Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Active Learning dengan Media Pembelajaran Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Kompetensi Guru MA Islamiyah Malo Kabupaten Bojonegoro fauziah, zumrotul; Anisah, Giati; Manshur, Ahmad; Dharma Yanti, Putri; Nur Febriyanti, Siti
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v7i1.7515

Abstract

ABSTRACT MA Islamiyah Malo faces several learning problems, including monotonous learning methods, limited teacher competence in creating interactive learning media, and low student involvement in the learning process. Based on these problems, this community service activity aims to increase the knowledge and competence of Madrasah Aliyah Islamiyah Malo teachers regarding Active Learning methods and the creation of Gamification learning media. The method used in this community service activity was Participatory Action Research (PAR) with a problem-solving approach and participation as a form of empowerment, including training and mentoring. The results of this community service activity were: first, an increase in MA Islamiyah Malo teachers' knowledge of how to apply active learning methods to involve students in the learning process. Second, this community service activity has equipped MA Islamiyah Malo teachers with the skills to create gamified learning media using several website-based applications such as Wordwall, Bamboozle, and Superteachertool. This activity solves problems at MA Islamiyah Malo, making students more actively involved in the learning process through interactive and engaging media, such as various fun games or activities. Keywords: Active Learning, Gamification, Teachers’ Competences.  
Konsep Pendidikan Agama islam Berwawasan Multikultural Dian Safitri; M Anas Taufiqurrohman; Ahmad Manshur
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12830

Abstract

The development of Islamic religious education based on multicultural insights in schools has become an urgent need in the context of an increasingly pluralistic society. This study aims to analyze the concepts, implementation, and challenges in applying multicultural Islamic religious education in schools. The methods used include literature review and descriptive analysis of multicultural education practices in various educational institutions. The findings indicate that a multicultural approach in Islamic religious education can help students understand the values of diversity, respect differences, and strengthen interfaith tolerance. Development strategies include integrating multicultural values into the curriculum, providing teacher training to enhance multicultural competencies, and creating an inclusive learning environment. The challenges faced include a lack of teacher understanding of multicultural education, resistance to change, and limited policy support. Therefore, synergy between the government, schools, teachers, and society is necessary to realize Islamic religious education that aligns with the spirit of pluralism and social justice.
Kerangka Operasional Pendidikan Multikultural: Konsep dan Implementasinya dalam Mewujudkan Harmoni Keberagaman Citra Indah Lestari; Ulfatul Mukarromah; Moh. Hibatul Khaqiqi Mushoffa; Ahmad Manshur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5490

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan mengakui, menghargai, dan merespons keberagaman budaya, etnis, agama, dan latar belakang sosial peserta didik. Artikel ini membahas kerangka operasional pendidikan multikultural yang mencakup konsep dasar, dimensi, prinsip, serta implementasinya dalam mewujudkan harmoni di tengah keberagaman. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research), kajian ini menganalisis berbagai teori dan praktik pendidikan multikultural yang relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara majemuk. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka operasional pendidikan multikultural meliputi lima dimensi utama menurut James Banks, yaitu: integrasi konten, konstruksi pengetahuan, pengurangan prasangka, pedagogi kesetaraan, dan pemberdayaan budaya sekolah. Implementasi kerangka ini di lembaga pendidikan Indonesia dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum inklusif, penerapan metode pembelajaran kooperatif, penciptaan lingkungan belajar yang ramah keberagaman, serta penguatan kompetensi multikultural pendidik. Meskipun terdapat berbagai tantangan dalam implementasinya, pendidikan multikultural yang terstruktur secara operasional mampu menjadi sarana efektif dalam membangun harmoni keberagaman dan memperkuat persatuan bangsa.
Strategi Pembelajaran Dalam Mengembangkan Sikap Menghargai Multikultural Pada Peserta Didik Rikha Maulidia; Lilis Mariyah Ulfah; Ahmad Manshur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan sikap menghargai multikultural pada peserta didik di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan melalui dokumentasi literatur akademik dari lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sikap multikultural memerlukan strategi pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual. Ditemukan keterkaitan erat antara strategi pembelajaran dengan empat pendekatan James A. Banks: strategi ceramah kontekstual untuk pendekatan kontribusi; cooperative learning untuk pendekatan aditif; role playing dan studi kasus untuk pendekatan transformasi; serta project-based learning (PjBL) untuk pendekatan aksi sosial. Implementasi strategi-strategi ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai toleransi, empati, dan keadilan sosial, sehingga membentuk karakter peserta didik yang siap hidup harmonis dalam masyarakat majemuk.
Pluralisme dalam Ajaran Islam: Telaah Konsep dan Implementasinya dalam Masyarakat Siti Nisaul Muthoharoh; Siti Laelatun Nasikhah; M. Chanif Chaniago; Ahmad Manshur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pluralisme dalam ajaran Islam serta mengkaji implementasinya dalam kehidupan masyarakat. Pluralisme merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari masyarakat multikultural seperti Indonesia yang ditandai oleh keberagaman agama, budaya, dan etnis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralisme dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai pengakuan terhadap keberagaman, tetapi juga sebagai sikap aktif untuk membangun kehidupan yang harmonis dan damai. Secara teologis, pluralisme berlandaskan pada Al-Qur’an dan hadis yang menekankan kebebasan beragama, toleransi, dan keadilan sosial. Implementasi pluralisme dalam masyarakat Indonesia tercermin dalam praktik kehidupan sosial seperti gotong royong, dialog lintas agama, dan kerja sama sosial. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa konflik sosial, sikap eksklusif, dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pluralisme. Oleh karena itu, pendidikan Islam berwawasan multikultural berperan penting dalam menanamkan nilai toleransi dan inklusivitas guna mewujudkan masyarakat yang damai.
Kerangka Operasional Multikultural dalam Pendidikan Agama Islam Erina Ifa; Ahmad Yusuf; Lutfi Aulia Syarifatul Mutmainah; Ahmad Manshur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5639

Abstract

Pendidikan multikultural semakin relevan dalam konteks keberagaman Indonesia yang kaya, namun kerangka operasionalnya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) masih minim dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka operasional pendidikan multikultural dalam PAI serta menelaah implementasinya di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, mengkaji 15 artikel dan buku yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2026, dipilih berdasarkan akreditasi jurnal, relevansi, dan kemutakhiran publikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka operasional multikultural dalam PAI mengintegrasikan nilai toleransi, kesetaraan, dan  demokrasi  ke  dalam  desain  kurikulum,  strategi  pembelajaran,  dan manajemen kelas. Selain itu, kerangka ini menuntut guru untuk mengadopsi pedagogi yang responsif terhadap budaya, menggunakan metode kontekstual yang mengakui latar belakang budaya siswa yang beragam. Penelitian juga menemukan bahwa pesantren dan sekolah Islam yang mengoperasionalkan nilai multikultural menunjukkan kohesi sosial siswa dan pemahaman antaragama yang lebih tinggi. Integrasi kearifan lokal ke dalam PAI semakin memperkuat kerangka multikultural dengan mendasarkannya pada pengalaman hidup siswa. Kesimpulan menyatakan bahwa kerangka operasional multikultural yang terstruktur dalam PAI sangat penting untuk membangun generasi Muslim Indonesia yang toleran, inklusif, dan demokratis.
Kekerasan Verbal: Tafsir Tematik Al Qur’an dalam Term Sukhriyah, Lamz, Humazah a'la, Miftahul; Saeban, Kasuwi; Manshur, Ahmad
ALSYS Vol 6 No 3 (2026): MEI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i3.9947

Abstract

Although verbal violence has been widely studied from psychological and communication perspectives, studies that specifically discuss its conceptualization in the Qur’an through thematic exegesis of the terms sukhriyah, lamz, and humazah remain limited. This study aimed to analyze the semantic nuances of these three terms, identify the hierarchy of Divine sanctions against verbal violence, and formulate their relevance to contemporary communication ethics. This study used a qualitative approach with the thematic exegesis method (tafsīr maudhū‘ī) integrated with Toshihiko Izutsu’s semantic analysis. Data were obtained through a literature review of primary sources in the form of the Qur’an and classical and modern exegetical works, supported by relevant secondary literature. The results showed that sukhriyah, lamz, and humazah represent gradations of verbal violence, ranging from superiority-based mockery and personal reproach to harsh verbal abuse. The Qur’an prohibits such behavior through a progressive and educational hierarchy of sanctions, including moral condemnation, negative social labeling as ẓālimūn, the eschatological threat of the Hellfire of Ḥuṭamah, and the door of repentance as a path to rehabilitation. These findings contribute to the development of Qur’anic communication ethics theory by offering a gradational framework of verbal violence that goes beyond the principle of positive communication alone. Thus, the Qur’anic approach provides a preventive-rehabilitative model relevant to addressing contemporary phenomena such as cyberbullying and hate speech. The implications of this study include enriching the literature on thematic exegesis and providing practical guidance for educators, parents, and digital policymakers in building a civilized communication culture based on Qur’anic values.
Kepemimpinan Transformasional dalam Perspektif Islam Udhma, Luthfiatul; Manshur, Ahmad
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4413

Abstract

Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan positif, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan visi bersama untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam perspektif Islam, kepemimpinan transformasional tidak hanya menekankan aspek profesional dan moral, tetapi juga spiritualitas yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, amanah, keadilan, dan ihsan. Pemimpin dalam Islam berperan sebagai khalifah yang bertanggung jawab memimpin dengan keteladanan, membimbing dengan hikmah, serta mendorong perubahan menuju kebaikan umat. Artikel ini membahas integrasi prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional dengan nilai-nilai Islam melalui pendekatan konseptual dan analisis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keikhlasan, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab moral menjadi dasar penting dalam membentuk kepemimpinan transformasional Islami. Dengan menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan etika Islam, seorang pemimpin mampu membangun budaya organisasi yang berorientasi pada kemaslahatan dan keberlanjutan. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penerapan model kepemimpinan transformasional berbasis Islam dalam lembaga pendidikan, pemerintahan, dan organisasi sosial untuk mewujudkan perubahan yang berkeadilan dan berkeberlanjutan.
Co-Authors a'la, Miftahul Abdulloh Hafidz Ahmad Muthi’ Uddin Ahmad Yusuf Ahmad, Mas Tajjudin Akhmad Al-Bari Akhmad Rodhi Amanulloh Amanulloh Andita Dwi Puspita Ningsih Anita Fajarwati Asih Agus Nur Cahya Ningrum Ayu Nur Chamidah Aziz, Su'udin Cholifatus Sholicha Citra Indah Lestari Deni Setyawan Dharma Yanti, Putri Dian Safitri Eko Martono Eni Sofiatunnaimah Erina Ifa Evi Nurhalimah Fahmi Khumaini Fahru Rozi Fahru Rozi Fahrul Isna Arsyada Farhatin, Ummu Farida Isroani Fauziah, Zumrotul Fauziyah, Ima Fitri Ayu Ilahana Ilahana Giati Anisah Hamam Burhanuddin Haniek Listyorini Hidayat, Nur Maulana Ida Fauziatun Nisa’ Imroatul Azizah Isroaini, Farida Isroani, Farida Lilis Mariyah Ulfah Lutfi Aulia Syarifatul Mutmainah M Anas Taufiqurrohman M. Chanif Chaniago Moh. Hibatul Khaqiqi Mushoffa Mohammad Nurul Burhan Muhammad Afthon Ulin Nuha Munir Nalilin Faiz Nanang Setiawan Nilna Indriana Ningsih, Wita Nufudz Aqthor Nur Febriyanti, Siti Nurlaela Nurul Musyafaah Nurul Qomariyah Prayitno, Pranoto Hadi Qinni, Abidatil Rikha Maulidia Rima Dewi Setiani I Rutin Winarsih Saeban, Kasuwi Saputri, Romadhiyana Kisno Sari, Astrid Chandra Savira Dwi Nastitiana Shofa Robbani Shofiyuddin, Ahmad SITI HIDAYAH Siti Laelatun Nasikhah Siti Nisaul Muthoharoh Sofiana Eka Putri Sofiyatun, Siti Sri Minarti Sufi Maisyaroh, Afina suudin aziz Syaiful Hadi, Mukhamad Syaikhu Rohman, Khabib Syakira Salmanida Udhma, Luthfiatul Ulfa Ulfa Ulfatul Mukarromah Ulva Badi' Rohmawati Umi Muflichati Widagdo, Susmono Yayuk Istikomah Yogi Prana Izza Yustia Rachma Fitriani ZAINI MIFTAH