Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi dan Promosi Kesehatan Sebagai Upaya Penurunan Anemia pada Remaja Putri di Kabupaten Indragiri Hulu Arif Tri Wardoyo; Emy Leonita; Said Mardani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h4j8bb73

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk di Kabupaten Indragiri Hulu, meskipun cakupan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah mencapai 85,7%. Tingginya prevalensi anemia sebesar 32,9% mengindikasikan belum optimalnya strategi promosi kesehatan yang diterapkan. Kegiatan residensi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri di Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2025. Metode dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan data. Analisis data menggunakan pendekatan problem solving cycle, meliputi analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, serta analisis akar masalah menggunakan fishbone. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingginya prevalensi anemia dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan konsumsi TTD, metode edukasi yang kurang menarik, keterbatasan media promosi, serta lemahnya dukungan dan monitoring di sekolah. Kesimpulan menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan perlu diperkuat melalui pendekatan edukasi partisipatif, pemanfaatan media digital, penguatan peran guru UKS dan kader sebaya, serta monitoring konsumsi TTD yang terintegrasi untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.
Optimalisasi Kompetensi Tenaga Promosi Kesehatan dalam Pengembangan Media PKRS di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Nur Alifah; Emy Leonita; Dewi Hayati Prabu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2847nr64

Abstract

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan komponen strategis dalam mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta pengembangan media yang efektif, namun implementasinya masih menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada kompetensi pengembangan media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya peningkatan kapasitas tenaga promosi kesehatan dalam pengembangan media di Instalasi PKRS RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, serta analisis data menggunakan pendekatan problem solving cycle dan analisis tematik. Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Hasil residensi menunjukkan bahwa pelaksanaan PKRS telah berjalan rutin melalui berbagai media cetak, elektronik, dan digital, namun belum optimal akibat keterbatasan kompetensi digital editing, keterbatasan sarana prasarana pendukung, alokasi anggaran yang belum mandiri, serta belum adanya sistem evaluasi program yang terstruktur. Intervensi yang dirancang meliputi pelatihan pengembangan media berbasis digital, optimalisasi pemanfaatan aplikasi desain sederhana, serta penguatan perencanaan dan evaluasi program PKRS. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga promosi kesehatan melalui pelatihan terarah, dukungan manajerial, dan penguatan sistem evaluasi merupakan strategi kunci untuk meningkatkan efektivitas pengembangan media PKRS dan memperkuat peran rumah sakit dalam perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
Penguatan Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Indragiri Hulu Ratna Juwita; Emy Leonita; Said Mardani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b7bag289

Abstract

Puskesmas Umban Sari merupakan salah satu fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru yang melaksanakan layanan vaksinasi Covid-19. Dalam layanan vaksinasi Covid- 19 telah melaksanakan sesuai aturan yang ada dengan menerapkan alur layanan 2 meja. Pada pelaksanaan layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi layanan vaksinasi Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui informasi yang mendalam tentang mengimplementasian layanan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Umban Sari Kota Pekanbaru Tahun 2022. Hasil kegiatan dari implementasi layanan vaksinasi Covid-19 terdapat beberapa kendala antara lain belum tercukupinya tenaga kesehatan pada pelaksanaan vaksinasi, belum adanya anggaran khusus yang berasal dari anggaran Puskesmas, sarana dan prasarana puskesmas yang belum mencukupi dan memadai. Penerapan alur vaksin sudah sesuai dengan peraturan yang ada serta pemberian informasi tentang Covid-19 yang baik kepada masyarakat dan adanya inovasi-inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan layanan vaksinasi secara maksimal. Dalam mengatasi kendala yang ada Puskesmas perlu melakukan perbaikan dari segi ketenagaan dengan membuat rencana kebutuhan tenaga yang belum mencukupi, memasukkan anggaran khusus pada anggaran Puskesmas jika terjadi bencana, penyusunan SK Tim yang sesuai dengan keperluan yang ada, mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kota untuk melakukan renovasi Puskesmas atau memindahkan Puskesmas.
Optimalisasi Aplikasi Mirai Sebagai Media Promosi Kesehatan di RSUD Arifin Achmad Erna Fitriah; Emy Leonita; Dewi Prabu Hayati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3599ak74

Abstract

Transformasi digital kesehatan mendorong rumah sakit mengintegrasikan layanan administratif, klinis, dan edukatif berbasis teknologi. RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah mengembangkan aplikasi MIRAI sebagai platform layanan digital, namun pemanfaatannya masih terbatas pada aspek administratif dan belum mendukung promosi kesehatan. Tujuan menganalisis kebutuhan dan potensi pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI sebagai upaya memperkuat fungsi promotif dan preventif rumah sakit. Metode melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, dan telaah dokumen. Informan dipilih secara purposive dari unsur PKRS, tim teknologi informasi, tenaga kesehatan, dan pengguna aplikasi. Analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil menunjukkan bahwa tingginya tingkat penggunaan aplikasi MIRAI belum diimbangi dengan ketersediaan konten edukasi kesehatan digital, lemahnya integrasi PKRS dengan sistem aplikasi, serta keterbatasan kebijakan dan sumber daya pendukung. Potensi pengembangan fitur promosi kesehatan sangat besar mengingat tingginya akses pengguna, kesiapan infrastruktur digital, dan dukungan manajemen rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan fitur promosi kesehatan dalam aplikasi MIRAI merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan literasi kesehatan, keterlibatan pasien, dan mutu pelayanan rumah sakit menuju Health Promoting Hospital berbasis digital.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks dan kanker Payudara Melalui Program IVA-Sadanis di Puskesmas Tembilahan kota Nora Hesvita Sari; Emy Leonita; Rosdinah Rosdinah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hdepgb51

Abstract

Kanker leher rahim dan kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama pada perempuan, terutama di negara berkembang, akibat rendahnya cakupan deteksi dini. Di Indonesia, capaian pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) masih berada di bawah target nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir. Promosi kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi perempuan terhadap layanan deteksi dini kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara (IVA–SADANIS) di Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2025.  Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan kunci, meliputi kepala puskesmas, penanggung jawab program, petugas promosi kesehatan, kader, serta wanita usia 30–50 tahun. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan dengan analisis situasi, penentuan prioritas masalah, dan fishbone analysis. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya cakupan pemeriksaan IVA–SADANIS dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan sasaran, hambatan sosial budaya, rasa takut dan stigma, belum optimalnya integrasi kegiatan promosi kesehatan, serta keterbatasan sumber daya. Kegiatan promosi kesehatan masih bersifat insidental dan belum terintegrasi secara berkelanjutan dalam pelayanan rutin puskesmas. Penguatan strategi promosi kesehatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan, bina suasana, advokasi, dan kemitraan sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi IVA–SADANIS dan memperluas cakupan deteksi dini kanker.
Optimalisasi Pengawasan Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD) Dalam Pelayanan Estetika Untuk Menjamin Keselamatan Pasien Diah Elvira Syafruddin; Jasrida Yunita; Hetty Ismainar; Oktavia Dewi; Emy Leonita; Dendi Zulheri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1vhyp548

Abstract

Medical aesthetic services in Indonesia, particularly in Pekanbaru City, have developed rapidly and require effective supervision to ensure service quality and patient safety. This community service activity aimed to improve the understanding and compliance of Independent Medical Practice Clinics (TPMD) in providing aesthetic services in accordance with healthcare standards and regulations. The implementation methods included socialization, education, mentoring, field observation, and discussions involving the Pekanbaru City Health Office, professional organizations, and physicians responsible for aesthetic TPMD. The activities were conducted using a participatory approach focusing on licensing, the use of approved medicines and medical devices, service standards, recording and reporting systems, and patient safety. The results showed that several challenges remain in the supervision of aesthetic TPMD, including limited human resources, inadequate facilities and infrastructure, and insufficient budget support. In addition, regulations related to aesthetic practice are still general in nature, while supervision activities tend to be administrative and incidental. TPMD understanding regarding aesthetic service standards and patient safety was also found to be suboptimal. Through this activity, participants demonstrated improved knowledge regarding safe and legal aesthetic practice standards and the importance of compliance with healthcare regulations. This community service activity is expected to strengthen collaboration among the Health Office, professional organizations, and TPMD in improving supervision effectiveness, service quality, and patient safety in medical aesthetic services in Pekanbaru City
Implementasi Program GERMAS untuk Meningkatkan Personal Hygiene dan PHBS Lansia Secara Berkelanjutan Herniwanti Herniwanti; Oktavia Dewi; Emy Leonita; Rafni Nashabila
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i3.5802

Abstract

Purpose: This study aimed to improve personal hygiene practices and Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) among elderly individuals through a structured health education program integrated with Indonesia’s national Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). The program focused on increasing awareness, encouraging healthy daily habits, and supporting independence among older adults. Methodology/Approach: The program was implemented in Sungai Kamuyang Village, West Sumatra, using a community-based home-visit approach. Health education was delivered through brief counseling and demonstrations of personal hygiene practices, accompanied by the distribution of hygiene kits. Observations of household sanitation conditions and daily hygiene routines were conducted, and data were collected through short interviews and field notes with assistance from local health cadres. Results/Findings: The intervention resulted in positive behavioral changes. Approximately 85% of participants demonstrated improved understanding of PHBS principles, 80% practiced regular personal hygiene routines, and 60% engaged in light physical activity. However, only 40% reported routine health check-ups, and nearly half of the households still lacked adequate sanitation facilities, indicating ongoing environmental and service-related barriers. Conclusions: The program effectively improved elderly hygiene practices and PHBS awareness, though barriers like sanitation and health check-ups remain. Further research is needed. Limitations: The study was limited by a small sample size and a short implementation period, which may restrict the generalizability of the findings. Contributions: This study provides practical evidence for public health practitioners, community health workers, and policymakers on the effectiveness of home-based education integrated with GERMAS in promoting healthy behaviors among the elderly.
Performance Analysis of The Triple Elimination Checking Programme for Pregnant Mothers in Antenatal Care at The Dinas Health District of Rokan Hilir Year 2024 Riauni Syaputri; Budi Hartono; Emy Leonita; Novita Rany; Doni Jepisah
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1617

Abstract

The Triple Elimination Program aims to prevent the transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from mother to child. In Rokan Hilir Regency, screening coverage remains low: hepatitis B (42.2%), HIV (38%), and syphilis (48.3%). Bantaian Health Center has the lowest coverage, while Bagan Batu Health Center has the highest. A thorough evaluation is needed to improve program performance using the Malcolm Baldrige approach. This study aims to evaluate the performance of the triple elimination program for pregnant women at the Rokan Hilir District Health Office in 2024, employing a mixed-method explanatory sequential design. The sample consisted of 40 respondents and 9 stakeholders as informants. Triangulation was applied to sources, methods, and data. The results show that most respondents rated program leadership as high (57.5%), while strategic planning (52.5%), patient focus (62.5%), measurement and knowledge management (60%), team focus (55%), process focus (57.5%), and performance results (60%) were rated low. Qualitatively, program leadership demonstrated strong commitment. Program planning is based on technical guidelines and BOK funds, with limitations in APBD budget allocations. Education and collaboration with community leaders have been implemented. However, the program has not focused on patients and is not widely recognized by the community. Staff at Bantaian and Bagan Batu Health Centers enthusiastically implement the program despite limited human resources, introducing innovations and conducting regular evaluations. The program is developed through coordination meetings, data analysis, and cadre training. Key factors for achieving targets include case monitoring, health education, cross-sector collaboration, and periodic evaluations. Health centers need to expand education and socialization on the importance of triple elimination screening, supported by integrated coordination between the Health Office and related agencies (OPD).
Analisa Waste Waktu Tunggu Menggunakan Pendekatan Lean Pada Depo Farmasi Rawat Jalan Elfizon Amir; Budi Hartono; Emy Leonita; Hetty Ismainar; Abdurrahman Hamid; Adrian Mulya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22777

Abstract

Waktu tunggu layanan farmasi merupakan salah satu indikator mutu layanan di rumah sakit.  Kemenkes menetapkan standar waktu pelayanan resep  untuk obat jadi di Depo Farmasi tidak lebih dari 30 menit dan obat racik tidak lebih dari 60 menit.  Hasil rekapan waktu tunggu depo farmasi rawat jalan RS Az Zahra Ujung Batu selama tahun 2024 menunjukkan masih di atas standar pelayanan minimal yang ditetapkan Kemenkes. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis waste serta memahami pendekatan Lean Hospital sebagai solusi perbaikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi dan wawancara mendalam.   Hasil penelitian mendapatkan bahwa waste waktu kritis utama adalah waste sumber daya manusia (SDM) dan waktu tunggu (waste waiting).  Penyebabnya adalah distribusi tenaga yang tidak merata, prosedur administrasi yang tidak efisien, sistem informasi yang tidak optimal dan kurangnya peralatan penunjang.  Menggunakan Lean Hospital melalui pemetaan Value Stream Mapping (VSM) dapat diidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan dapat disusun strategi pengurangan waste.  Kesimpulan, Waste terjadi pada aspek sumber daya manusia dan waktu tunggu (waste waiting) akibat sistem pelayanan yang belum optimal serta keterbatasan fasilitas.   
The Relationship of Community-Based Total Sanitation with Stunting Incidences in Toddlers Auliya Fajriyati; Novita Rany; Jasrida Yunita; Oktavia Dewi; Emy Leonita
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6 No. 3 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.538 KB)

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. The prevalence of stunting in Riau Province in 2019 based on survey data on the nutritional status of Indonesian toddlers was 23.7%, at the Sidomulyo Health Center there were 161 stunting toddlers and the results of the study found stunting toddlers 36.9%. The purpose of this study was to determine the relationship between Community Based Total Sanitation (cbts) and the incidence of stunting in children under five in the working area of the Sidomulyo Health Center Pekanbaru City in 2021.Subjects and Method: The cross-sectional study was conducted in the working area of the Sidomulyo Public Health Center, Pekanbaru, Riau, Sumatra from July to August 2021. A total of 163 subjects were selected in this study using a purposive sampling technique. The dependent variable is the incidence of stunting. The independent variables are open defecation (stop defeca­tion), hand washing with soap, household drinking water and food management, household waste protection, and household liquid waste protection. Data were collected using a questionnaire and analyzed using chi-square test and multiple regression test.Results: Open defecation (OR= 20.25; 95% CI= 6.59 to 62.15; p<0.001), household waste management (OR= 13.84; 95% CI= 6.27 to 30.55; p<0.001), household waste (OR= 11.91; 95% CI= 5.53 to 25.58; p<0.001) associated with stunting and was statistically significant.Conclusion: Open defecation, household waste, household waste are associated with stunting and are statistically significant.Keywords: toddler, Community Based Total Sanitation, stuntingCorrespondence:Auliya Fajriyati. School of Health Sciences Hang Tuah, Pekanbaru, Indonesia. Jl. Mustafa Sari No.5, Tengkerang Selatan, Bukit Raya, Pekanbaru, Riau. Email: auliyafrh@gmail.com. Mobile: +6281261668168.Journal of Health Promotion and Behavior (2021), 06(03): 224-232DOI: https://doi.org/10.26911/thejhpb.2021.06.03.06 
Co-Authors Abdurrahman Hamid Abdurrahman Hamid Adrian Mulya Adrian Mulya Afni Handayani Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Alhidayati Ardianti Ardianti Arif Tri Wardoyo Ariska Muliani Auliya Fajriyati Awaliyah Ulfa Ayuliana Angraini Bambang Setiaji Benny Yulianto Budi Hartono Budi Hartono Budi Hartono Christine Vita Gloria Purba Denai Wahyuni Dendi Zulheri Desvita Anzelina Devis, Yesica Dewi Hayati Prabu Dewi Prabu Hayati Diah Elvira Syafruddin Elfizon Amir Elmia Kursani Erna Fitriah Erna Tresnanengsih Eva Mayasari Fajriyati, Auliya Hajrawati Hajrawati Harvandy Anwar Harvandy Anwir Herland Suhendyana Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Igha Viorela Br Karo Sekali Ikhtiyaruddin Irwan Muryanto Irwan Muryanto Iswanto, Al Syukri Jeffry Kurniawan Jepisah, Doni Juli Selvi Yenti Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto Kharisma Yuhana Kiswanto Kiswanto Linda, Nuraliza May M. Fadil Amirullah Maharani, Riri MAHFHIROH, INTAN Marlina, Hastuti Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Muhammad Rahmad Nadya Hasnafi Inra Nila Puspita Sari Nila Puspita Sari Nizwardi Jalinus Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nora Hesvita Sari Novita Rany Nur Alifah Nurhidayah Nurlian Nurlian Nurlisis, Nurlisis Nuromaito Siregar Nurul Anisha Hakim Nurul Fitri Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Popi Purnama Sari Prasika Nilasari Pratiwi, Yuharika Predy Predy Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Rafni Nashabila Rafni Nashabila Rahayu, Endang Purnawati Rahmi Utamiasari Ranti Puspa Lestari Rara Rahmadani Ratna Juwita Raviola Raviola Renaldi, Reno Riauni Syaputri Rika Mianna Rinda Savira, Resky Riri Maharani Rosdinah Rosdinah Said Mardani Said Mardani Salmiyenti yenti Sari, Siska Mayang Sri Desfita, Sri Suci Badriyana Sugiyarningsih Sugiyarningsih Syafrani Syafrani Syukaisih Toni Winata Tri Krianto Karjoso Triyana Triyana Vita, GP, Christine Yessi Harnani Yuda Irawan Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zainal Abidin Zainal Abidin Zulfan Saam