Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : MONETER

PENGARUH PEMBIAYAAN BERMASALAH (NPF) TERHADAP PROFITABILITAS DI PT. BPRS BOGOR TEGAR BERIMAN Maulana, Hendri; Febriyanti, Revina Dwi
MONETER Vol 9 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.701 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v9i1.5746

Abstract

Dalam pembiayaan adakalanya modal tidak bisa dikembalikan tepat pada waktunya, inilah yang disebut dengan pembiayaan bermasalah. Bank syariah tidak hanya memberikan pembiayaan, tapi juga harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam mengelola keuangannya. Kemampuan bank syariah dalam mengelola keuangannya dapat diukur, yaitu dilihat dari nilai laba/profitabilitas yang didapatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembiayaan bermasalah/Non Performing Financing (NPF) terhadap profitabilitas/Return on Asset (ROA) di PT. BPRS Bogor Tegar Beriman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data statistik yang diperoleh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dari laporan keuangan per satu tahun PT. BPRS Bogor Tegar Beriman tahun 2018-2020. Hasil dari penelitian ini menunjukan pembiayaan bermasalah berpengaruh signifikan terhadap nilai profitabilitas bank. Karena, dilihat dari hasil perhitungan rasio NPF menunjukan angka grafik turun yang artinya pembiayaan bermasalah berkurang dan itu berarti bank dapat menekan tingkat pembiayaan bermasalah yang terjadi dari tahun 2018 sampai 2020. Begitupun dengan hasil perhitungan rasio ROA yang menunjukan angka grafik naik, yang artinya nilai profitabilitas semakin meningkat dalam periode tiga tahun tersebut. Upaya yang dilakukan pihak bank dalam mengatasi pembiayaan bermasalah adalah dengan cara restrukturisasi pembiayaan, dalam rangka membantu nasabah agar dapat menyelesaikan kewajibannya melalui penjadwalan kembali/rescheduling. Melalui tahap ini, nasabah PT. BPRS Bogor Tegar Beriman mampu untuk melunasi kewajibannya dalam waktu yang sudah dijadwalkan kembali.
KEUNGGULAN PEMBIAYAAN MULTIGUNA UMKM DENGAN PENERAPAN AKAD MURABAHAH DI PT. BPRS BOGOR TEGAR BERIMAN Maulana, Hendri; Rahmadani, Ulfah
MONETER Vol 9 No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.218 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v9i2.5767

Abstract

Pembiayaan multiguna umkm yaitu pemberian pembiyaan kepada nasabah untuk kebutuhan konsumtif yang diberikan kepada pelaku umkm dalam pemberian pembiayaan multiguna umkm nasabah harus memenuhi persyaratan yang diberikan pihak BPRS pemberian pembiayaan harus melalui proses akad syariah sesuai dengan kebutuhan nasabah dalam pembiyaan multiguna umkm di BPRS Bogor Tegar Beriman  akad syariah yang digunakan adalah akad  Murabahah. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui apa saja keunggulan yang dimiliki produk pembiyaan multiguna, mengetahui bagaimana prosedur pemberian pembiyaan multiguna yang diberikan pada usaha mikro kecil menegah dengan peneran akad Murabahah. Pembahsan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembiyaan multiguna umkm. Peneltian dilakukan penulis adalah di PT. BPRS Bogor Tegar Beriman Kabupaten Bogor.hasil dan kesimpulan dari pembahasaan menujukan bahwa PT.BPRS Bogor Tegar Beriman memiliki produk pembiayaan multiguna yang diberikan kepada pelaku usaha mikro kecil menengah  untuk penambaha modal usaha yang telah memiliki usaha minimal satu tahun dan memiliki keunggulan produk pembiyaan multiguna dalam membantu pengajuan pembiayaan untuk nasabah dan menguntungkan kedua belah pihak. Penyaluran dana yang ditawarakan pembiyaan multiguna cukup besar yaitu sampai 500 juta dengan penerapan akad yang digunakan adalah akad murabahah.
Faktor yang Mempengaruhi Kelayakan Nasabah Pembiayaan Kolektif PNS pada PT. BPRS Bogor Tegar Beriman Marlina, Asti; Aliyah, Hikmatul; Maulana, Hendri
MONETER Vol 10 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.536 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v10i1.7026

Abstract

Pembiayaan merupakan suatu kegiatan lembaga keuangan yang menyalurkan dana kepada masyarakat dimana hasil dari suatu pembiayaan berupa bagi hasil sesuai dengan akad yang telah ditetapkan. Dalam suatu pemberian pembiayaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga keuangan kepada nasabah, harus mengikuti prosedur yang telah di tetapkan, dan di analisis untuk menentukan faktor apa saja mempengaruhi layak atau tidaknya pembiayaan tersebut. Analisis yang dilakukan dalam rangka memperhitungkan adanya resiko-resiko dalam suatu pembiayaan. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bogor Tegar Beriman (BPRS BTB) adalah salah satu lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pembiayaan Kolektif Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memperbolehkan menggunakan jaminan ijazah terakhir. Hal ini dilakukan agar PNS yang sudah pernah meminjam dengan produk yang sama di bank lain dapat memiliki alternatif lain saat membutuhkan pembiayaan dengan melewati tahapan atau proses yang sudah ditentukan oleh bank.
Analisis Solutif Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Pada Pt. Bank X Kcp Bogor Merdeka Maulana, Hendri; Rahmah Hermawan, Siti Nabila; Maulani, Denia; Aliyah, Hikmatul
MONETER Vol 10 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Kahldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.703 KB) | DOI: 10.32832/moneter.v10i2.8513

Abstract

Pembiayaan bermasalah merupakan pembiayaan tidak lancar yang dialami oleh pihak Bank dimana nasabah tidak dapat atau tidak mau memenuhi kewajiban untuk membayar kembali dana yang dipinjamnya secara utuh pada saat jatuh tempo maupun sesudahnya. Faktor yang menyebabkan terjadi pembiayaan bermasalah pada Bank X KCP Bogor Merdeka yaitu adanya faktor internal dan eksternal. Faktor yang disebabkan oleh kelalaian dari pihak bank, dan juga faktor yang disebabkan oleh nasabah dengan penyebab yang beragam. pihak bank X telah berhasil menimalisirkan risiko NPF sebesar 46,74% atau hampir setengah dari total nilai NPF awal. Hal tersebut menunjukkan keefektifan kebijakan yang diterapkan bank X dalam upaya penyelamatan portofolio pembiayaan bermasalah.