Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Optimasi Suhu Pemanasan Minuman Fungsional Ubi Jalar Ungu : Bioaktif, BAL dan Organoleptik Basrin, Fitriani; Sulfianti, Sulfianti; Berlian, Miming; Andi Pallawa, Nadirah B; Indriasari, Yuanita; If'all, If'all; Chaniago, Ramadhani
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.10

Abstract

Tren gaya hidup sehat mendorong pengembangan minuman fungsional berbasis ubi jalar ungu karena praktis, bergizi, dan digemari masyarakat. Namun, tantangan utama terletak pada proses pengolahan, khususnya pemanasan. Antosianin sangat sensitif terhadap suhu tinggi, pH, oksidasi, dan cahaya, sehingga mudah terdegradasi selama pemrosesan. Selain itu, viabilitas bakteri asam laktat sebagai mikroba probiotik sangat bergantung pada suhu pemrosesan. Untuk perlu dilakukan kajian tentang pengaruh suhu pemanasan terhadap bioaktif, viabilitas bakteri asam laktat dan organoleptik minuman fungsional ubi jalar ungu agar diperoleh suhu pemrosesan yang optimal. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor suhu pemanasan yaitu 70oC; 80oC; 90oC; 100oC. Perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 20 sampel percobaan yang diuji kadar antosianin, aktivitas antioksidan, total bakteri asam laktat dan tingkat kesukaan secara organoleptik (uji hedonik) menggunakan 20 orang panelis terlatih. Perlakuan pemanasan dengan berbagai suhu (70 – 100oC) terbukti berpengaruh signifikan terhadap bioaktif seperti kadar antosianin dan aktivitas antioksidan, viabilitas bakteri asam laktat, dan tingkat kesukaan minuman fungsional ubi jalar ungu, dimana penggunaan suhu 70oC masih dapat mempertahankan bioaktif dari produk minuman fungsional dengan kadar antosianin sebesar 81,72 mg/L dan aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 11,61 µg/mL (aktivitas antioksidan sangat kuat). Untuk viabilitas BAL perlakuan suhu 70 – 100oC terbukti menurunkan jumlah BAL yang ada di dalam produk secara signifikan (<107 CFU/L) dengan total BAL berkisar 0,0407 – 6,06 x 104 CFU/L. Sementara tingkat kesukaan secara organoleptik diperoleh suhu 80oC mampu menghasilkan produk minuman fungsional yang paling disukai oleh panelis baik tekstur (4,5), rasa (4,55), aroma (3,65) dan warnanya (3,45).
PENGARUH KONSENTRASI STARTER BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Desti, Desti; If'all, If'all; Spetriani, Spetriani; Sabariyah, Sitti; Fathurahmi, Siti; Indriasari, Yuanita; Asrawaty, Asrawaty
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 02 (2025): Journal Of Agritech Science -November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i02.1590

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang diperoleh dari daging kelapa segar tanpa proses pemanasan tinggi maupun perlakuan kimia, sehingga memiliki kualitas lebih baik dibanding minyak kelapa konvensional. Salah satu metode yang berkembang dalam produksi VCO adalah fermentasi dengan starter bakteri asam laktat (BAL), yang berperan dalam memecah emulsi santan sehingga memisahkan minyak dari fase air dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi starter BAL yang berbeda terhadap kualitas VCO serta menentukan konsentrasi optimal yang menghasilkan mutu terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan konsentrasi starter BAL, yaitu P0 = 0% (kontrol), P1 = 5%, P2 = 10%, P3 = 15%, dan P4 = 20%, masing-masing diulang tiga kali. Parameter mutu VCO yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan iodin, nilai absorbansi (kejernihan), dan total BAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi starter BAL berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter mutu VCO. Rendemen tertinggi diperoleh pada P1 dengan nilai 23,5%, sedangkan pada konsentrasi BAL yang lebih tinggi terjadi penurunan rendemen. Kadar air terendah juga ditemukan pada P1 (0,13%), mendekati standar SNI (0,2%), sementara kadar air meningkat signifikan pada perlakuan BAL lebih tinggi. Asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan nilai absorbansi cenderung meningkat seiring dengan tingginya konsentrasi BAL, sedangkan bilangan iodin yang dihasilkan relatif rendah namun masih dalam kisaran standar mutu. Secara keseluruhan, perlakuan P1 (5% BAL) menghasilkan VCO dengan kualitas terbaik dan paling mendekati standar mutu nasional maupun internasional. Dengan demikian, penggunaan starter BAL pada konsentrasi moderat dapat meningkatkan kualitas VCO, sedangkan konsentrasi berlebihan justru menurunkan mutu minyak.
Analyzing the Rendement, Water Content, Chemical and Organoleptic Properties of Watermelon (Citrullus lanatus) Sweet Spicy Seasoning: Seasoning, Sweet spicy, Watermelon. Siti Sabariyah; Muhammad Jufri; If’all If’all; Siti Fathurrahmi; Spetriani Spetriani; Sultan Sultan; Ramadhani Chaniago
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10178

Abstract

Until now, the use of watermelon has not been carried out optimally, often watermelon is only used as a food ingredient that is processed in less varied ways. This research aims to determine the physical, chemical, and organoleptic properties of sweet and spicy watermelon sprinkles and determine the physical, chemical, and organoleptic properties of the best sweet and spicy watermelon sprinkles. Sprinkle seasoning can improve taste and aesthetics in the food industry which is practical and varied. This research was carried out using a factorial Completely Randomized Design (CRD) and organoleptic testing with three replications consisting of: Factor A (addition of watermelon) S1=1000g Watermelon, S2= 800g Watermelon, S3= 600g Watermelon, S4= 400g Watermelon. Factor B (storage time,) P0 = no storage, P1 = 2 weeks of storage (P2 = 2nd month of storage for antioxidant testing). The best treatment of 40% was found in the fourth treatment after 2 weeks of storage. The best water content of 17.67% was found in the second treatment after 2 weeks of storage. The best antioxidant activity of 7.96 ppm was found in the first treatment without storage. The best Vitamin C content* both with and without storage was 0.19%. The best organoleptic taste 3.45 was found in treatment 1 without storage, in the aroma test the best and much liked
Chemical and Functional Characteristics of Soy Milk Kefir at Various Doses of Starter and Addition of Telang Flower Juice (Clitoria ternatea L.) If'all; Sultan Bisinda; Sri Sudewi; Sitti Sabariyah; Ratnawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11035

Abstract

Soy milk kefir offers a plant-based alternative to dairy probiotics. This study aimed to enhance both the chemical and functional characteristics of soy milk kefir by evaluating the effects of varying kefir grain starter doses and added Clitoria ternatea (telang) flower juice. A 3x4 factorial design was employed using three starter levels (40g, 50g, 60g per liter soy milk) and four telang juice concentrations (0ml, 10ml, 20ml, 30ml per liter). Key parameters analyzed post-fermentation included protein content (Kjeldahl), lactic acid (titration), pH, Water Holding Capacity (WHC, centrifugation), anthocyanin content (differential pH method), and Lactic Acid Bacteria (LAB) count (plate count). Results indicated significant (p<0.05) effects of both starter dose and telang juice concentration, and their interaction, on all measured characteristics. Specifically, the 40g starter + 30ml juice treatment yielded the highest protein (39.35%) and anthocyanin (18.42 mg/mL). The 50g starter + 20ml juice treatment showed the highest WHC (67.30%). The 60g starter + 30ml juice treatment produced the highest lactic acid (20.30%). Higher LAB counts were observed in several treatments including A0B0, A1B1, A2B2, and A2B3 compared to others. In conclusion, optimizing kefir grain dosage and adding telang flower juice significantly improves soy milk kefir's nutritional profile (protein) and functional attributes (anthocyanins, WHC, LAB), demonstrating its potential as an enhanced plant-based functional food.
Mutu Kimia Dan Organoleptik Nugget Ikan Tuna Dengan Penambahan Berbagai Kombinasi Tepung Wortel If'all If'all; Minarny Gobel; Fahmi Fahmi; Irfan Pakaya
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v4i1.1128

Abstract

The purpose of this research is to know and study various combination of carrot flour to chemical quality and organoleptic quality of tuna nugget. This study used Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatments, and 4 replications. The research that will be done is as follows: R0 = 15% tapioca starch + 5% cornstarch + 0% carrot flour; R1 = 10% tapioca starch + 5% maize starch + 5% carrot flour; R2 = 5% tapioca starch + 5% maize flour + 10% carrot flour and R3 = 5% tapioca starch + 15% carrot starch. Each treatment was repeated four times, so there were 16 experimental units. To know the effect of the experiment, then the diversity test is done and if the result of the diversity test show the real effect, then continued with the test of the Least Significant Difference (LSD). The results showed that the addition of various carrot starch combinations had significant effect on protein content, crude fiber and tuna nugget fat but no significant effect on water content, b-carotene and organoleptic qualities of tuna nugget. a 10% tapioca starch combination, 5% cornstarch and 5% carrot flour give the highest levels of protein, coarse fiber, tuna nugget fat. Combination of 5% tapioca starch and 15% carrot flour gave the organoleptic qualities of tuna nuggets tend to be favored by panelists.
Pengembangan TiO2 nanowire terdoping Nikel Kobalt sebagai Fotokatalis yang Efisien untuk Menghilangkan Pewarna Tartrazine Misriyani; If'all; Lutfiah Sahabuddin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.7533

Abstract

Tartrazine is a yellow synthetic dye that is widely used as a coloring agent in food and beverage products. However, the safety of this chemical compound is still a concern due to potential health risks such as allergic reactions, hyperactive behavior in children, increased risk of cancer and other negative impacts. This research aim to introduces a new approach to reduce the concentration of tartrazine dye using cobalt and nickel doped TiO2 nanowires. Cobalt- and nickel-doped TiO2 nanowires were synthesized by a hydrothermal method, followed by thermal treatment at 270°C, and then used in a photocatalytic reactor using UV irradiation to facilitate the reduction of tartrazine concentration. Material characterization was carried out to determine the morphology and crystallinity of the photocatalyst which is effective in reducing the absorption of tartrazine solution. The photocatalytic degradation experiment demonstrates the ability of the synthesized material as a photocatalyst, effectively reducing the absorbance of tartrazine solution, a commonly used food coloring. This finding promises significant progress in the development of sustainable food safety strategies by offering a dye degradation method.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Andi Ita Maghfirah; Misriyani Misriyani; Andi Meutiah Ilhamjaya; If’all If’all
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.165

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan pelayanan kesehatan dasar. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan pembuatan sabun cuci piring serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan sabun cuci piring serta pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah, berat badan, dan konsultasi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan mempraktikkan proses pembuatan sabun cuci piring secara mandiri. Produk yang dihasilkan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan pemantauan kondisi kesehatan secara rutin. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan ekonomi dan kesadaran kesehatan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi kegiatan berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Efektivitas pendampingan sertifikasi halal dalam meningkatkan kepatuhan regulasi dan daya saing industri rumah tangga pangan di kabupaten Morowali Fitriani Basrin; If&#039;all If&#039;all
CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat - Juli
Publisher : SCM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65881/creative.v1i3.93

Abstract

Tujuan: untuk meningkatkan kapasitas pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di kabupaten Morowali dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal melalui pendampingan penyusunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), peningkatan literasi halal, serta fasilitasi pengajuan sertifikasi melalui sistem SIHALAL Metode: kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan penyusunan SJPH, serta fasilitasi pengajuan sertifikasi halal melalui sistem SIHALAL, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan pelaku IRTP (41,4% menjadi 86,6%), kelengkapan dokumen SJPH hingga 100%, serta kepatuhan regulasi (32,6% menjadi 87,8%). Seluruh mitra juga berhasil melakukan registrasi dan pengajuan sertifikasi halal melalui SIHALAL, serta memiliki persepsi positif terhadap peningkatan daya saing produk. Kesimpulan: kegiatan pendampingan sertifikasi halal efektif meningkatkan kapasitas, kepatuhan, dan kesiapan IRTP di kabupaten Morowali serta memperkuat daya saing produk. Kontribusi: meningkatkan kapasitas IRTP dalam penerapan SJPH dan sertifikasi halal sehingga usaha lebih patuh regulasi, terdokumentasi, dan berdaya saing. di kabupaten Morowali.