Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peningkatan Pembelajaran Operasi Hitung Nilai Mata Uang Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Siswa Disabilitas Intelektual Ringan Firdika Linda; Arisul Mahdi; Antoni Tsaputra; Syari Yuliana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2008

Abstract

This study aimed to enhance students’ currency value calculation skills through the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) approach for learners with mild intellectual disabilities. The research addressed a pedagogical gap related to the limited use of contextual and student-centered mathematics instruction in special education settings, particularly in teaching functional numeracy skills. A Classroom Action Research (CAR) design was employed and conducted in Grade VIII at SLB Workshop Padang, involving two students with mild intellectual disabilities. The intervention was implemented across two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through performance-based tests and structured observations and analyzed using descriptive quantitative methods. The findings revealed a consistent and meaningful improvement in students’ ability to perform currency value calculations across the two instructional cycles. The results indicate that the RME approach effectively supports conceptual understanding by linking mathematical operations to real-life contexts, thereby enhancing students’ engagement and learning outcomes. This study contributes pedagogically by demonstrating the practical value of RME as a contextual and meaningful instructional approach for teaching functional mathematics in special education classrooms, particularly for students with mild intellectual disabilities.
Improving The Ability To Apply Sanitary Pads In A Child With Down Syndrome Through Direct Instruction Learning (Single Subject Research In Grade III At SLB Alisha, Sijunjung Regency) Berliana Yuniarti; Arisul Mahdi; Nurhastuti Nurhastuti; Syari Yuliana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2033

Abstract

This study was motivated by the low level of self-care ability of a child with Down syndrome in independently performing the skill of applying sanitary pads. Limitations in understanding the sequence of steps, remembering procedures, and coordinating fine motor skills caused the child to remain dependent on assistance from others, especially during menstruation. Based on the results of initial observations and assessments, it was found that the child’s ability to apply sanitary pads was still low and had not been carried out correctly and sequentially. Therefore, a structured, concrete, and repetitive learning model was needed. This study employed an experimental method using a Single Subject Research (SSR) approach with an A–B design consisting of a baseline phase (A) and an intervention phase (B). The research subject was a female third-grade student. Data collection was conducted through performance tests using a task analysis–based assessment instrument. Data were analyzed descriptively using quantitative methods through visual graph analysis, which included within-condition analysis and between-condition analysis. The results of the study showed an improvement in the child’s self-care ability in applying sanitary pads after the implementation of the Direct Instruction learning model. During the baseline phase, the child’s ability was at 58.3% and showed a stable trend. During the intervention phase, the child’s ability increased, reaching the highest percentage of 69.4% and showing a more consistent trend. Based on these results, it can be concluded that the Direct Instruction learning model is sufficiently effective in improving self-care skills in applying sanitary pads for a child with Down syndrome
Pengembangan Media Aided Language Display Berbasis Animasi Interaktif Untuk Meningkatkan Bahasa Ekspresif Anak Dengan Gangguan Spektrum Autisme (Research And Development) Aisyah Aisyah; Arisul Mahdi; Marlina Marlina; Yosa Yulia Nasri
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2173

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan sebuah pengembangan media Aided Language Display berbasis animasi interaktif untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA). Artikel ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa ekspresi anak, khususnya dalam mengungkapkan kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum, bermain, tidur, Buang Air Kecil, dan Buang Air Kecil, meskipun kemampuan bahasa reseptif sudah cukup baik. Media dikembangkan sebagai sarana pendukung komunikasi berbasis visual dan audio sesuai karakteristik anak GSA yang memiliki kecenderungan mencari preferensial. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Pada tahap analisis dilakukan observasi dan kajian teori untuk mengidentifikasi kebutuhan anak. Tahap desain meliputi perencanaan materi bahasa ekspresif dan perancangan media animasi berbasis interaktif. Tahap pengembangan dilakukan dengan menggunakan Canva Pro, Pixverse AI, dan MGX Dev AI, kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta direvisi sesuai saran validator. Implementasi dilakukan melalui uji coba terbatas kepada satu terapis dan satu anak dengan GSA. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kevalidan media setelah direvisi serta menjabarkan kekurangan dan kelebihan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Aided Language Display berbasis animasi interaktif memperoleh nilai praktikalitas terapis sebesar 76,6% dengan kategori valid dan nilai praktikalitas anak sebesar 85% dengan kategori sangat valid . Hasil tersebut menunjukkan bahwa media ini layak digunakan, praktis, dan berpotensi membantu meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak dengan Gangguan Spektrum Autisme.  
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nilai Mata Uang Menggunakan Video Interaktif pada Anak Gangguan Sprektum Autis Rahmah Nazila Pane; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Elsa Efrina; Arisul Mahdi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3987

Abstract

Kajian ilmiah ini didasari oleh kemampuan anak dengan gangguan sprektum autis yang masih rendah dalam mengenal nilai mata uang, khususnya pada pembeajaran matematika di SLB Autisma Permata Bunda Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dengan gangguan spektrum autis dalam mengenali nilai mata uang melalui penggunaan media video interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam satu siklus, meliputi tahapan perencanaan dan pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah dua peserta didik kelas IV dengan gangguan sprektum autis. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik observasi, pemberian tes serta wawancara yang kemudian diolah secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Berdasarkan temuan yang diperoleh, penggunaan media video interaktif mampu meningkatkan kemampuan mengenal nilai mata uang pada peserta didik, dimana peserta didik FH mengalami peningkatan dari 43% menjadi 100%, sedangkan KZ meningkat dari 29% menjadi 86%, hal ini menunjukkan video intefaktif ini dinilai efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di SLB. Temuan ini dapat diartikan bahwa video interaktif berperan optimal dalam meningkatkan pemahaman, fokus dan motivasi belajar anak dengan gangguan sprektum autis terhadap konsep nilai mata uang. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan bahwa media ini bisa dimanfaatkan guru sebagai media yang relavan dengan karakteristik visual dan auditori anak dengan gangguan sprektum autis, serta dapat diterapkan pada materi konkret lainnya dalam pembelajaran matematika di SLB.
Pengaruh Media Konkret Papan Nilai Tempat terhadap Kemampuan Mengenal Puluhan Satuan pada Siswa Disabilitas Intelektual Ringan Nofitri Ardiani Nopit; Mega Iswari; Damri Damri; Arisul Mahdi; Endang Sri Handayani
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8445

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan permasalahan seorang siswa disabilitas intelektual ringan yang teridentifikasi pada kelas VI di SLB YPPLB Padang, bahwa siswa belum mampu mengenal nilai tempat puluhan dan satuan. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengenal nilai tempat puluhan dan satuan masih rendah sehingga memerlukan banyak bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Apakah media Papan Nilai Tempat dapat meningkatkan kemampuan mengenal nilai tempat puluhan dan satuan pada siswa disabilitas intelektual ringan kelas VI di SLB YPPLB Padang”?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini seorang siswa disabilitas intelektual ringan kelas VI di SLB YPPLB Padang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2025. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data secara visual dengan memaparkan grafik data. Hasil analisis data yang diperoleh pada kondisi Baseline (A) dengan 3 kali pertemuan yaitu menunjukkan pola yang stabil sebelum diberikan intervensi. Setelah intervensi dengan 8 kali pertemuan (B) diterapkan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam hasil pengukuran dari setiap sesi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kemampuan mengenal nilai tempat puluhan dan satuan siswa disabilitas intelektual ringan kelas VI di SLB YPPLB Padang meningkat dengan menggunakan media Papan Nilai Tempat.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan melalui Balok Cuisenaire pada Disabilitas Intelektual Ringan Triyasinta Maulida; Setia Budi; Elsa Efrina; Arisul Mahdi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.9107

Abstract

Pembelajaran matematika pada peserta didik disabilitas intelektual ringan masih menghadapi kendala, khususnya dalam mengenal lambang bilangan, akibat keterbatasan kemampuan berpikir abstrak dan minimnya penggunaan media konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran serta menganalisis peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penggunaan media balok Cuisenaire pada peserta didik disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan empat peserta didik kelas II SLB Negeri Tebo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase pencapaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media balok Cuisenaire mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan secara bertahap dan konsisten, ditandai dengan peningkatan persentase hasil belajar pada setiap siklus hingga seluruh peserta didik mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥ 70%. Selain meningkatkan hasil belajar, media ini juga berdampak positif terhadap keterlibatan, fokus, dan motivasi belajar peserta didik selama proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media balok Cuisenaire sebagai alternatif media pembelajaran matematika yang efektif bagi peserta didik disabilitas intelektual ringan, khususnya pada materi bilangan dasar, serta perlunya penelitian lanjutan dengan subjek dan cakupan materi yang lebih luas.
Penggunaan Aplikasi MARBEL untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bilangan Anak Disabilitas Intelektual Ringan Sudaryatmi Sudaryatmi; Nurhastuti Nurhastuti; Ardisal Ardisal; Arisul Mahdi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.9177

Abstract

Anak dengan disabilitas intelektual ringan sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika yang bersifat abstrak, khususnya kemampuan mengenal dan membilang bilangan, akibat keterbatasan kognitif dan rendahnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan aplikasi MARBEL (Mari Belajar) dalam pembelajaran matematika serta menganalisis peningkatan kemampuan mengenal dan membilang bilangan 1–10 pada anak disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan satu orang guru kelas dan tiga peserta didik kelas II dengan karakteristik disabilitas intelektual ringan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase pencapaian hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal dan membilang bilangan secara bertahap pada setiap siklus, hingga seluruh peserta didik mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) ≥70 pada akhir siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi MARBEL yang bersifat visual, auditori, dan interaktif efektif membantu anak disabilitas intelektual ringan memahami konsep bilangan secara lebih konkret. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media pembelajaran digital berbasis aplikasi yang dikombinasikan dengan media konkret untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika di pendidikan khusus.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Busy Book Pada Murid Dengan Disabilitas Intelektual Ringan Yutri Mardianis; Arisul Mahdi; Antoni Tsaputra; Yosa Yulia Nasri
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3718

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami seorang murid dengan disabilitas intelektual ringan kelas VI di SLB Negeri 1 Muaro Sijunjung yang mengalami kesulitan dalam membaca kata berpola KV-KV. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KV pada murid dengan disabilitas intelektual ringan menggunakan media busy book.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B. Desain A-B dipilih untuk mengamati perubahan kemampuan membaca kata berpola KV-KV pada murid dengan disabilitas intelektual ringan melalui perbandingan data pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B). Data dikumpulkan melalui tes dengan analisis data visual grafik yang terdiri dari analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Penelitian ini dilakukan sebanyak 11 kali pertemuan yang dibagi menjadi 2 kondisi yaitu baseline (A) dan intervensi (B), dengan perolehan data 3 kali pertemuan pada kondisi baseline (A) menunjukkan konsistensi dengan persentase kemampuan 40%, 40%, 40%. Sedangkan pada kondisi intervensi (B) yang dilaksanakan selama 8 kali pertemuan, terdapat peningkatan bertahap persentase yang dicapai yaitu 70%, 80%, 80%, 90%, 80%, 90%, 90%, 90%. Berdasarkan hasil di atas disimpulkan bahwa busy book dapat meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KV pada murid dengan disabilitas intelektual ringan. Oleh karena itu, media busy book dapat terus dikembangkan dan diaplikasikan secara kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah subjek yang terbatas dan durasi intervensi yang relatif singkat, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas.
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Workshop Di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar   Endang Sri Handayani; Yosa Yulia Nasri; Elsa Efrina; Johandri Taufan; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Arisul Mahdi; Antoni Tsaputra; Safaruddin Safaruddin; Damri Damri; Rilla Muspita; Mardhatillah Zulpiani; Salwa Nur Salsabila; Hafizh Farezi
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/2w81cm22

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) sejak dini. Namun, masih banyak guru sekolah dasar, khususnya di daerah, yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus melalui workshop di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan diikuti oleh 10 guru dari tiga sekolah dasar, yaitu SDN 25 Tambangan, SDN 04 Jaho, dan SDN 11 Tambangan. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi mengenai jenis dan karakteristik murid disabilitas, konsep pendidikan inklusif, serta praktik identifikasi disabilitas di sekolah inklusif. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan desain pretest-posttest terhadap pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti workshop. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 23,5 pada saat pretest menjadi 27,8 pada saat posttest, dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,3 poin. Delapan dari sepuluh peserta mengalami peningkatan skor, sedangkan dua peserta mempertahankan skor maksimal yang telah dicapai pada saat pretest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa workshop efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus sebagai langkah awal implementasi pendidikan inklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta mendukung terwujudnya pendidikan inklusif di Nagari Jaho. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas agar dampaknya terhadap implementasi pendidikan inklusif semakin optimal