Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Effectiveness of Mobile Health Utilization to Prevent Non-Communicable Diseases at the Group of Majlis Taklim Leonita, Emy; Hastuti Marlina; Nopriadi
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. SI1 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.ISI1.2024.115-122

Abstract

Background: Mobile health application is a technological innovation that has proven effective use for the prevention and management of NCDs in other countries. However, there has been no test on the use of mobile health applications that have been launched in Indonesia, including the Halodoc application. The majlis taklim group is a target group in increasing community empowerment in the family order. Aims: This study was to examine Halodoc application in preventing noncommunicable diseases. Methods: The population is the member of the majlis taklim who was active in the last three months. The sample was respondents who were identified as having knowledge and bad behavior in NCD prevention efforts, 45 people. Descriptive analysis on respondents' characteristics and level of knowledge. While analytical analysis consists of dependent T tests to determine the difference in effectiveness before and after utilizing the application, the next test is the CBAM-Stage of Concern test, which is to assess respondents' perceptions through the level of respondents' concern for halodoc innovation. Results: Univariate analysis found that most respondents were poorly educated, namely 35 respondents (78%), as IRT 30 respondents (67%), family history of NCD disease 30 respondents (67%), and history of NCD disease in themselves 10 respondents (22%). The level of knowledge on the pretest was low at 23 respondents (51%), and the knowledge on the posttest was mostly high at 31 respondents (69%). Conclusion: The result of the dependent T test obtained a value of 0.000 means that statistically there is a significant difference in knowledge before and after the use of Halodoc for the prevention and management of NCDs. The test results with the Stage of Use Consern Questionnaire (SoC) analysis, obtained information on the percentage of respondents' perception of the highest acceptance of innovation before being given the Halodoc intervention (pretest) at the personal level, which is 60%. However, after utilizing Halodoc, most respondents' perceptions were at the level of unconcern, which was 81%.
PENGARUH KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA DENGAN PENYAKIT NASOFARANGITIS AKUT(COMMOND COLD) PADA BALITA DI DESA SIABU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALO KABUPATEN KAMPAR MAHFHIROH, INTAN; Leonita, Emy; Herniwanti, Herniwanti; Rahayu, Endang Purnawati; Alamsyah, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35169

Abstract

Kepuasan pasien salah satu masalah utama di rumah sakit. Salah satunya sering tertuju pada pelayanan gizi. Angka kunjungan pasien di RS Awal Bros Panam meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hal ini mungkin karena dampak positif kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi. Namun disisi lain tiga indikator kualitas layanan gizi yaitu ketepatan waktu, jumlah komplen pasien, kekurangan porsi dan jumlah makanan pasien masih belum mencapai target capaian 100%. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan kepuasan pasien dengan mutu pelayanan gizi rumah sakit. Metode penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional dimulai pada Maret 2024, sampel dari 212 pasien rawat inap menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisa data menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-square) dan multivariat (regresi logistik ganda). Menurut hasil uji multivariat regresi logistik ganda, proporsi kepuasan pasien di RS Awal Bros Panam Pekanbaru adalah 59,4%. Variabel ketepatan waktu menunjukkan hubungan yang signifikan OR 2,314 (CI = 1,128-4,748) artinya ketepatan waktu mempunyai peluang 2 kali lebih besar terhadap kepuasan pasien dan dikendalikan oleh variabel cita rasa makanan. Kesimpulannya adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien adalah ketepatan waktu yang berasosiasi dengan variabel cita rasa makanan. Untuk lima variabel lainnya tidak ada hubungan yang signifikan. Upaya untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan gizi meliputi pemantauan dan evaluasi beban kerja tenaga ahli gizi, pengkajian multidisipliner perjanjian kerja sama pihak ketiga sebagai penyedia makanan untuk meningkatkan kualitas penyajian makanan, terutama dengan memperbaiki waktu pengantaran dan penjemputan makanan, perubahan cita rasa yang dapat meningkatkan selera makan sehingga pasien makan dengan baik.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA VAKSINASI COVID-19 DI RW 24 KELURAHAN SIDOMULYO BARAT KECAMATAN TUAH MADANI KOTA PEKANBARU: HEALTH EDUCATION ON THE IMPORTANCE OF THE COVID-19 VACCINATION IN RW 24 SIDOMULYO BARAT KELURAHAN TUAH MADANI DISTRICT, PEKANBARU CITY maharani, riri; Rinda Savira, Resky; Leonita, Emy
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1282

Abstract

Health education about the importance of COVID-19 vaccination is one of the methods used to increase the knowledge and understanding of the residents about the importance of COVID-19 vaccination with the aim of changing or influencing the behavior of residents to carry out COVID-19 vaccinations in the RW 24 area, Sidomulyo Barat Village, Tuah Madani District. This counseling aims to determine the effect of health education on the level of knowledge, understanding and attitudes of RW 24 residents in carrying out COVID-19 vaccinations. The method used in this counseling is the lecture method and question and answer using a pre test before conducting counseling and conducting a post test after conducting oral counseling, as well as providing masks and hand sanitizers for free to participants who attend. The counseling was carried out in one of the houses of RW 24 residents. Based on the results of our service, it can be concluded that there was an increase in residents' knowledge, and residents became more aware of COVID-19 vaccination. This is because in addition to several prokes that have been implemented, it is still important and the main thing to do is administering the covid-19 vaccine because it can help in preventing the transmission of COVID-19 by working to increase the human immune system. Abstrak Penyuluhan kesehatan tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman para warga tentang vaksinasi COVID-19 dengan harapan mempengaruhi perilaku warga untuk melakukan vaksinasi COVID-19 di wilayah RW 24 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, pemahaman dan sikap warga RW 24 dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan ini yaitu metode ceramah dan tanya jawab menggunakan pre test soal-soal sebelum melakukan penyuluhan dan melakukan post test soal-soal setelah melakukan penyuluhan secara lisan, serta memberikan masker dan hand sanitizier secara gratis kepada peserta yang hadir. Penyuluhan dilaksanakan di salah satu rumah warga RW 24. Berdasarkan dari hasil pengabdian yang kami lakukan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terjadinya peningkatan yang lebih baik pada pengetahuan warga, dan warga menjadi lebih paham tentang vaksinasi COVID-19. Hal ini dikarenakan bahwa selain dengan beberapa prokes yang telah diterapkan tetap penting dan utama dilakukannya pemberian vaksin covid-19 karena dapat membantu dalam pencegahan penularan COVID-19 dengan cara kerja meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.
Edukasi Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Fadhilah Pekanbaru: Edukasi Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Fadhilah Pekanbaru Leonita, Emy leonita; Nopriadi, Nopriadi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1439

Abstract

Most of students from elementary school consume street food that sold around their school almost every day. These snacks are indicated to contain hazardous substances to health. The students have not been well educated about healthy snacks. One of the efforts needed to manage the consumption of healthy snacks is community service activities in the form of health education. Health education targeting elementary school children aims to increase knowledge about the importance of consuming healthy snacks so that they become role models for positive behavior change. Health education is carried out at SDIT Fadhilah Pekanbaru. The materials presented were healthy food sources, an introduction to safe and unsafe snacks and invitations to maintain cleanliness. The method used in education is the lecture and discussion method which is accompanied by video playback and standing banners. The result of the activity is an increase in students' knowledge in choosing healthy and consuming snacks. The planned development of the role of SDIT Fadhilah elementary school children needs to be carried out continuously to support the success of the program Abstrak Mayoritas siswa sekolah dasar mengkonsumsi jajanan yang dijual oleh pedagang kaki lima yang hampir setiap hari berada di lingkungan sekolah. Jajanan tersebut terindikasi mengandung zat berbahaya pada kesehatan. Pengetahuan siswa terhadap jajanan sehat masih rendah. Salah satu upaya yang diperlukan untuk penatalaksanaan konsumsi jajanan sehat adalah kegiatan pengabdian berupa edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan dengan sasaran anak sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi jajanan sehat sehingga menjadi role model dalam perubahan perilaku positif. Edukasi kesehatan dilaksanakan di SDIT Fadhilah Pekanbaru. Materi yang disampaikan adalah sumber pangan yang sehat, pengenalan jajanan yang aman dan tidak aman serta ajakan menjaga kebersihan. Metode yang digunakan dalam edukasi adalah metode ceramah dan diskusi yang disertai pemutaran video dan standing banner. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan siswa dalam memilih dan mengonsumsi jajanan sehat. Pengembangan dan pembinaan upaya promotif dan preventif pada anak sekolah dasar SDIT Fadhilah secara terencana, terus menerus perlu dilaksanakan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Praktek Hidup Bersih dan Sehat di Panti Asuhan Ali An-Nafii Kota Pekanbaru Alhidayati; Syukaisih; Leonita , Emy; Vita, GP, Christine
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 1 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i1.2664

Abstract

https://drive.google.com/file/d/1fhY84NuBDjl1oW3il2KKysQkBdll4sMS/view?usp=sharing
Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Mayasari, Eva; Yunita, Jasrida; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Mianna, Rika; Sari, Nila Puspita; Amirullah, M. Fadil
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/29qjq237

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan, baik dari segi biaya, fasilitas, maupun informasi. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi salah satu upaya solutif yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dilaksanakan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong perilaku preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tatap muka yang disampaikan oleh tim pelaksana. Materi yang diberikan meliputi penjelasan mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala, informasi tentang program PKG yang dapat diakses masyarakat, serta langkah-langkah praktis untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Satu Sehat. Peserta diberikan panduan langsung melalui tampilan layar proyektor, disertai sesi tanya jawab interaktif guna memastikan pemahaman peserta terhadap informasi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Sebanyak 10 peserta berhasil mengunduh aplikasi Satu Sehat, sementara sisanya menyatakan akan meminta bantuan keluarga karena keterbatasan penggunaan smartphone. Peserta merespons positif kegiatan ini dan menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan yang berkelanjutan dan terjangkau.
ANALISIS CAPAIAN PROGRAM KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU Kharisma Yuhana; Emy Leonita; Novita Rany; Harvandy Anwir
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 1 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i1.2925

Abstract

Kesehatan Jiwa (menurut WHO). Merupakan kondisi kesejahteran mental individu yang mampu menggunakan kapasitas dirinya secara optimal termasuk dalam menghadapi situasi stres dalam kehidupan, mampu berkerja secara efisien, dan mampu memberikan kontribusi positif di lingkungannya, Masalah kesehatan menjadi salah satu fokus kesehatan yang harus segera ditangani oleh pemerintah Indonesia. Masalah kesehatan jiwa yang paling banyak yaitu bipolar sebanyak 60 juta kasus, dimensia sebanyak 47,5 juta kasus, depresi sebanyak 35 juta kasus dan skizofrenia sebanyak 21 juta kasus, penelitian tertarik untuk membuat laporan residensi dengan judul Upaya Promotif Dan Preventif Kesehatan Jiwa. Metode penelitian yaitu desain kualitatif dengan desain deskriptif dan menggunakan analisis tematik. penulis menemukan beberapa masalah yang terdapat di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru, yaitu sebagai berikut: a. Rendahnya Cakupan Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa, b. Stigma Masyarakat Tentang Kesehatan Jiwa, c. Belum adanya media edukasi promosi kesehatan, d. Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur, e. Kurangnya Program pencegahan dan promosi kesehatan.
PENDEKATAN SOCIAL ECOLOGICAL MODEL (SEM) TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI UPT PUSKESMAS SUNGAI PAKNING Iswanto, Al Syukri; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Abidin, Zainal; Ismainar, Hetty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45755

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tren kasus meningkat di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Pakning. Social Ecological Model (SEM) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi upaya pencegahan pada berbagai tingkatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis upaya pencegahan DBD di Puskesmas Sungai Pakning berdasarkan kerangka SEM. Penelitian menggunakan pendekatan  kualitatif fenomenologi yang dilaksanakan pada Maret 2025 melalui wawancara mendalam dan observasi dengan jumlah informan sebanyak 14 informan, meliputi tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Hasil ditemukan bahwa pengendalian DBD di Puskesmas Sungai Pakning dipengaruhi oleh berbagai faktor pada setiap level Social Ecological Model (SEM), yaitu individu, interpersonal, organisasi, komunitas, dan kebijakan. Individu hanya peduli dengan kebersihan di dalam rumah namun kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan luar rumah. Secara interpersonal keluarga merupakan support system penting begitu pula dengan Puskesmas dan Kader Kesehatan. Inovasi Organisasi (Puskesmas) dengan Sismantik di Sekolah berjalan baik namun edukasi DBD belum rutin dan merata. Fenomena kebiasaan di level komunitas menampung air hujan untuk konsumsi sehari-hari di dalam drum atau tempayan tidak tertutup berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Keterbatasan sumber daya menyulitkan untuk menjalankan Kebijakan Pemerintah dengan optimal. Pengendalian DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning terkendala rendahnya kepedulian dan partisipasi masyarakat, minimnya peran organisasi, serta keterbatasan sumber daya. Keberhasilan program memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan lintas sektor, dan kebijakan yang kuat.
Improving Community Capacity In Non-Communicable Disease (Ncd) Prevention Efforts Through The “Cerdik” Women's Movement In Pekanbaru City: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pada Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Gerakan Perempuan “Cerdik” Di Kota Pekanbaru Leonita, Emy; Nurlisis, Nurlisis; Nopriadi, Nopriadi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1764

Abstract

Based on data from the Pekanbaru City Health Department shows that only 2.0% of the estimated number of people at risk of hypertension aged over 15 years received healthcare. Similarly, only 10.1% of the estimated group at risk of diabetes received healthcare. This information shows that the management efforts for the NCD risk group are still not optimal. The intervention strategy is the ‘CERDIK’ behavior. Women are the agent of change as a strategic target with the hope that these women's groups know, be willing, and able to implement CERDIK in their daily lives, for individuals, families, and communities. Community empowerment activities through women's groups, namely members of the ‘Majelis Ta'lim’ council, were carried out starting from the preparation stage (forming a CERDIK women's group for NCDs prevention, creating CERDIK behavior counseling materials, and designing pre-test and post-test instruments), implementation (carrying out PKM activities in the form of direct and indirect counseling through social media WhatsApp groups). After the community service activity was carried out, the participants' knowledge increased. The average score before the intervention was 61.20, while after the intervention, it was 83.20. After statistical t-test analysis was carried out, the P-value was 0.0078. In addition, the participants' capacity was also seen from the participants' ability to convey the material about NCDs and prevention through CERDIK behavior. Abstrak Data dari dinas kesehatan Kota Pekanbaru, dari estimasi jumlah risiko hipertensi pada penduduk diatas 15 tahun hanya 2,0% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Demikian pula dari estimasi kelompok berisiko diabetes hanya 10,1% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Informasi tersebut menunjukkan masih belum maksimalnya upaya penatalaksanaan pada kelompok berisiko PTM. Strategi intervensi adalah perilaku CERDIK. Perempuan adalah Agent of change sebagai sasaran satrategis dengan harapan kelompok perempuan tersebut tahu, mau dan mampu dalam mengimplementasikan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari baik untuk pribadi, keluarga dan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok perempuan yaitu anggota majlis taklim dilaksanakan mulai dari tahap persiapan (membentuk kelompok perempuan CERDIK untuk pencegahan PTM, membuat materi penyuluhan tentang perilaku CERDIK dan merancang instrumen pre test dan post test), implementasi (melaksanakan kegiatan PKM berupa penyuluhan langsung dan tidak langsung melalui media  sosial grup whatsapp). Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian, pengetahuan peserta meningkat. Rata-rata nilai sebelum intervensi adalah 61,20, sedangkan setelah diberi intervensi nilai rata rata pengetahuan menjadi 83,20. Setelah dilakukan analisis uji statistik t dependent diperoleh nilai Pvalue 0,0078. Selain pengetahuan meningkat kapasitas peserta juga terlihat dari terampilnya peserta menyampaikan kembali materi tentang PTM dan pencegahan melalui perilaku CERDIK.
Performance Analysis of The Triple Elimination Checking Programme for Pregnant Mothers in Antenatal Care at The Dinas Health District of Rokan Hilir Year 2024 Riauni Syaputri; Budi Hartono; Emy Leonita; Novita Rany; Doni Jepisah
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1617

Abstract

The Triple Elimination Program aims to prevent the transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from mother to child. In Rokan Hilir Regency, screening coverage remains low: hepatitis B (42.2%), HIV (38%), and syphilis (48.3%). Bantaian Health Center has the lowest coverage, while Bagan Batu Health Center has the highest. A thorough evaluation is needed to improve program performance using the Malcolm Baldrige approach. This study aims to evaluate the performance of the triple elimination program for pregnant women at the Rokan Hilir District Health Office in 2024, employing a mixed-method explanatory sequential design. The sample consisted of 40 respondents and 9 stakeholders as informants. Triangulation was applied to sources, methods, and data. The results show that most respondents rated program leadership as high (57.5%), while strategic planning (52.5%), patient focus (62.5%), measurement and knowledge management (60%), team focus (55%), process focus (57.5%), and performance results (60%) were rated low. Qualitatively, program leadership demonstrated strong commitment. Program planning is based on technical guidelines and BOK funds, with limitations in APBD budget allocations. Education and collaboration with community leaders have been implemented. However, the program has not focused on patients and is not widely recognized by the community. Staff at Bantaian and Bagan Batu Health Centers enthusiastically implement the program despite limited human resources, introducing innovations and conducting regular evaluations. The program is developed through coordination meetings, data analysis, and cadre training. Key factors for achieving targets include case monitoring, health education, cross-sector collaboration, and periodic evaluations. Health centers need to expand education and socialization on the importance of triple elimination screening, supported by integrated coordination between the Health Office and related agencies (OPD).
Co-Authors Abdurrahman Hamid Afni Handayani Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Alhidayati Amir, Elfizon Amirullah, M. Fadil Ariska Muliani Bambang Setiaji Benny Yulianto budi hartono Budi Hartono Christine Vita Gloria Purba Denai Wahyuni Desvita Anzelina Devis, Yesica Elmia Kursani Erna Tresnanengsih EVA MAYASARI Fajriyati, Auliya Hajrawati Hajrawati Hamid, Abdurrahman Harvandy Anwir Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Igha Viorela Br Karo Sekali Ikhtiyaruddin Irwan Muryanto Irwan Muryanto Iswanto, Al Syukri Jeffry Kurniawan Jepisah, Doni Juli Selvi Yenti Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto Kharisma Yuhana Kiswanto Kiswanto Linda, Nuraliza May Maharani, Riri MAHFHIROH, INTAN Marlina, Hastuti Mitra Mitra Mitra Mitra Muhammad Rahmad Mulya, Adrian Nashabila, Rafni Nila Puspita Sari Nizwardi Jalinus Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nurhidayah Nurlian Nurlian Nurlisis, Nurlisis Nurul Fitri Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Popi Purnama Sari Prasika Nilasari Pratiwi, Yuharika Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Rafni Nashabila Rahayu, Endang Purnawati Rahmi Utamiasari Ranti Puspa Lestari Rany, Novita Rara Rahmadani Raviola Raviola Renaldi, Reno Riauni Syaputri Rika Mianna Rinda Savira, Resky Riri Maharani Salmiyenti yenti Sari, Nila Puspita Siska Mayang Sari Sri Desfita, Sri Suci Badriyana Sugiyarningsih, Sugiyarningsih Syukaisih Toni Winata Tri Krianto Karjoso Triyana Triyana Vita, GP, Christine Yessi Harnani Yuda Irawan Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zainal Abidin Zainal Abidin Zulfan Saam