Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Melalui Pelatihan Perawatan Mental sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental pada Remaja Aryantiningsih, Dwi Sapta; Parlin, Winda; Hamduna, Alfi; Oktavia, Nova; Ilsya, Tengku Nova; Viola, Aie Desthia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental adalah suatu kondisi manusia yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, menghadapi tekanan dan berkontribusi secara sosioemosional.. Kesehatan mental pada remaja menjadi isu penting dan harus mendapatkan perhatian karena remaja merupakan penerus bangsa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada remaja dengan rentang usia 15-20 tahun melalui pelatihan tentang kesehatan mental. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan ceramah dengan topik pengetahuan dasar kesehatan mental, manajemen stress, cara mengenali lingkungan toksik dan flexing, tips dan trik untuk mencintai diri sendiri, demontrasi dan praktikum pencegahan gangguan mental yaitu Thought Stopping Theraphy. Sasarannya yaitu remaja remaja berusia 15-20 tahun sebanyak 22 orang. Penyampaian materi dibagi menjadi 4 sesi dengan durasi 60 menit pemaparan materi dan 45 menit sesi tanya jawab. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan memberikan kuesioner di awal dan di akhir kegiatan (pre-post test). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan rata-rata pengetahuan mahasiswa antara sebelum (61,09) dan setelah diberikan pelatihan (83,05) sebesar 21,96% dengan nilai uji beda berpasangan yaitu nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan antara pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan.
Pemberdayaan Kesehatan pada Masyarakat Pantai Cermin Suryani, Suryani; Fitri, Rahmi Pramulia; Parlin, Winda; Asnel, Roza; Ningsih, Kursiah Warti; Aryantiningsih, Dwi Sapta; Cahyani, Mailiza
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e3aakd95

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas bagi pemerintah dalam usaha mensejahterakan masyarakatnya. Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Keadaan kesehatan masyarakat saat ini secara umum belum dapat mencapai target yang diharapkan dalam mencapai Indonesia Sehat 2025, hal ini dikarenakan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, kesehatan lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara keseluruhan terutama dipedesaan. Keadaan kesehatan masyarakat di Desa Pantai Cermin secara umum sudah cukup baik, namun masih terdapat berabagai target pelayanan kesehatan yang belum maksimal sperti masyarakat yang tidak mau memeriksakan kesehatan setiap 6 bulan, adanya lansia yang memiliki penyeakit degenerative danmasih ada keluarga yang merokok. Dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan selama 2 bulan pada bulan Februari- Maret 2023 ini dilakukan berbagai kegiatan untuk memberdayaakan masyarakat Desa Pantai Cermin agar mau dan mampu untuk meningkatkan kesehatannya dengan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan, senama bersama dan advokasi ke perangkat desa. Diharapkan dengan dilakukan kegiatan pemberdayaan ini, masyaraakt menjadi lebih mandiri untuk meingkatkan kesehatannya. 
Pemberdayaan Masyarakat Mengenai Pemilahan Sampah dan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Aryantiningsih, Dwi Sapta; Fitriani, Iyang Maisi; Novita, Rita; Parlin, Winda; Safitri, Feby Eka
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1ezjh276

Abstract

Permasalahan sampah masih belum teratasi dengan baik. Di Indonesia sampah berasal dari rumah tangga. Setiap aktifitas manusia pasti akan menghasilkan sampah.  Jika sampah tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada lingkungan dan gangguan kesehatan. Sampah bisa menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi penyakit mulai dari diare sampai pada gangguan pernafasan, menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu estetika lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi tanggungjawab bersama, Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang jenis sampah dan cara pengelolaan sampah akan   merusak   lingkungan disekitarnya, terutama sampah hasil kegiatan rumah tangga.  Untukmengatasi   masalah   ini, diperlukankerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan dan Masyarakat dalam memberikan edukasi lingkungan yang komprehensif sehingga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dimasa depan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahua masyarakat tentang jenis sampah dan bagaimana pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos. Diharapkan dengan kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2024 di Balai Desa Pangkalan Baru. Hasil kegiatan ini adalah pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah akan meningkat dan masyarakat mampu untuk membuat pupuk kompos secara mandiri dari sampah organik yang ada di sekitar.
Media Promosi Kesehatan Berbasis Web Tanaman Tradisional (Toga) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Dusun 1 Bongkal Malang Provinsi Riau Aryantiningsih, Dwi Sapta; Parlin, Winda; Viola, Aie Desthia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41625

Abstract

Latar Belakang: Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang dimiliki oleh keluarga dan berfungsi sebagai obat-obatan tradisional. Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat dan cara penggunaan setiap tanaman obat untuk berbagai penyakit yang berbeda. Hasil survei pendahuluan pada 220 orang diperoleh, 83% masih menggunakan TOGA untuk pengobatan dan 95% diantaranya menggunakan TOGA secara sembarangan atau tidak berdasarkan dosis penggunaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana praktikalitas media promosi kesehatan berbasis Web tanaman tradisional (TOGA) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan mengunakan desain penelitian Quasi Eksperiment. Populasi yaitu masyarakat Dusun 1 Desa Bongkal Malang. jumlah sampel sebanyak 69 responden yang diperoleh menggunakan teknik random sampling. Variabel yang diteliti yaitu sistem informasi Toga berbasis Web dan pengetahuan. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat (uji T). Hasil: penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi dengan media Website tanaman obat yang signitifikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat keluarga (TOGA), nilai signitifikansi pada uji Wilcoxon yaitu 0,001 <0,005 dan hasil uji praktikalitas media Website dengan menggunakan rumus Aiken V diperoleh dengan katagori sangat baik, Kesimpulan: media Website tanaman obat keluarga yang dikembangkan praktis dan layak digunakan. Saran, diharapkan penelitian ini bisa menjadi bahan acuan untuk kedepannya dan media Website tersebut bisa digunakan untuk mencari informasi mengenai tanaman obat keluarga (TOGA).
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Pembuatan Tanaman Obat (Toga) Di Desa Kampung Panjang Jannah, Miftahun; Aryantiningsih, Dwi Sapta; Fari, M. Alghi; Zahra, Deswita; Afni, Nur; Hidayanti, Ruri; Nidarsah; Rahayu, Rista; Adlia, Annis; Salsabila; Putri, Indah Sucianti
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 3 No 2 (2025): Mei (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v3i2.818

Abstract

Desa Kampung Panjang, yang terletak di Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan masyarakat, termasuk rendahnya kesadaran terhadap kesehatan. Untuk mengatasi masalah ini, program pengabdian masyarakat terkait pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan. Metode pelaksanaan dimulai dengan observasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara budidaya tanaman obat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif warga dalam pembuatan kebun TOGA, di mana mereka diajarkan cara menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan daun sirih. Hasil dari program ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, yang merasa bahwa pengetahuan tentang tanaman obat sangat bermanfaat. Keberhasilan program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara warga. Kesimpulannya, pengabdian masyarakat ini menciptakan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan dan kesehatan komunitas, serta menjadi contoh bagi desa lain dalam memanfaatkan potensi tanaman obat sebagai solusi kesehatan yang alami dan berkelanjutan.
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Penyuluhan Kesiapsiagaan Pra Dan Pasca Bencana Di Desa Kampung Panjang Aprilia, Agita; Aryantiningsih, Dwi Sapta; Samudra, Ripal; Ramadhani, Absharina Putri; Jannah, Eka Nur; Amanda, Dariyani; Wahyuni, Sri; Anggraini, Lisa; Andini, Anisya Putri; Airin, Nurul Tressya
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 3 No 2 (2025): Mei (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v3i2.819

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melaporkan ribuan rumah di Kabupaten Kampar, termasuk 80 rumah di Desa Kampung Panjang, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Kampar setelah pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang. Menyikapi situasi ini, tim pengabdi sepakat untuk melaksanakan program kemanusiaan berjudul “Program Kemanusiaan Terhadap Kesiapsiagaan Pra dan Pasca Bencana.” Tujuan program ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Pelaksanaan pengabdian berlangsung dari 23 Desember 2024 hingga 18 Januari 2025, meliputi gotong royong di empat dusun, penyuluhan tentang DBD, pembagian bubuk Abate, dan penghibahan tempat sampah berlabel organik dan non-organik. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta meminimalkan dampak penyakit akibat bencana. Program ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Kampung Panjang.
Kesiapsiagaan Pra dan Pasca Bencana di Desa Kampung Panjang Aryantiningsih, Dwi Sapta; Jannah, Miftahul; Aprilia, Agita; Fari, M. Alghi; Samudra, Ripal
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/6wcnj968

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melaporkan ribuan rumah di Kabupaten Kampar, termasuk 80 rumah di Desa Kampung Panjang, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Kampar setelah pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang. Olehkarena itu diperlukan program kemanusiaan berjudul “Program Kemanusiaan Terhadap Kesiapsiagaan Pra dan Pasca Bencana.” Tujuan program ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Pelaksanaan proyek berlangsung dari 23 Desember 2024 hingga 18 Januari 2025, meliputi gotong royong di empat dusun, penyuluhan tentang DBD, pembagian bubuk Abate, dan penghibahan tempat sampah berlabel organik dan non-organik. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta meminimalkan dampak penyakit akibat bencana. Program ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Kampung Panjang
Edukasi Kesehatan “Pemanfaatan Kemangi Sebagai Minuman Boba Peningkat Immune Booster” Safitri, Feby; Jannah, Raudhatul; Syahfitri, Nabila; Aryantiningsih, Dwi Sapta
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/gtmrgg87

Abstract

Kemangi (Ocimum Sanctum) adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah digunakan secara empiris. Kemangi banyak digemari masyarakat dalam bentuk daun segar, kemangi lebih sering digunakan sebagai sayuran mentah dimakan bersama lauk sebagai lalapan. Sedangkan boba adalah sejenis minuman teh susu ditambah dengan “mutiara” yang terbuat dari tapioka. Keberadaan topping boba pada minuman  menjadi variasi minuman favorit  baik di Dunia maupun di Indonesia. Inovasi boba yang dibuat dengan campuran saripati kemangi merupakan bentuk produk yang dapat meningkatkan kemanfaatan kemangi yang tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai lalapan saja, selain itu inovasi minuman boba kemangi juga merupakan produk yang memperhatikan kesehatan, karena dari kemangi kita dapat memperoleh banyak manfaat baik bagi kesehatan. Edukasi kesehatan pemanfaatan kemangi sebagai minuman boba ini dilakukan kepada 30 Peserta dengan sasaran Ibu PKK dengan hasil adanya peningkatan pengetahuan peserta, hal ini dilihat dari peningkatan hasil pre test dan post test.
Edukasi Kesehatan Pemanfaatan Pare Sebagai Kreasi Bahan Pembuatan Bolu Indrayati, Dwi Ramadhani; Annisa, Nur; Safutri, Nadila Ramah; Aryantiningsih, Dwi Sapta
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/rza3pr76

Abstract

Tanaman pare termasuk ke dalam tanaman semusim yang tumbuh menjalar ke atas, buahnya berbentuk bulat memanjang dan rasanya pahit bila dikonsumsi, kandungan zat quinine yang tinggi pada buah pare yang membuat buah ini terasa pahit. Dengan rasanya yang pahit, sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk memasak dan memanfaatkan tanaman ini. Adapun beberapa manfaaat dari tanaman ini seperti menurunkan kadar gula darah, juga sebagai anti mikroba, dan memberikan kesembuhan terhadap luka dan jamur. Inovasi pembuatan bolu dari ekstrak pare bertujuan untuk meningkatkan minat konsumsi pare pada masyarakat dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatan pare lebih bervariasi dan dapat lebih dinikmati oleh masyarakat. Dengan edukasi ini, masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga diharapkan bisa memanfaatkan pare dengan inovasi bolu yang lebih bisa dinikmati tanpa rasa pahit. Edukasi kesehatan pemanfaatan pare sebagai bolu ini dilakukan kepada 20 Peserta masyarakat Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru dengan hasil adanya peningkatan pengetahuan peserta, hal ini dilihat dari peningkatan hasil pre test dan post test
KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PEKERJA ASPAL MIXING PLANT (AMP) & BATCHING PLANT DI PT. LWP PEKANBARU TAHUN 2015 Dwi Sapta Aryantiningsih; Dewi Husmaryuli
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 10 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v10i2.199

Abstract

Kecelakaan mengakibatkan kerugian jiwa, harta benda dan terjadi akibat adanya kontak dengan sumber energi  yang  melebihi ambang  batas atau  struktur.  Data  di  Provinsi Riau  angka kecelakaan kerja  sebanyak 491 kasus3. Data dari PT. LWP Pekanbaru didapatkan peningkatan kasus kecelakaan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 40 pekerja dan seluruhnya menjadi responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis yang dilakukan yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 23 orang (57,5%). Variabel yang  berhubungan secara signifikan dengan kecelakaan kerja adalah umur dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Peneliti mengharapkan agar pihak perusahaan dapat memberikan informasi kepada pekerja dan membuat peraturan dalam menggunakan APD dan menyediakan APD yang sesuai di setiap unit produksi. Kata Kunci: Umur, Penggunaan APD, Kecelakaan Kerja