Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGENDALIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI KOTA PEKANBARU TAHUN 2025 Nurhidayah; Emy Leonita; Elmia Kursani
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3111

Abstract

Hipertensi  merupakan  penyakit  kelainan  pada  jantung  dan pembuluh darah  yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia menunjukkan 34,1% dari penduduk dewasa mengalami hipertensi. Berdasarkan data rekapitulasi 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Rejosari tahun 2024, diketahui bahwa hipertensi merupakan peringkat tertinggi dengan kasus terbanyak yang tercatat sebesar 844 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengendalian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Adapun jumlah sampel diambil dari keseluruhan jumlah populasi yaitu sebanyak 80 responden (accidental sampling). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariate mengunakan uji chi-square . Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki perilaku yang tidak mengendalikan hipertensi sebanyak 53,7% dan mengendalikan hipertensi sebanyak 46,3%. analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (P-value = 0,030), sosial ekonomi (p-value = 0,017), pelayanan kesehatan (p-value = 0,031), dukungan keluarga dan lingkungan sekitar (p-value = 0,031) dengan pengendalian hipertensi. Disarankan agar pasien hipertensi rutin memeriksakan tekanan darah, memanfaatkan layanan seperti Posbindu atau Prolanis, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pengobatan dan edukasi yang sesuai kemampuan. Pasien juga dianjurkan melibatkan keluarga dalam pengingat minum obat, penyediaan makanan sehat, dan pembentukan aktifitas fisik yang teratur
ANALYSIS OF THE LOW UTILIZATION OF MOBILE JKN ADOPTION FOR PATIENT REGISTRATION AT DUMAI GENERAL HOSPITAL IN 2025 Suci Badriyana; Emy Leonita; Kiswanto Kiswanto; Reno Renaldi; Doni Jepisah
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.21777

Abstract

Digital transformation in healthcare has become a major focus of the Indonesian government through the development of the Mobile JKN application by BPJS Kesehatan. However, at Dumai General Hospital (RSUD Dumai), the utilization rate of this application remains low. This study aims to analyze the factors contributing to the low adoption of Mobile JKN in patient registration using the Innovation Resistance Theory (IRT) by Ram and Sheth (1989), which includes five dimensions: Usage Barrier, Value Barrier, Risk Barrier, Tradition Barrier, and Image Barrier. The research applied a qualitative case study approach involving key informants consisting of both users and non-users of Mobile JKN, as well as hospital registration staff. Data were collected through in-depth interviews and field observations, then analyzed thematically. The findings show that low adoption is influenced by limited digital literacy among elderly patients (Usage Barrier), perceptions that manual registration is faster (Value Barrier), concerns about data security and technical issues (Risk Barrier), strong preference for face-to-face interactions (Tradition Barrier), and the negative image of the application due to system errors and insufficient socialization (Image Barrier).
Environmental Health Surveillance of Household Drinking Water in Buluh Cina Village, a Riverine Rural Community along the Kampar River, Indonesia Herniwanti Herniwanti; Oktavia Dewi; Emy Leonita; Rafni Nashabila; Rahmi Utamiasari
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 1 (2026): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i1.26760

Abstract

Access to safe household drinking water remains a major environmental health concern in riverine rural communities that rely on untreated groundwater and refill water sources. Buluh Cina Village, located along the Kampar River in Riau Province, depends largely on shallow wells and refilled drinking water stations, many of which lack adequate disinfection and routine monitoring. This study aimed to conduct an integrated environmental health surveillance of household drinking water quality in Buluh Cina Village to identify microbiological and physicochemical risks relevant to local public health action. A cross-sectional surveillance study was conducted by collecting 30 water samples from points of access (supply) and 30 samples from points of use (ready-to-drink) in selected households using stratified random sampling. Laboratory analyses assessed microbiological parameters (Escherichia coli and Total Coliform), physical parameters (turbidity, color, and pH), and chemical parameters (iron, manganese, and residual chlorine), following the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2/2023. Overall, 91.7% of samples did not meet national drinking water quality standards. Microbiological contamination was detected at both sampling points, with Escherichia coli present in 33.3% of PA samples and 46.7% of PU samples, and total coliform contamination in 53.3% of PA samples and 63.3% of PU samples. However, the differences between PA and PU were not statistically significant. Residual chlorine was absent or below the recommended level in 70% of samples, while turbidity, abnormal pH, and elevated iron and manganese were also observed. These findings indicate significant environmental health risks associated with household drinking water in this riverine rural community. Priority public health actions include improving safe household water storage practices, increasing uptake of point-of-use disinfection, strengthening routine monitoring of refill drinking water depots, and integrating drinking water surveillance into primary health care center (puskesmas)-based environmental health workflows. This study provides locally grounded evidence to support targeted interventions for improving drinking water safety in riverine rural settings Keywords:  Buluh Cina Village, Drinking Water Quality, Environmental Health Surveillance, Household Water Safety, Kampar River
Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Eva Mayasari; Jasrida Yunita; Mitra Mitra; Emy Leonita; Rika Mianna; Nila Puspita Sari; M. Fadil Amirullah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/29qjq237

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan, baik dari segi biaya, fasilitas, maupun informasi. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi salah satu upaya solutif yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dilaksanakan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong perilaku preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tatap muka yang disampaikan oleh tim pelaksana. Materi yang diberikan meliputi penjelasan mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala, informasi tentang program PKG yang dapat diakses masyarakat, serta langkah-langkah praktis untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Satu Sehat. Peserta diberikan panduan langsung melalui tampilan layar proyektor, disertai sesi tanya jawab interaktif guna memastikan pemahaman peserta terhadap informasi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Sebanyak 10 peserta berhasil mengunduh aplikasi Satu Sehat, sementara sisanya menyatakan akan meminta bantuan keluarga karena keterbatasan penggunaan smartphone. Peserta merespons positif kegiatan ini dan menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan yang berkelanjutan dan terjangkau.
Peningkatan Perilaku Ibu Hamil Melalui Strategi Promosi Kesehatan pada Program ANC di Puskesmas Meral Kabupaten Karimun Sugiyarningsih Sugiyarningsih; Emy Leonita; Yessi Harnani; Oktavia Dewi; Herniwanti Herniwanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w62m3618

Abstract

The behavior of pregnant women in conducting ANC visits remains a challenge in the success of the ANC program. The behavior of pregnant women visiting ANC remains a challenge at the Meral Community Health Center, with coverage of K1 (75.3%), K4 (69.3%), and K6 (64.3%) not meeting the 2024 SPM. This study aims to analyze maternal behavioral factors and health promotion strategies in the 2025 ANC program using a mixed method convergent design. The sample consisted of 130 respondents, 5 stakeholders, and 5 postpartum mothers. Quantitative analysis used multiple logistic regression, while qualitative analysis used triangulation of sources, methods, and data. This study found that K1 was 88.5%, K4 was 85.4%, and K6 was 43.8%. There is a significant relationship between knowledge (p=0.018, POR=6.610, CI: 1.383-31.672), attitude (p=0.002, POR=3.550, CI: 1.574-8.008), and husband's support (p=0.003, POR=3.395, CI: 1.558-8.292) with the behavior of pregnant women. Knowledge is the most dominant factor (POR=6.610). Advocacy is carried out through cross-sector workshops and budget submissions to the Regent/BPKAD, although participation is still low. Cultivating an atmosphere supported by facilities such as air conditioning, priority services, and ultrasound, but educational media are not optimal. Empowerment has been carried out, but human resources are limited. Cross-sector partnerships exist, but coordination and understanding are still weak. Meral Health Center needs to develop community-based innovations integrated with education, family support, and service digitalization
Penguatan Retensi Tenaga Kefarmasian Melalui Peningkatan Kepuasan Kerja dan Pengelolaan Stres Kerja di Provinsi Riau Nurul Anisha Hakim; Emy Leonita; Agus Alamsyah; Jasrida Yunita; Hetty Ismainar; Adrian Mulya
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cb9ep540

Abstract

Tingginya turnover intention pada tenaga kefarmasian dapat berdampak terhadap penurunan mutu pelayanan kesehatan, terganggunya kontinuitas pelayanan, serta ketidakstabilan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena tingginya keinginan berpindah kerja dapat memengaruhi efektivitas pelayanan dan kinerja organisasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan retensi tenaga kefarmasian melalui penguatan kepuasan kerja, pengelolaan stres kerja, dan peningkatan motivasi kerja tenaga kefarmasian di Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui edukasi manajemen stres kerja, penyuluhan mengenai pentingnya kepuasan kerja dan loyalitas organisasi, diskusi kelompok terkait permasalahan di lingkungan kerja, serta pemberian motivasi tentang pengembangan karir dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat. Sasaran kegiatan adalah tenaga kefarmasian yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Riau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa turnover intention pada tenaga kefarmasian dipengaruhi oleh ketidakpuasan kerja, stres kerja, usia muda, dan status pekerjaan, dengan kepuasan kerja menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi keinginan berpindah kerja. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pengelolaan stres, peningkatan motivasi kerja, pentingnya dukungan organisasi, serta pengembangan karir sebagai upaya meningkatkan retensi tenaga kefarmasian. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu institusi kesehatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, penguatan komunikasi organisasi, dan pemberian penghargaan yang sesuai sehingga turnover intention tenaga kefarmasian dapat menurun.
Peningkatan Kepuasan Pengguna SIMRS iCARES Melalui Pendampingan dan Evaluasi System di RS Amalia Medika Nadya Hasnafi Inra; Hetty Ismainar; Budi Hartono; Emy Leonita; Kamali Zaman; Awaliyah Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/52dt6e38

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, mutu pelayanan, dan ketepatan dokumentasi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan SIMRS, memberikan pendampingan kepada pengguna, mengidentifikasi kendala yang dihadapi petugas, serta menyusun rekomendasi perbaikan sistem untuk mendukung optimalisasi pelayanan rumah sakit. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi penggunaan SIMRS pada unit pelayanan, pendampingan langsung kepada tenaga kesehatan dan petugas administrasi, diskusi kelompok, identifikasi kendala penggunaan sistem, serta evaluasi terhadap beberapa modul pelayanan. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pengguna dalam mengoperasikan SIMRS serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem sesuai kondisi pelayanan di rumah sakit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIMRS dinilai membantu mempercepat proses pelayanan, mempermudah pencatatan data pasien, serta mendukung efektivitas pekerjaan petugas. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti gangguan jaringan pada jam pelayanan sibuk, tampilan modul yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan pengguna, kesulitan pencarian rekam medis bayi, pencatatan nilai kritis, input hasil USG, serta proses rekonsiliasi obat yang belum optimal. Melalui kegiatan evaluasi dan pendampingan ini, pengguna memperoleh penguatan dalam pemanfaatan SIMRS dan rumah sakit memperoleh rekomendasi perbaikan sistem, terutama peningkatan stabilitas jaringan, evaluasi modul secara berkala, serta pengembangan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Edukasi Pencegahan Anemia Melalui Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru Ayuliana Angraini; Syafrani Syafrani; Budi Hartono; Emy Leonita; Kiswanto Kiswanto; Harvandy Anwar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6v4d5d52

Abstract

Pemberian TTD pada remaja putri dilakukan melalui UKS/M di institusi Pendidikan guna mengatasi prevalensi kejadian anemia pada remaja putri. Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2023 menunjukkan jumlah anemia remaja putri terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sail dengan jumlah 534 siswi. Salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sail adalah SMAN 9 Pekanbaru. Tujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru tahun 2025 yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2025. Variabel kegiatan meliputi pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan pihak sekolah (stakeholder), dan kesehatan. Metode menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang TTD telah tersebar luas, pemahaman yang mendalam dan kesadaran menjadi kunci konsumsi rutin. Sikap positif terhadap manfaat TTD, dukungan moral dari orang tua terutama ibu, serta peran aktif guru UKS dan edukasi yang konsisten di sekolah turut membentuk kepatuhan dan kebiasaan konsumsi. Selain itu, kesadaran terhadap kondisi kesehatan melalui pemeriksaan Hb juga menjadi faktor pendorong dalam menjaga konsumsi TTD secara teratur. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan siswi agar implemetasi program konsumsi TTD dapat berjalan dengan baik. Sekolah memberi edukasi, keluarga mendukung, dan siswi menjaga kesadaran diri terhadap pentingnya konsumsi TTD.
Optimalisasi strategi Promosi Kesehatan Dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil di UPT puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang KabupatenIndragiri Hilir Ardianti Ardianti; Emy Leonita; Herland Suhendyana
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/tjzavx21

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada meningkatnya risiko kesakitan ibu dan bayi. Prevalensi anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir masih tergolong tinggi dan belum mencapai target nasional, meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Kegiatan residensi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13–30 Oktober 2025 di UPT Puskesmas Kota Baru. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi Kepala Puskesmas, penanggung jawab program KIA, bidan koordinator, penanggung jawab promosi kesehatan, kader posyandu, Ketua PKK, dan ibu hamil yang mengalami anemia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, penentuan prioritas masalah dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone analysis, serta penyusunan alternatif pemecahan masalah. Hasil residensi menunjukkan bahwa tingginya prevalensi anemia disebabkan oleh rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe, keterbatasan media edukasi, kurangnya dukungan keluarga, serta belum optimalnya koordinasi lintas program. Intervensi promosi kesehatan melalui pemberdayaan ibu hamil, bina suasana keluarga, dan kemitraan lintas sektor menunjukkan potensi dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan ibu hamil. Disimpulkan bahwa penguatan strategi promosi kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan diperlukan untuk menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Baru.
Edukasi dan Promosi Kesehatan Sebagai Upaya Penurunan Anemia pada Remaja Putri di Kabupaten Indragiri Hulu Arif Tri Wardoyo; Emy Leonita; Said Mardani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h4j8bb73

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk di Kabupaten Indragiri Hulu, meskipun cakupan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah mencapai 85,7%. Tingginya prevalensi anemia sebesar 32,9% mengindikasikan belum optimalnya strategi promosi kesehatan yang diterapkan. Kegiatan residensi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri di Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2025. Metode dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan data. Analisis data menggunakan pendekatan problem solving cycle, meliputi analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas dengan metode USG, serta analisis akar masalah menggunakan fishbone. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingginya prevalensi anemia dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan konsumsi TTD, metode edukasi yang kurang menarik, keterbatasan media promosi, serta lemahnya dukungan dan monitoring di sekolah. Kesimpulan menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan perlu diperkuat melalui pendekatan edukasi partisipatif, pemanfaatan media digital, penguatan peran guru UKS dan kader sebaya, serta monitoring konsumsi TTD yang terintegrasi untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja putri.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Adrian Mulya Afni Handayani Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Alhidayati Ardianti Ardianti Arif Tri Wardoyo Ariska Muliani Awaliyah Ulfa Ayuliana Angraini Bambang Setiaji Benny Yulianto Budi Hartono Budi Hartono Christine Vita Gloria Purba Denai Wahyuni Dendi Zulheri Desvita Anzelina Devis, Yesica Dewi Hayati Prabu Dewi Prabu Hayati Diah Elvira Syafruddin Elmia Kursani Erna Fitriah Erna Tresnanengsih Eva Mayasari Fajriyati, Auliya Hajrawati Hajrawati Harvandy Anwar Harvandy Anwir Herland Suhendyana Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Hetty Ismainar Igha Viorela Br Karo Sekali Ikhtiyaruddin Irwan Muryanto Irwan Muryanto Iswanto, Al Syukri Jasrida Yunita Jeffry Kurniawan Jepisah, Doni Juli Selvi Yenti Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto Kharisma Yuhana Kiswanto Kiswanto Linda, Nuraliza May M. Fadil Amirullah Maharani, Riri MAHFHIROH, INTAN Marlina, Hastuti Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Muhammad Rahmad Nadya Hasnafi Inra Nila Puspita Sari Nila Puspita Sari Nizwardi Jalinus Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nopriadi Nora Hesvita Sari Nur Alifah Nurhidayah Nurlian Nurlian Nurlisis, Nurlisis Nurul Anisha Hakim Nurul Fitri Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Popi Purnama Sari Prasika Nilasari Pratiwi, Yuharika Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Rafni Nashabila Rahayu, Endang Purnawati Rahmi Utamiasari Ranti Puspa Lestari Rany, Novita Rara Rahmadani Ratna Juwita Raviola Raviola Renaldi, Reno Riauni Syaputri Rika Mianna Rinda Savira, Resky Riri Maharani Rosdinah Rosdinah Said Mardani Said Mardani Salmiyenti yenti Sari, Siska Mayang Sri Desfita, Sri Suci Badriyana Sugiyarningsih Sugiyarningsih Syafrani Syafrani Syukaisih Toni Winata Tri Krianto Karjoso Triyana Triyana Vita, GP, Christine Yessi Harnani Yuda Irawan Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zainal Abidin Zainal Abidin Zulfan Saam