p-Index From 2021 - 2026
4.883
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PERWUJUDAN TINDAK KESANTUNAN BERKOMENTAR PADA WACANA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (The embodiment of Politeness Acts Commenting on Instagram Social Media Discourse) Hari Kusmanto
SAWERIGADING Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i2.640

Abstract

AbstractThis research aims to describe the embodiment of politeness commenting followers of Jokowi’s Instagram account. The research data is the followers’ comments on Jokowi’s Instagram account that has politeness value. The data source is the follower comments on Jokowi’s Instagram account. The collecting data on this research uses the documentation and scrutinizing followed method by a competent free engagements (SBLC). Data analysis uses the intralingual and referential methods. The result of the research shows that the embodiment of politeness commenting that can be chosen to build a generation of character on media is to pay attention to the wishes of the speech partner, show confidence, use identity markers, give questions that are not trapping, involve the speech partners in speech activities, and intensify attention to the speech partners in speech. Citizens in commenting should use polite language and avoid using abusive language that triggers hostility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan kesantunan berkomentar followers akun Instagram Jokowi. Data penelitian ini berupa komentar-komentar followers dalam akun instagram Jokowi yang memiliki nilai kesantunan. Sumber datanya adalah komentar followers dalam akun instagram Jokowi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode simak dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode intralingual dan referensial. Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan berkomentar yang dapat dipilih untuk membangun generasi berkarakter dalam bermedia adalah memperhatikan keinginan mitra tutur, menunjukkan rasa percaya diri, menggunakan penanda identitas, memberikan pertanyaan yang tidak menjebak, melibatkan mitra tutur dalam aktivitas tuturan, dan mengintensifkan perhatian kepada mitra tutur dalam tuturan. Warganet dalam berkomentar hendaknya menggunakan bahasa-bahasa yang santun dan menghindari penggunaan bahasa kasar yang memicu permusuhan.
INDONESIAN LANGUAGE LEARNING FOR AUTISM CHILDREN IN INCLUSIVE SCHOOLS Hari Kusmanto
XXXXXXXX
Publisher : Universitas Negeri Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/inspiration.v3i1.21779

Abstract

Abstract: This study aims to describe Indonesian language learning for autism children in inclusive schools. The research approach is descriptive qualitative. The subjects of this study are Indonesian language teachers, Shadow Teacher, and autism children. The data collected in this study uses observation and interview methods. The data analysis of this study uses an interactive method. The results of this study shows that Indonesian language learning for autism children in inclusive schools is carried out with two class models, namely regular and special classes. The media used in learning uses picture media and learning by utilizing the school environment. Obstacles in the implementation of Indonesian language learning are psychological conditions of unstable autism children and differences in the abilities of autism children so there is a need for special assistance. Efforts made by schools are to compile individual learning programs, Smart Plans, and modify the subject matter based on the abilities of each student. It shows that SD Al-Firdaus can be used as
REALISASI TINDAK KESANTUNAN POSITIF DALAM WACANA AKADEMIK DI MEDIA SOSIAL BERPERSPEKTIF HUMANIS/POSITIVE POLITENESS OF ACADEMIC DISCOURSE TAKING PLACE IN SOCIAL MEDIA INTERACTION: A HUMANITY PERSPECTIVE Hari Kusmanto; Nadia Puji Ayu; Harun Joko Prayitno; Laili Etika Rahmawati; Dini Restiyanti Pratiwi; Tri Santoso
Aksara Vol 32, No 2 (2020): AKSARA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i2.454.323-338

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan mendeskripsikan wujud kesantunan berkomunikasi dalam media sosial WhatsApp antara mahasiswa dan dosen. Studi ini adalah kualitatif. Data dalam studi ini adalah kalimat-kalimat santun dalam wacana akademik di media sosial. Sumber data dalam studi ini adalah tuturan wacana akademik di media sosial. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data dalam studi ini dilakukan dengan metode padan intralingual; padan pragmatis dan diperkuat dengan teknik analisis kesantunan Brown dan Levinson berperspektif humanis. Hasil studi ini menunjukkan tindak kesantunan positif meliputi: (1) mengucapkan terima kasih sebagai penghormatan kepada mitra tutur, 48%; (2) memberikan pertanyaan sebagai wujud perhatian kepada mitra tutur, 8%; (3) memberikan informasi kepada mitra tutur sebagai wujud kepedulian, 18%; (4) menunjukkan keoptimisan kepada mitra tutur supaya termotivasi, 4%; (5) memberikan hadiah kepada mitra tutur dengan memberikan dukungan, 4%; (6) mengucapkan salam kepada mitra tutur sebagai upaya mendoakan kebaikan kepada mitra tutur, 8%; dan (7) menggunakan penanda identitas sebagai wujud menjalin solidaritas antara penutur dan mitra tutur, 10%. Hal ini menunjukkan mahasiswa memiliki sikap penghormatan yang tinggi kepada dosen dengan menunjukkan komunikasi bernada positif. Tindak kesantunan mengucapkan terima kasih, memberikan informasi yang dibutuhkan mitra tutur, menunjukkan sikap percaya diri, mengucapkan salam merupakan wujud komunikasi yang berperspektif humanis, yakni menjunjung nilai-nilai kemanusian. Penelitian ini bermanfaat dalam membangun komunikasi pembelajaran yang berorientasi pada kesantunan berbahasa yang memartabatkan nilai-nilai humanitas dalam pembelajaran. Kata kunci: kesantunan positif, akademik, media sosial, humanis Abstract This study aims to describe the form of politeness in communicating on WhatsApp social media between students and lecturers. This study is qualitative. The data in this study are polite sentences in academic discourse on social media. The data source in this study is the speech of academic discourse on social media. Data collection in this study uses the documentation method, refer to it, and proceed with note taking technique. Data analysis in this study was carried out using the intralingual equivalent method; pragmatic equivalent and strengthened by Brown and Levinson’s politeness analysis techniques with a sweet perspective. The results of this study show positive politeness actions include: (1) Thank you for the speech partner observer 48%; (2) giving questions as a form of attention to the speech partners 8%; (3) providing information to the speech partners as a form of concern 18%; (4) showing optimism for the speech partners to be motivated 4%; (5) giving gifts to speech partners by giving support 4%; (6) greeting the speech partners in an effort to pray for the kindness of the speech partners 8%; and (7) using identity markers as a form of establishing solidarity between the speaker and the speech partner 10%.. ISSN 0854-3283 (Print), ISSN 2580-0353 (Online) , Vol. 32, No. 2, Desember 2020 323 Realisasi Tindak Kesantunan Positif dalam Wacana Akademik di Media Sosial Berperspektif Humanitas Halaman 323 — 338 (Hari Kusmanto, Nadia P. Ayu, Harun J. Prayitno, Laili E. Rahmawati, Dini R. Pratiwi, dan Tri Santoso) This shows students have a high attitude of respect for lecturers by showing positive communication. Actions of thanksgiving, giving information needed by the speech partner, showing self-con dence, greeting is a form of communication with a humanist perspective, namely upholding human values. This research is useful in building learning communication that is oriented towards language politeness that digni es human values in learning. Keywords: positive politeness, academic, social media, humanity 
The Politeness Comments on The Indonesian President Jokowi Instagram Official Account Viewed From Politico Pragmatics and The Character Education Orientation in The Disruption Era Harun Joko Prayitno; Hari Kusmanto; Yakub Nasucha; Laili Etika Rahmawati; Norliza Jamaluddin; Samsuddin Samsuddin; Awla Akbar Ilma
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol 1, No. 2, July 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v1i2.8785

Abstract

Politeness of expression and character education are both crucial aspects, in the current era of disruption, especially concerning sociopragmatic political purposes. The realization of politeness acts of language in the context of communication and global communication has now penetrated without limits on social distance, time, and goals. The problem is the act of language in electronic media, especially Instagram, giving space to the user to be more open in expressing his goals and objectives, including to the president in relation to specific goals and politics. This study aims to identify the forms of positive politeness acts of followers' comments on President Jokowi's official Instagram account and describe the intent of politico pragmatic power of positive politeness of followers of Jokowi's Instagram accounts. The data source of this study was the speech of followers on the official Instagram account of Indonesian President Jokowi #MenujuIndonesiaMaju managed by the President's Digital Communication Team for the period October-November 2018. The study data were in the form of comments from Jokowi's Instagram account followers who had positive politico pragmatic politeness. The data collection technique was carried out using documentation, note-taking techniques, and continued with heuristic listening techniques. Data analysis was performed with an intralingual equivalent technique which was strengthened by an extra lingual equivalent and sharpened with Levinson's politeness analysis technique based on the principle of harmony in Javanese culture. The results of the study showed that the form of positive politeness acts that were most used by followers was by giving attention to the speech partners. Political propaganda power of dominant followers’ comments was in the form of the power to ask and support rather than the power of praise, the power of influence, the power of motivation, and the power of suggestion. It shows that Instagram account followers have an optimistic attitude towards Jokowi's leadership. Jokowi's managerial, and leadership performance has a positive face among followers. This power of praise, motivation, and advice is an essential component in the formation of children's character education in the current era of disruption of education.
Eksplorasi Hutan dalam Novel Anak Penyamun dalam Rimba Karya Mocthar Lubis: Kajian Ekokritik Tri Santoso; Widyastuti, Sri Harti; Wiyatmi, Wiyatmi; Kusmanto, Hari
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.18807

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hutan dalam novel Anak Penyamun dalam Rimba karya Mochtar Lubis dengan pendekatan ekokritik. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung deskripsi hutan, interaksi manusia dengan alam, dan elemen-elemen ekokritik. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen terhadap keseluruhan isi novel dengan cara membaca dan menelaah teks secara mendalam. Pembacaan dilakukan secara berulang untuk mengidentifikasi secara cermat bentuk-bentuk hubungan manusia dengan alam, deskripsi lingkungan, dan nilai-nilai ekologis dalam cerita. Seluruh kutipan yang relevan diberikan kode sehingga membentuk kategori awal analisis. Analisis data mengikuti model interaktif yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menemukan 1) konsep hutan rimba yang dibagi menjadi tiga, yakni a) hutan rimba yang lebat dan susah terjangkau oleh manusia, b) hutan sebagai tempat yang penuh keanekaragaman flora dan fauna yang memberikan nilai estetika kepada manusia, dan c) hutan sebagai tempat yang penuh dengan kesejukan dan keindahan untuk merenung, bermeditasi, dan mencari makna hidup, 2) Penelitian ini menemukan pergeseran makna perhutanan sosial, yakni a) hutan sebagai sarang penyamun yang menunjukkan persepsi manusia terhadap hutan dapat berubah seiring dengan waktu dan konteks sosial, dan b) hutan sebagai tempat penambangan ilegal yang menunjukkan manusia dapat merusak lingkungan demi kepentingan pribadi.
Developing a Peer Tutoring–Based Social Scaffolding Model in Project-Based Learning to Enhance University Students’ Academic Writing Skills Kusmanto, Hari; Purnomo, Eko; Santoso, Tri; Kamaluddin Mabruri, Zuniar; Gita Putri, Anisa; Setiyoningtiyas, Desy
Jurnal VARIDIKA Volume 38 No 3, December 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/varidika.v38i3.16081

Abstract

Increased focus on academic writing within higher education has not been matched by appropriate models of instruction that can bring about the collaborative learning and social scaffolding necessary for optimal student writing performance. The objectives of this study are (1) to analyse students’ needs and characteristics, (2) to develop a Project Based Learning of peer tutoring model as integrated social scaffolding in the academic writing instruction, and (3) to see the validity, practicality, and effectivity of the developed model. This study used a Research and Development (R&D) strategy in the 4D model (define, design, develop, and disseminate). One hundred twenty undergraduates participated in the study, which was conducted at Universitas Muhammadiyah Surakarta and UINSurakata in their academic writing courses. MethodsThe study used mixed methods to analyze data collected from needs analysis surveys, expert validation sheets, student response questionnaires, pre- and post-tests, interviews, and documentation. Results show that developed model has a high rate of validity (CVI = 0.94) & high rate of practicality (89.1%). Additionally, students improved significantly in their academic writing abilities from pretest (M = 54.62) to posttest (M = 76.14) over the course of several weeks, creating a gain of 21.52 (p <. 001; Cohen’s d = 1.98). This study shows that the improvement of students in academic writing was shown from the process and product quality with peer tutoring as social scaffolding implemented in PjBL model.
Linguistic Activism in Short Films on Social Media as an Effort to Promote the Javanese Language in The Digital Era Tri Santoso; Hari Kusmanto; Muhammad Syahriandi Adhantoro; Dartim; Duwi Saputro; Nindy Muji Utami
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14467

Abstract

The growth of YouTube has created new spaces for the use of the Javanese language as a cultural and political practice. In this context, Javanese emerges as a form of language activism in the digital sphere. This study aims to analyze the forms of Javanese language activism in short films on YouTube. This research employs a qualitative approach. The data sources consist of 10 short films published on YouTube. Data were collected through documentation, transcription, and note-taking techniques. The data analysis follows an interactive model comprising four steps: data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing.The findings reveal 14 forms of language activism, including: (1) the use of local language, (2) translanguaging, (3) language as social criticism, (4) language as a medium for health advocacy, (5) strengthening identity and social cohesion, (6) humor, (7) delegitimization of opposing discourse, (8) ritual language, (9) historical narratives, (10) pedagogical activism, (11) language as a tool for mobilization, (12) economic language, (13) criticism of technology use, and (14) symbolic reframing. These findings indicate that social media has become a new ecology for regional language activism. Moreover, it serves as a socio-political arena that enables Javanese to function as an instrument of advocacy, resistance, and identity formation. This study contributes to the development of language activism in digital spaces and offers implications for language preservation policies.   Perkembangan YouTube membuka ruang baru bagi penggunaan bahasa Jawa sebagai praktik kultural dan politis. Dalam konteks ini, bahasa Jawa hadir sebagai bentuk aktivisme di ruang digital. Studi ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk aktivisme bahasa Jawa dalam film pendek di YouTube. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 10 film pendek yang dipublikasikan di YouTube. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan metode dokumentasi, transkripsi, dan dilanjutkan teknik catat. Analisis data penelitian ini menggunakan metode interaktif yang meliputi empat langkah, yakni pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menemukan 14 bentuk aktivisme bahasa. Kelima belas bentuk aktivisme tersebut meliputi: 1) penggunaan bahasa daerah, 2) translanguaging, 3) bahasa sebagai kritik sosial, 4) bahasa sebagai medium advokasi kesehatan, 5) penguatan identitas dan kohesi sosial, 6) humor, 7) delegetimasi wacana lawan, 8) bahasa ritual, 9) narasi sejarah, 10) aktivisme pedagogis, 11) bahasa sebagai alat mobilisasi, 12) bahasa ekonomi, 13) kritik terhadap penggunaan teknologi, dan 14) reframing simbol. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ekologi baru dalam upaya aktivisme bahasa daerah. Selain itu, menjadi arena politik-kultural yang memungkinkan bahasa Jawa sebagai instrumen advokasi, perlawanan, dan penguatan identitas. Studi ini berimplikasi dalam pengembangan aktivisme bahasa di ruang digital dan memberikan kontribusi pada kebijakan pelestarian bahasa.
The naming of halal food and beverages: A multimodal semiology study Siti Isnaniah; Tiya Agustina; Muhammad Arief Rochman; Hari Kusmanto
Studies in English Language and Education Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i1.30095

Abstract

The culinary business has been flourishing in every city in Indonesia, including Surakarta, Malang, and Tangerang. Consequently, determining the names of products becomes crucial to pique the interest of the public in these offerings. This research is aimed to review the naming of food and beverages using a semiology approach. The research uses a descriptive explanative method. The data in this research are the names of food and beverages. The sources of the data are documents related to names of culinary businesses (food and beverages) in restaurants in Surakarta, Malang, and Tangerang. The data collection was conducted through documentation, observation, and data recording in data format. The data analysis uses referential equivalent, strengthened with semiology theory from Roland Barthes, namely searching for signs, denotative meaning, connotative meaning, and myth. The research indicates that, in general, the names of food and beverages sold in restaurants often contain unconventional elements, including references to ghosts, animals, and other negative connotations prohibited in the Decree of The Head of Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH or the Halal Product Assurance Agency) Number 57 Year 2021. This suggests that the naming of food and beverages in Surakarta, Malang, and Tangerang does not align with the provisions outlined in Decree Number 57 Year 2021, preventing the business owners from obtaining halal certification. The research recommends that the naming of halal food and beverage products adhere to the guidelines set by this decree.
Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Paguyuban Untuk Menciptakan Lingkungan Kondusif serta Kenyamanan Mahasiswa Kampus Unesa 5 Sarmini Sarmini; Gading Gamaputra; Fandi Fatoni; Anna Noordia; Mochamad Kamil Budiarto; Hari Kusmanto
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 2 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06370

Abstract

Pembukaan Kampus UNESA 5 di Kabupaten Magetan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan ekonomi sekitar, salah satunya yakni UMKM.  Dalam hal ini mitra yakni Kecamatan Maospati belum memiliki pola mempersiapkan berbagai komponen dalam menghadapi gelombang mahasiswa Kampus UNESA 5. Berdasarkan survei terjadi persaingan harga yang luar biasa antar pelaku usaha di sekitaran kampus. Oleh karena itu menjadi penting untuk membentuk Paguyuban sebagai media komunikasi antara Kampus UNESA 5 dengan masyarakat. Mekanisme pengabdian menggunakan survey dan worksop melalui pembentukan jenis paguyuban, pengurus, tugas fungsi dan pelantikan pengurus paguyuban. Sasaran program adalah 3 kelurahan dan 14 desa di Kecamatan Maospati dan Barat Kabupaten Magetan. Melalui program ini telah terbentuk tujuh paguyuban meliputi komunitas rumah tinggal, pedagang kaki lima, rumah makan, pedagang sayur, laundry, hiburan, serta paguyuban salon dan barbershop.
Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia: Strategi Memperkuat Identitas Bangsa Tri Santoso; Hari Kusmanto; Meydika Triyan Kusuma; Nindy Muji Utami
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.7668

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia menuju pengakuan oleh UNESCO dan (2) mendeskripsikan kebijakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia pasca bahasa Indonesia diakui oleh UNESCO. Metode penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa perencanaan kebijakan pemerintah di JDIH dari RPJP, RPJM, hingga Rencana Kerja Pemerintah tahunan yang mendukung upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berupa kebijakan pemerintah dalam upaya pemartabatan bahasa Indonesia. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan 1) sebelum diakui UNESCO, kebijakan bahasa Indonesia berfokus pada (a) penguatan statusnya sebagai bahasa resmi negara dan alat komunikasi nasional, (b) pemerintah juga menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan daya saing bahasa Indonesia di tingkat internasional, seperti pengembangan laboratorium kebhinekaan bahasa, diplomasi budaya, serta pengajaran BIPA, (c) upaya perlindungan terhadap bahasa daerah juga mulai diperkuat dengan program revitalisasi, peningkatan jumlah penutur muda, serta pengembangan pendidikan sastra di berbagai komunitas. 2) Setelah diakui UNESCO, kebijakan bahasa mengalami penguatan dalam cakupan yang lebih luas. Fokus utama bergeser ke arah (a) penginternasionalan bahasa Indonesia, (b) penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan, dan (c) pelestarian bahasa daerah secara lebih sistematis. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap perlindungan dan pengembangan bahasa serta sastra juga semakin memperkuat identitas bangsa dalam kebijakan terbaru. Implikasi penelitian ini bahasa Indonesia setelah pengakuan UNESCO menunjukkkan arah kebijakan pemertahanan dan pemartabatan bahasa menuju internasionalisasi, penguatan litrerasi, dan penguatan identitas bahasa daerah sebagai identitas bangsa.