Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PELATIHAN TANGGAP DARURAT PADA FORUM RELAWAN PALANG MERAH REMAJA KOTA KEDIRI Erik irham Lutfi; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Hengky Irawan; Didik Susetiyanto Atmojo
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i2.984

Abstract

ABSTRACTThe activity of self-development in the effort to deal with disaster situations and in need of help is a must for every member of the PMR. One of them is a joint training activity on emergency response management. The joint training activities carried out by the Kediri City PMR member forum in collaboration with the volunteers of the Kediri City PMI were held in December 2019 at Akper Dharma Husada Kediri with 44 PMR students and 5 PMI volunteers. Training activities include introduction of victim assessments to evacuation of victims to the nearest health care center. The training activities use the case solving method with evaluation in the form of practicum and written evaluation of the activities that have been carried out. Based on the evaluation of all training participants can work on problems related to the case, so it can be concluded that the training has had an impact on both the cognitive and psychomotor training participants. It is hoped that all participants who are members of the Red Cross youth volunteer forum in the city of Kediri can provide assistance if in the future find the same case in an effort to provide assistance to victims in need.Keywords: joint training, forum PMR Kediri City ABSTRAKKegiiatan pengembangan diri dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi situasi bencana maupun yang membutuhkan pertolongan merupakan suatu keharusan bagi setiap anggota PMR. Salah satunya adalah kegiatan latihan bersama tentang penatalaksanaan tanggap darurat. Kegiatan latihan bersama yang dilaksanakan oleh forum anggota PMR kota kediri bekerjasama dengan relawan PMI kota kediri dilaksanakan pada bulan desember 2019 di Akper Dharma Husada Kediri dengan jumlah peserta 44 siswa PMR dan 5 orang relawan PMI. Kegiatan pelatihan berupa pengenalan assesmen korban sampai evakuasi korban ke tempat pusat pelayanan kesehatan terdekat. Kegiatan pelatihan menggunakan metode pemecahan kasus dengan evaluasi berupa praktikum dan evalusi tertulis tentang kegiatan yang sudah dilakukan. Berdasarkan evaluasi seluruh peserta pelatihan bisa mengerjakan soal terkait dengan kasus, sehingga dapat disimpulkan pelatihan telah memberikan dampak baik kognitif maupun psikomotor peserta pelatihan. Hal ini di harapkan semoga semua peserta yang tergabung dalam forum relawan palang merah remaja kota kediri dapat memberikan pertolongan apabila dikemudia hari menemukan kasus yang sama dalam upaya pemberian pertolongan pada korban yang membutuhkan.Kata kunci: latihan bersama, forum PMR Kota Kediri
HUBUNGAN PELATIHAN BERBASIS SIMULASI TERHADAP SELF EFFICACY DAN KOMPETENSI RELAWAN DALAM KEGAWATDARURATAN Didik Susetiyanto Atmojo; Elfi Quyumi Rahmawati
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.559

Abstract

Pendahuluan:Kegawatdaruratan adalah suatu kondisi dimana korban memerlukan pertolongan pertama segera untuk menyelamatkan nyawa dan kecacatan lebih lanjut.. Pertolongan pertama yang tepat merupakan salah satu aspek penting dari keselamatan korban. Keberhasilan penanganan korban gawat darurat bergantung pada beberapa syarat yaitu kecepatan ditemukan, kecepatan tanggap tenaga kesehatan, kemampuan dan kualitas tenaga kesehatan serta kecepatan meminta pertolongan. Pengembangan kemampuan peserta untuk memberikan pertolongan pertama dan bereaksi secara memadai dan optimal dalam situasi darurat akut akan menumbuhkan rasa percaya diri peserta. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre-post test . Sampel yang digunakan sebanyak 40 peserta dengan menggunakan tehnik total sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Uji statistik Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,000 yang berarti pemberian pelatihan kegawatdaruratan berbasis simulasi berpengaruh terhadap perubahan/peningkatan self efficacy relawan. Diskusi: Pelatihan pertolongan pertama berdasarkan prinsip-prinsip simulasi memiliki banyak manfaat jika dibandingkan dengan konsep pelatihan frontal tradisional dan terutama teori. Ini mengembangkan kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dan bereaksi secara memadai dalam situasi darurat akut. Selain itu juga menumbuhkan rasa percaya diri/self efficacy peserta Kata Kunci: Pelatihan berbasis Simulasi, Self Efficacy, Kompetensi, Relawan
Pengetahuan dan Sikap Kader Joyoboyo tentang Deteksi Dini Kesehatan Jiwa di Masyarakat Fajar Rinawati; Bambang Wiseno; Dwi Rahayu; Didik Susetiyanto Atmojo; Elfi Quyumi Rahmawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.939-944

Abstract

Saat ini masalah kesehatan yang ada di masyarakat mulai bergeser dari masalah secara fisik, kepada masalah mental atau psikis. Agar masalah psikis tidak jatuh pada masalah yang kronis dan parah, maka diperlukan adanya deteksi dini kesehatan jiwa. Deteksi dini kesehatan mental yang ada di masyarakat akan lebih efektif melibatkan kader Kesehatan yang ada yang telah dibentuk oleh Pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap kader kesehatan tentang deteksi dini kesehatan mental di masyarakat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah kader Kesehatan yang ada di Kelurahan Kaliombo, sebanyak 32 kader dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader 69% mempunyai tingkat pengetahuan rendah dan sebanyak 56% mempunyai sikap yang baik. Seorang kader adalah ujung tombak dalam peningkatan kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan kader tentang cara melakukan deteksi dini kesehatan mental, agar dapat dilakukan langkah yang tepat untuk kader kesehatan.
DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENANGANAN PERDARAHAN PADA KELOMPOK DISABILITAS (TUNA RUNGU) rahmawati, Elfi quyumi; Sunaryo, Nirmala Kusumaningrum; Atmojo, Didik Susetiyanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.280

Abstract

Pendarahan karena kasus trauma yang tidak mendapatkan pertolongan pertama yang tepat dapat memperburuk kondisi korban, hal tersebut menjadi sangat penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Pertolongan pertama pada kecelakaan pada masyarakat umum, termasuk kelompok disabilitas tuna rungu bertujuan menyelamatkan jiwa penderita, meringankan penderitaan dan mencegah agar korban tidak menjadi lebih parah hingga pertolongan lebih lanjut diberikan. Mengingat penanganan perdarahan sangat penting dipahami dan dikuasai oleh orang awam, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang tepat salah satunya melalui metode pembelajaran langsung. Direct Instruction merupakan salah satu pendekatan yang menunjang proses belajar yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan pola kegiatan yang bertahap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pengetahuan pada kelompok disabilitas tuna rungu terhadap penanganan perdarahan. Penelitian ini menggunakan metode direct instruction menggunakan alat ukur kuesioner untuk mengukur pengetahuan. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok disabilitas tuna rungu yang berada di Kabupaten Kediri yaitu sejumlah 39 responden dengan menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023. Variabel pada penelitian ini adalah pengetahuan kelompok disabiltas tuna rungu terhadap penanganan perdarahan. Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan rerata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi menggunakan metode direct instruction. Didapatkan nilai Sig. 0.000 < 0.05, maka dapat dikatakan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan mean yang signifikan antara pretest. Implementasi Direct Instruction pada kelompok disabilitas tuna rungu dapat meningkatkan kemampuan kreatif. Hal ini terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab kuesioner yang diberikan dan mempresentasikan ketrampilan dalam penanganan perdarahan pada trauma. Mereka mempunyai wawasan dan pemahaman yang lebih luas dengan belajar secara langsung dengan kelompok kelompok kecil. Pembelajaran secara langsung memberikan pengalaman yang bermakna untuk pembelajaran
PENGARUH CHRONIC CARE MANAGEMENT SUPPORT TERHADAP SELF EFFICACY PENDERITA PENYAKIT KRONIS DIKELOMPOK PROLANIS Atmojo, Didik Susetiyanto; Rahayu, Dwi; Quyumi, Elfi; Rinawati, Fajar
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.690

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kronis telah menjadi salah satu tantangan kesehatan yang paling signifikan di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa chronic care management support dan self efficacy memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis. Chronic care management support dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang membantu pasien untuk mengatur dan mengelola penyakit kronisnya secara efektif. Sementara itu, self efficacy dapat didefinisikan sebagai kepercayaan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk mengatur dan melaksanakan serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu, seperti manajemen penyakit kronis.Metodologi: Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 50 penderita penyakit kronis yang aktif dalam kegiatan Prolanis di klinik dr chreslina. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang terdiri dari dua bagian utama: pengukuran dukungan manajemen perawatan kronis dan pengukuran tingkat self-efficacy. Hasil: Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara manajemen perawatan kronis dengan tingkat self-efficacy penderita penyakit kronis. Dukungan yang meliputi edukasi kesehatan, pengawasan medis, dan motivasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan keyakinan diri pasien dalam mengelola penyakitnya. Responden yang menerima dukungan manajemen perawatan kronis yang tinggi melaporkan self-efficacy yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menerima dukungan rendah atau sedang.Diskusi: Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan manajemen perawatan kronis berpengaruh positif terhadap self-efficacy penderita penyakit kronis. Implikasi praktis dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penguatan program manajemen perawatan kronis di kelompok Prolanis dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemampuan dan keyakinan diri pasien dalam mengelola kondisi kronis mereka. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan kualitas dan intensitas dukungan manajemen perawatan kronis yang disediakan oleh fasilitas kesehatan Kata Kunci: Chronic Care Management Support, Self-Efficacy, Penyakit Kronis, Prolanis
Program Pendampingan Kelompok Disabilitas Rungu dalam Pertolongan Pertama pada Trauma di Kabupaten Kediri Rahmawati, Elfi Quyumi; Sunaryo, Nirmala Kusumaningrum; Atmojo, Didik Susetiyanto; Rahayu, Dwi; Rinawati, Fajar
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.1953

Abstract

Pendarahan yang terjadi karena kasus trauma, menjadi sangat penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin. Untuk mewujudkan Program Aksi Keselamatan Jalan (Road Safety) perlu sinergi berbagai pihak dalam keselamatan lalu lintas di jalan. Pertolongan pertama pada kecelakaan berguna untuk masyarakat umum, karyawan, tenaga kerja, dan semua individu. Pertolongan pertama bertujuan menyelamatkan jiwa penderita, meringankan penderitaan dan mencegah agar korban tidak menjadi lebih parah serta mempertahankan jiwa penderita hingga pertolongan lebih lanjut diberikan. Mengingat pertolongan pertama pada trauma sangat penting dipahami dan dikuasai oleh orang awam, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang tepat salah satunya melalui metode pembelajaran langsung. Disabilitas merupakan bagian dari kelompok sosial di masyarakat dengan berbagai macam keterbatasan (intelektual, mental, dan/atau sensorik) dalam jangka waktu lama, sehingga mengalami hambatan dan kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan lingkungan di sekitarnya. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mendampingi kelompok disabilitas tuna rungu melakukan praktek penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma. Metode yang digunakan adalah dengam memberikan Pendidikan Kesehatan tentang penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma. Program pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di ruang Kilisuci Pemkab Kediri pada hari Minggu, 30 Juli 2023 pada 42 anggota gerkatin. Setelah diberikan edukasi tentang penanganan perdarahan dan pertolongan pertama pada trauma, dilakukan evaluasi dengan memberi pertanyaan kepada peserta. Peningkatan pengetahuan diketahui ketika mampu menjawab pertanyaan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan. Mereka mampu menyebutkan dengan benar tentang perdarahan dan Langkah apa saja yang harus dilakukan ketika bertemu dengan penderita, serta bagaimana cara meminta bantuan. Selanjutnya, secara umum dapat mempraktekkan dengan temannya tahapan dalam melakukan pertolongan pertama pada trauma.
Pendampingan Penatalaksanaan Lansia dalam Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Rahayu, Dwi; Atmojo, Didik Susetiyanto; Rahmawati, Erni; Susiloningtyas, Luluk
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4418

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia dan di Indonesia. Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit terbanyak pada lanjut usia. Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang menyebabkan hiperglikemia kronis. Pengelolaan diabetes, untuk mencapai kendali glukosa darah yang baik diperlukan penatalaksanaan holistik meliputi edukasi, aktivitas fisik, pemberian obat-obatan, pengaturan diet serta pemantauan glukosa darah. Pengelolaan DM yang tidak tepat dapat memicu terjadinya komplikasi serius pada penyakit ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan lansia dalam pencegahan komplikasi diabetes melitus. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah metode Participatory Rural Apraissal (PRA) sehingga tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat dapat bertindak sebagai fasilitator dan langsung dapat memfasilitasi warga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan September dengan kegiatan pendampingan pelatihan senam kaki diabetik, pemilihan penggunaan alas kaki serta edukasi, pengaturan diet diabetes melitus, monitoring kadar glukosa darah serta monitoring Ancle Brachial Index (ABI) pada lansia. Peserta dalam pengabdian masyarakat ini sebanyak 42 lansia yang tergabung dalam kelompok posyandu lansia “Dahlia” Dusun Cangkring Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Peserta pengabdian masyarakat sangat puas dan berkomitmen akan melakukan rangkaian kegiatan untuk pencegahan komplikasi pada penyakit Diabetes Melitus.
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT BANTU JALAN UNTUK MENCEGAH RISIKO JATUH PADA LANSIA: ASSISTANCE AND TRAINING ON THE USE OF MOBILITY AIDS TO PREVENT FALL RISK IN THE ELDERLY Didik Susetiyanto Atmojo; Zauhani Kusnul H; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.285

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik, kekuatan otot, serta keseimbangan tubuh, yang menyebabkan mereka lebih berisiko untuk jatuh. Jatuh pada lansia tidak hanya berpotensi menimbulkan cedera serius, seperti patah tulang dan trauma kepala, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup, memicu rasa takut berlebih, hingga menyebabkan hilangnya kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko jatuh pada lansia adalah dengan menggunakan alat bantu jalan, seperti tongkat atau walker. Namun, masih banyak lansia yang belum mengetahui cara memilih dan menggunakan alat bantu jalan secara tepat, yang justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak digunakan dengan benar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan alat bantu jalan kepada lansia melalui edukasi kelompok, simulasi praktik, dan pendampingan personal. Pelatihan dilakukan di komunitas lansia dengan melibatkan keluarga sebagai pendukung utama sejumlah 40 peserta.  Hasil dari program pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai pemilihan alat bantu yang sesuai serta kemampuan lansia dalam menggunakan alat bantu tersebut dengan benar dan aman. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri lansia dalam bergerak, yang berdampak positif terhadap partisipasi mereka dalam kegiatan sosial. Kesimpulannya, pelatihan ini dapat membantu mencegah risiko jatuh pada lansia dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan memastikan keamanan dan kemandirian dalam mobilitas sehari-hari.   Kata kunci : Lansia, Pelatihan dan Pendampingan, Resiko Jatuh, Walking Aid   Abstract Elderly individuals are a vulnerable group that often experiences a decline in physical function, muscle strength, and body balance, which makes them more prone to falls. Falls in the elderly can lead to serious injuries, such as fractures and head trauma, and can decrease their quality of life, induce excessive fear, and cause a loss of independence in daily activities. One of the interventions that can be implemented to prevent fall risk is the use of mobility aids, such as canes or walkers. However, many elderly individuals are not yet familiar with the correct selection and use of these aids, which can actually increase the risk of accidents if not used properly. This community service program aims to provide training on the use of mobility aids for the elderly through group education, practical simulations, and personal assistance. The training was conducted in an elderly community by involving 40 elderly and family members as primary supporters. The results showed an increase in the elderly’s knowledge of selecting appropriate mobility aids and their ability to use these aids correctly and safely. Furthermore, the training also improved the confidence of the elderly in movement, which had a positive impact on their participation in social activities. In conclusion, this training can help reduce the risk of falls in the elderly and contribute to enhancing their quality of life by ensuring safety and independence in daily mobility.    Keywords: Elderly, Fall risk, Mobility aids, Training
PENGARUH TEHNIK RELAKSASI IMAGERY TERHADAP DETEKSI PHOBIA PADA MAHASISWA PRODI D3 KEPERAWATAN STIKES PAMENANG Khosasih, Mohammad Ikhwan; Atmojo, Didik Susetiyanto; Wiseno, Bambang
coba Vol 13 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i1.717

Abstract

Pendahuluan : Pendidikan kesehatan, khususnya Diploma III Keperawatan, merupakan bagian dari jenjang pendidikan tinggi bagi tenaga kesehatan. Dalam proses perkuliahan, tidak semua mahasiswa merasa nyaman, disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rasa ketakutan yang disebabkan oleh fobia. Untuk mengurangi rasa ketakutan tersebut, diperlukan deteksi dini terhadap fobia agar dapat segera ditangani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi imagery terhadap deteksi dini fobia.Metodologi :Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design (one group pre-post test design). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester I Program Studi Keperawatan Pamenang, yang berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 33 orang.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diterapkan teknik relaksasi imagery, seluruh mahasiswa (33 orang atau 100%) tidak merasa mengalami fobia. Namun, setelah penerapan teknik relaksasi imagery, sebagian besar mahasiswa (24 orang atau 72,7%) tidak mengalami fobia, sedangkan 9 orang (27,3%) masih mengalami fobia. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test, didapatkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,003 (<0,05), yang menunjukkan bahwa H1 diterima.Diskusi : Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik relaksasi imagery memiliki pengaruh terhadap deteksi dini fobia. Deteksi dini fobia diharapkan dapat meminimalkan jumlah mahasiswa yang keluar dari pendidikan akibat fobia terhadap hal-hal medis, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Kata kunci : Tehnik Relaksasi Imagery, Phobia
Enhancing Self Efficacy Of Prolanis Group On Self Assesment Of Diabetic Foot Early Detection Based On Health Belief Model Theory And Bandura’s Self Efficacy Didik Susetiyanto Atmojo; Heny Kristanto; Hengky Irawan
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.409

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) complications are serious problems for patients and their families. . The purpose of this study was to improve Self Efficacy on the ability to detect the risk of diabetic foot injury.The research design used was pre-experimental research with a one group pre-post test design approach. Respondents of this study were the Clinic Prolanis Group dr. Chreslina Subagyo, Kediri City Collecting data with clinical questionnaire sheet self-efficacy skills in order to determine the increase in self-efficacy. Based on the Wilcoxon test above, the p value = 0.000, which means that action given caused a changed or increased in a person's self-assessment This study revealed that the potential impact of self-efficacy, outcome expectations considered in the education program for patients. Therefore, the use of self-efficacy theory when designing patient education interventions could enhance diabetes self-care