Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI KOTA PEKANBARU Dwi Sapta Aryantiningsih
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 1, No 2 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.079 KB) | DOI: 10.31602/ann.v1i2.214

Abstract

Posyandu lansia merupakan Pos Pelayanan Terpadu terhadap Lansia di tingkat desa/kelurahan dalam wilayah kerja masing-masing Puskesmas. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru triwulan akhir tahun 2012 masih terdapat kunjungan Lansia yang hanya 4,4%, padahal ditargetkan 75%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor–faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia di Kota Pekanbaru. Jenis Penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang dilaksanakan di Puskesmas di Kota Pekanbaru pada bulan Mei-Juli 2014. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh Lansia yang berumur ≥ 60 Tahun yang ada di wilayah kerja Puskesmas, dengan sampel 364 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan data primer. Pengolahan datanya secara editing, coding, entry, processing, cleaning dan analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian adalah Lansia yang tidak memanfaatkan posyandu yaitu 70,3%, variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu yaitu pengetahuan (CI 95%; POR=1,726 (1,092-2,729)), dukungan keluarga (CI 95%; POR=3,153 (1,972-5,042)), dukungan petugas kesehatan (CI 95%; POR= 2,508(1,579-3,982)) dan variabel yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan posyandu yaitu jarak tempat tinggal Lansia. Disarankan untuk memberikan konseling kepada Lansia dan keluarga Lansia tentang manfaat Posyandu Lansia, memberdayakan kader Posyandu Lansia untuk memberikan informasi kepada Lansia tentang Posyandu Lansia, memberikan konseling kepada keluarga Lansia untuk dapat memberikan dukungan kepada Lansia agar memanfaatkan Posyandu Lansia, memotivasi petugas kesehatan memberikan informasi kepada setiap Lansia yang berkunjung ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya dan keluarganya tentang manfaat Posyandu Lansia.
Sosialisasi Penerapan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) dalam Pencegahan Covid-19 di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru Yeyen Gumayesty; Yuyun Priwahyuni; Ahmad Hanafi; Dwi Sapta Aryantiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1419

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut yang parah. Virus ini terutama menyebar di antara orang-orang selama kontak dekat sering melalui tetesan kecil yang dihasilkan oleh batuk, bersin, atau berbicara. Virus ini dapat bertahan di permukaan hingga 72 jam Penyakit ini paling menular selama tiga hari pertama setelah timbulnya gejala, meskipun penyebaran mungkin terjadi sebelum gejala muncul dan pada tahap selanjutnya penyakit. Salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini yaitu dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang Penerapan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan Dan Menjaga Jarak) Dalam Pencegahan Penularan Covid-19. Metode Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru”. Luaran Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal pengabdian Peduli Masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berjalan dengan lancar dan terjadi peningkatan pengetahuan dengan rata-rata pengetahuan setelah diberikan penyuluhan sebesar 34%, dimana termasuk pada kategori cukup baik (≥75%). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini adanya perubahan perilaku masyarakat secara kesadaran sendiri mau dan mampu menerapkan protokol kesehatan 3M dalam kegiatannya dimanapun dan kapanpun sehingga rantai penularan Covid-19 dapat dicegah.
Peningkatan Kemandirian Ekonomi Anak Panti Asuhan Walidah Pekanbaru melalui Pelatihan dan Pembuatan Jamu Wedang Jahe Iyang Maisi Fitriani; Afrida Sriyani Harahap; Dwi Sapta Aryantiningsih; Ulfa Sriyani Hasana; Asniati Asniati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1424

Abstract

Peningkatan jumlah pengangguran tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain masih lemahnya kemampuan pemberdayaan potensi lokal pendudukan khususnya di pedesaan untuk turut serta menciptakan kemandirian perekonomian wilayah. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menciptakan kemandirian perekonomian adalah dengan memberikan pelatihan dan pembuatan jamu wedang jahe yang di Panti Asuhan Walidah Pekanbaru. Pelatihan jamu wedang jahe ini menjadi fokus dari pengabdian masyarakat ini. Jahe Instan adalah hasil olahan dari parutan jahe lokal yang dimasak menggunakan gula, sereh dan air. Hasil dari kegiatan ini adalah didapat peningkatan kemandirian ekonomi dengan pembuatan wedang jahe anak-anak panti asuhan walidah Pekanbaru mendapatkan penghasilan ekonomi untuk panti maupun untuk anak-anak itu sendiri.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TEKNISI GIGI DI KOMUNITAS OP PTGI Yeyen Gumayesty; Yuyun Priwahyuni; Dwi Sapta Aryantiningsih; Risa Amalia
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 3 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.274 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.1533

Abstract

Work fatigue is a pattern that arises in a situation that generally occurs in workers. The causes of work fatigue are related to the nature of work, work intensity, high mental and physical endurance, working environment conditions, nutritional status, and workload. In the process of making dentures, dental technicians are likely to experience fatigue because they have to meet targets or finish making dentures according to the time requested by the dentist. In addition, there are other factors that can interfere with concentration at work resulting in fatigue and work accidents, such as scratches on the hands by grinding machines, punctured orthodontic wires and other possibilities (Nisa & Martiana, 2013). Research Objectives To determine the factors associated with work fatigue in dental technicians in the Indonesian Dental Technician Association Professional Organization Community (OP PTGI) in 2022. This type of research is quantitative analytic with a cross sectional design. The research was conducted at the Dental Laboratory. The research sample is 94 respondents. Data collection was carried out by distributing questionnaires using the Google form. The results showed that the majority of respondents experienced work fatigue, 52 people (55.3%). Bivariate analysis of all independent variables showed a significant relationship, namely age P-value 0.036, nutritional status P-value 0.022, workload P-value 0.025 and years of service with P-value 0.080. It is hoped that the research location can adjust the physical abilities and work capacity of dental technicians in the division of tasks to avoid work fatigue.
Program Pencegahan Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Dwi Sapta Aryantiningsih; Winda Parlin; Mercy Putri Ayu Silvia Zeaga; Rika Sri Wahyuni; Dendy Kharisna
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i1.635

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. Kondisi hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Puskesmas yang memiliki cakupan pelayanan hipertensi paling rendah adalah Puskesmas Sapta Taruna sebesar 1,7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis program pencegahan penyakit hipertensi di Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala puskesmas, penanggung jawab program, kader dan pasien yang terdiagnosa penyakit hipertensi. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek perencanaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana di Puskesmas Sapta Taruna sudah mencukupi. Dari aspek pelaksanaan, kegiatan Posbindu dilaksanaan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Balita sehingga tidak optimal. Pada evaluasi, kegiatan evaluasi program hipertensi dilaksanakan pada rapat.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TEKNISI GIGI DI KOMUNITAS OP PTGI Yeyen Gumayesty; Yuyun Priwahyuni; Dwi Sapta Aryantiningsih; Risa Amalia
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 3 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.409 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.1568

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu pola yang timbul pada suatu keadaan yang secara umum terjadi pada pekerja. Penyebab kelelahan kerja berkaitan dengan sifat pekerjaan, intensitas kerja, ketahanan kerja mental dan fisik yang tinggi, keadaan lingkungan kerja, status  gizi, dan beban kerja. Dalam proses pembuatan gigi tiruan, teknisi gigi kemungkinan besar mengalami kelelahan karena harus mengejar target atau menyelesaikan pembuatan gigi tiruan sesuai waktu yang diminta dokter gigi. Selain itu ada faktor lain dapat mengganggu konsentrasi bekerja yang mengakibatkan kelelahan dan terjadi kecelakaan kerja seperti tergoresnya tangan oleh mesin gerinda, tertusuk kawat orthodontic dan kemungkinan besar lainnya (Nisa & Martiana, 2013). Tujuan Penelitian mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada teknisi gigi di Komunitas Organisasi Profesi Persatuan Teknisi Gigi Indonesia (OP PTGI) tahun 2022. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian di lakukan pada Laboratorium Teknik Gigi. Sampel penelitian  sebanyak 94 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner menggunakan google form. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden mengalami kelelahan kerja 52 orang (55,3%). Analisis bivariat semua variabel independen terdapat hubungan yang signifikan yaitu umur P-value 0,036, status gizi P-value 0,022, beban kerja P-value 0,025 dan masa kerja dengan P-value 0,080. Diharapkan tempat penelitian dapat menyesuaikan kemampuan fisik dan kapasitas kerja teknisi gigi dalam pembagian tugas untuk menghindari terjadinya kelelahan kerja.Kata Kunci: Kelelahan, Teknisi Gigi, Laboratorium Teknik Gigi.
Situasi Kesehatan Masyarakat di Desa Kemang Indah Tahun 2021 Suryani suryani; Rahmi Pramulia Fitri; kursiah warti ningsih; Roza Asnel; Winda Parlin; Dwi Sapta Aryantiningsih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 1 No 3 (2021): Desember
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v1i3.50

Abstract

Sejalan dengan strategi pembangunan kesehatan untuk mewujudkan bangsa yang sehat tahun 2025 ini meningkatkan derajat kesehatan menjadi salah satu fokus pembangunan dibidang kesehatan mewujudkan masyarakat yang sehat, pembangunan bidang kesehatan diarahkan kepada semua lapisan masyarakat mewujudkan Visi Indonesia  Sehat 2025. Peran sebagai tenaga kesehatan berkewajiban untuk memfasilitasi dalam pencapaian tujuan tersebut. Oleh karena itu, dilaksanakan penilaian masalah kesehatan yang berlangsung dari tanggal 25 Januari 2021 sampai dengan 9 Februari 2021 yang dilaksanakan di Desa Kemang Indah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menganalisis atau melihat gambaran kesehatan masyarakat di Desa Kemang Indah tahun 2021. Hasil pendataan di dapatkan 5 (lima) permasalahan bersama yang diangkat yaitu 1. Pengelolaan Sampah, 2. Kebiasaan menggantung pakaian, 3. Kondisi Gigi anak yang tidak sehat, 4. Cara memasak sayur yang salah, 5. Anak tidak mencuci tangan setelah keluar kamar mandi. Sehingga untuk selanjutkan akan dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut
Pemberdayaan Pekerja Dalam Penggunaan Full Body Harnes Saat Bekerja Di Ketinggian Suryani; Rahmi Pramulia; Kursiah Warti Ningsih; Roza Asnel; Winda Parlin; Dwi Sapta; Annisa Wahdaniya; Yessi Azwar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 2 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v2i2.141

Abstract

Manajemen risiko harus diterapkan di semua industri. Manajemen risiko adalah upaya mengelola risiko secara terencana, menyeluruh dan terstruktur untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang tidak diinginkan dengan sistem yang tepat. Banyak pekerja yang lalai dalam melakukan pekerjaan di ketinggian, salah satunya kurangnya kesadaran dalam penggunaan full body harness. Karena ada beberapa kejadian yang mengindikasikan kelalaian pekerja dalam melakukan pekerjaan di ketinggian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pekerja dalam penggunaan full body harness untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja di ketinggian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara salah satu penyebab kurangnya kesadaran pekerja adalah karena pengetahuan pekerja yang kurang terhadap risiko pada pekerjaan ketinggian dan kurangnya pengetahuan dalam penggunaan full body harness yang benar. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan beberapa kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang risiko bekerja di ketinggian dan pentingnya penggunaan full body harness serta cara penggunaannya yang benar sehingga pekerja dapat menggunakan full body harness dengan benar untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja terutama pada pekerja di ketinggian.
Edukasi Kesehatan Melalui Pelatihan Perawatan Mental sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental pada Remaja Aryantiningsih, Dwi Sapta; Parlin, Winda; Hamduna, Alfi; Oktavia, Nova; Ilsya, Tengku Nova; Viola, Aie Desthia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental adalah suatu kondisi manusia yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, menghadapi tekanan dan berkontribusi secara sosioemosional.. Kesehatan mental pada remaja menjadi isu penting dan harus mendapatkan perhatian karena remaja merupakan penerus bangsa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada remaja dengan rentang usia 15-20 tahun melalui pelatihan tentang kesehatan mental. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan ceramah dengan topik pengetahuan dasar kesehatan mental, manajemen stress, cara mengenali lingkungan toksik dan flexing, tips dan trik untuk mencintai diri sendiri, demontrasi dan praktikum pencegahan gangguan mental yaitu Thought Stopping Theraphy. Sasarannya yaitu remaja remaja berusia 15-20 tahun sebanyak 22 orang. Penyampaian materi dibagi menjadi 4 sesi dengan durasi 60 menit pemaparan materi dan 45 menit sesi tanya jawab. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan memberikan kuesioner di awal dan di akhir kegiatan (pre-post test). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan rata-rata pengetahuan mahasiswa antara sebelum (61,09) dan setelah diberikan pelatihan (83,05) sebesar 21,96% dengan nilai uji beda berpasangan yaitu nilai p = 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan antara pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan.
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Pembuatan Tanaman Obat (Toga) Di Desa Kampung Panjang Jannah, Miftahun; Aryantiningsih, Dwi Sapta; Fari, M. Alghi; Zahra, Deswita; Afni, Nur; Hidayanti, Ruri; Nidarsah; Rahayu, Rista; Adlia, Annis; Salsabila; Putri, Indah Sucianti
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 3 No 2 (2025): Mei (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v3i2.818

Abstract

Desa Kampung Panjang, yang terletak di Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan masyarakat, termasuk rendahnya kesadaran terhadap kesehatan. Untuk mengatasi masalah ini, program pengabdian masyarakat terkait pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan. Metode pelaksanaan dimulai dengan observasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara budidaya tanaman obat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif warga dalam pembuatan kebun TOGA, di mana mereka diajarkan cara menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan daun sirih. Hasil dari program ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, yang merasa bahwa pengetahuan tentang tanaman obat sangat bermanfaat. Keberhasilan program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara warga. Kesimpulannya, pengabdian masyarakat ini menciptakan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan dan kesehatan komunitas, serta menjadi contoh bagi desa lain dalam memanfaatkan potensi tanaman obat sebagai solusi kesehatan yang alami dan berkelanjutan.