Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Kompetensi Tenaga Promosi Kesehatan dalam Pengembangan Media PKRS di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Nur Alifah; Emy Leonita; Dewi Hayati Prabu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2847nr64

Abstract

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan komponen strategis dalam mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta pengembangan media yang efektif, namun implementasinya masih menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada kompetensi pengembangan media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya peningkatan kapasitas tenaga promosi kesehatan dalam pengembangan media di Instalasi PKRS RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, serta analisis data menggunakan pendekatan problem solving cycle dan analisis tematik. Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Hasil residensi menunjukkan bahwa pelaksanaan PKRS telah berjalan rutin melalui berbagai media cetak, elektronik, dan digital, namun belum optimal akibat keterbatasan kompetensi digital editing, keterbatasan sarana prasarana pendukung, alokasi anggaran yang belum mandiri, serta belum adanya sistem evaluasi program yang terstruktur. Intervensi yang dirancang meliputi pelatihan pengembangan media berbasis digital, optimalisasi pemanfaatan aplikasi desain sederhana, serta penguatan perencanaan dan evaluasi program PKRS. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga promosi kesehatan melalui pelatihan terarah, dukungan manajerial, dan penguatan sistem evaluasi merupakan strategi kunci untuk meningkatkan efektivitas pengembangan media PKRS dan memperkuat peran rumah sakit dalam perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
Penguatan Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Indragiri Hulu Ratna Juwita; Emy Leonita; Said Mardani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b7bag289

Abstract

Puskesmas Umban Sari merupakan salah satu fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru yang melaksanakan layanan vaksinasi Covid-19. Dalam layanan vaksinasi Covid- 19 telah melaksanakan sesuai aturan yang ada dengan menerapkan alur layanan 2 meja. Pada pelaksanaan layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi layanan vaksinasi Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang mengimplementasian layanan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Umban Sari Kota Pekanbaru Tahun 2022. Hasil kegiatan dari implementasi layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala antara lain belum tercukupinya tenaga kesehatan pada pelaksanaan vaksinasi, belum adanya anggaran khusus yang berasal dari anggaran Puskesmas, sarana dan prasarana puskesmas yang belum mencukupi dan memadai. Penerapan alur vaksin sudah sesuai dengan peraturan yang ada serta pemberian informasi tentang Covid-19 yang baik kepada masyarakat dan adanya inovasi-inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan layanan vaksinasi secara maksimal. Dalam mengatasi kendala yang ada Puskesmas perlu melakukan perbaikan dari segi ketenagaan dengan membuat rencana kebutuhan tenaga yang belum mencukupi, memasukkan anggaran khusus pada anggaran Puskesmas jika terjadi bencana, penyusunan SK Tim yang sesuai dengan keperluan yang ada, mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan renovasi Puskesmas atau memindahkan Puskesmas.
Optimalisasi Aplikasi Mirai Sebagai Media Promosi Kesehatan di RSUD Arifin Achmad Erna Fitriah; Emy Leonita; Dewi Prabu Hayati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3599ak74

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit mengintegrasikan layanan administratif, klinis, dan edukatif berbasis teknologi. RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah mengembangkan aplikasi MIRAI sebagai platform layanan digital, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aspek administratif dan belum mendukung promosi kesehatan. Tujuan menganalisis kebutuhan dan potensi pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI sebagai upaya memperkuat fungsi promotif dan preventif rumah sakit. Metode melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, dan telaah dokumen. Informan dipilih secara purposive dari unsur PKRS, tim teknologi informasi, tenaga kesehatan, dan pengguna aplikasi. Analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil menunjukkan bahwa tingginya tingkat penggunaan aplikasi MIRAI belum diimbangi dengan ketersediaan konten edukasi kesehatan digital, lemahnya integrasi PKRS dengan sistem aplikasi, serta keterbatasan kebijakan dan sumber daya pendukung. Potensi pengembangan fitur promosi kesehatan sangat besar mengingat tingginya akses pengguna, kesiapan infrastruktur digital, dan dukungan manajemen rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan literasi kesehatan, keterlibatan pasien, dan mutu pelayanan rumah sakit menuju Health Promoting Hospital berbasis digital.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks dan kanker Payudara Melalui Program IVA-Sadanis di Puskesmas Tembilahan kota Nora Hesvita Sari; Emy Leonita; Rosdinah Rosdinah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hdepgb51

Abstract

Kanker leher rahim dan kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama pada perempuan, terutama di negara berkembang, akibat rendahnya cakupan deteksi dini. Di Indonesia, capaian pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) masih berada di bawah target nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir. Promosi kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi perempuan terhadap layanan deteksi dini kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara (IVA–SADANIS) di Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2025.  Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan kunci, meliputi kepala puskesmas, penanggung jawab program, petugas promosi kesehatan, kader, serta wanita usia 30–50 tahun. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan dengan analisis situasi, penentuan prioritas masalah, dan fishbone analysis. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya cakupan pemeriksaan IVA–SADANIS dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan sasaran, hambatan sosial budaya, rasa takut dan stigma, belum optimalnya integrasi kegiatan promosi kesehatan, serta keterbatasan sumber daya. Kegiatan promosi kesehatan masih bersifat insidental dan belum terintegrasi secara berkelanjutan dalam pelayanan rutin puskesmas. Penguatan strategi promosi kesehatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan, bina suasana, advokasi, dan kemitraan sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi IVA–SADANIS dan memperluas cakupan deteksi dini kanker.
Optimalisasi Pengawasan Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD) Dalam Pelayanan Estetika Untuk Menjamin Keselamatan Pasien Diah Elvira Syafruddin; Jasrida Yunita; Hetty Ismainar; Oktavia Dewi; Emy Leonita; Dendi Zulheri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1vhyp548

Abstract

Medical aesthetic services in Indonesia, particularly in Pekanbaru City, have developed rapidly and require effective supervision to ensure service quality and patient safety. This community service activity aimed to improve the understanding and compliance of Independent Medical Practice Clinics (TPMD) in providing aesthetic services in accordance with healthcare standards and regulations. The implementation methods included socialization, education, mentoring, field observation, and discussions involving the Pekanbaru City Health Office, professional organizations, and physicians responsible for aesthetic TPMD. The activities were conducted using a participatory approach focusing on licensing, the use of approved medicines and medical devices, service standards, recording and reporting systems, and patient safety. The results showed that several challenges remain in the supervision of aesthetic TPMD, including limited human resources, inadequate facilities and infrastructure, and insufficient budget support. In addition, regulations related to aesthetic practice are still general in nature, while supervision activities tend to be administrative and incidental. TPMD understanding regarding aesthetic service standards and patient safety was also found to be suboptimal. Through this activity, participants demonstrated improved knowledge regarding safe and legal aesthetic practice standards and the importance of compliance with healthcare regulations. This community service activity is expected to strengthen collaboration among the Health Office, professional organizations, and TPMD in improving supervision effectiveness, service quality, and patient safety in medical aesthetic services in Pekanbaru City
Performance Analysis of The Triple Elimination Checking Programme for Pregnant Mothers in Antenatal Care at The Dinas Health District of Rokan Hilir Year 2024 Riauni Syaputri; Budi Hartono; Emy Leonita; Novita Rany; Doni Jepisah
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1617

Abstract

The Triple Elimination Program aims to prevent the transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from mother to child. In Rokan Hilir Regency, screening coverage remains low: hepatitis B (42.2%), HIV (38%), and syphilis (48.3%). Bantaian Health Center has the lowest coverage, while Bagan Batu Health Center has the highest. A thorough evaluation is needed to improve program performance using the Malcolm Baldrige approach. This study aims to evaluate the performance of the triple elimination program for pregnant women at the Rokan Hilir District Health Office in 2024, employing a mixed-method explanatory sequential design. The sample consisted of 40 respondents and 9 stakeholders as informants. Triangulation was applied to sources, methods, and data. The results show that most respondents rated program leadership as high (57.5%), while strategic planning (52.5%), patient focus (62.5%), measurement and knowledge management (60%), team focus (55%), process focus (57.5%), and performance results (60%) were rated low. Qualitatively, program leadership demonstrated strong commitment. Program planning is based on technical guidelines and BOK funds, with limitations in APBD budget allocations. Education and collaboration with community leaders have been implemented. However, the program has not focused on patients and is not widely recognized by the community. Staff at Bantaian and Bagan Batu Health Centers enthusiastically implement the program despite limited human resources, introducing innovations and conducting regular evaluations. The program is developed through coordination meetings, data analysis, and cadre training. Key factors for achieving targets include case monitoring, health education, cross-sector collaboration, and periodic evaluations. Health centers need to expand education and socialization on the importance of triple elimination screening, supported by integrated coordination between the Health Office and related agencies (OPD).
GENHEALTH: A Peer Education-Based Healthy Youth Campaign to Improve Non-Communicable Disease Prevention Literacy among Students in High Schools in Riau Province: GENHEALTH: Kampanye Gerakan Remaja Sehat melalui Peer Education untuk Meningkatkan Literasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Sekolah Menengah Atas di Provinsi Riau Emy leonita Leonita; Herniwanti; Oktavia Dewi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2602

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang mulai meningkat pada kelompok usia remaja akibat perubahan pola hidup dan rendahnya literasi kesehatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif yang melibatkan remaja secara aktif sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pencegahan PTM melalui implementasi Program GENHEALTH berbasis peer education. Sasaran kegiatan adalah 200 siswa SMAN Plus Provinsi Riau dengan melibatkan 10 siswa sebagai Duta GENHEALTH. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan interaktif, pelatihan peer educator, pengembangan media promosi kesehatan berbasis visual dan digital berupa buku saku CERDIK, poster, infografis, kampanye media sosial, serta Mini Health Check Day bekerja sama dengan puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 26% menjadi 69%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 30% menjadi 6%. Selain itu, terbentuk 10 Duta GENHEALTH yang berperan sebagai agen promosi kesehatan di sekolah serta tersedianya media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program GENHEALTH terbukti mampu meningkatkan literasi kesehatan remaja mengenai pencegahan PTM serta berpotensi direplikasi sebagai model promosi kesehatan berbasis sekolah. Abstract  Non-communicable diseases (NCDs) have become an increasing public health concern among adolescents due to unhealthy lifestyles and limited health literacy. These conditions highlight the need for health promotion and preventive strategies that actively engage adolescents as agents of change within the school setting. This community service program aimed to improve adolescents' literacy on NCD prevention through the implementation of the GENHEALTH program based on a peer education approach. The program involved 200 students from SMAN Plus Riau Province, including 10 selected students trained as GENHEALTH Ambassadors. The intervention consisted of interactive health education sessions, peer educator training, development of visual and digital health promotion media, including the CERDIK pocketbook, posters, infographics, social media campaigns, and a Mini Health Check Day conducted in collaboration with the local primary healthcare center. Program effectiveness was evaluated using a pre-test and post-test design to assess changes in participants' knowledge. The results demonstrated an increase in the proportion of students with good knowledge from 26% to 69%, while the proportion with poor knowledge decreased from 30% to 6%. In addition, ten GENHEALTH Ambassadors were successfully established to sustain health promotion activities within the school. The GENHEALTH program effectively improved adolescents' health literacy regarding NCD prevention and has the potential to be replicated as a school-based health promotion model.
Increasing Medical Waste Management Literacy in Nursing and Midwifery Students at Hang Tuah University Pekanbaru: Peningkatan Literasi Pengelolaan Limbah Medis pada Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan Universitas Hang Tuah Pekanbaru oktavia Dewi; Herniwanti; Emy Leonita
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2613

Abstract

Medical waste is hazardous waste that may cause infections, occupational injuries, and environmental pollution if not managed appropriately. Nursing and midwifery students, as future healthcare professionals, should acquire adequate medical waste management literacy during their academic training. This community service program aimed to improve students' literacy on medical waste management through interactive health education and simulation-based training. The program was conducted on 13 October 2025 at Universitas Hang Tuah Pekanbaru and involved 10 nursing and midwifery students selected using purposive sampling. The intervention consisted of a pre-test, educational sessions, medical waste segregation simulation, group discussion, and a post-test. The results showed that the mean knowledge score increased from 32.8 before the intervention to 56.4 after the intervention, representing an improvement of 21.8 points. The greatest improvement was observed in infectious waste and sharps waste management, while knowledge related to Needlestick Injury (NSI), Personal Protective Equipment (PPE), and PostExposure Prophylaxis (PEP) required further reinforcement through repeated simulation-based training. Most participants also reported high satisfaction with both the educational content and learning methods. This program effectively improved medical waste management literacy and may serve as a simulation-based educational model for strengthening occupational safety competencies among future healthcare professionals.   Abstrak Limbah medis merupakan limbah berbahaya yang berpotensi menimbulkan infeksi, cedera, dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar. Mahasiswa keperawatan dan kebidanan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki literasi pengelolaan limbah medis sejak masa pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pengelolaan limbah medis melalui penyuluhan interaktif dan pelatihan berbasis simulasi. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Oktober 2025 di Universitas Hang Tuah Pekanbaru dengan melibatkan 10 mahasiswa keperawatan dan kebidanan yang dipilih secara purposif. Intervensi meliputi pre-test, penyampaian materi, simulasi segregasi limbah medis, diskusi, dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 32,8 menjadi 56,4, atau meningkat sebesar 21,8 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada materi limbah infeksius dan limbah tajam, sedangkan materi mengenai Needlestick Injury (NSI), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan Post Exposure Prophylaxis (PEP) masih memerlukan penguatan melalui pelatihan lanjutan. Sebagian besar peserta juga menyatakan sangat puas terhadap materi dan metode pembelajaran yang diberikan. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi pengelolaan limbah medis pada calon tenaga kesehatan dan berpotensi diintegrasikan sebagai pembelajaran berbasis simulasi dalam pendidikan keperawatan dan kebidanan.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Adrian Mulya Afni Handayani Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Alhidayati Ardianti Ardianti Arif Tri Wardoyo Ariska Muliani Awaliyah Ulfa Ayuliana Angraini Bambang Setiaji Benny Yulianto Budi Hartono Budi Hartono Christine Vita Gloria Purba Denai Wahyuni Dendi Zulheri Desvita Anzelina Devis, Yesica Dewi Hayati Prabu Dewi Prabu Hayati Diah Elvira Syafruddin Elmia Kursani Erna Fitriah Erna Tresnanengsih Eva Mayasari Fajriyati, Auliya Hajrawati Hajrawati Harvandy Anwar Harvandy Anwir Herland Suhendyana Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Igha Viorela Br Karo Sekali Ikhtiyaruddin Irwan Muryanto Irwan Muryanto Iswanto, Al Syukri Jasrida Yunita Jeffry Kurniawan Jepisah, Doni Juli Selvi Yenti Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto Kharisma Yuhana Kiswanto Kiswanto Linda, Nuraliza May M. Fadil Amirullah Maharani, Riri MAHFHIROH, INTAN Marlina, Hastuti Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Muhammad Rahmad Nadya Hasnafi Inra Nila Puspita Sari Nila Puspita Sari Nizwardi Jalinus Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nora Hesvita Sari Nur Alifah Nurhidayah Nurlian Nurlian Nurlisis, Nurlisis Nurul Anisha Hakim Nurul Fitri Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Popi Purnama Sari Prasika Nilasari Pratiwi, Yuharika Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Rafni Nashabila Rahayu, Endang Purnawati Rahmi Utamiasari Ranti Puspa Lestari Rany, Novita Rara Rahmadani Ratna Juwita Raviola Raviola Renaldi, Reno Riauni Syaputri Rika Mianna Rinda Savira, Resky Riri Maharani Rosdinah Rosdinah Said Mardani Said Mardani Salmiyenti yenti Sari, Siska Mayang Sri Desfita, Sri Suci Badriyana Sugiyarningsih Sugiyarningsih Syafrani Syafrani Syukaisih Toni Winata Tri Krianto Karjoso Triyana Triyana Vita, GP, Christine Yessi Harnani Yuda Irawan Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zainal Abidin Zainal Abidin Zulfan Saam