Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Effect of BTCLS Training on Emergency Knowledge of Dharma Husada Nursing Academy Kediri Graduates Hengky Irawan; Erna Susilowati; Didik Susetiyanto Atmojo
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.700

Abstract

Basic Trauma Cardiac Live Support (BTCLS) training for nurses is an effort to improve skills to overcome emergency events that occur outside the hospital due to accidents / trauma or in the hospital due to diseases that impact cardiac arrest. Training is an activity to increase skills, knowledge and skills for nurses in providing appropriate and prompt care to patients. The purpose of the research was to find out the effect of BTCLS training on emergency management knowledge for akper dharma husada kediri nursing alumni. Research design with pre-experimental method with one group pre-post test design approach. . Research samples 50 people with simple random sampling techniques. Data collection used questionnaires and data analysis using t-test. The results obtained a calculated value of 23.25 and a significance value of 0.000. Concluded the influence of BTCLS training on the knowledge of emergency management for graduates.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PESERTA PROLANIS TERHADAP DETEKSI DINI PENCEGAHAN STROKE Atmojo, Didik Susetiyanto; Khosasih, Mohammad Ikhwan; Wiseno, Bambang
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.852

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini dan penanganan yang cepat. Peserta dalam Program Manajemen Penyakit Kronis (Prolanis) memiliki risiko tinggi mengalami stroke akibat kondisi medis yang menyertainya, sehingga peningkatan pengetahuan mengenai deteksi awal menjadi sangat penting melalui intervensi edukatif yang terarah. Tujuan: Mengetahui perubahan tingkat pengetahuan peserta Prolanis mengenai deteksi dini stroke sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 50 peserta Prolanis di Klinik dr. Cherslina Subagyo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi kesehatan menggunakan metode komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) secara langsung. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner standar mengenai pengetahuan deteksi dini stroke. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan setelah intervensi (p < 0,001). Sebelum edukasi, sebanyak 92% peserta berada dalam kategori pengetahuan rendah, sementara setelah edukasi, 72% peserta masuk dalam kategori pengetahuan tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi berhasil menyampaikan informasi penting mengenai gejala awal stroke dan pentingnya deteksi dini secara efektif. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dirancang secara sistematis terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta Prolanis terkait deteksi dini stroke. Intervensi serupa disarankan untuk diterapkan secara rutin dalam program edukasi kesehatan Prolanis guna meningkatkan kewaspadaan serta respons cepat terhadap gejala stroke. Kata Kunci: Prolanis, Pengetahuan, Deteksi Dini Stroke, Edukasi Kesehatan
PELAKSANAAN DETEKSI DINI STROKE DENGAN METODE BE-FAST UNTUK MENINGKATKAN POTENSI PEMULIHAN DAN MENCEGAH DISABILITAS DI POSYANDU ILP DESA PELEM: IMPLEMENTING EARLY STROKE DETECTION WITH THE BE-FAST METHOD TO ENHANCE RECOVERY POTENTIAL AND PREVENT DISABILITY AT THE ILP COMMUNITY HEALTH POST IN PELEM VILLAGE Didik Susetiyanto Atmojo; Yuliansari, Pratiwi; Rahayu, Dwi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.341

Abstract

AbstrakStroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang di Indonesia. Namun, kondisi ini sebenarnya dapat dicegah dan dikurangi dampaknya apabila dikenali serta ditangani secara dini dan tepat. Salah satu cara yang efektif untuk mendeteksi gejala awal stroke adalah melalui metode BE-FAST, yang menekankan pada pengamatan terhadap keseimbangan, penglihatan, wajah, lengan, ucapan, dan waktu kejadian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini stroke dengan metode BE-FAST, serta mengajak masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat sebagai bentuk pencegahan. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu ILP Desa Pelem dengan melibatkan partisipasi aktif warga, terutama kelompok usia lanjut yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit stroke. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan tentang gejala awal stroke dan penerapan metode BE-FAST, pelaksanaan senam hipertensi sebagai upaya promotif dan preventif, serta evaluasi efektivitas kegiatan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap tanda-tanda awal stroke serta pentingnya penanganan segera. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis saat muncul gejala stroke, sehingga potensi pemulihan dapat ditingkatkan dan risiko kecacatan jangka panjang dapat ditekan secara maksimal. Kata kunci: stroke, BE-FAST, deteksi dini, penyuluhan, senam hipertensi, AbstractStroke is one of the leading causes of death and long-term disability in Indonesia. However, this condition can actually be prevented and its impact reduced if recognized and treated early and appropriately. One effective method for detecting early signs of stroke is the BE-FAST method, which emphasizes observation of Balance, Eyes (vision), Face, Arms, Speech, and Time of onset. This community service activity aims to enhance public knowledge and awareness of the importance of early stroke detection using the BE-FAST method, as well as to encourage the adoption of a healthy lifestyle as a preventive measure. The activity was carried out at the ILP Community Health Post in Pelem Village and involved the active participation of local residents, particularly the elderly population who are at higher risk of stroke. The series of activities included health education on early symptoms of stroke and the application of the BE-FAST method, the implementation of hypertension exercise as a promotive and preventive effort, and evaluation of the program’s effectiveness through pre- and post-education questionnaires. The evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of the early signs of stroke and the importance of immediate response. This initiative is expected to raise community awareness to seek prompt medical attention at the onset of stroke symptoms, thereby increasing the chances of recovery and minimizing the risk of long-term disability. Keywords: stroke, BE-FAST, early detection, health education, hypertension exercise
UPAYA PENINGKATAN PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA DENGAN TINDAKAN “CERDIK”: EFFORTS TO IMPROVE STROKE PREVENTION IN THE ELDERLY WITH “CERDIK” ACTIONS Rahayu, Dwi; Yuliansari, Pratiwi; Didik Susetiyanto Atmojo; Suryono; Erni Rahmawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.369

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang terjadi di pembuluh darah otak dan merupakan suatu keadaan dimana tanda gejala yang ditemukan dapat berkembang dengan cepat seperti defisit neurologik global dan fokal, yang bisa memperberat  dan bisa menyebabkan kematian. Stroke di Jawa Timur tahun 2019 – 2021 menunjukkan data bahwa pada tahun 2021 angka kejadian kasus baru stroke tercatat sebanyak 31.915 kasus. Penyebab stroke salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi telah menyumbang sebesar 51% kematian akibat stroke. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan sesuai bidang fokus utama yaitu bidang kesehatan, khususnya   bidang keperawatan komunitas. Masalah kesehatan yang difokuskan pada masalah kesehatan lansia,  fokus pada pencegahan penyakit  tidak menular yaitu  upaya pencegahan stroke. Kegiatan ini bertujuan pada upaya pencegahan stroke dengan tindakan CERDIK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Posyandu Lansia “Melati” Dusun Singgahan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara pemberian penyuluhan tentang upaya pencegahan stroke dengan tindakan CERDIK (Cek Kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola Stress). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan pengukuran post test didapatkan adanya pengetahuan dengan kategori baik sebesar 55% dimana sebelum penyuluhan didapatkan pengetahuan kategori baik sebesar 27%. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengetahuan peserta pengabdian masyarakat setelah dilakukannya penyuluhan tentang pencegahan stroke dengan metode CERDIK. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan metode Cerdik dalam upaya pencegahan terjadinya stroke pada lansia. Kata Kunci: Pencegahan, Stroke, Lansia, CERDIK Abstract Stroke is a disease that occurs in the blood vessels of the brain and is a condition where the signs and symptoms found can develop rapidly such as global and focal neurological deficits, which can worsen and can cause death. Stroke in East Java in 2019 - 2021 shows data that in 2021 the number of new cases of stroke was recorded at 31,915 cases. One of the causes of stroke is hypertension. Hypertension has contributed 51% of deaths from stroke. This Community Service activity is carried out according to the main focus area, namely the health sector, especially the field of community nursing. Health problems that focus on elderly health problems, focus on preventing non-communicable diseases, namely stroke prevention efforts. This activity aims to prevent stroke with CERDIK actions. This community service activity was carried out at the "Melati" Elderly Posyandu, Singgahan Hamlet, Pelem Village, Pare District, Kediri Regency. The method of implementing the activity was carried out by providing counseling on stroke prevention efforts with CERDIK actions (Regular Health Checks, Eliminate Cigarette Smoke, Be Diligent in Physical Activity, Healthy and Balanced Diet, Adequate Rest, Manage Stress). The results of the community service activity obtained post-test measurements obtained knowledge with a good category of 55% where before the counseling obtained knowledge in a good category of 27%. These results indicate the knowledge of community service participants after counseling on stroke prevention with the CERDIK method. The implementation of community service activities is expected to optimize the implementation of the Cerdik method in efforts to prevent stroke in the elderly. Keywords: Prevention, Stroke, Elderly, CERDIK
SELF-ACCEPTANCE AND SOCIAL ANXIETY IN ADOLESCENTS: A CORRELATIONAL STUDY Zulvana; Didik Susetiyanto Atmojo; Iva Milia Hani Rahmawati; Erni Rahmawati
Nursing Sciences Journal Vol 9 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v9i1.6544

Abstract

Social anxiety is a psychological disorder commonly experienced by adolescents, especially during the transition to adulthood. Self-acceptance is believed to influence the level of social anxiety in adolescents. This study aims to identify the relationship between self-acceptance and social anxiety in seventh-grade students at SMP Negeri 2 Plemahan. The type of research is a quantitative approach with a descriptive-analytic design and a cross-sectional approach was used. The sample consisted of 69 students selected through purposive sampling. The instruments used included the Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) and Berger’s Self-Acceptance Scale. Data were analyzed using Chi-Square tests. The results showed that the majority of respondents were female and aged 13. Most respondents exhibited moderate levels of both social anxiety and self-acceptance. A significant relationship was found between self-acceptance and social anxiety with a moderate relationship strength. Conclusion and suggestions in this research is increasing self-acceptance can be an effective strategy to reduce social anxiety in adolescents. It is recommended that schools develop counseling programs to support the enhancement of students' self-acceptance.
Efektivitas Metode Health Education Terhadap Perilaku Ibu Tentang Pencegahan Stunting di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Erni Rahmawati; Wulandari, Ratna Feti; Yektiningsih, Erwin; Atmojo, Didik Susetiyanto
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.436

Abstract

Kerdil (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Pemberian edukasi penting dalam pencegahan perilaku stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas metode health education dengan perilaku ibu tentang pencegahan stunting. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan pre post test group intervention. Waktu pelaksanaan penelitian selama 1 bulan yaitu pada Maret 2023 di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu variabel dependen adalah perilaku pencegahan stunting dan variabel independen adalah metode health education. Sampel dipilih secara total sampling, berjumlah 30 subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang perilaku ibu dan media health education. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired t test. Pengolahan data menunjukkan terdapat efektivitas metode health education dengan perilaku ibu tentang pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan intervensi (p value = 0,000). Pentingnya metode health education sebagai media edukasi peningkatan perilaku ibu untuk pencegahan stunting. Selain itu pentingnya pemantauan kepada ibu hamil selama masa gestasi terutama pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan yang dapat diidentifikasi melalui pengukuran LILA yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan selama masa gestasi dan selama 1000 hari kehidupan. Kata kunci: health education, perilaku ibu, stunting
PELAKSANAAN VAKSINANSI BOOSTER PADA KELOMPOK LANSIA DI PONDOK LANSIA AN NUR KOTA KEDIRI Rahayu, Dwi; Elfi Quyumi Rahmawati; Fajar Rinawati; Didik Susetiyanto Atmojo; Hengky irawan
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.121

Abstract

Pemberian vaksin covid-19 merupakan salah satu langkah preventif dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan Permenkes Nomor 10 tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dan surat edaran tentang vaksinasi Covid-19 dosis lanjutan (booster). Virus Covid-19 ini sangat rentan untuk menularkan ke masyarakat yang memiliki beberapa gangguan kesehatan (khususnya pernapasan), anak-anak, dan juga sangat rentan terhadap lansia. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan perlindungan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 lanjutan (booster) sebagai upaya peningkatan perlindungan terhadap COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19 terutama pada kelompok lansia di Pondok Lansia An-Nur Kota kediri. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut pelaksanaan vaksinasi Covid 19. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Serambi Masjid Pondok Lansia An-Nur dengan sasaran Kelompok Lansia yang tinggal di Pondok Lansia An-Nur Kota Kediri. Pengabdian masyarakat dalam pemberian vaksinasi COVID-19 lanjutan (booster) bagi kelompok Lansia yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 18 September 2022 jam 08.00 sampai jam 11.00 WIB di Serambi Masjid Pondok Lansia An-Nur telah berhasil memberikan vaksinasi pada 30 orang lansia. Kegiatan pemberian vaksin COVID-19 kepada Kelompok Lansia ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan tubuh dengan mengaktifkan antibodi dalam tubuh supaya dapat mengurangi dampak dari penularan Penyakit COVID-19 dan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19.
PENINGKATAN PERAN KADER KESEHATAN REMAJA (KKR) PADA PELAKSANAAN UKS: ENHANCING THE ROLE OF ADOLESCENT HEALTH CADRES (KKR) IN IMPLEMENTATION SCHOOL HEALTH UNITS (UKS) Africia, Fresty; Bambang Wiseno; Didik Susetiyanto Atmojo; Susanti Tria Jaya; Aris Dwi Cahyono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.142

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju mengakibatkan pola hidup yang kurang baik di kalangan remaja, antara lain merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, kurangnya melakukakan aktivitas fisik, lebih banyak mengonsumsi makanan siap saji dan berpenyedap rasa yang berlebihan, dan kurang mengonsumsi buah dan sayur. Permasalahan remaja memerlukan penanganan yang komprehensif. Kader kesehatan remaja diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam menangani permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan remaja dalam kegiatan usaha kesehatan sekolah melalui pelatihan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 27 September 2022 di SMPN 1 Ngasem, sasaran 50 kader kesehatan remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dengan materi kebijakan sekolah sehat, usaha kesehatan sekolah, peran kader kesehatan remaja, dan praktik skrining kesehatan. Evaluasi kegiatan menggunakan alat ukur kuesioner dengan hasil baik untuk peran kader kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pelatihan terhadap kader kesehatan remaja dapat meningkatkan peran dan fungsi kader kesehatan remaja di SMPN 1 Ngasem. Kata kunci: peran, kader kesehatan remaja, usaha keseahatan sekolah Abstract The development of the times and increasingly advanced technology resulted in poor lifestyles among adolescents, including smoking, consuming alcoholic beverages, lacking of physical activity, consuming more fast foods and excessive taste, and consuming less fruits and vegetables. Adolescent problems require comprehensive treatment. The Adolescent health cadre is expected to be a forum to facilitate adolescents in dealing with adolescent health problems. This community service activity aims to increase the role of adolescent health cadres at the school health unit through training. The activity was held on August 27, 2022, at SMPN 1 Ngasem, targeting 50 youth health cadres. This activity is in the form of health education in PowerPoint, the material presented was about healthy school policies, school health units, the role of adolescent health cadres, and health screening practices. Evaluation of community service activities has used a questionnaire with good results for the roles of adolescent health cadres. The training of community service activity to adolescent health cadres can optimize the role and function of adolescent health cadres at SMPN 1 Ngasem.  Keywords: role, adolescent health cadres, school health unit
PENDIDIKAN KESEHATAN TRANSPORTASI ORANG SAKIT PADA MASYARAKAT DI DUSUN BENDO KIDUL, BENDO, PARE, KEDIRI: HEALTH EDUCATION ON TRANSPORTATION OF PATIENT AT BENDO KIDUL, BENDO, PARE, KEDIRI Wiseno, Bambang; Didik Susetiyanto Atmojo; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.167

Abstract

Abstrak Memberdayakan masyarakat dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan. Wargalah yang pertama memberikan tindakan pada kasus kesehatan yang terjadi pada masyarakat. Peningkatan pemahaman khususnya dalam memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain (transportasi pasien) pada masyarakat akan mengurangi kesalahan dalam penanganan. Penanganan yang salah disaat memindahkan orang sakit akan dapat memperparah kondisi sakitnya. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen sebagai salah satu dari tridharma perguruan tinggi ini diberikan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam transportasi pasien dengan prosedur mengangkat yang benar dengan harapan peserta dapat optimal dalam kegiatan sosial kesehatan di lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan memberikan materi secara langsung, pemberian contoh mengangkat orang sakit menggunakan peralatan yang ada di sekitar yang tidak memperburuk keadaan pasien. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 37 warga di RW. 3 Bendo Kidul, Bendo, Pare yang merupakan sebagian dari warga yang aktif dalam giat di masyarakat yang pernah mendapatkan pelatihan / pendidikan kesehatan sejenis. Hasil dari kegiatan ini didapatkan; peserta mengetahui cara mengangkat pasien dengan benar dan beberapa peserta ingat kembali cara mengangkat pasien seperti yang dahulu pernah diajarkan atau diberikan dalam program pengabdian masyarakat sekitar 4 tahun yang lalu di balai desa. Dari beberapa peserta juga mengharapkan kegiatan seperti ini sering dilakukan untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan peserta, peserta juga berharap ada materi lain terkait masalah kesehatan yang bisa di berikan kepada peserta. Diskusi: Perlu kegiatan sejenis untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan warga dalam masalah kesehatan. Kata kunci: Promkes, Masyarakat, Kesehatan, Transportasi Abstract Empowering the community in efforts to improve health status can be done by providing health education. Residents are the first to take action on health cases that occur in the community. Increasing understanding, especially in moving patients from one place to another (patient transportation) in the community, will reduce errors in handling. Wrong handling when moving a sick person can make the sick condition worse. Community service activities by lecturers as one of the tridharma of higher education are aimed at increasing participants' knowledge and understanding of patient transportation with correct lifting procedures with the hope that participants can optimize their social and health activities in the environment. The method used in this agenda is by providing material directly, give an example of lifting a sick person using equipment available nearby that does not worsen the patient's condition. This community service was attended by 37 residents in the RW. 3 Bendo Kidul, Bendo, Pare, which are some of the residents who are active in the community and have received similar health training/education. The results of this activity were obtained; Participants knew how to lift a patient correctly and several participants remembered how to lift a patient as previously taught or given in a community service program about 4 years ago at the village hall. Several participants also hoped that activities like this would be carried out frequently to maintain participants' knowledge and skills. Participants also hoped that there would be other material related to health issues that could be provided to participants. Discussion: Similar activities are needed to maintain residents' knowledge and skills in health issues. Keywords: Promotion of Health, Community, Health, Transportation
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER LANSIA DALAM MENGONTROL REGULASI TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DUSUN CANGKRING DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI : INCREASING THE KNOWLEDGE OF ELDERLY IN CONTROLLING BLOOD PRESSURE REGULATION IN HYPERTENSION PATIENTS IN CANGKRING HILL, PELEM VILLAGE, PARE DISTRICT, KEDIRI DISTRICT Erni Rahmawati; Rahayu, Dwi; Astri Yunita; Didik Susetiyanto Atmojo; Erwin Yektiningsih
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.180

Abstract

Abstrak Masalah utama di berbagai negara yang berkaitan dengan kesehatan adalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi merupakan salah satu pemicu terjadinya kematian pertama di dunia per tahunnya. Angka penderita hipertensi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang menderita hipertensi, dan diprediksi per tahunnya 10,44 juta orang meninggal yang disebabkan karena hipertensi dan komplikasinya. Manajemen hipertensi dapat dilakukan dari pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta pengaturan diet hipertensi. Kegiatan yang telah dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan terkait penyakit hipertensi, pemeriksaan tekanan darah, tehnik relaksasi otot progresif, dan diberi pemahaman tentang pembuatan jus timun dan belimbing untuk mengontrol hipertensi. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan  ada peningkatan pengetahuan, pada lansia sehingga menyadari pentingnya menjaga tekanan darah yang dialami saat ini. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023. Dari 60 lansia yang hadir, ditemukan 40 orang lansia dengan tekanan darah diatas normal (140/90mmHg). Hal ini dapat dikatakan prevalensi yang memiliki hipertensi hanya 37,3%, dikarenakan lansia lainnya telah terkontrol dengan menggunakan obat anti hipertensi yang diberikan dari Puskesmas Bendo. Kata kunci : Pengetahuan, Lansia, Hipertensi Abstract The main problem in various countries related to health is heart and blood vessel disease. Hypertension is one of the causes of the first death in the world every year. The number of hypertension sufferers continues to increase every year. It is estimated that by 2025 there will be 1.5 billion people suffering from hypertension, and it is predicted that 10.44 million people will die each year due to hypertension and its complications. Hypertension management can be done from the elderly's knowledge about hypertension and managing the hypertension diet. The activities that have been carried out include providing health education related to hypertension, checking blood pressure, progressive muscle relaxation techniques, and providing an understanding of making cucumber and star fruit juice to control hypertension. The aim of this activity is expected to increase knowledge in the elderly so that they realize the importance of maintaining their current blood pressure. The activity was held in August 2023. Of the 60 elderly people who attended, 40 elderly people were found with blood pressure above normal (140/90mmHg). It can be said that the prevalence of hypertension is only 37.3%, because other elderly people have been controlled using anti-hypertension drugs given from the Bendo Community Health Center. Keywords: Knowledge, Elderly, Hypertension