Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PKM : Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Untuk Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Fitri, Rahmi Pramulia; Ningsih, Kursiah Warti; Aryantiningsih, Dwi Sapta; Suryani, Suryani; Asnel, Roza; Parlin, Winda; Cahyani, Mailiza; Saputra, Rahmat; Ningsih, T Hartian Silawati; Harmain, Harmain
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/14w2d748

Abstract

Pemeriksaan kesehatan rutin berfungsi sebagai langkah pencegahan yang efektif dalam mendeteksi penyakit sejak dini. Banyak penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan berbagai jenis kanker, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala dapat membantu mendeteksi kondisi ini sebelum berkembang menjadi lebih serius. Menurut data dari World Health Organization (WHO), deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat penyakit kronis.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Masyarakat untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kepau Jaya dari Bulan februari sampai Maret 2025. Hasil kegiatan pemberdayaan ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan peningkatan kesadaran, partisipasi, dan akses informasi kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Kegiatan ini juga membuka jalan untuk program-program kesehatan yang lebih berkelanjutan di masa depan.  
Analisis Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Berisiko pada Pekerja di PT Elnusa Tbk Hidayat, Hafiz; Fitri, Rahmi Pramulia; Aryantiningsih, Dwi Sapta; Suryani, Suryani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i3.320

Abstract

Data from the International Labour Organization (ILO) reveals that more than 2.3 million deaths due to work-related accidents and diseases occur each year worldwide. Additionally, there are approximately 374 million cases of non-fatal work-related accidents that directly impact labor productivity and company operations. Human error is identified as the dominant cause of workplace accidents in many industries, as reported by the National Occupational Safety and Health Agency of Indonesia (BKKBNI) in 2023, where 60% of accidents were caused by unsafe worker behavior. This study employs a descriptive quantitative approach aimed at describing and analyzing the relationship between the level of competence in the implementation of occupational health and safety (K3) and the working conditions of workers at PT Elnusa Tbk. This approach allows the researcher to perform numerical measurements of the variables studied and systematically and objectively interpret the data (Sugiyono, 2021). The research is planned to be conducted over six months, from February to July 2025. The sample size for this study consists of 30 workers. Based on the research results, 24 individuals (80.0%) exhibited non-risky behavior, while 6 individuals (20.0%) displayed risky behavior. Bivariate analysis indicated a statistically significant relationship between knowledge of risks, procedures, and the use of personal protective equipment (PPE) and workers’ risky behavior. The company is advised to continue strengthening its occupational safety education programs on a regular basis. Comprehensive and practical training should be provided, especially to workers with low levels of knowledge. Special thanks to the research location and IKes Payung Negeri for providing the opportunity for the researcher to conduct this study.
Analisis Kebisingan Di Lingkungan Kerja Terhadap Pekerja Azaviq, Mhd Azrul; Aryantiningsih, Dwi Sapta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6073

Abstract

Noise in the work environment is one of the physical factors that most affect workers' health, performance, and concentration. Various international studies show that exposure to noise that exceeds the threshold not only causes hearing loss, but also has a significant impact on psychological stress, cognitive impairment, decreased productivity, and an increased risk of work accidents. This article is a literature review that analyzes 20 international journals from 2020–2025, covering the manufacturing industry, construction, marine transportation, and urban environment sectors. Other research results from Scientific Reports (2025) and Frontiers in Public Health (2025) show that noise in automotive and port plant workers can reach 90–100 dB(A), A corresponding result was found in the Frontiers in Public Health study (2025), where noise was shown to affect cortical functions that regulate attention and working memory. exhibit impulsive behavior, and experience decreased communication between individuals (Samardžić & Lakatoš, 2024). In the long run, this condition can reduce the productivity of the company systemically , ergonomic and behavioral approaches have also proven to be effective. Research from the Journal of Advanced Manufacturing Technology (2024) shows that noise awareness training can reduce the incidence of concentration disorders by up to 18%. Based on the results of a review of more than thirty international journals, it can be concluded that work environment noise has a significant impact on workers' performance and productivity, both directly and through psychological and physiological mechanisms.
Gambaran Deteksi Dini Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Risiko Penyakit Berbasis Platform Kesehatan Digital Ningsih, Kursiah Warti; Kursiah Warti Ningsih; Rahmi Pramulia Fitri; Dwi Sapta Aryantiningsih; Suryani; Winda Parlin; Roza Asnel; Tengku Hartian; Rahmat Saputra; Mayliza Cahyani; Yoga Saputra
HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN Vol 14 No 2 (2025): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : IKES Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/afyt9991

Abstract

Early health detection is an important strategy in preventing disease risks in the community. Through routine health checks, disease risk factors can be identified early so that preventive interventions can be carried out appropriately. However, the utilization of early health detection services at the community level, especially in rural areas, is still not optimal. This study aims to describe early health detection as an effort to prevent disease risks in the community of Hamlet 1, Baru Village, Kampar Regency. This study is a descriptive study with a survey approach. The subjects were 312 heads of families domiciled in Hamlet 1, Baru Village, Kampar Regency. Data were collected through family data collection using a health platform that includes routine health check behavior for non-communicable diseases, early detection of cervical cancer, smoking behavior in the home, and infant immunization coverage by age group. Most families have not undergone routine health checks at least every 6 months, specifically abdominal circumference examinations (80.45%), early detection of cervical cancer (92.63%), blood sugar (59.62%), and cholesterol (58.97%). In addition, 43.27% of family members smoke in the home. Infant immunization coverage shows disparities across almost all age groups, particularly for follow-up immunizations such as PCV, Rotavirus, Influenza, MR, JE, Varicella, and Hepatitis A. The persistently low early detection of NCDs and suboptimal infant immunization coverage highlight the need to strengthen health education, increase access to services, and strengthen the role of families and health workers at the community level.
Edukasi Deteksi Dini Kanker Servik Pada Wanita Usia Subur Rika Sri Wahyuni; Hamidah Sari Barubara; Andriani; Dwi Sapta Aryantiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2088

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan, khususnya di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingginya angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan pengetahuan wanita usia subur terhadap pentingnya deteksi dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai deteksi dini kanker serviks sebagai upaya pencegahan. Sasaran kegiatan adalah 18 wanita usia subur berusia lebih dari 25 tahun yang dilaksanakan pada bulan September 2025 di Rumah Hijrah Muslimah Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan media PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana sebelum edukasi sebanyak 66,7% peserta memiliki pengetahuan kurang dan setelah edukasi menurun menjadi 5,5%, sedangkan pengetahuan baik meningkat dari 33,3% menjadi 94,5%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi deteksi dini kanker serviks efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur. Diharapkan peningkatan pengetahuan tersebut dapat mendorong perilaku pemeriksaan deteksi dini secara rutin guna menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks.
Asuhan Kebidanan Pada Ny. D Dengan Masalah Produksi ASI Di Pmb Bd. Henni Afrinaju, S.Keb Faiza, Vinda; Dale, Dewinny Septalia; Harahap, Mustika Hana; Aryantiningsih, Dwi Sapta
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/2hhqar38

Abstract

Air Susu Ibu merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Tetapi banyak ibu nifas mengalami masalah produksi ASI tidak lancar. Asuhan yang diberikan adalah pijat oksitosin. penelitian ini mengevaluasi efektivitas pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Henni Afrina. Metode studi kasus dengan pendekatan SOAP pada Ny. D dengan produksi ASI tidak lancar hari ketiga masa nifas. pijat oksitosin diberikan selama 4 hari dengan durasi 15 menit setiap pagi dan sore. Hasil menunjukkan peningkatan produksi ASI. Hal ini ditandai dengan payudara yang terasa penuh sebelum menyusui, ASI keluar spontan, frekuensi menyusu bayi meningkat menjadi 11 kali dalam sehari, frekuensi buang air kecil bayi lebih dari 6 kali, buang air besar bayi sebanyak 3 kali berwarna kekuningan, dan bayi tidur nyenyak setelah menyusu. Penelitian ini merekomendasikan agar tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan pijat oksitosin bagi ibu nifas dengan masalah produksi ASI tidak lancar.