Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Penyuluhan kesehatan tentang kesehatan jiwa pada remaja Pribadi, Teguh; Elliya, Rahma; Furqoni, Prima Dian; Ernita, Chelda; Desmonika, Cindy; Sari, Eka Novita; Erlianti, Febi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.169

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan jiwa merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk lingkungannya (UU No. 18 Tahun 2014). Sedangkan menurut Stuart & Laraia (2010) menyatakan kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan yang meliputi keadaan sejahtera, seimbang, merasa puas, pencapain diri dan optimis. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang kesehatan jiwa pada remaja dan ke dua setelah diberikan penyuluhan kesehatan jiwa pada remaja, responden diberikan Tanya jawab tentang kesehatan jiwa pada remaja. Hasil: Responden memahami tentang kesehatan jiwa pada remaja Simpulan: responden dapat menerapakan hidup sehat jiwa  pada diri sendiri
Penyuluhan kesehatan tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja Pribadi, Teguh; Furqoni, Prima Dian; Nortajulu, Bahren; Sandi , Ade Gunawati; Liasari, Deny Eka; Wijaya, Desi Eka
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.174

Abstract

Pendahuluan: stress kerja merupakan rasa tertekan yang dialami  karyawan dalam  menghadapi  pekerjaannya sebagai akibat dari adanya ke tidak seimbangan antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan dan lingkungannya yang berdampak pada perilaku serta kondisi fisik dan psikologis karyawan tersebut. Beberapa minyak essensial yang sudah diteliti dan ternyata efektif sebagai sedatif penenang ringan yang berfungsi nmenenangkan sistem saraf pusat yang dapat membantu mengatasi insomnia terutama diakibatkan oleh stress, gelisah, ketegangan, dan depresi. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja  dan ke dua setelah diberikan penyuluhan responden diberikan Tanya jawab tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja. Hasil: Responden memahami tentang aroma terapi lavender untuk stress kerja. Simpulan: responden dapat menerapakan terapi aroma lavender tersebut.
Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut di SDN 1 karang maritim Bandar Lampung Furqoni, Prima Dian; Yulyani, Vera; Novikasari, Linawati; Silvia, Andi Bunga; Neli, Dewa Ayu; Martiani, Dina; Hidayat, Asep Rahmad
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.260

Abstract

Background: One of the problems in Indonesia that needs attention is the problem of dental and oral health. Improper clean and healthy living behavior in school-age children can cause various diseases, one of which is dental and oral hygiene problems. One of the triggering factors that are thought to be related to dental and oral hygiene is lack of knowledge. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between clean and healthy living with knowledge of dental and oral hygiene in school-age children. Methods: This type of research is a type of quantitative research using a descriptive correlation research design using a cross sectional approach. The population in this study were 3rd grade students of Elementary School 1 Karang Maritim. The sample in this study were members of the population taken by simple random sampling with a total of 27 respondents. Results: Based on the results of research conducted on August 12, 2022 regarding the relationship between Clean and Healthy Lifestyle Behavior with knowledge of brushing teeth in grade 3 students of Elementary School 1 Karang Maritim, Bandar Lampung City, the results of the study of respondents with knowledge of brushing their teeth with poor knowledge were 1 students (3.7 percent), with good knowledge as many as 26 students (96.3 percent). Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between clean and healthy living behavior with knowledge and dental and oral hygiene with a p-value of 0.000 <0.05.   Pendahuluan: Salah satu masalah di Indonesia yang perlu diperhatikan adalah masalah tentang kesehatan gigi dan mulut. Perilaku hidup bersih dan sehat yang tidak baik pada anak usia sekolah dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit salah satunya yaitu permasalahan kebersihan gigi dan mulut. Salah satu faktor pemicu yang diduga berhubungan dengan kebersihan gigi dan mulut yaitu kurangnya pengetahuan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota populasi yang diambil secara simple random sampling dengan jumlah 27 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2022 tentang hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan pengetahuan menggosok gigi pada siswa kelas 3 SDN 1 Karang Maritim Kota Bandar Lampung diperoleh hasil penelitian responden dengan pengetahuan menggosok gigi dengan pengetahuan buruk sebanyak 1 siswa (3,7 persen), dengan pengetahuan baik sebanyak 26 siswa (96,3 persen). Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut dengan nilai dilihat p-value 0,000 < 0,05.
Edukasi manajemen stress pada remaja dengan relaksasi nafas dalam dan relaksasi otot progresif Triyoso, Triyoso; Furqoni, Prima Dian; Rilyani, Rilyani; Wandini, Riska
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.391

Abstract

Background: Adolescence is the most important period in human life, and adolescence refers to the stage of life that represents the transition from childhood to adulthood. Stress in the younger generation throughout the world occurs in both developed and developing countries. The prevalence of stress and anxiety in adolescents worldwide ranges from 5 to 70%. In the United States alone, 60% of suicide victims suffer from stress and depression. In addition, the prevalence of stress among Korean teenagers was found to be 39.3% in 2019. In Indonesia the prevalence of stress among teenagers increase from year to year, reaching 6.0% of the population. Purpose: Increasing teenagers' knowledge about proper stress management through deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation techniques. Method: The community service method carried out is using the socialization method, and filling out questionnaires for Permata Bunda IT High School students. Results: There were 16 participants (100%) who were able to carry out deep breathing relaxation and there were 16 participants (100%) who were able to carry out progressive muscle relaxation. Conclusion: The breathing relaxation technique achieved an incredible 100% success rate among 16 participants, highlighting its undeniable effectiveness in reducing stress. Likewise, Progressive Muscle Relaxation exhibits universal adaptability with a 100% success rate, positioning it as a powerful technique in combating the stressors of modern life. Keywords: Relaxation Techniques; Stress Management; Teenagers. Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa terpenting dalam kehidupan manusia, dan masa remaja mengacu pada tahap kehidupan yang mewakili peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Stres pada generasi muda di seluruh dunia terjadi baik di negara maju maupun  berkembang. Prevalensi stres dan kecemasan pada remaja di seluruh dunia berkisar antara 5 hingga 70%. Di Amerika Serikat saja, 60% korban bunuh diri menderita stres dan depresi. Selain itu, prevalensi stres di kalangan remaja  Korea ditemukan sebesar 39,3% pada tahun 2019. Di Indonesia prevalensi stres di kalangan remaja meningkat dari tahun ke tahun,  mencapai 6,0% dari populasi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai manajemen stres yang baner melalui teknik relaksasi nafas dalam dan teknik relaksasi otot progresif. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode sosialisasi, dan pengisian kuesioner kepada siswa SMA IT Permata Bunda. Hasil: Terdapat 16 partisipan (100%) mampu melakukan relaksasi pernapasan dalam dan terdapat 16 partisipan (100%) yang mampu melakukan relaksasi otot progresif. Simpulan: Teknik relaksasi pernapasan mencapai tingkat keberhasilan 100% yang luar biasa di antara 16 partisipan, menyoroti efektivitasnya yang tidak dapat disangkal dalam mengurangi stres. Demikian pula, Relaksasi Otot Progresif menunjukkan kemampuan beradaptasi universal dengan tingkat keberhasilan 100%, memposisikannya sebagai teknik yang kuat dalam melawan pemicu stres dalam kehidupan modern.
Pendidikan kesehatan mengenai pola hidup sehat pada penderita diabetes mellitus di Desa Sukajaya Lempasing Kabupaten Pesawaran Furqoni, Prima Dian; Juliawan, Ladin; Sintia, Monica Bela Dwi; Natalia, Mutiara; Adhani, Neisa; Istawala, Anggun; Prayogo, Idfy Dwi; Fajrianti, Endah; Alam, Rama Rajasa Ferlanda; Saraswati, Ika
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i5.1178

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease with a steadily increasing prevalence, particularly among the elderly. Data from the International Diabetes Federation (IDF) in 2022 showed that the number of diabetes sufferers in Indonesia reached 19.5 million people and is expected to increase to 28.6 million by 2045. Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence of DM in those aged 15 years and older increased to 10.9%, with the highest rate in the 55–74 age group. In Pesawaran Regency, Lampung Province, the prevalence of DM reached 1.0%. Initial findings in Mutun Hamlet 7 indicate that most elderly people do not understand the importance of a healthy lifestyle in diabetes management. Health education is an effective strategy to increase awareness and independence in the elderly. Purpose: Increase knowledge and awareness of a healthy lifestyle through communicative educational activities tailored to the characteristics of elderly people with diabetes mellitus. Method: This activity was part of the Gerontology Nursing professional practice program held on Monday, June 2, 2025, in Dusun 7 Mutun. The methods used were lectures, discussions, and leaflet distribution. Ten elderly people with a history of diabetes participated. Results: This outreach activity had a positive impact on increasing the elderly's understanding of the importance of maintaining a balanced diet, engaging in light physical activity, and independently monitoring their blood sugar levels. Participants demonstrated active participation and stated that they gained new knowledge that they could apply in their daily lives. Conclusion: Health education has proven effective in increasing the knowledge of elderly people with diabetes about healthy lifestyles and encouraging them to become independent in managing their disease. Keywords: Diabetes mellitus; Elderly; Health education; Healthy lifestyle Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Data International Diabetes Federation tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta orang dan diperkirakan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, prevalensi DM pada usia ≥15 tahun meningkat menjadi 10.9%, dengan angka tertinggi pada kelompok usia 55–74 tahun. Di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, prevalensi DM mencapai 1.0%. Temuan awal di Dusun 7 Mutun menunjukkan sebagian besar lansia belum memahami pentingnya pola hidup sehat dalam pengelolaan diabetes. Pendidikan kesehatan menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian lansia. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pola hidup sehat melalui kegiatan edukasi yang komunikatif dan sesuai karakteristik lansia penderita diabetes mellitus. Metode: Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik profesi Ners Keperawatan Gerontik yang dilaksanakan pada Senin, 02 Juni 2025, di Dusun 7 Mutun. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, serta pembagian leaflet. Jumlah peserta sebanyak 10 orang lansia dengan riwayat DM. Hasil: Kegiatan penyuluhan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman lansia mengenai pentingnya menjaga pola makan seimbang, melakukan aktivitas fisik ringan, serta memantau kadar gula darah secara mandiri. Peserta menunjukkan partisipasi aktif dan menyatakan memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan: Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia penderita DM tentang pola hidup sehat dan mendorong lansia memiliki kemandirian dalam pengelolaan penyakit.
Terapi dengan aroma lavender pada gangguan pola tidur lansia di Desa Sukajaya Lempasing Pesawaran Sumo, Ni Luh; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1439

Abstract

Background: The aging process in older adults (60 years and older) reduces biological, psychological, and social functioning, increasing susceptibility to infection, cognitive impairment, and disrupted sleep patterns, which negatively impact quality of life. In Lampung Province, 70% of social care residents reported difficulty initiating and maintaining sleep. Although sleeping pills are effective in the short term, the risk of dependency and side effects encourage the use of non-pharmacological interventions. Lavender aromatherapy, with its antiseptic and relaxing properties, has been shown to be effective in reducing the severity of insomnia in older adults. A pre-survey in Sukajaya Lempasing Village confirmed that 70% of older adults experience sleep disorders, underscoring the need for integrated interventions to improve sleep quality and quantity. Purpose: To provide an overview of nursing care using lavender aromatherapy interventions for older adults experiencing sleep disorders. Method: The study was conducted from June 26 to July 3, 2025, in Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran, Lampung. Two elderly individuals were selected as respondents based on inclusion and exclusion criteria. The lavender aromatherapy intervention was administered for seven days, accompanied by family support, and face-to-face meetings on the first and eighth days. The study used a one-group pre-test and post-test design. Data were collected through assessments, interviews, and observations using observation sheets and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed descriptively to compare pre- and post-intervention scores. Results: The lavender aromatherapy intervention demonstrated improved sleep quality in both respondents, with a decrease in sleep disturbance scores from poor to good: Respondent 1 decreased from 17 to 7, and Respondent 2 decreased from 16 to 6. Conclusion: Seven days of lavender aromatherapy proved effective as a non-pharmacological independent nursing intervention, resulting in a decrease in sleep disturbance scores in the elderly from poor to good, an increase in sleep duration to 6–7 hours per day, and improvements in symptoms and relaxation. Suggestion: Lavender aromatherapy should be integrated into nursing practice for older adults with sleep disorders through relaxation education, sleep environment management, regular monitoring, and family involvement for long-term effectiveness. Keywords: Elderly; Lavender aromatherapy; Sleep pattern disorders Pendahuluan: Proses penuaan pada lansia (≥ 60 tahun) menurunkan fungsi biologis, psikologis, dan sosial, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, gangguan kognitif, dan gangguan pola tidur yang berdampak negatif pada kualitas hidup. Di Provinsi Lampung, 70% penghuni panti sosial melaporkan kesulitan memulai dan mempertahankan tidur. Meski obat tidur efektif jangka pendek, risiko ketergantungan dan efek samping mendorong penggunaan intervensi nonfarmakologis. Aromaterapi lavender, dengan sifat antiseptik dan relaksasi, terbukti efektif menurunkan keparahan insomnia lansia. Presurvei di Desa Sukajaya Lempasing mengonfirmasi bahwa 70% lansia mengalami gangguan tidur, menegaskan kebutuhan intervensi terpadu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur lansia. Tujuan: Memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan dengan intervensi aromaterapi lavender pada lansia yang mengalami gangguan pola tidur. Metode:  Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juni–3 Juli 2025 di Desa Sukajaya Lempasing, Pesawaran, Lampung. Dua lansia dipilih sebagai responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi aromaterapi lavender diberikan selama tujuh hari dengan pendampingan keluarga, serta pertemuan tatap muka pada hari pertama dan kedelapan. Penelitian menggunakan desain one-group pre-test & post-test, data dikumpulkan melalui pengkajian, wawancara, dan observasi menggunakan lembar observasi dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Menunjukkan peningkatan kualitas tidur pada kedua responden setelah intervensi aromaterapi lavender, dengan penurunan skor gangguan tidur dari kategori buruk menjadi baik: Responden 1 dari skor 17 menjadi 7, dan Responden 2 dari skor 16 menjadi 6. Simpulan: Aromaterapi lavender selama tujuh hari terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan mandiri nonfarmakologis, dengan hasil penurunan skor gangguan tidur lansia dari kategori buruk menjadi baik, peningkatan durasi tidur menjadi 6–7 jam per hari, serta perbaikan keluhan dan relaksasi. Saran: Aromaterapi lavender perlu diintegrasikan dalam praktik keperawatan lansia dengan gangguan tidur melalui edukasi relaksasi, pengelolaan lingkungan tidur, pemantauan berkala, dan keterlibatan keluarga untuk efektivitas jangka panjang.
Efektivitas aroma terapi lavender dalam mengurangi kecemasan pada remaja sebelum ujian Safitri, Hilda Meilinda; Furqoni, Prima Dian; Triyoso, Triyoso
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1448

Abstract

Background: Anxiety is a common psychological disorder experienced by adolescents, especially before exams. A pre-survey of 10 adolescents interviewed at MTs Al-Quran Nurul Huda revealed that most of them reported experiencing anxiety when faced with a problem that hindered their thinking. Excessive anxiety can negatively impact academic performance and mental health. One non-pharmacological therapy proven effective in reducing anxiety is lavender aromatherapy. Purpose: To determine the effectiveness of lavender aromatherapy in reducing anxiety levels in adolescents before exams. Method: The study was conducted from June 26 to July 1, 2025, at MTs Al-Quran Nurul Huda Lempasing. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was used. The population of this study was all 25 eighth-grade students of MTs Al-Quran Nurul Huda. Total sampling was used to select 25 students as respondents. The intervention consisted of aromatherapy with lavender essential oil, which was dripped into a diffuser and inhaled by the respondents. Respondents' anxiety levels were evaluated using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results: Data showed that the majority of respondents were 14 years old, with 22 students (88.0%), and the majority were female, with 16 students (64.0%). The data also showed that the average anxiety level before lavender aromatherapy was 31.04 with a standard deviation of 5.04, while the average anxiety level after lavender aromatherapy was 10.08 with a standard deviation of 6.68. The statistical test results showed a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: Lavender aromatherapy has been shown to be significantly effective in reducing anxiety levels in adolescents before exams and can be used as a safe, easy, and affordable non-pharmacological therapy. Keywords: Adolescents; Anxiety; Lavender Aromatherapy Pendahuluan: Kecemasan merupakan gangguan psikologis yang umum dialami remaja, terutama menjelang ujian. Berdasarkan hasil presurvey 10 remaja di MTs Al-Quran Nurul Huda yang diwawancarai, sebagian besar remaja mengaku cemas ketika dihadapkan suatu permasalahan yang menyulitkan mereka untuk berfikir. Kecemasan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada performa akademik dan kesehatan mental remaja. Salah satu terapi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan adalah aroma terapi lavender. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas aroma terapi lavender dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja sebelum ujian. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni hingga 1 Juli 2025, bertempat di MTs Al-Quran Nurul Huda Lempasing. Dengan menggunakan pendekatan pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Quran Nurul Huda, yang berjumlah 25 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling mendapatkan 25 orang siswa untuk menjadi responden. Intervensi yang diberikan berupa terapi aroma terapi dengan minyak esensial lavender, yang diteteskan ke dalam alat diffuser dan dihirup oleh responden. Tingkat kecemasan responden dievaluasi menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun yaitu sebanyak 22 siswa (88.0%) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 16 siswi (64.0%). Data juga menunjukkan rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan aroma terapi lavender adalah 31.04 dengan standar deviasi 5.04 sedangkan rata-rata tingkat kecemasan sesudah diberikan aroma terapi lavender adalah 10.08 dengan standar deviasi 6.68. Berdasarkan hasil uji statistik mendapatkan nilai p=0.000 (p<0.05). Simpulan: Kegiatan pemberian aroma terapi lavender terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja sebelum ujian, dan dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan terjangkau.
Co-Authors Adhani, Neisa Alam, Rama Rajasa Ferlanda Andi Rahmadi Andiny, Mery Andoko Andoko, Andoko Aprilia Dwi Sukowati Arfina Yulistiani Ariyantika, Feby Aryanti Wardiyah, Aryanti Aryastuti, Nurul Auliya Warda Ningrum Chrisanto, Eka Yudha Deny Eka Liasari Desi Eka Wijaya Desmonika, Cindy Diah Astika Winahyu Eka Novita Sari, Eka Novita Elliya, Rahma Ema Listiyaningsih Erlianti, Febi Erna Listyaningsih Ernita, Chelda Fajrianti, Endah Fredy Setiawan Gunawan, M. Ricko Hermawan, Dessy Hidayat, Asep Rahmad Imam Safaat Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Istawala, Anggun Juliawan, Ladin Karlina Herawati Kurniasari, Devi Leni Sari Asdi Liasari, Deny Eka Lidya Ariyanti Linawati Novikasari Lolita Sary M. Arifki Zainaro Mardani Mardani Martiani, Dina Meisya Royani Muhani, Nova Mutiara Arini Ariska Mz, Dennti Kurniasih Natalia, Mutiara Neli, Dewa Ayu Nortajulu, Bahren Novikasari, Linawati Patrur Korip Prayoga, Andes Prayogo, Idfy Dwi Rachmi Fitria Sari Rahmadi, Andi Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rizki Zulkandri Rosa, Destiana Rudi Winarno Safitri, Hilda Meilinda Sandi , Ade Gunawati Saputra, Dian Angen Saraswati, Ika Sari, Eva Aprilia Sastria Handayani Selfianti, Selfianti Silvia, Andi Bunga Sintia, Monica Bela Dwi Sinurat, Siti Farida Siti Nurjanah Siti Selvia Vebriani Slamet Widodo Sumo, Ni Luh Susanto Susanto Suwarto Suwarto Teguh Pribadi Trismiyana, Eka Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utama, Putri Yolanda Wahid Tri Wahyudi Wijaya, Desi Eka Winahyu, Diah Astika Wulan Anggarini Yuliani Yuliani Yulyani, Vera Yuniati Yuniati Zainaro, M.Arifki