Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP KADARHEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL Sari, Anggi Yunita; Yantina, Yuli; Lathifah, Neneng Siti; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.4459

Abstract

Giving Date Palm Jiuce  (Phoenix Dactylifera) To Increase of Hemoglobin levels in pregnant Background: Anemia is a biggest health problem in the world. Approximately 42% of pregnant women suffer from anemia greater than nonpregnant women. The cause of anemia in pregnant women is iron deficiency, folic acid, and acute bleeding. Dates (Phoenix dactylifera) are often referred to as foods that can increase hemoglobin levels because of their high iron content.Purposes :To determine the effect of giving palm juice to hemoglobin levels in pregnant women in the Mekar Jaya village in the working area of Mataram Merbau Health Center in South Lampung RegencGiving Date Palm Jiuce  (Phoenix Dactylifera) To Increase of Hemoglobin levels in pregnant Background: Anemia is a biggest health problem in the world. Approximately 42% of pregnant women suffer from anemia greater than nonpregnant women. The cause of anemia in pregnant women is iron deficiency, folic acid, and acute bleeding. Dates (Phoenix dactylifera) are often referred to as foods that can increase hemoglobin levels because of their high iron content.Purposes : To determine the effect of giving palm juice to hemoglobin levels in pregnant women in the Mekar Jaya village in the working area of Mataram Merbau Health Center in South Lampung Regency in 2020.Method: Uses a Quasi Experimental design with a non randomized pre-test-post-test with control group approach design. The population in this study were all pregnant women with mild anemia in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency. The sample size is 22 respondents, with 11 respondents included in the control group and 11 other respondents included in the experimental group.Results : Showed the average difference in increased Hb levels of pregnant women between pre-test and post-test in the experimental group was 1.5636 gr% greater than the average difference in the control group that was 0.7364 gr%. By using the t-independent statistical test the Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05Conclusion: There is an effect of giving palm juice to the increase in hemoglobin levels in pregnant women in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency in 2020. Keywords: Anemia, Hemoglobin,  Palm Extract , Pregnant Woman Latar Belakang: Anemia merupakan suatu permasalahan kesehatan terbesar di dunia. Sekitar 42% ibu hamil menderita anemia lebih besar  dari  pada wanita tidak hamil. Penyebab anemia pada wanita hamil adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut. Sari buah kurma (Phoenix dactylifera) sering disebut sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi yang tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar Hemoglobin pada ibu hamil di desa mekar jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan pendekatan non randomized pre test-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia ringan yang ada di desaMekar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Besar sampel adalah 22 responden, dengan 11 responden masuk ke dalam kelompok kontrol dan 11 responden lainnya masuk ke dalam kelompok eksperimen.Hasil:  Dari hasil penelitian menunjukkan selisih rata-rata peningkatan kadar Hb ibu hamil antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen adalah 1.5636 gr% lebih besar dari pada selisih rata-rata kelompok kontrol yaitu 0.7364 gr%. Dengan menggunakan uji statistik t-independent didapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di desa Mekar Jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020. Kata Kunci             : Anemia, Hemoglobin, Sari Kurma, Ibu Hamily in 2020.Method: Uses a Quasi Experimental design with a non randomized pre-test-post-test with control group approach design. The population in this study were all pregnant women with mild anemia in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency. The sample size is 22 respondents, with 11 respondents included in the control group and 11 other respondents included in the experimental group.Results : Showed the average difference in increased Hb levels of pregnant women between pre-test and post-test in the experimental group was 1.5636 gr% greater than the average difference in the control group that was 0.7364 gr%. By using the t-independent statistical test the Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05Conclusion: There is an effect of giving palm juice to the increase in hemoglobin levels in pregnant women in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency in 2020. Keywords: Anemia, Hemoglobin,  Palm Extract , Pregnant Woman Latar Belakang: Anemia merupakan suatu permasalahan kesehatan terbesar di dunia. Sekitar 42% ibu hamil menderita anemia lebih besar  dari  pada wanita tidak hamil. Penyebab anemia pada wanita hamil adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut. Sari buah kurma (Phoenix dactylifera) sering disebut sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi yang tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar Hemoglobin pada ibu hamil di desa mekar jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan pendekatan non randomized pre test-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia ringan yang ada di desaMekar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Besar sampel adalah 22 responden, dengan 11 responden masuk ke dalam kelompok kontrol dan 11 responden lainnya masuk ke dalam kelompok eksperimen.Hasil:  Dari hasil penelitian menunjukkan selisih rata-rata peningkatan kadar Hb ibu hamil antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen adalah 1.5636 gr% lebih besar dari pada selisih rata-rata kelompok kontrol yaitu 0.7364 gr%. Dengan menggunakan uji statistik t-independent didapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di desa Mekar Jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020. Kata Kunci           : Anemia, Hemoglobin, Sari Kurma, Ibu Hamil 
Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Fenniokha, Nabela Gyandra; Kurniasari, Devi; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17505

Abstract

The contraception that is mostly chosen by acceptors in Indonesia is 61.4% injectable contraception, but injection contraception has an impact that can cause weight gain. acceptors revealed that by using injectable contraception they felt it was more practical in the family planning process. The purpose of the study was to find the effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain in Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung in 2020. This type of quantitative research, analytical research design with true experiment approach with two group posttest only design with control group design population in this study were all 804 family planning ask-receptors, 40 samples divided into 2 groups, simple random sampling technique, this research has conducted in July 2020. data collection using observation sheets. Univariate and bivariate data analysis t-test (t-test). The results showed that the mean increase in body weight for 3 months injection family planning acceptors was 3,7 kg, the mean increase in body weight for 1 month injection family planning acceptors was 1,8 kg. There is no effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain at the Gedong Air Bandar Lampung Community Health Center in 2020, the statistical test results obtained p-value = 0.016 (p-value> α = 0.05). Health workers are expected to be able to provide counseling for hormonal contraceptive acceptors, especially injections to be able to switch to long-term nonhormonal contraceptives such as IUDs. Key words: contraception, 3 months injection, body weight ABSTRAKKontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor di Indonesia adalah kontrasepsi suntik sebanyak 61,4%, namun kontrasepsi suntik memiliki dampak yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. akseptor mengungkapkan dengan menggunakan kontrasepsi suntik mereka merasa lebih praktis dalam proses KB.tujuan penelitian Diketahui Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan true eksperimen dengan rancangan two group postest only With Control group design populasi dalam penelitian ini adalah seluruh askseptor KB sebanyak 804, sampel sebanyak 40 yang dibagi 2 kelompok, tekhnik sampling secara simple random sampling, penelitian ini telah di lakukan bulan Juli 2020.  pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil penelitian Diketahui mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 3 bulan seberat 3,7  Kg, mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 1 bulan seberat 1,8 Kg. Tidak ada Pengaruh  Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020, hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,016 (p-value > α = 0,05). tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada akseptor kontrasepsi hormonal khususnya suntik untuk bisa beralih kekontrasepsi nonhormonal jangka panjang seperti IUD. Kata kunci: kontrasepsi, suntik 3 bulan , berat badan
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Sani, Novriyana; Yantina, Yuli; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15607

Abstract

Back graound Lampung Province health in 2018 the coverage of exclusive breastfeeding was 56.1%, while in 2019 it decreased to 42.7%. The number of post partum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital in February 2020 was 280 post partum mothers, of which 112 mothers (41.2%) had breastfeeding out at 72 hours post partum (breastfeeding was slow), 11 mothers (4%) had more milk. than 72 hours or can be categorized as late, 104 mothers (35.3%) at 48 hours post partum, and 53 mothers (19.5%) breastfeeding out at 24 hours post partum which can be categorized as fast. The purpose of this study was to determine the factors associated with breastfeeding in postpartum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital in 2020. This type of research is quantitative using a cross sectional approach design. The population in this study were all post partum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital, as many as 185 respondents, the sample of all postpartum mothers at the time of the study were 109 respondents, using the sampling technique, namely Accidental Sampling. Based on the results of statistical tests, it was found that there was a relationship between maternal age and breastfeeding with the Chi-Square test p-value of 0.040 ≤ α (0.05) and an OR value of 2.987. There is a relationship between maternal parity on breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.000 ≤ α (0.05) and the OR value of 0.155. There is no relationship between maternal occupation and breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.395 ≥ α (0.05) and the OR value of 1.417. There is no correlation factor between maternal education and breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.452 ≥ α (0.05) and an OR value of 1.607.Conclusion There is a relationship between husband's support for breastfeeding and the results of the Chi-Square test p-value of 0.000 ≤ α (0.05) and the OR value of 0.033. There is no relationship between Early Initiation of Breastfeeding and breastfeeding with the Chi-Square test results p-value of 0.338 ≥ α (0.05) and an OR value of 0.671.Suggestion expected to provide information about the factors associated with breastfeeding in post-partum mothers, that the husbands will continue to provide support to mothers in breastfeeding and reduce anxiety levels in postpartum mothers. Keywords : release of breast milk,postpartum ABSTRAK Latar Belakang Profil data kesehatan Provinsi Lampung pada tahun 2018 cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 56,1% sedangkan pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 42,7%. Jumlah ibu post partum di RSIA Puri Betik Hati pada bulan Februari 2020 adalah sebanyak 280 ibu post partum, dimana diantaranya 112 ibu (41.2%) ASI keluar pada 72 jam post partum (pengeluaran ASI lambat), 11 ibu (4%) ASI keluar lebih dari 72 jam atau dapat dikategorikan lambat, 104 ibu (35.3%) pada 48 jam post partum, dan 53 ibu (19.5%) ASI keluar pada 24 jam post partum yang dapat dikategorikan cepat.Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pengeluaran ASI pada ibu Post Partum di RSIA Puri Betik Hati Bandar Lampung tahun 2020. Jenis Penelitinan ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di  RSIA Puri Betik Hati yaitu sebanyak 185 responden, sampel seluruh ibu postpartum pada saat penelitian berlangsung sebanyak 109 responden, dengan menggunakan teknik Pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling.Hasil Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan bahwa ada hubungan antara Usia ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,040 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 2.987. Ada hubungan antara Paritas ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,000 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 0,155. Tidak Ada hubungan antara Pekerjaan ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,395 ≥ α (0,05) dan nilai OR sebesar 1.417. Tidak Ada faktor hubungan antara Pendidikan ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,452 ≥ α (0,05) dan nilai OR sebesar 1.607.Kesimpulan Ada hubungan antara Dukungan Suami terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,000 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 0,033. Tidak Ada hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini dengan pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,338 ≥ α (0,05) dan  nilai OR sebesar 0,671.Saran memberikan informasi tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum, dan diharapkan agar suami untuk tetap memberikan dukungan kepada ibu dalam memberikan ASI dan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu postpartum. Kata Kunci : Pengeluaran ASI,Post partum Bakri, I., Sari, M. M., & Pertiwi, F. D. (2019). HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMPUR KOTA BOGOR TAHUN 2018. PROMOTOR, 2(1), 27-36.Hani, R. U. (2014). Hubungan dukungan suami terhadap keberhasilan pemberian Asi eksklusif pada ibu primipara di wilayah kerja puskesmas pisangan.Hartini, S., & Subiyatun, S. (2014). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Keberhasilan ASI Eksklusif pada Bayi Umur 6-12 Bulan di Puskesmas Kasihan II Yogyakarta (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).Huang, Y. Y., Lee, J. T., Huang, C. M., & Gau, M. L. (2009). Factors related to maternal perception of milk supply while in the hospital. Journal of Nursing Research, 17(3), 179-188.Infodatin, B. (2018). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI,“. Indokator dan Target”, Jakarta.Kusumawardhani. (2010). ASI Bikin Anak Cerdas. Jakarta. Djambatan.Mamonto, T. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu. KESMAS, 4(1).Mawaddah, S. (2018). Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian Asi Ekslusif Pada Bayi. Jurnal Info Kesehatan, 16(2), 214-225.Nasihah, L. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Ibu dalam Pemberian Asidi BPM Ny. Andre Kediri. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 2(2), 144-149.Nisman, W. A., Margaretha, E. M., Sandi, A., & Lesmana, S. (2011). Panduan Ibu Pintar Menyusui.Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta. Jakarta. Indonesia.Nurliawati, E. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi air susu ibu pada ibu pasca seksio sesarea di wilayah kota dan kabupaten tasikmalaya. Jurnal FIK UI.Nyqvist, K. H., Häggkvist, A. P., Hansen, M. N., Kylberg, E., Frandsen, A. L., Maastrup, R., ... & Haiek, L. N. (2013). Expansion of the baby-friendly hospital initiative ten steps to successful breastfeeding into neonatal intensive care: expert group recommendations. Journal of Human Lactation, 29(3), 300-309.Ojong, I. N., Uga, A. L., & Chiotu, C. N. (2015). Knowledge and attitude of pregnant women towards focused ante natal care services in university of calabar teaching hospital, calabar, cross river state. Nigeria, 1(1), 14-23.Puspitasari, S., & Pujiastuti, W. (2015). HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STATUS GIZIPADA BAYI USIA 7-8 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS TLOGOMULYO, KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014. Jurnal Kebidanan, 4(8), 62-69.Rahmawati, A., & Prayogi, B. (2017). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Menyusui yang Bekerja. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 4(2), 134-140.Raharjo, B. B. (2014). Profil ibu dan peran bidan dalam praktik inisiasi menyusu dini dan asi eksklusi. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 53-63.Risneni, A. Y. (2016). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Jakarta: Trans Info Media.SDKI. (2017). Survei Demografi Kesehatan Indonesia. JakartaUNICEF, W. (2018). Capture the Moment–Early initiation of breastfeeding: The best start for every newborn. New York: UNICEF.World Health Organization. (2002). The optimal duration of exclusive breastfeeding: a systematic review. In The optimal duration of exclusive breastfeeding: a systematic review.World Health Organization. (2017). Guideline: protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services (No. 9789241550086). World Health Organization.   
Pengaruh Rangsangan Puting Susu Terhadap Lamanya Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Multigravida R, Leni Novaria; Kurniasari, Devi; Astriana, Astriana; Putri, Ratna Dewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5020

Abstract

Background : Prolonged labor is labor that lasts more than 24 hours in primigravidas, and more than 18 hours in multigrades, which is one of the leading causes of maternal and newborn mortality. Interventions that can be done to increase uterine contractility include acupressure, artificial membrane rupture and nipple stimulation. Nipple stimulation is a technique that can encourage an initial contraction by doing a circular motion, rubbing or gently massaging the area around the nipple. Purpose : The purpose of the study was to determine the effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Work Area of the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in 2021.Methods : This type of quantitative research with a true experimental approach. The population of this study was 95 multigravida mothers with a sample of 30 people, of which 15 people will be experimented with and 15 people will be the kontrol  group. The object of this research is nipple stimulation and duration of active phase I labor in multigravida. The research was carried out in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in June - July 2021. The data was collected using partographs and observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate.Result : The results of the study the average length of labor in the intervention group was 148.6 hours/minute while the average length of labor in the kontrol  group was 170.5 hours/minute. Conclusion There is an effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center Work Area in 2021 with a p-value = 0.010. Suggestion: It is hoped that for the next pregnancy the patient can use nipple stimulation as an effort to increase contractions. Keywords: first stage of labor, nipple stimulation, and multigravida ABSTRAK Latar Belakang : Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigradiva, dan lebih dari 18 jam pada multigradiva, dengan angka kejadian 4,3%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kontraktilitas uterus antara lain dengan stimulasi puting susu.Tujuan : Tujuan penelitian diketahui pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021.Metode : Penelitian kuantitatif rancangan quasi eksperimen. Populasi ibu bersalin multigravida sebanyak 95 orang dengan sampel sebanyak 30 orang, dimana sebanyak 15 orang diberikan intervensi dan 15 orang sebagai kelompok kontrol. Objek penelitian rangsangan puting susu dan lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan partograf dan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil : Hasil penelitian rata-rata lamanya persalinan kelompok intervensi adalah 138,6 menit sedangkan rata-rata lamanya persalinan kelompok kontrol adalah 156,6 menit.Kesimpulan Ada pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,000. Saran : Diharapkan puskesmas menerapkan asuhan sayang ibu dengan membuat standar prosedur operational (SPO) rangsangan putting susu menjadi SPO tetap di wilayah kerja Puskesmas. Kata Kunci : rangsangan puting susu, persalinan kala I fase aktif, multigravida
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Skrining Serologi Infeksi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Marlinda, Marlinda; Kurniasari, Devi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18405

Abstract

The World Healt Organitation (WHO) estimates that as many as 37 million births in the Southeast Asian region each year, while the total maternal and newborn deaths in this region are estimated at 170 and 1.3 million per year. AKI related to pregnancy, childbirth and childbirth was 305 per 100,000 live births. To find out the factors related to the serological screening behavior of maternal infections in pregnant women at the Karang Anyar Health Center in South Lampung Regency in 2019.Type of quantitative research, analytical research design and cross sectional approach. The population of all pregnant women was 42 people and a sample of 42 people with purposive sampling technique. Data collection uses questionnaire sheets and observations and statistical tests used Chi-Square statistical tests.There is a correlation between knowledge and serological screening behavior, obtained p-value (0,000 <α 0,05). OR: 19.00. There is a relationship between attitude and serological screening behavior, obtained p-value (0.006 <α 0.05). OR: 7,933. There is a relationship between health worker support and serological screening behavior, obtained by p-value (0,000 <α 0,05). OR: 30,600.There is a relationship between knowledge, attitudes and support of health workers by serological screening of maternal infections. It is necessary for pregnant women to increase their knowledge so that they understand more about the knowledge of the dangers of infection in mothers by routinely appreciating health education activities carried out by health workers. Keywords : Behavior Screening Maternal Infection, Knowledge, Attitude, Health Officer Support ABSTRAK World Healt Organitation (WHO) memperkirakan, sebanyak 37 juta kelahiran dikawasan Asia Tenggara setiap tahun, sementara total kematian ibu dan bayi baru lahir dikawasan ini diperkirakan 170 dan 1,3 juta pertahun. AKI yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku skrining serologi infeksi maternal pada ibu hamil di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian analitik dan pendekatan  cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil sebanyak 42 orang dan sampel sebanyak 42 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi dan Uji statistik yang digunakan uji statistik Chi-Square.Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p- value (0,000 <α 0,05). OR: 19,00. Ada hubungan sikap dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p-value (0,006 <α 0,05). OR: 7,933. Ada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p-value (0,000 <α 0,05). OR: 30,600. Ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku skrining serologi infeksi maternal. Disarankan ibu hamil meningkatkan pengetahuan agar lebih mengetahui tentang pengetahuan akan bahaya infeksi maternal pada kehamilan dengan cara rutin berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang dilakukan petugas kesehatan. Kata Kunci : Perilaku Skrining Serologi Infeksi Maternal, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Petugas Kesehatan 
Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Fenniokha, Nabela Gyandra; Susilawati, Susilawati; Kurniasari, Devi; Evayanti, Yulistiana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3,September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i3.8416

Abstract

Background The contraception that is mostly chosen by acceptors in Indonesia is 61.4% injectable contraception, but injection contraception has an impact that can cause weight gain. acceptors revealed that by using injectable contraception they felt it was more practical in the family planning process. The purpose of the study was to find the effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain in Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung in 2020. Methods This type of quantitative research, analytical research design with true experiment approach with two group posttest only design with control group design population in this study were all 804 family planning askreceptors, 40 samples divided into 2 groups, simple random sampling technique, this research has conducted in July 2020. data collection using observation sheets. Univariate and bivariate data analysis t-test (t-test). The results showed that the mean increase in body weight for 3 months injection family planning acceptors was 3,7 kg, the mean increase in body weight for 1 month injection family planning acceptors was 1,8 kg. Conclusion There is no effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain at the Gedong Air Bandar Lampung Community Health Center in 2020, the statistical test results obtained p-value = 0.016 (pvalue> α = 0.05). Suggestion Health workers are expected to be able to provide counseling for hormonal contraceptive acceptors, especially injections to be able to switch to long-term nonhormonal contraceptives such as IUDs. Key words: body weight, contraception, 3 months injection,Kontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor di Indonesia adalah kontrasepsi suntik sebanyak 61,4%, namun kontrasepsi suntik memiliki dampak yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. akseptor mengungkapkan dengan menggunakan kontrasepsi suntik mereka merasa lebih praktis dalam proses KB. Tujuan penelitian diketahui Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan true eksperimen dengan rancangan two group postest only With Control group design populasi dalam penelitian ini adalah seluruh askseptor KB sebanyak 804, sampel sebanyak 40 yang dibagi 2 kelompok, tekhnik sampling secara simple random sampling, penelitian ini telah di lakukan bulan Juli 2020. pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil penelitian Diketahui mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 3 bulan seberat 3,7 Kg, mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 1 bulan seberat 1,8 Kg. Kesimpulan Tidak ada Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020, hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,016 (p-value > α = 0,05). Saran tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada akseptor kontrasepsi hormonal khususnya suntik untuk bisa beralih kekontrasepsi nonhormonal jangka panjang seperti IUD. Kata kunci: berat badan kontrasepsi, suntik 3 bulan
Hubungan Prenatal Yoga Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di TPMB Tri Imawati S.ST., Bdn Kota Metro Fadilah, Intan; Kurniasari, Devi; Zarma, Zarma
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22385

Abstract

Anxiety in pregnant women in the third trimester is a psychological problem that often occurs before childbirth. High levels of anxiety can have a negative impact on the condition of the mother and fetus. Prenatal yoga is a non-pharmacological intervention that has been proven effective in reducing anxiety during pregnancy.This study aims to determine the relationship between prenatal yoga and anxiety levels in pregnant women in their third trimester at TPMB Tri Imawati SST., Bdn Metro City. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 20 pregnant women in their third trimester who were selected using  accidental  sampling.  Data  were  collected  using  the  Prenatal  Anxiety  Screening  Scale  (PASS) questionnaire and analyzed using the Chi-Square test.The results showed that of the 10 pregnant women who participated in prenatal yoga, the majority experienced mild anxiety and none experienced anxiety. In contrast, of the 10 pregnant women who did not participate in prenatal yoga, all experienced severe anxiety. The analysis results showed a significant relationship between prenatal yoga and anxiety levels (p < 0.05).There is a significant relationship between prenatal yoga and anxiety levels in pregnant women in their third trimester. Prenatal yoga can be used as an alternative intervention to reduce anxiety before childbirth. Keywords: Prenatal yoga, anxiety, pregnant women, third trimester ABSTRAK Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan permasalahan psikologis yang sering terjadi menjelang persalinan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak buruk terhadap kondisi ibu dan janin. Prenatal yoga merupakan intervensi non- farmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan selama kehamilan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil  trimester  III  di  TPMB  Tri  Imawati  SST.,  Bdn  Kota  Metro.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kuantitatif  dengan  desain  cross-  sectional.  Sampel  terdiri  dari  20  ibu  hamil  trimester  III  yang  dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Prenatal Anxiety Screening Scale (PASS) dan dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 ibu hamil yang mengikuti prenatal yoga, mayoritas mengalami kecemasan ringan dan tidak ada kecemasan. Sebaliknya, dari 10 ibu hamil yang tidak mengikuti prenatal yoga, seluruhnya mengalami kecemasan berat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan  antara prenatal yoga dengan tingkat kecemasan (p < 0,05).Terdapat hubungan yang signifikan antara prenatal yoga dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Prenatal yoga dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi dalam menurunkan kecemasan menjelang persalinan Kata Kunci: Prenatal yoga, kecemasan, ibu hamil, trimester III
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH BIT DENGAN PENINGKATAN HB PADA REMAJA PUTRI Zuhraini, Rani; Anggraini, Anggraini; Kurniasari, Devi; Suharman, Suharman
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5221

Abstract

Backgrund :The prevalence of anemia in Indonesia is 21.7%. The prevalence of anemia in women is higher than in men. Based on the results of a pre survey conducted on 6 female students of Bandar Lampung 14 high school about adolescent anemia, it was found that 4 respondents (60%) did not understand well what anemia was in adolescents, and there were anemia symptoms such as anemic, weak, tired, lethargic, after hemorrhoid examination. Hb values are varied, which is 8.5-10.6 mg / dl while the remaining 2 people (20%) can understand anemia in adolescent anemia, and do not find anemia symptoms in these students. The purpose of this study is to know the effect of giving beet juice with increased Hb in adolescent girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019Purpose :It is known that there is an effect of giving beet juice with an increase in Hb in girls in SMAN 14 Bandar Lampung in 2019Methode :Quasi Experimental research design with one group pretest - posttest design approach. The population in this study was the first and second grade teenage girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019 as many as 49 people. The sampling technique uses purposive sampling technique. The independent variable (independent) is beet juice, while the dependent variable is the Hb level, univariate data analysis to determine the average hemoglobin level before and after administration of beet juice, bivariate data analysis using T-test dependent test.Result :The results of this study are known that the average Hb in adolescent girls before being given beetroot juice is equal to 10.682 gr / dl. The average after being given beet juice is 11,088 gr / dl. It is known that there is an effect of giving beet juice with an increase in Hb in adolescent girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019, t test was obtained (p value 0.001 <a 0.05). Suggestions in this study are for young women to consume beet juice as a way to increase hemoglobin levels.Conclusion :There is an effect of giving beet juice with an increase in Hb in girls in SMAN 14 Bandar Lampung in 2019Suggestions are expected to consume 250 ml of beetroot juice 1 time / day, for 7 days to overcome the occurrence of anemia. Keywords            : Beet juice, Adolance, Haemaglobin ABSTRAK : PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH BIT DENGAN PENINGKATAN HB PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 14 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019Latar Belakang :Prevalensi anemia diIndonesia yaitu 21,7%. Prevalensi anemia pada perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Berdasarkan hasil pre survey yang dilakukan terhadap 6 siswi SMA 14 Bandar Lampung tentang anemia remaja, didapat 4 responden (60%) tidak memahami dengan baik apa anemia pada remaja, dan terdapat gejala anemia seperti anemis, lemah, letih, lesu, setelah dilakukan pemeriksaan Hb didapat nilai Hb yang bervariasi yaitu 8.5-10.6 mg/dl sedangkan 2 orang sisanya (20%) dapat memahami anemia pada anemia remaja, dan tidak ditmukan gejala anemia pada siswi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putri di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019Tujuan :Diketahui ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putrid di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019Metode :Rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian  ini adalah remaja putri kelas 1 dan 2 di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019 sebanyak 49 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas (independen) yaitu Jus buah bit, sedangkan variabel terikat (dependen) yaitu Kadar Hb, analisa data univariat untuk mengetahui rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan setelah pemberian jus buah bit, analisa data bivariat menggunakan uji T-test dependent.Hasil :Hasil penelitian ini adalah diketahui rata-rata Hb pada remaja putri sebelum diberikan jus buah bit yaitu sebesar 10,682 gr/dl. Rata-rata sesudah  diberikan jus buah bit sebesar 11,088 gr/dl. Diketahui ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putri di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019, uji t didapat (p value 0,001 <a 0.05). Kesimpulan :Ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putrid di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019Saran diharapkan untuk mengkonsumsi jus buah bit 1 kali/ hari sebanyak 250ml, selama 7 hari untuk mengatasi terjadinya anemia.  Kata Kunci          : Jus buah bit, Remaja, Hemaglobin
Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Meningkatkan Suhu Bayi Baru Lahir Dan Mencegah Hipotermia Fadhillah, Reza Fadhillah; Nurliyani, Nurliyani; Rosmiyati, Rosmiyati; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8699

Abstract

Background : Health problems in children are one of the main problems in the world of health in Indonesia. The degree of children's health describes the degree of health of the nation, because children are the next generation of the nation who have abilities that can be developed in the development of the nation. Newborns are babies born during the first hour of birth. Newborns are babies from birth to 4 weeks of age. Birth is usually at 38-42 weeks' gestation. Hypothermia is an abnormal body temperature of a newborn (<36°C) when measuring temperature through the axillae, where the body temperature of a normal newborn is 36.5°C-37.5°C (axillary temperature). Hypothermia is a sign of danger because it can cause changes in the body's metabolism which will end in heart-pulmonary failure and death. Management that can be done in hypothermic patients is to do the kangaroo method and swaddle with cloth in regulating the baby's body temperature.Purpose : To Know the Effectiveness of Using the Kangaroo Method and Cloth Swaddles to Warm and Increase the Body Temperature of Newborns for the Prevention of Hypothermia in PMB Kemiling Region.Methods: This quantitative research applied pre-experimental method with pretest posttest research design. The sample in this study was 30 infants, conducted by purposive sampling technique. This research found that there was an increase in the temperature of newborns after being given the kangaroo and cloth swaddling method. Based on the result of swaddling the cloth there was an increase of 82.50 and when the kangaroo method was used there was an increase of 68.89 with a p-value of 0.045.Results : It can be concluded that the use of the kangaroo method and cloth swaddling can increase body temperature in newborns and the use of cloth swaddles was more influential in increasing body temperature. Therefore, it is suggested that the results of this study can be applied by midwives to reduce hypothermia in newborns. Keywords : Newborn Baby, Hypothermia, Cloth Swaddling, Kangaroo Method ABSTRAK Latar Belakang : Masalah kesehatan pada anak adalah salah satu masalah utama dalam dunia kesehatan di indonesia. Derajat kesehatan anak menggambarkan derajat kesehatan bangsa, dikarenakan anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan yang dapat di kembangkan dalam perkembangan bangsa. Bayi Baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran. Bayi baru Lahir adalah bayi yang baru lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38-42 minggu. Hipotermia adalah suhu tubuh bayi baru lahir yang tidak normal (<36ºC) pada pengukuran suhu melalui aksila, dimana suhu tubuh bayi baru lahir normal adalah 36,5ºC-37,5ºC (suhu aksila). Hipotermi merupakan suatu tanda bahaya karena dapat menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung paru dan kematian. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipotermia adalah dengan melakukan metode kangguru dan pembedongan dengan kain dalam pengaturan suhu tubuh bayi.Tujuan Penelitian : Diketahui Efektifitas Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Menghangatkan Dan Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Untuk Pencegahan Hipotermia di PMB Wilayah Kemiling.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian pre test-post test desagn. Sample dalam penelitian ini adalah 30 bayi dengan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan suhu Bayi Baru Lahir setelah diberikan Metode Kangguru dan Bedong Kain. Dengan hasil saat dilakukan Bedong Kain terjadi peningkatan 82,50  dan pada saat dilakukan Metode Kangguru terjadi peningkatan 68,89 dengan P Value 0,045.Hasil Penilitian : Disimpulkan bahwa penggunaan Metode Kangguru dan Bedong Kain dapat meningkatkan suhu tubuh pada bayi baru lahir dan penggunaan Bedong Kain lebih berpengaruh  untuk menaikkan suhu tubuh. Oleh karena itu disarankan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh bidan untuk mengurangi Hipotermia pada Bayi Baru Lahir. Kata kunci : BBL, Bedong Kain, Hipotermia, Metode Kangguru
Co-Authors Afriani, Nasita Anggraini Anggraini Anisa Ermasari Annisa Rahma wati Aprilia Dwi Sukowati Arfina Yulistiani Aryawati, Wayan Astriana Astriana, Astriana Auliya Warda Ningrum Azzahra, Balqis Berthilia Berthilia Dewi Yuliasari Diah Astika Winahyu Dwi Marlina Syukri Dwi Nopitasari Ema Listiyaningsih Ermasari, Anissa Erna Listyaningsih Eva Nauli Evayanti, Yulistiana Fadhillah, Reza Fadhillah Fadilah, Intan Falinda Falinda Febriyanti, Putri Nabila Fenniokha, Nabela Gyandra Ferlinthany Ferlinthany Fiki Arifandini Fitri Ekasari Fitria Fitria Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Hadika, Afifah Nur Aini Henny Prihatni Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Herti Dwi Lestari Hidayah, Renita Tri Nur Iis Maisaroh Iqmy, Ledy Octaviani Jayanti, Violita Puspita Karlina Herawati Lathifah, Neneng Siti Mariza, Ana Marlinda Marlinda Meisya Royani Mona Oktalira Nabela Gyandra Fenniokha Ni Wayan Warniyati Nita Evriana Sari Novalina, Fera Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Oktiana oktiana Panca Nursela Putri Lia Rosa Putri, Elsya Bela Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi R, Leni Novaria Rachmawati, Fijri Ramadhiena Destia Murtisari Ratna Dewi Putri Rizka Nur Fadilah Rosmiyati M.Kes Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Sandayanti, Vira Sani, Novriyana Sari Prawardani Sari, Anggi Yunita Sari, Yuni Maryana Sholiha, Sangidatus Siti Selvia Vebriani Siti Suprihatin Suharman Suharman, Suharman Sukmawati, Ndari Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Utami, Vida Wira Velinda, Veronika Heni Vera Lusi Alvionita Watini, Watini Winahyu, Diah Astika Wulan Anggarini Yetti Amir Astuti Yohana Christine Simatupang Yuistiana Evayanti Yuli Yantina Yuliana Tampubolon Yuliasari, Dewi Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima Zarma H Zarma Zarma Zarma, Zarma Zelpita, Dela Zuhraini, Rani Zuriah Zuriah