Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementation of Literature Learning to Enhance Students’ Appreciation at SMP Negeri 4 Panca Rijang Jusrianto Jala; Sam Hermansyah; Handy Ferdiansyah; Suhartini Khalik; Usman M
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i2.9184

Abstract

This study aims to analyze the implementation of literature learning in enhancing students’ literary appreciation at SMP Negeri 4 Panca Rijang. The research involved a sample of 30 eighth-grade students selected through purposive sampling. A descriptive qualitative design was employed to examine how literature learning strategies—such as reading activities, guided discussions, and appreciation tasks—contributed to students’ understanding and emotional engagement with literary texts. Data were collected through classroom observations, student worksheets, and interviews, then analyzed through thematic coding. The findings indicate that the use of interactive literature learning methods significantly supports students’ ability to identify intrinsic elements, interpret meanings, and express personal responses to stories and poems. Furthermore, students demonstrated increased motivation and confidence in appreciating literary works after the implementation of structured learning steps. The study concludes that literature learning, when systematically planned and delivered, can effectively improve students’ literary appreciation at the junior secondary school level
PENGUATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT UNTUK TRANSFORMASI PELAYANAN DESA MELALUI SISTEM INFORMASI BERBASIS APLIKASI SIBERAS DI DESA KALOSI ALAU Muh. Wildan Mauludy; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Hartati Hartati; Damis Damis; Muhammad Takdir; Bahtiar Herman; Muhammad Rusdi; Inna Mutmainna Cahyani Thahir; Erwin Irnandi AS; Kamal Kamal; Jusrianto Jala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Transformasi digital pada tingkat desa tidak serta-merta meningkatkan kualitas pelayanan publik apabila masyarakat belum memahami sistem informasi yang tersedia. Di Desa Kalosi Alau, aplikasi SIBERAS telah digunakan sebagai media informasi resmi desa, tetapi pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas karena sebagian warga belum memahami fungsi, cara mengakses, dan manfaat praktisnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendukung transformasi pelayanan desa melalui pengenalan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi SIBERAS. Program menggunakan metode pendekatan edukatif-partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi pelayanan publik digital, demonstrasi aplikasi, praktik terbimbing menggunakan telepon genggam peserta, diskusi, observasi, dokumentasi, serta evaluasi kualitatif berdasarkan umpan balik dan kemampuan peserta mengikuti langkah akses. Hasil, Peserta memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pelayanan desa berbasis digital, mengenali SIBERAS sebagai kanal informasi resmi, dan mampu mengikuti tahapan mengakses informasi desa melalui perangkat seluler. Format partisipatif mendorong peserta mengajukan pertanyaan dan menyelesaikan kendala secara langsung. Kegiatan juga menemukan adanya variasi kemampuan digital, keterbatasan kebiasaan menggunakan layanan berbasis website, dan ketidakstabilan jaringan internet yang memerlukan pendampingan bertahap. Penguatan literasi digital melalui sosialisasi kontekstual dan praktik terbimbing menjadi fondasi sosial penting bagi transformasi pelayanan desa. Keberlanjutan program memerlukan pembaruan informasi secara berkala, pendampingan lanjutan, responsivitas aparatur desa, serta dukungan infrastruktur digital yang memadai. 
PENDAMPINGAN KOLABORATIF MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM TRANSFORMASI LAHAN TIDAK PRODUKTIF MENJADI KEBUN EDUKASI KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DI DESA SIPODECENG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG kamaruddin Sellang; Jamaluddin Ahmad; Ahmad Mustanir; Damis Damis; Herman Dema; Irwan Irwan; Bahtiar Herman; Muhammad Rusdi; Erwin Irnandi AS; Inna Mutmainnah Cahyani Tahir; Kamal Kamal; Jusrianto Jala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.3620-3630

Abstract

Pemanfaatan lahan tidak produktif di organisasi lingkungan merupakan salah satu upaya yang dapat mendukung ketersediaan pangan lokal sekaligus menyediakan ruang pembelajaran bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi masyarakat Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam mentransformasikan lahan yang belum produktif menjadi kebun edukasi hortikultura melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN UMS Rappang Angkatan VIII Tahun 2026. Pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang mengadaptasi prinsip Penelitian Aksi Partisipatif dan Sekolah Lapang Petani. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, perencanaan partisipatif, pembersihan dan penggemburan lahan, pembuatan bedengan, pemberian pupuk kompos, penyemaian dan penanaman, pemeliharaan, serta evaluasi izin. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan fisik berupa terbentuknya bedengan dan jalur perawatan yang tertata, tersedianya rumah semai, serta tumbuhnya beragam komoditas, yaitu kangkung, sawi, tomat, cabai rawit, cabai besar, dan kemangi. Pendampingan juga menghasilkan pembelajaran praktis, pembagian peran, dan kerja kolaboratif antara masyarakat dan pelajar sejak mengolah lahan hingga pemanenan. Kebun yang terbentuk berpotensi mendukung ketersediaan pangan lokal dan menjadi media edukasi pemanfaatan pekarangan. Program yang diperlukan memerlukan kelompok pengelola, jadwal pemeliharaan, penyediaan benih dan kompos, pencatatan pertumbuhan serta hasil panen, dan praktik replikasi pada pekarangan warga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PEKARANGAN PRODUKTIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI KELUARGA Kamal Kamal; Jusrianto Jala; Muhammad Hanafi; Erwin Erwin; Ahmad Mustanir; Hartati Hartati; Armayani Armayani; Andi Nilwana; Syamsu T; Saifullah Saifullah; Jusman Tang; Muhammad Aksan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.63336

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pekarangan Produktif sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Gizi Keluarga. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga menjadi salah satu tantangan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keterbatasan akses terhadap pangan bergizi serta meningkatnya kebutuhan ekonomi rumah tangga mendorong perlunya strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga melalui konsep pekarangan produktif yang mendukung ketahanan pangan, pemenuhan gizi, dan kemandirian masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, edukasi pemanfaatan lahan pekarangan, pelatihan budidaya tanaman pangan dan hortikultura, pendampingan pengelolaan pekarangan, serta evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pekarangan menjadi lahan produktif yang menghasilkan berbagai jenis tanaman pangan seperti sayuran, tanaman obat keluarga, dan komoditas hortikultura lainnya. Selain memberikan manfaat terhadap ketersediaan pangan rumah tangga, program ini juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan bergizi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program pekarangan produktif menjadi salah satu alternatif solusi dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis hasil pekarangan. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui pekarangan produktif dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.
EDUKASI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN SEBAGAI UPAYA PENGUATAN BUDAYA SEKOLAH AMAN DAN NYAMAN DI SD NEGERI 4 BELAWAE Jusrianto Jala; Syahrir L; Armayani; Andi Astinah Adnan; Sunandar Said; Yusrianti; Damayanti Trisnayati; Monalisa Ibahim; Yusmah; Syamsunir; Lukman; Muhammad Yasmin; Muhammad Ikbal
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i3.20867

Abstract

Perundungan merupakan persoalan yang dapat mengganggu rasa aman, kesejahteraan psikologis, dan relasi sosial peserta didik di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan perundungan sekaligus mendukung penguatan budaya sekolah aman dan nyaman di SD Negeri 4 Belawae, Desa Dengeng-Dengeng. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 selama 60 menit dan diikuti 60 siswa kelas IV dan VI. Empat pemateri dibagi menjadi dua orang pada masing-masing kelas. Metode kegiatan meliputi presentasi, pemutaran video edukasi, diskusi kasus yang pernah dialami atau diketahui siswa, dan kuis lisan sebagai evaluasi formatif. Materi mencakup pengertian perundungan, bentuk fisik, verbal, sosial, siber, perilaku yang melanggar batas personal, dampak, serta langkah respons aman melalui sikap tenang, penolakan tegas, dan pelaporan kepada orang dewasa tepercaya. Pelaksanaan menunjukkan keterlibatan aktif siswa pada sesi materi, diskusi, dan evaluasi. Pihak sekolah mendukung keberlanjutan melalui refleksi anti-perundungan pada kegiatan upacara. Karena tidak dilakukan pretest-posttest terstruktur, capaian kegiatan dinilai secara deskriptif dan tidak dinyatakan sebagai peningkatan pengetahuan kuantitatif. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi interaktif yang diperkuat tindak lanjut sekolah secara berkelanjutan. Kata kunci: budaya sekolah; edukasi; pencegahan; perundungan; sekolah dasar