tanya jawab yang diberikan pemateri tersebut sampai semua peserta bisa memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual. Simpulan: Para peserta di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung mengetahui tentang pengetahuan penyakit menular seksual.
Co-Authors A'raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Ahmad Muammar Khoddafi Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Cahyani, Restiana Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewi Kusumaningsih Dhitya, Ray Krisna Dian Arif Wahyudi Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Hidayat, Asep Rahmad Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Juana, Rika KHADAFI, AHMADMUAMAR Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Mardiani, Wiwin Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Neli Elvania, Dewa Ayu Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ramadhani, Gita Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Winarno, Rudi Wiwik Erni Puspita Sari Yeni Novita Yopita Sari Yulendasari, Rika Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti